Takdir Cinta Gadis Bercadar

Takdir Cinta Gadis Bercadar
Bangkai yang terkubur akhirnya tercium juga


__ADS_3

Beberapa minggu kemudian...


Pagi sekitar pukul 08:27 dimana keluarga Hidayatullah telah bersiap siap untuk pergi ke jakarta, yaa esok Aisyah mulai masuk kuliah jadi hari ini ia harus berangkat ke jakarta.


Terlihat mobil putih yang berhenti di gerbang rumah Hidayatullah "Pak bisa di buka gerbangnya?" tanya Kiai Manshur membuka jendela mobil.


"Mohon tunggu sebentar saya izin dulu kepada pak Rahmat" jawab salah satu satpam yang bernama Asep.


"Iya silahkan"


Asep beranjak pergi ke dalam rumah untuk menemui Rahmat "Pak" panggil Asep kepada Rahmat yang baru saja turun dari tangga membawa koper pink milik Aisyah.


"Iya ada apa Asep?, apakah ada yang nyari saya?" tutur Rahmat, beliau sudah tahu kalau Asep menemuinya pasti ada tamu yang mencari dirinya. Rahmatpun bergegas ke luar rumah di dapatinya Kiai Manshur yang tengah mematung dekat mobilnya


"A'Manshur!! gapain anda ke sini?"


Kok A'a? yaa jadi Kiai Manshur itu kakak Rahmat.


"Rahmat izinkan saya untuk bicara, saya mohon" mohon Kiai Manshur yang tegah berdiri di gerbang seraya menelungkupkan kedua tangannya di dada


"Anda mau ngapain lagi? apa gak puas hah..." ucap Rahmat marah


"Ayah ada apa?" tanya Hasanah yang baru keluar dari dalam rumah bersama Aisyah.


"Paman?, Bunda...." ucap Aisyah ketakutan


Hasanah melirik ke arah Kiai Manshur seketika darahnya meninggi membuatnya emosi "A'a!! mau ngapain ke sini? mau apain lagi putriku, mau bawa putri saya kepenjara? lebih baik A'a pergi gak usah temui kami lagi" seru Hasanah meneteskan Air matanya sementara Aisyah, ia ngumpet di belakang hasanah, tubuhnya gemeteran seraya mengeluarkan keringat dingin di keningnya.


"Dengerin dulu" ucap Maryam keluar dari mobilnya "Kami kesini mau mengabarkan duka, kalau Laila meninggal akibat kecelakaan kemarin" sambung Maryam sontak semua orang yang berada di sana terkejut terutama Aisyah.

__ADS_1


"Laila...inalillahi" gumam Aisyah meletakkan satu tangannya di bibir yang tertutup cadar itu seraya meneteskan air mata.


"Inalillahi, gimana ceritanya?"


"Izin kan kami untuk masuk dulu kedalam" tutur Manshur memohon


Rahmatpun mengizinkan mereka untuk masuk ke dalam. Singat cerita mereka berkumpul, duduk di atas kursi empuk yang tersusun rapi di ruang tamu. Aisyah menangis sejadi jadinya tak percaya akan kepergian temannya.


"Kami juga bukan sekedar memberi kabar ini, kami juga mau minta maaf kepada Aisyah karena kami telah menuduh Aisyah tanpa bukti, maafkan kami" ucap Manshur memulai pembicaraan


"Maksud A'a?" tanya Rahmat mengerutkan keningnya


Manshur mengeluarkan laptop dari tas kecil kemudian di perlihatkan lah vidio ketika Laila tergeletak di jalan bersimpah darah di bagian kepalanya 'Pamannn...Laila minta maaf sebenarnya yang bunuh nenek itu Laila, tolong sampain minta maaf Laila kepada Aisyah. Laila bener bener menyesal karena Laila udah menuduh Aisyah sebagai tersangkanya, laila mohon mita maaf' tutur Laila meneteskan air matanya dengan nada engos engosan menahan sakitnya sakaratul maut beserta menahan rasa sakit di kepalanya.


Setelah ia memberi pesan cukup singkat akhirnya Laila meniggal dunia.


_Flasback_


Malam itu Manshur beserta istrinya pergi ke rumah sakit karena anak keduanya dirawat di sana. Di rumah hanya ada Aisyah dan Laila yang bergantian menjaga neneknya yang sudah tua sekitar 64 tahunan.


Sekitar pukul 08:59 Aisyah yang berjaga. Aisyah meminta Laila untuk menjaga dulu neneknya karena ia di panggil ustazah.


Laila terus aja ngerutu karena ia harus menjaga neneknya lagi, padahal tadi udah jaga sekarang harus jaga lagi pikirnya.


Baru saja Laila mau duduk ehhh tiba tiba neneknya minta minum dilaksanakanlah sama Laila walaupun keliatannya tak ikhlas. Beberapa menit kemudian neneknya ingin pipis di turutilah lagi.


"Ahh cape banget aku pengen istirahat bentar aja, ini lagi si Aisyah lama banget sengaja kayanya" ngerutu Laila mengajunkan kakinya setelah membantu membaringkan kembali neneknya. Ketika gadis itu akan duduk baru aja duduk tiba tiba neneknya minta tolong lagi, dengan ke adaan Laila yang sangat lelah membuat ia semakin kesal disitulah ia di hasut oleh saiton untuk membunuh neneknya.


Laila meraih bantal lalu di tutuplah wajah sang nenek dengan bantal yang ia pegang sampai meninggal dunia. Laila tersadar ia sangat panik harus ngapain? Laila pergi ke tandas di sana Laila menangis, bingung harus ngapain.

__ADS_1


Aisyahpun kembali ke dalam kamar menghampiri neneknya "nek...nek udah tidur" ucap Aisyah pelan seraya mengecup kening neneknya, Aisyah tak sadar dengan ke adaan neneknya yang sudah tak bernyawa.


Krekkk...!! pintu tandas terbuka Lailapun keluar ia berpura pura tidak tahu apa apa (watados) "Aisyah" seru Laila tersenyum kepada Aisyah yang tengah membaca kitab kuning.


"Kirain kamu kemana"


Laila berpura pura melirik ke arah dada dan perut sang nenek "Aisyah kenapa perut nenek diam kayak gak lagi bernapas" seru Laila membuat gadis berniqob itu melirik ke arah neneknya


"Ahh iya kenapa yaa coba periksa denyutnya" titah Aisyah menaruh kitabnya lalu menghampiri sang nenek.


Segera Laila memeriksa denyut nadi di bagian leher serta di bagian tangan beliau "Inalillahi ya Allah nenek...nenek..." seru Laila berpura pura menangis begitu juga dengan Aisyah ehh Aisyah gak pura pura yaa...


"Inalillah, ibu..." teriak Maryam yang baru saja akan membuka pintu kamar itu, Maryam bergegas menghampiri ibu mertuanya seraya meneteskan air mata.


"Ini pasti gara gara kamu" seru Laila menunjuk ke arah Aisyah, ia mulai menutupi kesalahannya itu.


"Aku gak tahu apa apa" elak Aisyah terisak isak


"aku tahu siapa pelakunya nenek meninggal karena dibunuh, aku denger tadi nenek teriak. Aku yakin Aisyah yang bunuh nenek" sambung Laila


Plakkkkk.... suara tamparan yang mendarat di pipi mulus Aisyah "Bener kamu yang bunuh nenek?, apa salah nenek kepadamu?" ucap Manshur marah yang baru saja membuka pintu kamar itu.


"Aku tidak tahu apa apa" elak Aisyah


"Terus ini gelang kamu kan? kenapa ada di dekat leher nenek pasti kamu yang mencekik nenek" seru Laila membuat Manshur semakin marah.


Singat cerita Hasanah dan Rahmat di kasih tahu kabar buruk. Hasanah dan Rahmat tidak percaya segeralah mereka bergegas ke Bandung.


Di sana Aisyah di tanya oleh orang tuanya seperti apa kejadian sebenarnya. Keduanya percaya kalau bukan putrinya yang membunuhnya soalnya mereka tahu kalau Aisyah sangat sayang kepada neneknya dan juga Aisyah orangnya sabar jadi mereka tak percaya dengan apa yang di bicarakan Laila.

__ADS_1


Ramhat dan Hasanah membawa Aisyah pulang kerumahnya karena ia tak tahan dengan perlakuan Manshur kepada putrinya.


Bersambung....


__ADS_2