
SAH SAH SAH
Kata yang terucap pada malam hari ini, malam sejarah bagi Ahmad dimana sang adik menikah dengan Rian di usianya yang masih remaja, masih dipenuhi dengan kesibukan kesibukan belajar.
Malam yang penuh dengan penyesalan dan kebencian bagi seorang Nabila, nampaknya ia menyesal dengan apa yang telah ia perbuat kemarin, mungkin dinya menandai malam hari ini adalah malam kebencian muncul.
Yaa dimana ada sih yang gak marah sama pasangan yang berani merebut mahkotanya tanpa ada ikatan pernikahan didalamnya?
"Mi Ahmad pulang yaa" bisik Ahmad kepada sang ibunda
"Iya sayang, kamu istrirahat saja yaa pasti kamu capek, ummi minta kamu janagn terlalu memikirkan ini yaa...jaga kesehatanmu, kasian Aisyah jika kamu sakit pasti dia repot" titah Nurul mengecup kening sang anak
"Neng kita pulang" bisik Ahmad kepada sang istri
"Tapi 'kan belu..." elak Aisyah terhentikan karena melihat wajah Ahmad yang sudah tak teratur hingga ia merasa iba kepadanya dan tak ingin mengelak keinginannya lagi.
Aisyahpun menyetujui keinginan Ahmad lantas merekapun pulang kerumah minimalisnya.
Nampaknya Ahmad langsung pergi ke tandas untuk membersihkan badannya, sementara Aisyah ia duduk di atas ranjang sembari menatap punggung sang suami iba.
'Ya Allah kuatkanlah suamiku dalam menghadapi ujian dari-Mu' batin Aisyah iba
Krakkk....
Suara pintu tandas terbuka diiringi Ahmad yang keluar dari tandas, seperti biasanya Ahmad selalu melaksanakan sholat witir dan membaca surah al-mulk sebelum tidur.
"Assalamualaikum warohmatullah...(dan kemudian melirikan kepalanya ke arah kiri)" gumam Ahmad seraya membaca zikir lalu membaca surah al-mulk
Setelah selesai semuanya dikerjakan Ahmad meranjak dari duduknya menghampiri Aisyah yang tengah menidurkan Adsya.
"Putra abi sudah tidur yaa" bisik Ahmad kepada Adsya seraya mengecup kening dan pipinya "tidur yang nyenyak yaa jangan nyusahin ummimu oke!!" sambungnya terkekeh
"Sayang aku tidur duluan yaa, kamu tidurkan Adsya sekarang lalu ganti pakaianmu, sikat gigi, cuci muka, cuci tangan, cuci kaki..."
"Sekalian mandi biar wangi juga, udah sana ihh tidur mata A'a udah merah lho..." sewot Aisyah mendorong tangan keker Ahmad hingga ia tersenyum jail
__ADS_1
"Iya sayang mat malam" sambungnya mengecup kening sang istri
"Malam juga sayang" sahut Aisyah tersenyum manis
"Gak usah mancing mancing yaa" elak Ahmad cengengesan sembari merebahkan tubuhnya di atas ranjang sementara Aisyah terus memancing mancing dirinya segeralah Ahmad menutup matanya.
Aisyah beranjak pergi untuk menidurkan Adsya di atas ranjang gantunya "tidur yang nyenyak jagoan ummi" bisiknya seraya mengecup pipi mungilnya
Setelah itu Aisyah beranjak pergi ke tandas untuk menganti pakaian.
Singkat cerita Aisyah telah mengganti pakaiannya lalu menghampiri Ahmad duduk di tepi ranjang memiringkan badannya ke hadapan suaminya.
Aisyah membelai rambut sang suami dengan sangat lembut memberinya penuh kasih sayang "Tidur yang nyenyak A', jangan lupa mimpiin aku yaa hhe..." bisiknya seraya mengecup pipi sang suami, siapa yang ngecup siapa yang pipinya merah haha dasar kau ini Aisyah, konyol "Ya Allah aku yang ngecup malah pipiku yang merah ihh, udah akh nanti suamiku ini bangun nanti geer lagi oh mungkin nanti malah minta lagi" gumam Aisyah cengengesan.
Nampaknya Ahmad menyungingkan senyumannya ketika Aisyah sudah memejamkan matanya, ea baper
Sementara di sisi lain...
Disebuah kamar bercat biru dan terlukis doraemon terlihat seorang gadis baru saja masuk ke dalamnya dengan wajah ditekuk. Ya dia Nabila...
'Ini tak adil bagiku, masa depanku sudah hancur...kenapa kenapa ini semua terjadi padaku?, A'a, ummi? ARGGG ini semua gara gara si Rian AKU BENCI...BENCI' rutu Nabila dalam hati
"Nabila kamu kenapa?" tanya Rian yang barus masuk kedalam kamarnya seraya duduk di lantai menghadap wanita yang kini berstatus istrinya, memang ini hal yang bukan wajar tapi mau bagaimana lagi jika ceritanya seperti ini!!
"Pergi sana" usir Nabila mendorong dada Rian
'Sepertinya Nabila marah kepadaku, aku harus gimana supaya Nabila kembali seperti dulu yang mencintaiku!!' batin Rian seraya merebahkan tubuhnya di atas ranjang, di samping Nabila
Bruggg...!!
Nabila menjatuhkan guling di tengah tengah mereka "Ini wilayahku dan itu wilayahmu" ujar Nabila kesal
"Kamu kenapa Nabila?" tanya Rian bangun dari tidurnya seraya meraih tangan Nabila namun ia hempaskan tangannya kasar "Maafkan aku Nabila, aku khilaf melakukan itu...maafkan aku Nabila" sambungnya menyesal
"Aku benci padamu" kata Nabila seraya menidurkan kembali tubuhnya, sementara Rian ia masih berusaha membujuk Nabila agar ia tak marah lagi kepadanya.
__ADS_1
Waktu terus berjalan dimana semua orang telah terlelap dalam tidurnya, berbeda dengan Ahmad yang dari tadi menggigil kedinginan bahkan ia tak bisa tidur. Karena gigilannya yang semakin keras hingga terdengar di telinga Aisyah, Aisyahpun membuka matanya betapa terkejutnya Aisyah ketika melirik ke arah sang suami.
"Ya Allah A'a kamu kenapa?" tanya Aisyah panik sembari mengecek suhu tubuh suaminya dengan tangannya, lalu ia membuka laci nakas dan meraih termometer setelahnya ia mengecek suhu tubuh sang suami.
'37.5°C'
"Ya Allah A'a demam, kita kedokter yaa" ajak Aisyah panik
"G-ak ma-u hi-hi di-ding-in" ucap Ahmad menggigil
"A'a demam, kita kerumah sakit yaa...ya Allah A'a ihh gak boleh nolak kamu itu lagi demam, kamu sih ah pake mikirin Nabila jadi sakit 'kan...!! kalau udah gini gimana coba?, kamu itu susah kalau di ajak ke dokter...nanti juga sembuh nanti juga sembuh. Iya bakalan sembuh tapi nanti, nanti kapan A'a¿ siapa coba yang repot aku 'kan?" celoteh Aisyah kesal dan sukses membuat Ahmad tertawa
"Ihh kenapa tertawa? kamu boongan ya sakitnya? gak lucu tahu!!...kita ke dokter y..."
"Udah sayang jangan ngomong mulu nanti keselek, aku baik baik aja kok gak usah ke dokter...sungguh aku langsung sembuh gara gara omelanmu itu, aku cuman kedinginan doang kok gak usah khawatir kek gitu lucu tahu" tutur Ahmad membuat pipi Aisyah memerah netahlah entah kenapa.
"Apa sih...
Hacimm
Terlihat Aisyah pergi ke dapur untuk mengambil kompresan dan jamuan yang bisa meredakan demam Ahmad, tak membutuhkan waktu lama Aisyah kembali kedalam kamar dan langsung mengompresi kening Ahmad dengan kain yang di celupkan kedalam air.
"Sembuh yaa jangan demam lag...(barus saja Aisyah mengompresi suaminya eh si kecil udah nangis aja) yaa sebentar sayang umminya lagi ngompresin abi kamu, tunggu" seru Aisyah tergesa gesa
"Uhhh putra ummi ternyata pipis!!" ucap Aisyah terkekeh, mengganti popok Adsya
"Sayang haus" ucap Ahmad manja
"Iya A' bentar aku nidurin dulu Adsya" sahut Aisyah meletakan Adsya di ranjang gantungnya kembali
Setelah itu Aisyah menghampiri Ahmad, ketika ia menyodorkan gelas Ahmad malah menolaknya "telat, aku gak haus lagi" elak Ahmad, Aisyah menghela nafas kasar...
"A' katanya mau minum? maafin Aisyah yaa...Aisyah tadi 'kan tidurin dulu Adsya, minum yaa mau yaa" bujuk Aisyah lembut sontak membuat Ahmad tersenyum jail, lalu mengangguk "Nah gitu dong, abisin" titahnya tersenyum manis
"Nanti beser" ujar Ahmad datar, lagi lagi Aisyah nampaknya menghela nafas kasar membuat Ahmad tersenyum penuh kemenangan
__ADS_1