
Tengah malam terlihat Farish membuka matanya perlahan ia terbangun dari tidurnya karena kejadian tadi pagi terus menghantui benak pikirannya.
Ia tak menyangka akan kehadiran orang ke tiga dalam rumah tangganya, ia berfikir siapa yang melakukan ini semua kepada sang istri.
"Kira kira siapa yaa yang menyuruh pria itu untuk menggoda istri saya?, kurasa itu bukan orang lain...tapi siapa?" pikir Farsih sambil mengelus elus rambut sang istri
NISSA...satu nama yang muncul di benak pikirannya seketika Farish menggelengkan kepalanya ia menyadarkan lamuanannya.
"Gak mungkin dia, dia mau suruh siapa jalan aja kesulitan mau keluar cari orang gimana?. Farish...jangan so'udzon..." gumam Farish memukul mukul kepala bagian belakang dengan kepala ranjang
"A'a kamu kenapa?" tanya Mila terbangun dari tidurnya
"Ahh gak papa neng..." jawab Farish cengengesan
"...."
"Udah kamu tidur lagi, ini udah malam" titah Farish mengecup kening Mila kemudian
"A'a juga tidur jangan gadang awas kalau main game" ancam Mila sedikit terkekeh
"Iya ihh gak kok...gini aja A'a akan buktikan kalau A'a gak main game" Farish tersenyum jail
"Apa buktinya?" tanya Mila tergalak
Farish pun merebahkan kepalanya di atas bantal lalu memejamkan matanya kemudian.
"Ihh malah tidur mana buktinya?"
"Ini buktinya" Farish menunjuk matanya yang terpejam
"Ihh paan sih, kirain apa" Mila memutarkan bola matanya sebal
__ADS_1
Tanpa ada kata Farishpun memeluk Mila sehingga Mila menjadi luluh
Sementara di kamar lain Ahmad tengah duduk dia atas kursi belajar matanya terus memandangi layar handpon dengan jadi jempol terus menekannya.
Kayanya dia sedang main game deh entah kenapa akhir akhir ini Ahmad selalu main game dan itu main gamenya tanpa di ketahui sang istri, mungkin takut ketahuan jadi mainnya tengah malam.
"Huaahhh,,,A'a kemana kok gak ada" batin Aisyah melirik ke arah tempat tidur Ahmad namun gak ada
Aisyah membangunkan badannya di lihat Ahmad tengah duduk dengan bergumam entah apa itu.
Aisyahpun menghampiri Ahmad tanpa sepengetahuan nya, bola mata Aisyah membulat katika tertuju pada layar ponsel lalu tersenyum jail.
Tangan Aisyah mulai menyentuh bahu Ahmad lalu memijatnya pelan membuat Ahmad nyaman "Di sebelah sini (Ahmad menunjuk pundak dekat lehernya) nah itu"
"Enak yaa pijitan aku" kata Aisyah lembut
Kata kata Aisyah membuat Ahmad menghentikan kegiatannya lalu melirik kan kepalanya pelan ia ingin tahu siapa orang yang telah memijitnya.
"Hhe...neng...kamu kenapa bangun?" tanya Ahmad cengengesan sekaligus terkejut
"Kita tidur yuu...A'a udah ngantuk" elak Ahmad meraih tangan Aisyah guna Aisyah menghentikan kegiatannya lalu menggendongnya dan di rebahkan di atas ranjang.
"Uhh dedek bayinya pasti udah tidur yaa" kata Ahmad mengelus elus perut buncit sang istri, ia tak berani menatap mata sang istri yang tengah memandanginya dengan tajam.
"Tadi lagi ngapain?" tanya Aisyah lagi
"Huahhh, abi tidur di sampingmu yaa dek" ujar Ahmad sembari merebahkan kepalanya sejajar dengan perut Aisyah lalu mengecupnya.
"A'a main game yaa?? pantesan suka tidur siang ternyata ini alasannya" tutur Aisyah memainkan rambut Ahmad walaupun ia sedang marah tapi ia selalu menahan emosinya agar tak meledak
"Kalau A'a suka main game jangan di malam hari gak baik A'a untuk kesehatan A'a, Aisyah minta jangan di ulangi lagi" tutur Aisyah lembut
__ADS_1
Ahmad pun bangkit dari tidurnya lalu merebahkan kepalanya sejajar dengan kepala sang istri.
"Iya neng...maafkan A'a, A'a jan..." Ahmad menggantung ucapannya karena ia teringat dengan ucapan Aisyah yang melarangnya untuk berjanji, Aisyah meminta Ahmad untuk melakukan dengan perbuatan lansung bukan dengan janji.
"Iya Aisyah maafin...tapi kenapa akhir akhir ini A'a suka main game?" tanya Aisyah heran
"A'a juga gak tahu neng... kita tidur udah malem" ajak Ahmad mengecup kening Aisyah lalu mengecup perutnya kemudian.
"Ihh gemes"
Di kamar yang berbeda terlihat Hasanah yang tengah cemberut dengan tangan di silangkan di dada, rasanya ingin melontarkan kata kata yang tak pantas namun ia tetap mengatur emosinya.
Hasanah kesal karena akhir akhir ini beliulah yang membantu Nissa untuk belajar berjalan, ia terpaksa membantu Nissa karena ia takut Aisyah kelelahan dan ternyata sekarang beliulah yang merasa kecapean.
"Bunda capek ayah kenapa sih dia selalu nyusahin kita terutama Aisyah" ucap Hasanah kesal
"Bunda coba ikhlas membantu Nissa, in syaa Allah bunda gak akan merasa letih. Liat Aisyah pernah ngeluh gak ketika ia ngurus Nissa? gak kan bun? kalau kita membantu orang dengan hati yang ikhlas, kita gak akan mudah letih. Rasa tak ikhlaslah yang membuat kita gampang capek. Bunda belajar untuk ikhlas" nasehat Rahmat yang tengah memijat kaki sang istri.
"Tapi kan yah Nissa itu pernah..."
"Jangan bilang gitu, itu masalalu...lupakan lihat sekarang Nissa lebih baik bahkan selalu membantu pekerjaan rumah walaupun sedikit bener tidak?" selang Rahmat
Hasanah hanya diam merenungkan apa yang di katakan sang suami kepadanya.
.
📞"Siapkan rencana besok jangan sampai gagal!! jika gagal nyawamu buss melayang" tekan wanita yang tengah rebahan badan di atas ranjang
"Si-ap bos" jawab di sebrang sana gugup
ttut...tut..tut...saluran telpon terputus
__ADS_1
"He, bentar lagi gua akan jadi nyonya Sihab hha...tungu aku sayang..." kata wanita itu sambil tersenyum licik. sembari mengecup layar handpon entahlah itu apa
Bersambung....