Takdir Cinta Gadis Bercadar

Takdir Cinta Gadis Bercadar
sn 3 : Kena mental 2


__ADS_3

"Jaga ucapamu" ucap Ahmad marah lalu membantingkan handponnya ke atas ranjang lalu menghampiri Aisyah.


Di saat Ahmad membuka pintu terlihat Aisyah tengah duduk di tangga dengan kepala di rebahkan di pagar (pembatas tangga).


"Aisyah...jangan di masukin ke hati yaa" ucap Ahmad duduk di samping Aisyah


Aisyah melirik Ahmad dengan mengeryitkan keningnya "maksudnya apa?" tanya Aisyah


Hupp...


Ahmad menghela nafas lega karena Aisyah tak mendengarkan kata kata yang di lontarkan Farish "gak maksudnya kamu kenapa tadi tiba tiba pergi?" tanya Ahmad mengalihkan pembicaraan


"Hhe..." nyengir


'Kalau di kasih tahu malu ah, biar aku aja yang tahu kalau aku tadi pergi karena pengen kentut hhe..' batin Aisyah


"Kenapa kok malah nyengir bukannya tadi kaya merajuk?" tanya Ahmad terkekeh


"Emm gak anu...Aisyah A' Aisyah pengen semblak" ucap Aisyah gugup


"Kamu pengen seblak?" Aisyah mengengguk "kenapa gak bilang...ya udah ayok siap siap kita pergi ke pasar kemarin" sambung Ahmad berdiri


"Maunya bikin" elak Aisyah manja


"Ayok sayang kamu mau bikin seblak apa?" Ahmad meraih tangan Aisyah lalu berlalu ke ruang dapur


Terlihat Aisyah sangat bahagia ini baru pertama kalinya Aisyah membuat seblak bersama sang suami, wajah dingin dan datar Ahmad ketika bersama sang istri ilang. Orangnya berubah menjadi romantis namun dengan tingkah lakunya bukan dengan kata katanya.


"Emm kayanya udah mateng, tinggal pleting deh hha..." ujar Ahmad mematikan kompor lalu menuangkan seblaknya ke dalam mangkuk.


"Neng jadi..."


"Yee"


Mereka terlihat seperti anak kecil yang baru saja berinteraksi dengan dunia masak.


"Gimana enak gak?" tanya Ahmad kepada Aisyah yang akan memasukan sesendok seblak ke dalam mulutnya.


Aisyah memberikan dua jempolnya bertanda enak "à am...enak kan?" tanya Aisyah menyodorkan sesendok seblak ke dalam mulut Ahmad


"Iya neng...ini nie yang A'a betah makan di rumah...kamu pinter masak" puji Ahmad mengelus elus pipi kemerah merahan itu.

__ADS_1


"A'a juga pinter masak, Aisyah bersyukur pumya suami kaya A'a"


"Masa" kata Ahmad mencubit hidung Aisyah


Di kediaman Hidayatullah Farish tengah di sidang di ruang keluarga ia terlihat menunduk tak berdaya hingga ketukan meja berbunyi keras membuat Farish terkejut.


"Kamu tahu gak apa yang tadi kamu ucapkan itu sangat menyakitkan, kamu udah dewasa Farish udah jadi bapak bapak rubahlah sikapmu jangan seperti dulu...bercanda boleh asal jangan keterlaluan. Tadi kamu liat sendiri Aisyah langsung murung pergi, otak kamu kemana...hahh pikir dong ayah kecewa sama kamu" ceramah panjang kali lebar yang di lontarkan di mulut Rahmat


"Ayah jangan emosi sabar yah" Hasanah berusaha menenangkan suaminya


"Maafkan Farish, Farish janji akan merubah sikap Farish" mohon Farish seperti anak kecil yang berlutut minta uang jajan


"Kamu minta maaf sama adikmu jangan sampai Aisyah memikirkan terus ucapanmu tadi. Sekarang telpon Aisyah minta maaf sama dia" titah Rahmat sedikit ketus


Farish menelpon Aisyah namun tak ada jawaban sama sekali, Farish tak mudah menyerah Farish terus menghubungi Aisyah sampai pada akhirnya Aisyah mengengkat telponnya.


📞...


"Assalamualaikum.."


"Waalaikumissalam warohmatullah...mau apa ganggu aja orang lagi nangis" jawabnya ketus


"Hmmm" hanya deheman yang Aisyah lontarkan setelahnya Aisyah memutuskan saluran telponnya tanpa adil


"Gimana?" tanya Rahmat


"Udah terlanjur marah yah"


"Minta Ahmad rayu Aisyah untuk melupakan ucapan kamu" saran Hasanah


Tanpa ada kata Farish langsung menelpon Ahmad


📞....


"*Tuh kan neng A'a juga bilang...apa, pastilah bakalan minta A'a untuk bujuk kamu" kata Ahmad


"Angkat kasih dia pelajaran" titah Aisyah sadis terlihat senyuman jail di bibirnya*


"Mau apa?"


"Mad tolong bilangin sama si Aisyah jangan marah, jangan di pikirin masalah tadi" ucap di sebrang sana membuat Aisyah tertawa

__ADS_1


"Heh Farish makanya jaga mulutnya saring dulu kalau mo gomong jangan asal jiplak" ceramah Ahmad sadis


"...."


"Udahlah Rish telat Aisyahnya udah marah dia gak bisa di bujuk lagi, ini juga lagi berusaha...lain kai jaga mulut lo"


Aisyah mentos tangan Ahmad yang terangkat seraya terkekeh


"Abisin lah tuman" bisik Aisyah merasa kemenangan telah tiba


Aisyah sebenarnya tak tahu apa yang di maksud kakanya itu, cuman kata Ahmad Farish itu harus di kasih pelajar agar gak bercanda berlebihan. Makanya Aisyah merencanakan semuanya.


"Pokonya lo gak usah bercandaan lagi deh stop kebiasaan lo itu, lo udah punya anak gimana kalau lo ngomong gitu seenaknya sama bini anak lo!! yaa pasti mereka tertekan lah, iget Rish jangan berlebihan, Allah gak suka yang berlebihan" sambung Ahmad


tuttt....telponpun berakhir


"Gimana acting A'a keren gak?" tanya Ahmad mengangkat angkat alisnya


'Biasa aja' batin Aisyah


"Heh...iya" ucap Aisyah cengegesan


"Emang apa sih yang tadi di bilang sama Aris?" tanya Aisyah mengeryitkan keningnya


"Kamu gak usah tahu, intinya Farish harus bisa berubah...bercandaan dia udah sangat keterlaluan. Kalau kamu yang nanggapi pasti gak sakit hati karena terbiasa lah gimana dengan orang lain, pasti rasanya sakit. Jangan jauh jauh A'a aja sakit hati ketika si Farish bercadain kamu" jelas Ahmad di angguki Aisyah.


"Iya sih, Aisyah pasti gak bakalan di masukin ke hati tapi orang lain...apalagi yang mudah tersentuh hatinya yaa bisa bisa jadi beban untuk dia. Ahh untung Aisyah masih bisa ngontrol bercanda Aisyah hhe.." cerocos Aisyah


"Neng jangan sampai kamu bercanda berlebihan yaa, bercandanya sesuai pakta jangan sampai juga mempermalukan dia di hadapan umum"


"Iya A', Di balik kejadian pasti ada hikmahnya...terimakasih yaa Allah Kau telah mengingatkanku di kala aku berada pada posisi yang tidak baik/kebingungan. Walaupun itu tidak secara langsung hanya melewati orang orang di sekitar...terimakasih juga Ya Allah Kau telah menciptakan manusia seperti A'a." batin Aisyah


"Neng kita siap siap sholat ashar yuu" ajak Ahmad berdiri dari duduknya


"Ayok, A'a nanti bantuin lagi sripsi Aisyah soalnya ada yang belum paham" kata Aisyah sembari melangkahkan kakinya menuju kamar begitu juga dengan Ahmad


"Iya sayang"


Bersambung....


Gimana teman teman seru gak ceritanya gak yaa maaf yaa kalau gak seru soalnya baru pertama kali nulis kaya gini, terimakasih kepada yang sudah mampir, juga yang setia membaca ceritaku... jangan lupa tekan like tambahkan ke vaporit karena in syaa Allah akan up setiap hari....

__ADS_1


__ADS_2