Takdir Cinta Gadis Bercadar

Takdir Cinta Gadis Bercadar
sn 2 : Kehidupan Nissa


__ADS_3

Kita beralih dulu ke Sukabumi tepatnya kehidupan Nissa...


Beberapa tahun ke belakang ini Nissa selalu berusaha merusak dan mentelor Mila, namun rencananya selalu gagal. Karena Farish yang selalu menemani sang istri. Kemanapun ia pergi di situ pasti ada Farish yang selalu menemaninya.


Kini kehidupan Nissa hanya duduk di sebuah kursi roda dengan pakaian yang sederhana, hidupnyapun bukan di rumah mewahnya lagi tapi kini ia tinggal di rumah sakit jiwa...yaa dia terkena gangguan jiwa beberapa bulan ini.


Faktor yang menyebabkan Nissa menjadi seperti ini karena Nissa selalu memikirkan yang belum tentu terjadi dan belum tentu ia miliki. Nissa selalu memikirkan apa yang di ucap kan Farish dulu waktu mereka dekat, namun kini terlalu banyak ucapan Farish yang membuat dia sedih sehingga membuat Nissa mogok makan, tidur dan segalanya.


Sampai tubuhnya ramping karena kurang asupan makanan, dan juga Nissa kurang perhatian dari orang tuanya. Setelah orang tuanya tahu soal anaknya yang berhubungan di luar nikah membuat mereka semakin benci kepada Nissa.


Bahkan sampai di usir, awalnya Nissa masih di ampuni oleh mereka namun Nissa malah berbuat lebih bukannya menjadi lebih baik malah semakin buruk, ia selalu datang ke tempat hiburan ketika orang tuanya gak ada, mabuk bersama teman temannya dan lain sebagainya.


Suatu ketika Nissa kepergok lagi berada di tempat hiburan, ia sedang berbincang bincang ria di hadapan seorang laki laki idung belang juga ia mengenakan pakaian seksi, di situlah orang tua Nissa murka dan mengusirnya.


Entahlah setelah itu kehidupan Nissa seperti apa, juga dia entah tinggal di mana yang jelas beberapa bulan ini ia tinggal di rumah sakit jiwa.


Di mall...


"Haiii Mil, kamu lagi hamil yaa ahh selamat yaa? berapa bulan Mil?" sapa Tasya (teman SMA) setelah melirik ke arah perut besar Mila.


"Hii juga, ah iya mau masuk sembilan. Kamu udah punya momongan?"


"Hha iya Alhamdulillah itu tuh anak sama suamiku" Tasya menunjuk ke arah sang suami serta anak putranya yang sekitar usia tujuh tahunan.


"Masya Allah lucu yaa, kapan mau tambah lagi?" tanya Mila terkekeh


"Emm gak tahu... satu dulu ahh, satu aja aku udah kerepotan hhe...ouh iya kamu udah tahu belum kalau Nissa sekarang ada di rumah sait jiwa" Mila dan Farsih terkejut dengan apa yang diucapkan Tasya.


"Inalillahi"

__ADS_1


"Ya Allah, maksudnya Nissa kena gangguan jiwa?" tanya Mila masih tak percaya.


"Iya, kemarin aku ke sana untuk menjenguk dia...tapi Nissa gak mau berinteraksi dengan siapapun. Yaa jadi aku cuman liat dari kejauhan" jelas Tasya memegang barang yang di ulurkan sang anak.


"Emang awalnya kenapa?" tanya Mila sementara Farish ia hanya diam rasanya ingin bertanya namun ia urungkan karena takut Mila salah paham, yaa takutnya Mila berfikiran Farsih perhatian kepada Nissa.


"Katanya sih terlalu banyak pikiran, apa lagi kan ia di kucilkan dari keluarganya....aku kasian banget sama Nissa padahal diatuh orangnya baik ramah menghibur lagi" jelas Tasya di angguki Mila "Ouh iya Aisyah gimana sekarang katanya kemarin nikah yaa, aku tadinya pengen ke rumah Aisyah tapi aku nya lagi di lombok"


"Iya, aneh dia mah kita kita udah punya anak dia baru nikah gak asik yaa, ketinggalan zaman hha..." bisik Mila membuat keduanya terkekeh.


"Iya kan Aisyah kuliah dulu, tapi bukannya satu semester lagi yaa?" tanya Tasya bingung


"Iya, tadinya dia gak mau buru buru nikah tapi karena Ayahnya yang minta. Jadi dia nurut aja, enak yaa Aisyah bisa merasakan kuliah dulu, lah aku lulus sekolah langsung nikah. Kamu lagi enak kerja dulu baru nikah" seru Mila mengenang nasib tapi ia bersyukur bisa memiliki suami setuus dan selembut Farish.


"Iya Aisyah beruntung, aku juga pengen kuliah tapi gak punya biayanya lagi...coba aja dulu aku rajin baca buku pasti sekarang aku kuliah pake beas siswa. Kenapa yaa penyesalan selalu ada di akhir"


Merekapun saling berbincang bincang sembari berjalan mengelilingi mall itu sekalian mencari barang kebutuhan untuk rumah tangga mereka.


"Milaa..." panggil Aisyah dalam mobil kepada Mila yang tengah rehat di bangku teras sembari mengelus elus perut besarnya.


"Aisyah berhenti dulu...." pekik Mila ngap engapan


"Pak berhenti di sini aja" pinta Aisyah, sang sopir menghentikan lajunya kemudian.


Aisyahpun turun dari mobil bersama sang suami, Aisyah lebih dulu menghampiri Mila dengan mimik wajah senang karena ia kepingin mengelus elus perut besar Mila.


"Mila..." Aisyah mengangkat tangannya guna meluncurkan di perut Mila namun ia hentikan


"Ettt...Aisyah udah ihh perutku sakit kalau kamu yang ngelus elus" ujar Mila karena Aisyah ngelusnya emang pelan tapi lamanya minta ampun sampai Mila pegel.

__ADS_1


"Gak kok cuman sekali doang...please ini terakhir lho, besok aku berangkat lagi ke Jakarta" rayu Aisyah namun Mila tak perduli.


"Ya elah tar kamu juga bakalan kaya gini" ledek Mila membuat Aisyah cemberut andai aja Mila gak berbicara seperti itu, mengingat ingat kejadian tadi subuh.


"Udah neng, kita bikin aja" bisik Ahmad bercanda membuat Aisyah membulatkan matanya kepada sang suami.


"Emm cie ceritanya kalian udah akur yaa?" ledek Farish yang baru nongol


"Paan sih nyolot aja, abongna aya kabel jadi nyambung" seru Ahmad datar.


"Matakna pegatkeun hela jadi abdi ge moal ikut ngalir (nyambung)" elak Farish terkekeh seraya meletakan kopi di atas meja kecil.


"Diammm, aku gak pahammm" pekik Aisyah menutup telinganya membuat keduanya diam.


"Iya ihh udah, aku mau ngomong nie...Aisyah kamu udah tahu belum kalau sekarang Nissa tinggal di rumah sakit jiwa" jelas Mila to the poin.


"Astagfirullah, inalillahi...Nissa" gumam Aisyah menutup mulutnya dengan kedua tangannya, ia tak percaya kalau Nissa sekarang menjadi seperti itu.


Di sana Mila menjelaskan apa yang telah terjadi dengan Nissa sekarang "Kamu mau jenguk dia kapan?" tanya Aisyah


"Besok kayanya"


"Yaah aku besok harus ke Jakarta lagi, gimana kalau sekarang mumpung masih jam sepuluh. Bentar aja aku pengen liat kondisi Nissa yaa walaupun dari jauh" seru Aisyah kebingungan.


"Ya udah kita sekarang ke sana, tapi Fathih lagi tidur" ucap Farish


"Bunda, titipin aja ke Bunda, tar aku telpon dulu" Aisyah meraih handponnya di tas kecilnya dan memanggil Bunda agar lebih cepat padahal rumahnya cuman beberapa centi.


"Gak di angkat lagi, tar aku ke rumah dulu" seru Aisyah pergi ke rumahnya.

__ADS_1


Puluhan menit kemudian... mereka menunggu Aisyah namun tak kunjung kunjung kembali "Ya Allah ini anak ke mana, padahal rumah deket" seru Farish menyilangkan tangannya di dada.


Bersambung....


__ADS_2