
Terlihat keluarga besar Aisyah kembali beraktifitas seperti sedia kala, utuh nan damai tak ada lagi yang namanya masalah. Di ruangan keluarga terlihat semua orang tengah bercerita ria tanpa Aisyah sedari kemarin Aisyah hanya tiduran di atas ranjang, mungkin ia masih merajuk gara gara handponnya itu.
Krakkk....
Suara pintu terbuka dari arah kamar Aisyah, sontak membuat mereka pokus dengan handponya masing masing. Aisyah berjalan menuju ruang keluarga dengan wajah lesu tak bersemangat. Aisyahpun duduk di samping Ahmad, merebahkan kepalanya di bahu sang suami namun Ahmad mengabaikan dirinya ia hanya asyik dengan gamenya.
'Kenapa pada pokus sama handpon sih, gak ngehargain orang yang gak punya handpon. Sebel deh, A'a lagi udah tahu ada istrinya masih aja maen game' rutu Aisyah dalam hati
Memang benar sih semua orang pokus pada handponnya masing masing, ada yang lagi chatingan ada yang main game telponan pokonya komplit deh...kaya es campur gitu haha...
Aisyah merasa bosan ia pun meraih tombol tv lalu menyalakan tvnya, hari ini flem pada gak seru pada iklan semua. Aisyahpun kembali ngerutu membuat semua orang ingin tertawa lepas namun mereka tahan takutnya menyinggung perasaannya. Biasalah bumil baperan ups hhe...
"Ya Allah ampuni dosa dosa hamba...di sekeliling hamba pada pokos sama handpon masing masing, nyalahin tv pada iklan semua. Apa sih yang aku lakukan sampai di kasih hukuman kek gini, sabar yaa utun..." gumam Aisyah namun masih terdengar di telinga mereka sembari mengelus elus perutnya yang mulai terlihat buncit
Rasanya ingin tertawa tapi takut dosa hha...
Aisyahpun kembali pokus ke tv mencari flem yang seru baginya, alhamdulillah betapa senangnya Aisyah menemukan flem yang tengah tayang. Baru aja lima menit nonton eh udah iklan aja membuat semua orang tak bisa menahan tawanya lagi.
"Haha...ups...lucu banget..." seru Hasanah, Mila dan Nurul yang berpura pura membaca status orang
"Haha...mampus mati, ayok ahh jangan dong" seru Ahmad yang tengah main game
"Haha...iya iya, gak papa" seru Rahmat yang tengah telponan
"Haha...haha....haha...." tawa Farish tak ada hentinya sampai ia memegang perutnya yang agak kaku akibat tawanya sementara Aisyah hanya bengong melihat tingkah lucu mereka karena hampir kepergok menertawakannya.
"Kalian kenapa sih? aneh banget tertawa bisa barengan kek gitu? nertawain Aisyah yaa?" tanya Aisyah mengeryitkan keningnya
Lagi lagi mereka bersikap cuek kepadanya, namun Aisyah hanya menghembuskan nafasnya kasar. Aisyahpun kembali merebahkan kepalanya di bahu Ahmad, ia hanya bisa melihat Ahmad main game...sembari mengelus elus perutnya juga sedikit bergumam.
"Gimana nie Aisyah belum marah" chat Hasanah di grup
"Coba pancing lagi"
'Aku tahu mereka lagi gerjain aku, sabar Aisyah sabar' batin Aisyah yakin karena pesan dari grup terus saja bermunculan di layar handpon sang suami.
"Ikhh kalian ngirimin apa sih, ganggu aja lagi main game nie" seru Ahmad kesal "ini lagi nempel nempel mulu, ganggu aja" sambung Ahmad menggoyang goyangkan bahunya.
__ADS_1
Aisyahpun menjauhkan kepalanya dari bahu Ahmad, matanya sudah berkaca kaca entah kenapa, mereka melirik ke arah Aisyah tanpa sepengetahuan darinya. Aisyahpun memukul bahu Ahmad lalu pergi ke kamarnya dalam keadaan marah.
Bluggg...!!
Suara ledakan dari arah pintu membuat semua orang terkejut "Astagfirullah..."
"Kayanya Aisyah udah marah deh?"
"Ya udah cepet kita susul"
Tokk...tokk...tokk...
"Aisyah buka pintunya"
"Neng buka pintunya"
"KALIAN GAK PUNYA HATI LEBIH MEMENTINGKAN KESENENGAN KALIAN SENDIRI GAK PIKIRIN PERASAAN AISYAH...KALIAN EGOIS, JAHAT" pekik Aisyah histeris
"Hiks..hiks...kalian hanya pokus sama handpon kalian, udah tahu aku gak punya handpon tapi kalian malah biarin aku menderita...hiks...jahat" gumam Aisyah dalam isaknya sembari memukul mukul bantal.
"KALIAN PERGI GAK USAH PERDULIIN AKU LAGI"
"Aisyah buka...kami hanya bercanda, tadinya kami mau ngaprak kamu dulu sebelum kita ngasih kamu handpon" tutur Hasanah cemas
'Oh jadi mereka mau ngasih aku handpon!!, tapi tetep tingkah mereka bikin aku sakit hati apa lagi A'a maen dorong kepala aku aja' batin Aisyah gerutu
"AKU GAK PERDULI, MAU DI KASIH MOBIL KEK MAU DI KASIH RUMAH KEK, AKU GAK PERDULI. TINGKAH KALIAN TADI SUKSES BIKIN HATI AK.." pekik Aisyah tiba tiba saja ia terjatuh tak sadarkan diri, untungnya ia jatuh di atas tikar berbulu jadi aman tak ada benturan sedikitpun
Teriakan Aisyah yang belum tuntas membuat semua orang panik, gak mungkin juga ia sengaja menghentikan teriakannya, apa jangan jangan Aisyah pingsan? pikir mereka panik.
"Mila coba lihat di jendela" titah Hasanah panik
Mila segera berlari menuju jendela kamar Aisyah benar saja Aisyah taksadarkan diri, Milapun segera menghampiri mereka yang tengah panik di depan pintu kamar kedua pasangan itu.
"Aisyah pingsan" seru Mila panik seketika mereka ikut panik apa yang mereka lakukan sampai Aisyah jatuh pingsan seperti ini.
Farish dan Ahmad berusaha mendorong pintu itu (mendobrak pintunya) usaha tak mengkhianati hasil, akhirnya pintu terbuka walaupun ada sedikit kerusakan. Mereka tidak memperdulikan pintunya yang mereka perdulikan kesalamatan Aisyah dan calon buah hatinya.
__ADS_1
Saat pintu itu terbuka benar saja Aisyah tengah rebahan di atas tikar berbulu, Ahmad segera mengendong Aisyah dibawanya kerumah sakit.
Dirumah sakit...Aisyah langsung di periksa oleh dokter sementara yang lain tengah menunggu di depan pintu ruangan itu sembari mondar mandir gak jelas.
Krakk...
Dokterpun keluar ruangan terlihat senyuman mengembang di bibirnya bertanda tak ada yang perlu di khawatirkan membuat semua orang bernapas legas
"Gimana dok keadaan istri saya?" tanya Ahmad
"Heeh gimana keadaan putri saya?"
"Alhamdulillah ibu dan calon bayinya sehat, cuman pasien hanya kecapean saja...emm saya tekankan lagi jangan sampai pasien setres yaa jaga terus pola makannya. Kalau begitu saya permisi..." jelas dokter beranjak pergi begitu saja, positif thingking mungkin ia harus memeriksa pasien lain.
Nafas legapun keluar dari hidung dan mulut mereka "Ya Allah kalau dipikir pikir memang benar apa yang dikatakan Aisyah, kita egois mikirin kesenengan kita sendiri" kata Nurul meresa bersalah.
Singkat cerita kini mereka sudah ada di kediaman pondok pesantren Hidayatullah "Emm mana handpon yang kalian mau berikan kepadaku?" seru Aisyah yang baru saja pada duduk dikursi ruang keluarga
"Weladalah, tadi kamu bilang aku gak peduli, mau dikasih mobil kek, mau dikasih rumah kek aku gak peduli lah sekarang malah minta, sehat neng? " ledek Farish
"Sudah beli belum handponnya?"
"Sudah"
"Ya udah kalau mau ngasih yaa ngasih aja, gak usah banyak drama" sahut Aisyah nyengir
"Ya udah nie buat kamu, ini juga sebagai bertanda minta maaf karena kami selalu menyusahkanmu" ujar Farish menyodorkan sebuah kotak kecil. Aisyahpun segera membuka kotak itu ternyata benar isinya handpon yang Aisyah inginkan.
Betapa senangnya bumil ini, sampai sampai air mata menetes begitu aja "Makasih udah repotin Aisyah selama ini, sampai Aisyah stres ngehadapin kalian" ujar Aisyah masih pokus pada handpon barunya.
"Kok gitu sih?" sahut Ahmad memeluk sang istri
"Salah kalian"
"Ihh dasar bumil" ucap semua orang terkekeh
...Bersambung........
__ADS_1