Takdir Cinta Gadis Bercadar

Takdir Cinta Gadis Bercadar
sn 3 : Paman?


__ADS_3

Ahmad, Hasanah, Nurul, ustadz Usman juga bi Siti berjalan tergesa gesa menuju kamar di belakang kecuali Rahmat yang berjalan dengan santainya. Hati mereka sangat gelisa takut terjadi apa apa sama Aisyah benar saja di saat pintu terbuka.


Aisyah tengah menangis terisak isak sembari menutup teringanya segera Ahmad menghampiri Aisyah lalu memeluknya.


"A' Ai..Aisyah tak..takut, ke...kena..pa kalia..an kur..kurung Aisyah hiks..." kata Aisyah terisak isak


"Maafkan kami neng...tadinya kami mau bikin kejutan untukmu.." kata ustadz Usman


"Hiks...hiks...kalian jahat.. seper..ti pa..man...kejam...hiks" ucap Aisyah dalam dekapan Ahmad


"Paman?" Hasanah juga yang lain terkejut saat Aisyah mengatakan kata itu


Mereka mengeryitkan keningnya kenapa Aisyah bicara seperti itu? apa maksudnya? apa Manshur pernah melakukan hal yang sama kepada Aisyah? pikir mereka


Tak ada satu katapun yang Ahmad lontarkan segera Ahmad menggendong Aisyah ke kamarnya dan merebahkan Aisyah dia atas kasur namun Aisyah terus saja memeluk Ahmad karena ia masih ketakutan.


"Kita keluar biarkan Aisyah istirahat" titah Nurul merasa iba kepada sang menantu


Mereka pun pergi ke ruang keluarga wajah mereka sangat lesu kenapa bisa seperti ini, padahal rencana sudah mateng. Terus kenapa di bilang paman?


Entahlah mereka tak saling menuduh karena semuanya juga menjadi pelakunya makanya mereka tak cek cok malah saling menyalahkan diri sendiri terutama sang ayah.


Rahmat terus saja memukul kepalanya ia merasa bodoh kenapa dia bisa seceroboh gini, anak satu satunya di jadiin permainan apa itu lucu?


Hasanah yang berada di sampinya langsung menghentikan kegiatan sang suami lalu memeluknya agar Rahmat tak merasa bersalah yang berlebihan.


"Ayah sudah jangan pukul kepalamu, kamu jangan salahkan diri seperti ini, kita juga salah" kata Hasanah


"Udah ayah nanti besok Aisyah bakalan ceria lagi, jangan khawatir"


Keesokan harinya Aisyah kembali ceria seperti biasanya walaupun rasa takut terus menghantui dirinya, iyalah masa ia melupakan begitu aja.


Semua orang yang terlibat langsung meminta maaf kepada Aisyah namun dengan santainya Aisyah mengatakan....


"Aisyah baik baik aja kalian jangan khawatir, Aisyah cuman takut kegelapan. Udah yaa jangan pikirkan, cacis sama dedek bayinya udah demo nie" kata Aisyah sembari mengelus elus perut agak buncitnya


"Ah iya"

__ADS_1


...***...


Hari ini mereka berencana akan pulang langsung ke Bandung karena mereka akan menetap di sana, sesui dengan amanah alm. Manshur.


Oh iya jadi beberapa minggu yang lalu, Manshur meninggal dunia dan memberi amanah kepada Aisyah dan Ahmad untuk mengurus pondok pesantrennya.


Anak anaknya? mereka juga memiliki tanggung jawabnya masing masing yaitu mereka memiliki pondok pesantren masing masing.


Jadi mereka mempercayai Ahmad dan Aisyah. Lalu perusahaan Rahmat? itu masalah kecil baginya ia masih bisa mengawasi perusaannya walaupun beliau hanya mengunjungi dua bulan sekali.


Beberapa jam kemudian akhirnya mereka sampai di tempat tujuan di sana mereka di sambut hangat oleh santri santriwati atas kedatangan mereka.


Merekapun turun dari mobil di depan pintu sudah di sambut Farish, Mila dan Nissa.


Nissa? Nissa yang mengalami gangguan jiwa? kenapa dia bisa ada di sana?


Iya jadi beberapa bulan yang lalu Aisyah meminta Hasanah dan Rahmat untuk menjemput Nissa karena Nissa telah di katakan sembuh total cuman ia hanya tak bisa berjalan dengan normal saja.


"Nissa.." pekik Aisyah senang seraya memeluk tubuh mungil Nissa


Mata Nissa berbinar ketika melihat pengganti ibunya berada di hadapannya, karena tak sanggup lagi untuk menahannya seketika air mata itu terjatuh tanpa permisi.


"Maafkan Aisyah yaa Aisyah gak bisa jemput kamu karena Aisyah harus menghadapi ujian di kampus, kamu jangan marah yaa" kata Aisyah lembut


"Kita masuk yuu"


Merekapun masuk ke dalam rumah, di sana mereka mengobrol sesekali terkekeh karena obrolan mereka sendiri, suasana sangat damai dan hangat.


"Selamat yaa Aisyah kamu akan jadi ibu, semoga sehat selalu yaa. Nanti Nissa akan jagain dan asuh anak Aisyah seperti Aisyah jagain Nissa" kata Nissa dalam obrolan


"Hhe...iya"


"Emm neng ikut A'a ke kamar" bisik Ahmad berlalu pergi menuju kamar


...***...


"Neng sini" titah Ahmad memukul mukul ranjang di sampingnya bertanda Aisyah harus duduk di sana

__ADS_1


"Ada apa?" Aisyah duduk di samping Ahmad


"Engga cuman pengen duduk berdua sama kamu hhe..." canda Ahmad mulai kumat


"Ihh A'a masa gitu sih jadi gak enak sama mereka"


"Gak enak sama siapa? bebas dong terserah A'a mau ngapain" elak Ahmad tak mau kalah sembari merebahkan kepalanya di pangkuan Aisyah sesekali mengecup perut sedikit buncit Aisyah.


"Ya gak gitu juga A'"


"Neng...kenapa kamu takut ke gelapan? A'a heran deh setiap A'a mau matiin lampu kamu malah ngehalangin atau gak merem sampai meluk A'a erat?" tanya Ahmad


"Emm sebenarnya Aisyah trauma sama kegelapan"


"Emang kenapa?" tanya Ahmad beralih pandangnya jadi ke wajah Aisyah yang tengah memandang kosong


"Dulu waktu Aisyah di tuduh jadi pelaku pembunuhan nenek, paman kurung Aisyah di gudang sejak itu Aisyah takut lagi yang namanya gelap" jelas Aisyah tanpa menjelaskan panjang kali lebar


"Emm emang dulu nenek kamu meninggal karena di bunuh?" tanya Ahmad lagi dan di angguki Aisyah


"Ini dulu kamar nenek sama Aisyah, Aisayh selalu tidur sam nenek. Aisyah gak seperti santri lain yang tidur di kobong...lagi pula Aisyah keluar rumah kalau ada jadwal belajar ataupun ngajar makanya para santri gak tahu siapa Aisyah"


"Bagus dong"


"Kok bagus?, Aisyah pengen kaya santriwati lain bisa ketemu sama santri hha...bisa berinteraksi sama santriwati lain"


"Iya lah bagus berarti hanya A'a yang boleh berinteraksi sama kamu hha..." nyeleneh


"Ihh A'a..." Aisyah mencubit perut Ahmad dengan pipi kemerah merahan


"Emm coba peragain gimana pas waktu denger A'a adzan?"


"Ihh A'a ngingetin itu lagi sih, Aisyah jadi malu"


"Kenapa harus malu, tapi kenapa bisa pas pasan yaa hha lucu kisah kita yaa, nanti kalau adek keluar, abi akan ceritakan kisah cinta abi sama ummi haha..." uajr Ahmad mengecup perut Aisyah


"Gak boleh abi..." kata Aisyah dengan suara berbada seperti anak kecil

__ADS_1


"Mau yaa lucu lho" Keduanya terkekeh


Bersambung....


__ADS_2