
Pagi yang cerah mentari memancarkan sinarnya begitu terang, cuaca hari ini sangat mendukung bagi orang orang yang akan beraktifitas. Terutama Ahmad yang hari ini membutuhkan sinar mentari untuk menjemur sang buah hati karena dengan berjemur dapat meningkatkan vitamin D dalam tubuh sehingga fungsi otot dan saraf lebih terjaga, tapi jangan jam 12 siang juga yaa berjemurnya nanti gosong ups 😅🙏 bercanda.
Terlihat Ahmad tengah jalan jalan di sekitaran pompes dengan Adsya dipangkuannya untuk mencari sinar matahari, di sela sela perjalanannya banyak santri/wati yang terpesona dengan ketampanan Adsya, sehingga mereka memiliki keteringinan untuk menyentuhnya.
"Hai dedek...ihh lucu banget, siapa namanya Ustadz?" tanya salah satu santriwati diantara mereka kepada Ahmad
"Adsya" jawab Ahmad
"Mirip abinya yaa, ihhh gemesss"
"Iya percis banget...tapi kenapa tidur mulu yaa? padahal pipinya kita sentuh lho" tanya mereka heran
"Iya kenapa tadz? padahal dulu adik aku kalau di cubit pipinya itu suka bangun"
"Mungkin ngantuk soalnya tadi malam bangun terus" jawab Ahmad berbohong gak mungkin juga ia mengatakan yang sesungguhnya jika putranya ini beki molor hha...
'Hah aku harus pergi' batin Ahmad berkeringat dingin
"Maaf yaa ukhti ukhti dedeknya mau berjemur dulu, kalian lanjutin lagi beres beresnya" titah Ahmad beranjak pergi meninggalkan mereka tentunya dengan wajah datarnya.
"Dadah dedek" pekik semua santri
"Ganteng yaa, mereka kaya adik kakak hha..."
"Fiks percis banget, lucu ihhh jadi pengen meluk sama cium dia"
"Hmm andaikan aku baru lahir sekarang mungkin suatu hari nanti aku akan berjodoh dengannya ahhh hahai"
"Tukang halu mulai aktif bun"
"Eh biarin dari pada kamu kerjaannya makan mulu"
"Biarin yang penting senang, gak kaya dia kerjaannya banyak mikir kaya cacing hha..."
"Udah udah...kalian jangan cekcok kaya gitu semua orang sudah Allah jamin jodohnya, jangan takut...juga jangan terlalu berharap nanti sakit hhe..." ujar Aisyah yang tengah mematung di belakang mereka
"Eh Ustadzah" sahut mereka cengengesan sembari mengecup punggung tangan Aisyah
__ADS_1
"Kalian liat Nabila gak?"
"Gak liat"
"Emm tadi aku liat Nabila pergi kesana" sahut salah satu diantara mereka sembali menunjuk arah tembok perbatasan antara kobong ikhwan dan akwat.
"Oh terimakasih yaa, ustadzah kesanah dulu Assalamaualiakum" ucap Aisyah beranjak pergi menuju tempat yang diarahkan santriwatinya tadi.
.
"Rian ih kamu bisa aja hhe..." sahut Nabila yang tengah mematung di samping tembok pembatas di sisi lainnya juga terdapat Rian yang tengah mematung juga. Mereka kayanya sedang apel pasalnya kemarin Rian mengajaknya untuk pertemuan
"Haha...gak papa yang penting kamu bisa tertawa" seru Rian di pembatas sana
"Yaa deh terserah kamu, ouh yaa bentar lagi kita akan libur panjang yaa"
"Hmmm aku sedih kita gak bisa bertemu lagi"
"Kita 'kan masih bisa berkomunikasi lewat chet atau vc buk..."
"Lewat chat atau vc?" ucap Aisyah memotong pembicaraan Nabila sontak saja membuat kedua sejoli itu terkejut terutama Nabila yang bingung harus bilang apa, sementara Rian ia langsung berlari kocar kacir karena takut ketahuan.
"Barusan" jawab Aisyah santai "tadi kamu bicara sama siapa?" tanya Aisyah kembali
"Ahhh gak mungkin teh Aisyah salah denger, dari tadi aku cuman ngelamun disini...lagi emm liat pemandangan ahh iya lgi liat pemandangan sawah lihat bagus 'kan hhe..." jawab Nabila gugup
Tanpa menaruh kecurigaan Aisyah langsung mengajak Nabila untuk pulang karena sarapan pagi akan diadakan 10 menit lagi. Biasalah mereka itu suka menjadwal...
Setelah menjemput Nabila Aisyahpun pulang kerumahnya ia berfikir mungkin Ahmad sudah pulang. Disaat memasuki pintu gerbang rumahnya terlihat Ahmad dan Adsya tengah berjemur di atas sinar matahari.
"Ummi kamu habis dari mana?" tanya Ahmad tanpa melirik sedikitpun kerah sang istri ia hanya pokus kepada bayi mungil dipangkuannya
"Habis nyari Nabila" jawab Aisyah seraya duduk disamping Ahmad dan mencubit pipi mungil Adsya gemas
"Nabilakan udah besar ngapain di cari!!"
"Disuruh sama ummi, tadinya aku mau nyari A'a cuman kebetulan ummi lagi nyari Nabila ya udah aku bantu cari" jelas Aisyah memang benar adanya
__ADS_1
"Hmm" Ahmad membalasnya dengan deheman
"Kamu tahu gak aku ditanya sama muridku sendiri...!!"
"Gak tahu, emangnya ditanya apa?"
"Tadi mereka tanya kenapa Adsya tidur mulu...aku bingung dong mau jawab apa yaa udah aku jawab tadi malam Adsya bangun terus" Aisyah langsung melirik kewajah Ahmad yang tengah memperhatikannya, seketika saja gelak tawa terlontarkan dimulut Aisyah
"Heyy kenapa tertawa, gara gara kamu sii sering tidur jadi Adsya ikut ikutan. Aku 'kan yang malu" rengek Ahmad berdecak kesal
"Hha...kenapa harus malu itukan putramu hha...yaa biasalah bayi kerjaannya tidur, A'a juga waktu masih kecil kerjaannya tidur semua bayi juga gitu..."
"Hmm terserah, Adsya jangan turutin ummi kamu yaa...jangan jadi pemalas, kamu harus kaya abi yang giat belajar. gak gampang tidur kaya ummimu. Jangan yaa" bisik Ahmad meledek membuat Aisyah menghela nafas kasar
"Ya ya ya terserah A'a deh"
'Tadi Nabila kenapa yaa kok ditanya gugup gitu, terus ngapain dia diam disana gak mungkin juga liat pemandangan tadi dia liatnya ke tembok' batin Aisyah bertanda tanya besar dikeningnya.
"Heyy kenapa bengong?" tanya Ahmad membubarkan pertanyaan pertanyaan yang muncul debenak pikirannya
"Hmm gak papa, udah laper belom...ayok kita makan keburu lauk pauknya dingin" ajak Aisyah diangguki Ahmad
Sementara disisi lain terlihat Rian tengah berada di sebuah ruangan yang penuh dengan buku buku yaa itu perpustakaan. Setiap waktu luang Rian selalu meluangkan waktunya untuk pergi keperpustakaan.
Itulah kebiasaan Rian, Rian terus mencari buku buku yang menarik untuk ia baca tak sengaja ia menyengol buku hingga terjatuh. Rianpun segera meraih buku buku itu, ia tak sengaja membaca judul buku yang bertulisan arab gundul, karena ia mahir nahwu shorofnya jadi ia bisa membacanya tulisan arab gundul itu 'Fathul izar' tulisan yang ada di jilid bukunya yaa jadi itu kitab Fathul izar
Rian sepertinya tertarik dengan kitab itu lantas iapun membacanya, sebenarnya Rian belum diajari kitab itu namun ia terlanjur penasaran dan merasa bahwa buku itu sangat menarik. Sekalian ia belajar memperlancar membaca tulisan arab gundul bukan belajar anu anuan yaa...
"Rian weyy lagi ngapain?" tanya teman sekobong Rian mengagetkannya
"Astagfirullah..." gumam Rian sembari mengelus elus dadanya
"Wah hebat kamu Rian bisa baca kitab ini, ngomong ngomong apa judulnya?" tanya Hanan yang baru sampai sembari melirik buku yang ada dipagkuan Rian. Huufff untung Hanan gak paham nahwu shorof jadi ia bisa ngeles
"Fikih"
"Ouh, kamu rajin rajin banget jadi orang, ujian 'kan udah beres bentar lagi liburan...kenapa harus repot repot belajar"
__ADS_1
"Mau ulangan kek mau gak ulangan kek terserah gua, otak otak gua, kuping kuping gua, mulut mulut gua, mata mata gua kenala loe yang sewot!!"
"Idih biasa aja kali, udah akh aku mau kekobong mau tidur capek" ujar Hanan beranjak pergi meninggalkan Rian sendirian di sana