
Pagi hari yang masih terasa dingin, di mana sebagian makhluk hidup enggan untuk melakukan aktifitas. Mereka memilih untuk tidur kembali karena mungkin sang bulan belum pergi.
Dan itu salah satunya adalah Apian si cowok ganteng nan kaya, di setiap lepas sholat subuh ia langsung ketiduran tapi tidak kali ini.
Terlihat jelas Apian tengah santai menikmati secangkir kopi di balkonnya dengan wajah berseri juga berpakaian rapi, aneh sekali kenapa dia? tak biasanya dia bertingkah seperti itu, ah mungkin dia lagi dapat uang jajan banyak!!
"Sabar Apian nanti juga ada yang temenin lo ngopi di sini" gumam Apian seraya meminum kopi "Oh iya gua lupa, si Aisyah udah pulang belom? ih gua ini gimana..kerumah calon istri tapi calon istrinya gak ada aneh deh gua ini" cerocos Apian beranjak dari duduknya untuk meraih ponsel di atas ranjangnya.
Hari ini Apian berencana untuk mengkhitbah Aisyah, tadinya mau kemarin cuman kata Renata ia pergi ke kampung halamannya, yaa jadi di pending dulu.
Tring....tring....tring...
"Huahhh siapa sih malam malam gini telpon lagi enak enaknya tidur" gumam Renata sembari menguap
Renatapun meraih ponselnya yang ia letakan di meja belajarnya "Si koala mau ngapain malam malam gini telpon?" pekik Renata kaget
π....
"Iya apa malam malam gini nelpon" ucap Renata kesal
"Malem... liat noh keluar udah ada matahari masih di bilang malem" elak di sebrang sana agak kesal
"Bodo amat lah, cepetan mau apa?" tanya Renata malas
"Si Aisyah udah pulang belom?" tanya di sebrang sana menyungingkan senyumannya
"Belom" jawabnya ketus membuat bibir di sebrang sana pudar tak ada lagi yang namanya senyuman
"Terus kapan pulangnya" tanya di sebrang sana sok cool
"Katanya sih 6 hari lagi" jawab Renata santai sambil memainkan kukunya membuat Apian semakin kecewa
"Lama banget"
"Yaa mumpung libur...dia juga punya ema' yaa pasti kangen lah. Emangnya ada apa sih dari kemeren nanya si Aisyah mulu?"
"Ah kepo lu nanti juga tahu"
"Ya deh terserah lo asalkan jangan sakiti ma' gua"
__ADS_1
"Hffftttt....ma'? hahaha lo manggil si Aisyah ma' haha jir ngakak" ucap di sebrabg sana memegangi perutnya karena sakit gara gara tertawa terbahak bahak
"Yaa terserah gua lah mau panggil ma' kek atau apalah terserah gua hidup hidup gua kenapa lo yang gatur" elak Renata
"Ya ya yaa terserah lo aja deh nanti juga gua bakalan manggil dia dengan panggilan yang gua suka hha..."
"Gak jelas" pekik Renata mematikan salurannya kemudian
Tutt...tut...tut...
"Jir di putusin lagi gua belum selesai ngomong, tak apa lah yang penting gua udah tahu kalau si Aisyah gak bakalan pulang sekarang. Untung aja gua belom kesana coba aja kalau gua ke sana pasti kosong rumahnya hha..."
"Enam hari lumayan lama, ah gua tahu caranya biar waktu terasa singkat, gua maen game aja lumayan satu jam sama dengan satu menit ah iya gua maen game aja deh biar singkat kalau belajar makin lama satu menit sama dengan satu jam"
Apian menelpon anak buahnya untuk mabar supaya lebih seru π"Vin kita mabar, cepettt" titah Apian kepada Vino.
Di sisi lain waktu meunjukan pukul 08:00 terlihat di sebuah kamar yang terlihat rapi Aisyah baru saja selesai dandan. Hari ini mereka berencana untuk pergi ke RSJ untuk menepati janji Aisyah kepada Nissa.
Setiap hari Aisyah selalu menyempatkan waktunya untuk menghubungi Nissa yaa walaupun dengan percakapan singkat tapi bagi Nissa itu sangat berharga.
"A'a udah belum?" tanya Aisyah menghampiri Ahmad yang tengah menyisir rambutnya
"Belum sayang.."
"Sabar biasanya juga kamu yang kaya siput lamaaa banget, tapi aneh hari ini cepet baget kaya petir hha.." ledek Ahmad terkekeh
"Hhe kan Aisyah gak sabar mau ketemu sama Nissa" elak Aisyah nyengir
"Iya dehh, ayok" ajak Ahmad karena telah usai dandan
Mereka pun meninggalkan kamarnya di saat menuruni anak tangga tiba tiba di hentikan oleh Hasanah
"Kalian mau kemana kok udah rapi?" tanya Hasanah heran
"Kami mau jengguk Nissa" jawab Ahmad halus
"Oh ya udah salam yaa untuk Nissa semoga cepet pulih"
"Amiin"
__ADS_1
"Kami pamit yaa bun" ucap Aisyah mengecup punggung tangan Hasanah begitu juga dengan Ahmad
Singkat cerita mereka sampai di RS. Jiwa Sukabumi dimana Nissa di rawat, mimik wajah senang terlihat di wajah Aisyah saat di dapatinya Nissa yang tengah menatapnya dengan senyuman.
Aisyahpun menghampiri Nissa, sebelum sampai di tempat Nissa Aisyah bertemu dengan salah satu perawat dia berkata kalau Nissa sudah 80% pulih dan kemungkinan basar dalam waktu satu atau dua bulan lagi Nissa akan normal kembali.
Dan ini kabar yang sangat mengembirakan bagi Aisyah, Aisyah terus berterima kasih kepada Allah atas kesembuhan sahabatnya, tapi mungkin kabar ini akan membuat Nissa sedih.
Pasalnya orang tuanya tak lagi memperdulikan dia, dia telah di asingkan. Jika ia kelur dari RS itu ia nantinya akan tinggal di mana?
"Assalamualaikum Nissa..." ucap keduanya hampir berbarengan. Aisyah memeluk tubuh Nissa erat
"Waalaikumussalam" jawab Nissa sedikit terbata bata
"Alhamdulillah udah mulai lancar, udah makan belum?" tanya Aisyah halus dan di angguki Nissa "Alhamdulillah sekarang kita mau apa?
"Emm kita main" ucap Nissa senang
"Ayokk, kita main bersama sama yuu sama mereka" ajak Aisyah menunjuk ke arah pasien lain dan segera di anggukinya.
Di sana terlihat jelas para gangguan jiwa sangat asyik bermain dengan sosok Aisyah yang penuh kelembutan mengurus mereka dengan keikhlasan.
Tak memandang siapa yang ia rawat baik itu yang tuli atau ingatannya parah sampai Aisyah sulit untuk berkomunikasi dengannya namun itu tak menjadikan Aisyah jengkel ataupun marah.
Sedangkan Ahmad ia hanya melihat sekaligus mengawasi sang istri takut terjadi apa apa, musibah kan gak ada yang tahu kapan datang. Mungkin ada pasien lain yang tiba tiba mukul istrinya kan bisa jadi.
Beberapa jam kemudian akhirnya mereka selesai bermain kini Aisyah dan Ahmad akan pulang soalnya waktunya juga sudah semakin siang.
"Nissa...Aisyah pamit pulang yaa, in syaa Allah kami ke sini lagi. Jangan lupa makan yaa sama istirahat yang cukup" ucap Aisyah lemah lembut
"Iyaa Aisyah hati hati di jalannya yaa, Emm Aisyah udah punya bayi?, Nissa liat biasanya kalau suami istri suka punya bayi!" tanya Nissa sembari meremas remas tangannya
"Belum Nissa lagi pula kami baru dua minggu, Nissa do'ain yaa semoga Aisyah cepet di kasih momongan" jawab Aisyah sedikit canggung
"Iya Aisyah... semoga Aisyah cepet di kasih dedek bayi yang superrrr lucu, sholehah, baik sama kaya Aisyah" tutur Nissa senang
"Amiin...terimakasih do'anya...kalau gitu kita pamit pulang yaa"
'Jangan sampai Aisyah terluka gara gara rencanaku ini, selama ini Aisyah selalu membuatku bahagia, Aisyah seperti ibu bagiku' batin Nissa dengan tatapan sedu dengan bola mata terus mengikuti langkah Aisyah.
__ADS_1
Bersambung....
Hayohh menurut kalian Nissa itu sebenarnya gangguan jiwa atau berpura pura? simak terus yaa ceritanya sampai abisπ