Takdir Cinta Gadis Bercadar

Takdir Cinta Gadis Bercadar
sn 3 : Akang bercadar


__ADS_3

Di malam yang sunyi hanya terdengar paduan suara dari jangrik dan serangga lain terlihat Aisyah tengan mengerjakan sripsinya sementara Ahmad seperti biasa main game.


"Alhamdudulillah akhirnya selesai, huah pegel banget" gumam Aisyah melunturkan otot ototnya seraya melirik ke arah Ahmad yang asyik maen game "maen game mulu, abimu harus di kasih pelajaran" sambung Aisyah tersenyum jail.


Aisyah beranjak dari duduknya lalu menghampiri lemari untuk meraih hijab dan cadarnya. Aisyah menghampiri Ahmad dan duduk di sampingnya.


"A'a..." pangil Aisyah manja sembari merebahkan kepalanya di bahu Ahmad.


"Apa sayang?" Ahmad melingkari satu tangannya di perut yang mulai buncit "mau di elus elus perutnya? mau sholawat? mau jalan jalan...nanti yaa jalan jalanmah besok" tanya Ahmad namun Aisyah terus saja menggelengkan kepalanya.


'Jangan bilang aku harus pake cadar' batin Ahmad ketika melirik ke arah tangan yang menggenggam cadar


"A'a maukan pake cadar bentar ajaa..." Pinta Aisyah


'Sudah ku duga' batin Ahmad menghela nafas berat


"Mau yaa"


"Iya tapi bentar"


"Gak janji"


"Kok gitu"


"Ya sampai Aisyah puas hha.."


"Ya udah demi dedek bayi A'a rela"


Aisyahpun langsung memakaikan jilbabnya ke kepala Ahmad, setelah itu Aisyah memakaikan cadar untuk menutupi area wajahnya kecuali matanya.


Ahmad meringis kesakitan ketika kain cadar bagian bawah mengenai matanya "Au neng mata A'a perih" rutu Ahmad mengaduh

__ADS_1


"Emang perih sabar bentar lagi" jawab Aisyah mengikat tali cadar


"Emang perih yaa kalau pake cadar?"


"Iya sih kadang sampai mata Aisyah merah tapi kalau udah terbiasa yaa biasa biasa aja, nah udah...ihh A'a cantik emm Aisyah poto ah"


Aisyah meraih handponnya lalu memotret Ahmad "A'a gini gayanya jangan gitu (angkat dua jadi/pis) sedikit senyum...nah gitu ihh lucu deh"


Ahmad di sana hanya menurut saja tanpa ada kata elakan yang keluar dari mulut Ahmad. Dia sekarang tahu kalau marah Aisyah itu super menakutkan tak seperti dirinya yang biasa biasa.


"Akang bercadar....lucu ihh buat kenang kenangan" ucap Aisyah terkekeh


"Udah neng... buka yaa mata A'a perih" kata Ahmad membuka cadarnya lalu merebahkan kepalanya di pangkuan Aisyah seraya mengelus gelus perut buncitnya.


"Kamu ini banyak maunya" ucap Ahmad mengecup perut Aisyah


"Neng kamu dari kapan pake cadar" tanya Ahmad penasaran


"Dari kecil kalau gak salah usia 5 tahun lupa hhe..."


"Alm. nenek kan suka pake cadar, Aisyah diam diam suka pake cadar nenek. Pas nenek mau pake cadarnya kata nenek gini 'Kok cadar nenek ada di lantai kenapa kotor lagi?'. Karena nenek curiga akhir akhir ini suka ada kejadain janggal akhirnya nenek mutusin untuk menyelidiki"


"Pas keesokan harinya Aisyah pake lagi cadar nenek, tapi malah ketahuan sama nenek. Kirain nenek mau ngambek eh ternyata kata nenek gini 'Ya Allah jadi kamu yang pake cadar nenek, masya Allah kamu pengen di cadar yaa? Aisyah ngangguk"


"Kata nenek 'Ya udah nanti besok kita beli yang seukura kamu' tapi Aisyah kekeh pengen sekarang yang akhirnya hari itu juga kita ke pasar tapi di pasar gak sediain cadar seukuran aku. Nenek gak mau Aisyah sedih pada akhirnya nenek bikinin cadar buat Aisyah...nah gitu ceritanya" cerita Aisyah


"Nenek kamu yaa yang cerita kaya gitu?" tanya Ahmad


"Iya hha jadi iget nenek, oh iya" Aisyah beranjak dari duduknya lalu menghampiri lemari mainannya


Aisyah membawa kotak kecil terukir (kaya harta karun)

__ADS_1


"Ini apa neng?" tanya Ahmad bingung


Aisyah membuka kotak kecil itu di dapatinya beberapa kain hitam yang di jait menyerupai cadar "Ini cadar pertama yang di bikin alm. nenek" kata Aisyah meraih cadar yang paling atas


"Masya Allah masih ada sampai sekarang, kamu sangat menghargai pemberian orang sampai saat ini masih ada walaupun udah gak cantik"


"Aisyah sangat sayang sama cadar ini jadi Aisyah simpan satu minggu sekali Aisyah suka mencuci cadar ini jadi gak buruk hha..." Aisyah meneteskan air matanya begitu saja tapi bibinya terus tersenyum memandangi cadar pemberian sang nenek.


"Terus gantungan kunci A'a masih ada?" tanya Ahmad teringat akan pemberian darinya


"Yang mana?"


Degg...!!


Ahmad terlihat sedih karena pemberian darinya terlupakan. Yerlihat Aisyah beranjak petgi menghampiri meja belajarnya lalu merai tasnya.


"Liat" Aisyah menyodorkan gantungan kunci berkarakter mickey mous


Seketika bibir Ahmad terangkat ke atas ternyata pemberian darinya masih utuh tanpa ada goresan atau berbulu, gantungan itu benar benar terlihat masih utuh.


"Aisyah rawat setiap pemberian dari orang terutama pemberian dari orang orang yang Aisyah sayang, seminggu sekali Aisyah selalu menyemir gantungan kunci ini agar tak berbulu hhe..." cerita Aisyah


Ahmad meneteskan air matanya baru kali ini pemberian darinya masih utuh padahal setiap ia memberikan sesuatu pada orang yang ia sayang hanya beberapa bulan bertahan.


Seperti dulu Ahmad memberikan mainan kepada sang adik baru beberapa hari sudah rusak, tapi berbada dengan pemberiannya kepada Aisyah...udah beberapa tahun berlalu masih aja utuh.


"Makasih neng kamu sudah menjaga pemberian dari A'a"


"Kata siapa? pas A'a beri Aisyah mekanan Aisyah gak nyimpan malahan Aisyah buang ke perut Aisyah hha..." kata Aisyah terkekeh


"Ya iyalah masak makanan di simpan di jadiin kenangan yang ada busuk, ada ada aja istriku ini haha..." Ahmad mencubit hidung Aisyah seketika kedua terkekeh.

__ADS_1


'Gak salah pilih hha..' batin Ahmad di sela sela ke kekehannya


Bersambung.....


__ADS_2