Takdir Cinta Gadis Bercadar

Takdir Cinta Gadis Bercadar
sn 2 : Menjalankan kewajiban sebagai istri


__ADS_3

"Hhhmmm" dehem keduanya berbarengan membuat keduanya tersipu, entah mengapa rasanya jadi canggung begini.


"Emm neng kamu masih ngantuk?" tanya Ahmad canggung memecahkan keheningan setelah beberapa menit yang lalu terdiam


Sementara Aisyah ia hanya menggelengkan kepalanya pelan bertanda ia tak ngantuk, Aisyah menyuruhnya untuk tidur duluan kalau merasa ngantuk namun Ahmad mengelaknya karena ia juga tak mengantuk.


Hening sudah ruangan itu hanya angin sepoi sepoi yang terdengar di telinga mereka masing masing. Rasanya ingin mengungkap kan apa yang sekarang mereka rasakan namun rasa gengsi mengalahkannya.


Selang beberapa menit Ahmadpun membuka suaranya dan memanggil nama panggila untuk Aisyah.


"Neng..." Aisyah yang tengah menundukpun langsung mengangkatkan kepalanya seraya tersenyum "Emm anu emm apa kamu siap menerima nafkah batin dari A'a?" sambung Ahmad ragu.


Ahmad bertanya seperi itu karena kayanya Aisyah telah siap untuk menerima nafkah batin darinya cuman ia malu untuk mengutarakan. Yaa terlihat aja gitu dari penampilannya yang membuat hasratnya muncul tanpa mengabari.


Juga tingkah Aisyah yang tak biasanya ia lakukan, seperti halnya biasanya sehabis sholat baik sholat sunna atau wajib ia langsung bergegas naik ke atas ranjang dan menutupi seluruh tubuhnya kecuali wajahnya dan berpura pura tidur atau gak alesan ke dapur.


Cuman ingin menghindar dari keinginan suaminya tapi kali ini tidak ia malah diam seolah olah mengisyaratkan kalau ia siap untuk menerima nafkah batin darinya.


Aisyahpun menghela nafas berat lalu mengangguk pelan bertanda ia siap menerima tantangan eh nafkah batin dari suaminya.


Terlihat ujung bibir Ahmad terangkat ke atas dan bertanya sekali lagi untuk memastikan dan lagi lagi Aisyah mengangguk "Makasih neng..." ucap Ahmad senang sementara Aisyah ia hanya tersenyum.


Ahmadpun mendekatkan bibirnya ke kening Aisyah lalu mengecupnya kemudian ia melepaskan mukena yang masih menempel di tubuh sang istri.


Setelah selesai membereskan alat sholatnya Ahmadpun menggendong Aisyah dan di rebahkan di atas ranjang pelan agar Aisyah tak kejedot hha...


"Neng kamu yakin udah siap?" tanya Ahmad sekali lagi yang tengah duduk di bibir ranjang.


"Nanya mulu bosen dengernya" ucap Aisyah ketus beralih posisi membelakangi Ahmad.


"Ehh iya iya" seru Ahmad menarik bahu Aisyah agar berposisi seperti awal

__ADS_1


Terlihat bibir Aisyah seperti sedang bergumam tepatnya bersungut dengan bola mata mengarah ke atas lagit langit seolah olah tak ingin melihat wajah sang suami.


Dan itu sukses membuat Ahmad gemas "Udah jangan bersungut terus kan jadi gemes liatnya" ucap Ahmad mengecup bibirnya sekilas membuat Aisyah diam tak bersungut kembali dan menatap mata di hadapannya tanpa berkedip.


"Udah liat wajah gantengnya?" ledek Ahmad terkekeh membuat Aisyah mengedipkan matanya seraya nyengir.


"Ihh dasar gemesin" seru Ahmad mengecupnya kembali dan membuka kancing baju Aisyah satu persatu dan memulai kegiatannya setelah mereka berdo'a. (Skip aja yaa gak usah di ceritain yang itunya 😂😂😂)


Di dalam kamar itu dua insan yang mulai menyatu di balik selimut untuk yang pertama kalinya setelah sekitar dua minggu tertunda karena berbagai alasan dari lisan Aisyah.


Terlihat Ahmad melakukannya dengan sangat halus dan tidak terburu buru membuat Aisyah merasakan kenyamanan namun dari tadi ia hanya diam tak ada ucapan yang ia lontarkan di mulutnya mungkin ia malu.


Selang beberapa menit mereka beradu cinta di balik selimut akhirnya mereka selesai juga, terlihat wajah Aisyah yang menunduk membuat Ahmad merasa tidak enak hati.


Ia takut Aisyah tak nyaman lantas ia pun berminta maaf kepada sang istri "Neng maafin A'a yaa kalau gak nyaman"


Aisyah mengangkat kepalanya pelan dengan bibir tersenyum tipis seraya menggeleng pelan "Gak....nyaman..." ucap Aisyah tersenyum lebar kemudian.


"Apa? gak nyaman?" pekik Ahmad membuat Aisyah kebingungan perasaan dia bilang nyaman kenapa jadi gak nyaman!


"Tadi kata kamu gak...nyaman..."


"Ihh apa sih maksud aku tuh, ahh jadi bingung deh jelasinnya" jelas Aisyah namun jadi sedikit kesal karena ia bingung gimana jelasinnya.


"Hha...iya sayang A'a paham kok, tadi cuman bercanda" ujar Ahmad mengelus elus kepala sang istri yang di rebahkan di tangannya.


"Ihhh" Aisyah kesal dan mencubit perut sang suami sampai Ahmad mengaduh kesakitan.


"Kamumah maen cubit cubi sakit tahu" elak Ahmad mencubit hidung Aisyah "Impas" sambungnya tergalak


"A'a udah mancung jangan di tarik lagi nanti makin mancung kaya nenek sihir" tutur Aisyah manja membuat Ahmad gemas liatnya seraya mencubit kembali.

__ADS_1


Ahmad kemudian menyentuh perut datar Aisyah seraya mengelusnya "A'a titip bibit benih di sini, semoga berkembang nan jadi anak sholeh sholehah yaa"


"Iya A'a" ucap Aisyah dengan suara berbeda seperti anak kecil lalu keduanya terkekeh


Setelahnya merekapun tertidur karena mata mereka mulai terasa perih.


Waktu terus berputar dan sang bulan akan segera pergi di ganti oleh sang matahari yang menemani aktifitas para makhluk hidup di siang hari.


Terlihat Ahmad membuka matanya pelan dan di dapatinya Aisyah yang masih memejamkan matanya, Ahmadpun melihat ke arah jam dinding yang menempel di dinding dengan jarum yang berada bersamaan di angka 4 menunjukkan pukul 04:20.


Segera Ahmad membangunkan seseorang di sampingnya yang tengah Asyik bermimpi entahlah dia bermimpi apa "Neng...bangun...bangun sayang bentar lagi adzan subuh" ucap Ahmad menggoyangkan bahu Aisyah agar ia bangun.


"Iya A'a" ucap Aisyah serak "Masih ngantuk huahh" sambung Aisyah menguap karena tangan Aisyah berjelit dengan selimut akhirnya Ahmad yang menutupi mulutnya yang terbuka itu.


"Makasih A', tangan Aisyah kemana yaa kok gak keliatan" gumam Aisyah mencari tangannya sendiri yang terjelit selimut.


"Ya Allah kok bisa gini sih gimana ceritanya hhe..." seru Ahmad terkekeh membantu sang istri membuka tangannya yang terjelit oleh selimut


"Hhe dingin cuacanya jadi di giniin" Ahmad terkekeh seraya geleng geleng kepala.


Setelah berhasil mengeluarkan tangannya Ahmadpun menggendong Aisyah di bawa ketandas "A'a turunin, mau di bawa ke mana?" tanya Aisyah melingkari leher Ahmad erat karena ia takut jatuh.


"Kita mandi bareng biar cepat" jawab Ahmad terkekeh, terlihat mulut Aisyah bergumam entah apa itu mungkin bergumam Biar cepet? paling stengah jam, banyak alesannya.


Setelah mereka mandi bareng kini mereka akan melaksanakan sholat karena adzan lima menit yang lalu telah berkumandang.


Yaa karena mereka mandinya cukup lama belum lagi pakai baju juga Aisyah mengeringkan rambutnya tambah lama. Singkat cerita mereka telah usai melaksanakan sholat, berdzikir dan membaca Qur'an.


"Neng....emm makasih yaa, emm tapi kamu tadi gak terpaksa kan?" tanya Ahmad sedikit canggung


'Emm bingung mau jawab apa, kalau jawab iya tapi itu salah karena aku melakukannya karena aku takut kehilangan A'a. Kalau bilang tidak tapi itu salah juga...ahh aku bingung' batin Aisyah beradu dengan pikirannya.

__ADS_1


Sementara Ahmad masih setia menunggu jawaban darinya.


Bersambung.....


__ADS_2