
"Ah iya ummi ada apa?" tanya Syakila terkejut "Ah iya ummi Syakila mau jadi istri A' Ahmad" sambung Syakila menyungingkan senyuman manisnya
"Alhamdulillah"
Pesta pernikahanpun telah tiba dimana seluruh undangan telah hadir untuk menjadi saksi bersatunya dua insan yang salah satunya tak didasari cinta melainkan terpaksa.
"S..sa...saya..." ucap Ahmad ragu, Ahmad melirik ke arah Nurul yang tengah menatapnya tajam membuatnya menelan silivanya dalam dalam
"Terima saja, biar ummimu senang" bisik Usman kepada Ahmad
Ahmadpun kembali menjabat tangan dengan wali Syakila yang diduga ayahnya. Ayah Syakilapun mengucapkan kembali iklarnya dan menekankan jabatannya bertanda Ahmadlah yang harus mengucapkan iklarnya kemudian.
"Saya terima Nikah dan kawinnya Syakila Laelani bin Udin dengan maskawin tersebut dibayar tunai" ucap Ahmad terpaksa hingga kata sahpun dilontarkan.
Betapa bahagianya Syakila dan Nurul namun tidak dengan Usman terutama Ahmad yang hanya bisa mengehla nafas kasar.
Singkat cerita awal pertama pernikahan lancar lancar aja tanpa ada kendala, seperti ucapan Ahmad di awal Ahmad memang tak melakukan hubungan intim dengannya walaupun Syakila beberapa kali mencoba/merayunya tapi tetap pada pendiriannya.
Dan seperti biasa Ahmad suka memberikan gajinya kepada sang ibunda namun setelah beberapa bulan berlalu...Ahmad baru saja mendapat gaji dan diberikan kepada Syakila dan memintanya untuk memberikannya juga kepada sang ibunda.
'Ih enak aja dibagi dua udah tahu gaji suamiku ini kecil, mau dibagi dua duhhh makin tipis gak bisa shooping lagi. Ah udahlah Syakila gak usah dikasih sama nenek nenek tua itu, biar dia mati sekalian ahai mampus, lagi pula dia 'kan masih punya suami dan kenapa harus diberikan kepadanya' batin Syakila tersenyum licik.
Suatu ketika Nurul mendatangi rumah Ahmad karena mereka berpisah rumah ini karena keinginan Syakila sendiri dan Ahmad harus menurutinya dengan sangat sangat terpaksa.
"Ahmad kenapa akhir akhir ini kamu gak ngasih ummi uang?" tanya Nurul to teh poin
"Selalu kok ummi, emangnya Syakila tak memberikan uang kepada ummi?" tanya Ahmad binggung
"Gak, bahkan akhir akhir ini kamu gak kerumah ummi, pas kemarin aja ummi sakit kamu malah gak jenguk ummi, apa kamu sudah melupakan ummi?" rengek Nurul manja
"Inalilahi maaf ummi Ahmad gak tahu, Syakila tak pernah bicara apapun sama Ahmad. Ya Allah Syakila gak amanah padahal Ahmad sudah menitipkan uang untuk ummi"
"Ah masa ummi sudah bilang kok sama istrimu, masa Syakila gak ngasih tahu!! ah sudah lah gak papa, terus sekarang istrimu dimana? ummi kangen sama dia"
"Oh iya yaa, kemana dia...ummi sepertinya Syakila hanya berpura pura baik sama ummi, Syakila itu sering keluar rumah tanpa ijin dari Ahmad. Ahmad udah cape sama dia ummi..." jelas Ahmad membuat Nurul terkejut
__ADS_1
"Apa?"
"Assalamualaikum" ucap Syakila seraya membuka pintunya
"Waalikumussalam...Syakila kamu udah dari mana?" tanya Nurul menyurigai
"Emm gak dari mana mana" jawab Syakila kaku
"Itu apa" Nurul menunjuk ke arah tangan yang melingkar kebelakang dan terlihat paperbag yang menonjol keluar "Astagfirullah, kamu belanja pakaian yang kaya gini...ini lagi make up. Kamu boros sekali...dan kenapa kamu gak ngasih tahu suamimu kalau ummi kemarin sakit dan kenapa kamu keluar rumah tanpa ada izin dari suamimu? ummi kecewa sama kamu" sambung Nurul meraih paperbag itu lalu meraih isi yang ada dalam paperbag itu
"Oh ummi sudah tahu yaa aslinya Syakila?, uluh kasian ketipu sama wajahan polos milik Syakila...ummi kau itu gak pantas untuk dicintai karena kau sudah tua, dan bentar lagi kau akan ma-ti" sahut Syakila tersenyum kecut
Plakkk....
"Dasar wanita murahan, munafik...bisa bisanya kau mempermainkan ummi, ARRRRGGGGG KENAPA AKU BODOH SEKALI KENAPA AKU PERCAYA PADA WANITA INIII aku menyesal, sebaiknya kau talak dia Ahmad ummi gak sudi punya menantu kaya dia" ujar Nurul murka
'Ummi ummi kemarin sayang sayang, giliran udah tahu aslinya langsung minta putramu untuk menalaknya' batin Usman geleng geleng kepala
"Maafkan aku ummi...aku khilap" mohon Syakila karena tak ingin di talak oleh orang yang ia sukai
"Ta..tapi...aku mohon tarik lagi ucapanmu aku gak mau pisah denganmu...aku mencintaimu Ahmad"
"PERGIII" pekik Nurul seraya mendorongnya keluar dan terlihat Usman melemparkan pakaian Syakila kepadanya
"Cih untung saja anakku tak tergoda olehmu" kata Usman seraya menutup pintu
Nurul terus meminta Ahmad untuk pergi kerumah Aisyah untuk meminta maaf kepadanya dan membujuknya agar kembali kepada Ahmad dan menjadi menantunya lagi, ia sangat menyesal telah menyia nyiakan wanita yang tulus mencintai putranya dan dirinya.
Sesampainya di pondok pesantren Hidayatullah, Nurul langsung berlutut kepada Aisyah memohon maaf kepadanya "Ummi...aku udah maafin ummi sebelum ummi meminta maaf kepadaku, bangunlah ummi" titah Aisyah menyantuh bahu Nurul seraya mengangkatnya keatas
"Maafin ummi yaa sayang, kamu memang benar benar menatu sholehah...ummi menyesal telah menyia nyiakan wanita seperti dirimu" sahut Nurul memeluk erat tubuh Aisyah
"Iya ummi gak papa"
"Emm kamu mau 'kan rujuk sama putra ummi, hidup bersama lagi seperti dulu mau yaa!!" sambung Nurul menawarkan
__ADS_1
"Sayang, Fatrul pengen makan" ucap seorang pria yang keluar dari kamar Aisyah
"Dia siapanya kamu Aisyah?" tanya Nurul menatap pria itu heran
"Oh iya kenalin ini suami Aisyah" jawab Aisyah menyungingkan senyumannya
"APA?"
"TIDAKKKK..." pekik Nurul membuat semua orang bingung
"Ummi..." panggil Aisyah lirih sekaligus membuyarkan lamunan Nurul, (jadi yang tadi itu hanya haluannya Nurul karena Usman terus menakut nakutinya)
Nurul mengayunkan kakinya menuju arah dimana Aisyah terbaring lalu memeluknya erat "Ummi kenapa?" tanya Aisyah lirih
"Ya Allah terimakasih Kau masih memberinya kesempatan untuk bisa berkumpul dengan kami lagi. Aisyah kamu jangan pergi lagi yaa, ummi mohon kamu jangan pernah ninggalin kami...ummi sayang padamu...ummi sayang padamu jangan pergi yaa dan maafkan ummi karena ummi sempat mem-ben...pokonya ummi minta maaf" tutur Nurul dalam pelukannya tak terasa air mata gugur membasahi baju Aisyah
"Ummi ini bicara apa sih Aisyah gak gerti lagian kalian kenapa sih pada nangis? Aisyah gak kemana mana Aisyah ada di sini" ujar Aisyah polos membuat semua orang terkekeh geli
"Ah sudah jangan dibahas, ini liatlah bayimu nyenyak sangat dipangkuanmu" sahut Rahmat terkekeh geli
Aisyahpun melirik ke arah bayi yang tengah tidur dipangkuannya "Mirip siapa yaa?" seru Aisyah mencubit pipi kemerahan itu
"Ya mirip abinya lah" sahut Ahmad sombong
"Ah abi sekarang paham apa maksudnya waktu itu kamu merengek sama abi minta rokok!!" sahut Usman tiba tiba
"Apa Aisyah minta rokok, ihh kenapa kamu memberikannya, kamu lagi pake pengen rokok segala" sahut Hasanah kesal
"Eh mbak dengerin dulu penjelasannya jadi waktu itu (Usman menjelaskan kisah Aisyah yang merengek ingin rokok) hha...sudah tak marah lagi?"
______________________
R: Thor atas dasar apa sih Nurul benci sama Aisyah?
A: Oke jadi Nurul itu cemburu kepada Ahmad yang selalu memperhatikan Aisyah melebihi cintanya kepada dirinya. Padahal sebenarnya Aisyah itu lebih ingin sang mertualah yang pantas mendapatkan cinta dari Ahmad. Yaa karena salah paham itulah yang menimbulkan kebencian dihati Nurul kepada sang menantu. Dan yang cerita ia menjodohkan putranya dengan Syakila itu hanyalah haluan Nurul karena suaminya terus mendesak dirinya dan menakutinya sehingga Nurul berhalu seperti itu dan itu sukses membuat Nurul luluh lagi dan mau menerima Aisyah dengan sangat senang hati.
__ADS_1