Takdir Cinta Gadis Bercadar

Takdir Cinta Gadis Bercadar
sn 2 : Gara gara make up


__ADS_3

Setelah semua para tamu undangan membubarkan diri dengan keadaan perut buncit akibat kebanyakan makan dan waktu juga semakin larut. Kini tinggal beberapa keluarga kecil yang tengah asyik mengobrol ria tapi tidak dengan pengantin baru itu, mereka hanya duduk manis serta meremas remas tangannya masing masing.


Rasanya emang aneh pasalnya setiap mereka bertemu pasti cek cok membuat seisi rumah jadi heboh namun tidak kali ini. Di sela sela obrolan mereka, Aisyah merasakan panas di bagian wajahnya. Iapun membisik kepada sang ibu yang berada di sebelahnya untuk mengikutinya ke kamar.


"Emm maaf semuanya, Aisyah pergi ke kamar dulu permisi" ucap Aisyah tergesa gesa, beranjak dari tempat duduk kemudian "ayok Bunda..." ajak Aisyah, melangkahkan kakinya ke arah kamar diikuti sang ibu di belakangnya


Awalnya mereka heran ada apa ada apa? tapi yaa udah mungkin itu urusan anak sama ibu jadi gak usah ikut campur dan merekapun melanjutkan obrolannya.


"Ada apa sayang" ucap Hasanah kepada sang anak yang tengah menutup pintu.


"Bunda....wajah Aisyah panas kaya di bakar" rengek Aisyah membuka cadarnya. Hasanah sangat syok karena wajah Aisyah terlihat merah. Segera Hasanah membawa Aisyah ke tandas, di bilaslah wajah sang anak dengan air yang mengalir dari kran air.


"Ya Allah,,, wajah kamu kok merah gini" seru Hasanah merasa iba


"Ahhh Bunda panas bangettt..." rengek Aisyah membuat Bunda semakin panik.


"Aduh gimana nie...gimana kalau nanti mantu Bunda syok liatnya" ujar Hasanah mondar mandir dengan tangan ia silangkan di dada.


"Ihhh Bunda malah mikirin mantu pikirin anak Bunda ke panasan nie..." seru Aisyah memutarkan bola matanya, bibir juga ikut membulat serta tangan di silangkan di dada.


"Ouh iya lupa hhe.. maaf sayang,,, panas yaa? kenapa yaa kok bisa kaya gini?"


"Bun...mungkin karena make up" ucap Aisyah yang baru tersadar kalau dia memakai make up.

__ADS_1


"Ahh iya sebelumnya kamu gak seperti ini, pas udah di make up...Ya Allah nak maafin Bunda, Bunda udah maksa kamu untuk pake make up" tutur Hasanah membendung air mata karena ia merasa bersalah sedangkan Aisyah ia meletakkan telunjuknya di bibir sang bunda seraya menggelengkan kepalanya pelan.


"Gak Bun...Bunda jangan merasa bersalah gitu...Bunda kan gak tahu kalau Aisyah alergi make up" tutur Aisyah tersenyum lebar dan di dekaplah badan sang anak dengan erat "Bun...jangan pelukan dulu, wajah Aisyah perih" sambung Aisyah yang wajahnya semakin merah.


Hasanahpun melepaskan dekapannya, beliau kebingungan obat apa yang bisa meringankan rasa perih di wajahnya. Aisyah meminta sang bunda untuk cek aja di google siapa tahu ada solusinya.


Diraihlah handpon Aisyah yang tergeletak di atas meja dan langsung ia ketik di pencarian "Alhamdulillah ada sayang" seru Hasanah mencubit pipi sang anak "Emm kayanya Bunda punya deh krimnya" sambungnya menggaruk kepala dengan telunjuknya meningat ingat.


Karena merasa punya krimnya Hasanahpun melangkahkan kakinya tergesa gesa. Di saat sampai di pintu kamar, Aisyah menghentikan lajunya "Bun jangan kasih tahu ke siapa siapa, sama maaf Bun, Bunda jangan pasang wajah panik" pinta Aisyah lembut dan di angguki Hasanah.


"Huhhhh...." Hasanahpun melangkahkan kakinya setelah memasang mimik wajah biasa seperti biasanya, Hasanah menuruni satu persatu anak tangganya sontak semua mata tertuju padanya.


"Nah...mana Aisyahnya?" tanya Manshur tersadar Aisyah tak bersamanya, keringat dinginpun mulai keluar dari kening Hasanah ia binggung mau bilang apa?.


"Emm emm anu itu Aisyahnya lagi emm lagi lagi beresin baju yaa lagi beresin baju" jawab Hasanah gugup


"Ahh jangan katanya Aisyah pengen melepas rindu dulu sama kamar kesayangannya hhe...kamu di situ aja, biarkan Aisyah sendiri dulu" ujar Hasanah berlalu ke kamarnya. Orang orang di sana sangat bingung dengan tingkah laku aneh Hasanah, namun mereka menangkis semua pikiran buruk yang mulai bermunculan di benak pikiran mereka dan kembali melanjutkan obrolannya.


Hasanah mencari krim yang ia butuhkan ke sana kemari, ia lupa menaruh di mana krim itu. Hasanah mematung den di kamarnya yang cukup luas dan tatapannya kesanah kemari, bola matanya terhenti pada sebuah laci di mana laci itu tempat barang barang penting. Ia yakin krimnya ada di sana soalnya hanya tempat itu yang belum ia geledah.


Di bukalah laci itu, Hasanah mengucap hamdalah karena krim itu ada di sana, segera ia ke kamar Aisyah yaa seperti tadi bola mata mereka melirik ke arah dirinya, untungnya mereka tak bertanya seperti tadi. Nafas legapun ia keluarkan, namun tidak dengan Nurul yang melihat krim di balik tudungnya.


'Hasanah kenapa wajahnya panik, terus krim? untuk apa? aku jadi merasa khawatir akan terjadi apa apa sama Aisyah. Apa sebaiknya aku susul Hasanah!!' batin Nurul

__ADS_1


"Emm maaf semuanya, aku permisi untuk ke kamar Aisyah. Aku pengen mastiin apa yang terjadi pada mereka" seru Nurul beranjak dari duduknya, setelah di angguki bertanda iya,,, Nurulpun segera pergi ke kamar menantu.


Sesampainya di pintu kamar Nurulpun mengucap salam seraya meminta izin untuk masuk "Itu tante Nurul?" Hasanah mengangguk "Apa biarin tante Nurul tahu soal ini?" Hasanahpun mengangguk seraya tersenyum "Iya masuk" pekik Aisyah lembut.


Nurulpun masuk ke kamar Aisyah di dapatinya Aisyah yang tengah di olesi krim "Ya Allah kamu kenapa, kenapa wajah kamu merah gini?" seru Nurul panik seraya mengelus lembut wajah sang menantu.


"Iya ini gara gara aku, maksa Aisyah untuk pake make up" jawab Hasanah nyengir


"Make up?" pekik Nurul kaget "Kok bisa sih...kamu alergi make up?" tanya Nurul merasa iba


"Iya kayanya" jawab Hasanah yang tengah mengolesi krim di wajah Aisyah.


"Bun, tante..."


"Kok tante? ummi, sekarang kan kamu putriku jadi kamu panggil Ummi yaa" elak Nurul terkekeh


"Ouh iya maaf tan ehh Ummi" seru Aisyah nyengir "apa sebaiknya Aisyah tinggal di sini dulu tanpa suamiku?" ucapnya nyengir membuat keduanya membulatkan mata "Aisyah takut kak Ahmad jiji liatnya" sambung Aisyah menundukkan kepalanya. Yang jelas sih bukan takut Ahmad jiji liatnya tapi ia berusaha menghindar karena belum siap untuk melayani suaminya hhaa....


"Ehh jangan bilang gitu, Ahmadtuh tulus mencintaimu dan menerima kamu apa adanya...gak mungkinlah Ahmad jiji, yang ada nih bakalan terus ngipasin wajah kamu guna kamu gak kepanasan" bujuk Nurul sementara Aisyah dia hanya diam


"Iya bener, kamu gak usah takut...percaya sama kita yaa" seru Hasanah menyungingkan senyumnya.


Aisyahpun akhirnya luluh dan mau di ajak pulang oleh Nurul dan tinggal di rumahnya dan tidur satu kamar bahkan satu ranjang bersama sang suami.

__ADS_1


"Tenang Ummi punya krimnya di rumah nanti Ummi kasih kamu krimnya supaya cepet sembuh" tutur Nurul mengecup pangkal rambut sang menantu untuk yang pertama kalinya.


Bersambung....


__ADS_2