Takdir Cinta Gadis Bercadar

Takdir Cinta Gadis Bercadar
sn 3 : Kena mental


__ADS_3

Aneh sekali kenapa Aisyah marah, perasaan ia tak pernah emosi seperti itu. Biasanya kalau lagi emosi dia malah bikin gemes tapi ini rasanya seperti singa yang lapar hha..


"Astagfirullah...A'a cobain yaa" ucap Aisyah lembut seraya mengelus elus perutnya bertanda kalau itu keinginan bayinya. Tanpa ada kata Ahmad pun mengangguk bertanda ia mau, Aisyah pun menyodorkan potongan buah mangga itu ke mulut Ahmad.


Terlihat Ahmad ragu tapi demi si cabang bayi Ahmad rela menahan rasa masam di lidahnya. Saat potongan buah itu masuk ke dalam mulitnya seketika mata Ahmad terpejam, kening mengerut serta pundak terangkat ke atas bertanda masam.


Haha....


Ekspresi konyol itu sukses membuat Aisyah tertawa terbahak bahak sementara Ahmad hanya tersenyum, ia senang melihat istrinya senang biarlah itukan bukan berarti aku takut istri hha...


"Udah yaa, neng kapan kita kasih tahu sama ummi?" tanya Ahamd meraih air minum lalu meminumnya.


"Nanti aja pas pulang kuliah" jawab Aisyah sembari mengunyah buah mangga membuat gigi Ahmad linu.


"Ya sudah nanti saja, A'a ke kamar dulu yaa" ucap Ahmad di angguki Aisyah, lalu ia mengecup pangkal rambut sang istri serta mengelus perut datarnya kemudian.


Setelahnya Ahmad pergi ke kamarnya sementara Aisyah ia memulai masak karena waktu terus berjalan, setelah Aisyah selesai masak Aisyahpun manggil Ahmad untuk sarapan pagi.


Singkat cerita mereka telah usai ngajar dan belajar di kampus yang sama, terlihat Aisyah tengah mengerjakan skripsinya karena beberapa bulan lagi wisuda. Aisyah harus menjadi siswi yang berprestasi jadi ia berusaha untuk terus belajar tentunya dengan bantuan Ahmad.


"Neng sekarang?" tanya Ahmad yang baru saja duduk sila di atas ranjang


"Iya A', kirim dulu poto kemarin di grup yaa A'"


"Iya neng..." Ahmadpun mengeshare poto yang kemarin Aisyah share ke grup keluarga besar di salah satu aplikasi di handponnya.


Tring.....


"Ah paling juga mbak Hasanah yang iseng" gumam Nurul yang tengah menggoreng tempe "Emm tapi penasaran takutnya dari putraku atau menantuku" sambung beliu meraih ponselnya di atas meja makan.


"Ahhh....Aisyah hamil!!...Alhamdulillah ya Allah akhirnya do'a do'aku di kabulkan" pekik Nurul heboh sampai ia melupakan tempe yang tengah berjemur di atas wajan.


"emm kok bau gosong yaa, astagfirullah ya Allah tempenya jadi tutung" sambung Nurul menghampiri kompor lalu mematikan kompornya ketika tempe itu di angkat terlihat di bagian bawah tempenya hitam.


tringg...


"Ihh siapa lagi ganggu aja lagi enak goyang, ah paling juga mpok Nurul. Tapi gak mungkin deh dia kan jarang ngaprank ya udah deh liat dulu" gumam Hasanah meraih ponselnya di atas meja kecil samping ranjangnya.


Ketika Hasanah membalikan badannya tanpa ia sadari Hasanah menyenggol setrika yang berdiri kokoh di pinggir baju yang terlentang di atas meja khusus sehingga setrika itu mencium bajunya.

__ADS_1


"Ahhh Alhamdulillah ya Allah garis dua biru....yee aku punya cucu aku punya cucu, terimakasih ya Allah Kau telah mengabulkan do'a do'aku hhii..." pekik Hasanah heboh


"Emm kenapa bau gosong yaa...Ahhh bajuku..." pekik Hasanah ketika melihat baju yang sudah di makan istrika.


Hasanah mengangkat bajunya terlihat wajahnya dari arah potongan baju yang bolong.


Tringgg....


"Ibu hoyong teu masuk ka neraka? hoyong teu...alimnya sami abi geu alim ihh amit amit naudzu... Alhamdulillah..." ucap ustadz Usman senang dengan tatapan melirik ke layar handponnya.


"Hah katanya pak ustadz gak mau masuk neraka tapi kenapa gucap Alhamdulillah" tanya salah satu jamaah


"Astagfirullah, maaf bu saya mengucap hamdalah bukan saya ingin masuk neraka tapi saya baru dapat kabar bahagia, mantu saya Alhamdulillah hamil...maaf yaa buk..." kata ustadz Usman cengengesan


"Alhamdulillah...Aisyah bukan pak?"


"Alhamdulillah selamat pak, moga Aisyahnya sehat sehat sama calon bayinya"


"Terimakasih atas do'anya buk...kita lanjut lagi yaa buk soalnya belum beres hhe..." ucap ustadz Usman seraya melanjutkan kembali ceramahnya.


Tring....


"Ya udah sana kembali ke tempat kerjamu" jawab Rahmat ketus


'Pak Rahmat kenapa? kok aneh gak kaya biasanya apa pak Rahmat lagi ada masalah?' batin skretaris Rahmat yang menatapnya serius.


"Kamu gak denger apa, saya bilang apa!"


Karena takut skretarisnya pun beranjak pergi dari ruangan Rahmat, dari pagi Rahmat marah marah tak ada hentinya sampai seluruh kariawannya kena mental sama beliau. Hah entahlah pak Rahmat kenapa?


"Ini lagi siapa sih yang ngachet" ketus


Rahmatpun meraih hendponya lalu membuka isi dari pesan yang masuk ke dalam salah satu aplikasi di handponnya, ketika di dapati poto itu wajah Rahmat berubah 180° menjadi ceria.


"Alhamdulillah yaa Allah terimakasih" Rahmat segera menghubungi skretarisnya untuk mengumpulkan karyawannya.


"Aduhh gimana nie pasti pak Rahmat bakal marahin kita"


"Heem gimana nie bisa bisa di potong gaji kita"

__ADS_1


"Sutt udah jangan banyak bicara kita masuk aja"


Merekapun masuk ke dalam ruangan yang luas milik Rahmat, terlihat mimik wajah Rahmat sangatlah menyeramkan sehingga membuat semua karyawannya ketakutan bahkan sampai ada yang nahan ngompol.


"Saya ngumpulin kalian bukan tanpa alasan" kata Rahmat tegas "saya ngumpulin semua karyawan saya untuk ikut makan siang bersama saya" sambung beliau senang


Kata katanya itu sukses membuat karyawannya bengong mereka bingung maksudnya apa? kok bisa gitu sih perasaan tadi marah ya sudahlah biarkan yang penting kita bisa makan sama bos besar hha...pikir mereka.


Merekapun ikut Rahmat ke lestoran mahal ia tak perdulu seberapa habis uangnya itu yang penting ia bisa melontarkan kebahagiaannya itu.


"Kalian pesen apa saja yang kalian mau, nanti saya yang bayar" ucap Rahmat senang


"Maaf pak ini ada acara apa yaa?" tanya salah satu karyawan heran


"Alhamdulillah saya baru mendapat kabar bahagia kalau putri saya Aisyah garis dua biruuuu"


"Garis dua biru? Maksudnya hamil pak?" tanya mereka kompak dan di angguki Rahmat


"Alhamdulillah selamat pak, semoga putri bapak sehat selalu juga bayi yang ada dalam kandungannya"


"Ciee bapak mau jadi kakek"


"Terimakasih atas do'anya sekarang silahkan kalian mau pesan apa"


...****...


"Hahaha..."


Suara tawa yang berasal dari mulut mereka lewat vc membuat kedua sejoli itu menahan sakit di perutnya namun tidak dengan Aisyah ia hanya tertawa kecil soalnya takut terjadi apa apa.


"Lucu yaa ceritanya kok bisa apes kek gitu sih" seru Farish membuat semua mata melotot lalu tertawa kembali.


"Haha iya kok bisa sampai tempe ummi gosong baju bunda bolong abi keceplosan dan ayah ngagetin semua karyawan...ada ada aja" kata Aisyah terkekeh


"Nah itu tandanya anak kamu itu pembawa sial hha..." canda Farish namun membuat hati Aisyah sakit begitu juga yang lainnya.


"Aisyah ke luar dulu" ucap Aisyah berlalu pergi meninggalkan mereka dengan wajah muram. Siapa sih yang gak murung anaknya di hina seperti itu!!


...Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2