
Di atas meja makan terdapat berbagai macam masakan yang telah di siapkan bi Siti dan Asiyah. Di sanah juga mereka telah berkumpul untuk sarapan pagi.
Setelah mereka sarapan, Asiyah siap siap untuk ke kampus karena hari ini adalah hari pertama ia masuk lagi setelah satu minggu libur.
Aisyah di antar oleh Ahmad ke kampusnya, seperti kemarin pakai mobil milik Aisyah.
"Neng, do'ain A'a semoga cepet dapet kerja" pinta Ahmad kepada Aisyah yang tengah memainkan handponnya.
"Iya, Ya Allah semoga suamiku ini cepet dapet kerjaan semoga A'a ngajarnya di kampus Aisyah biar A'a terus deket sama Aisyah dan jagain Aisyah terus amiin" doa Aisyah mengangkat kedua tangannya seraya mengusapnya ke wajah.
Ia berdo'a tak sadar begitu aja ia keluarkan dengan ringannya, entah kenapa ia bisa berdo'a seperti itu padahal kemarin ia gak mau banget kalau sang suami ngajar di kampusnya.
'Astagfirullah, aduh kok aku malah do'a seperti itu. Ini mulut gak bisa di jaga apa' batin Aisyah kesal
Sementara Ahmad hanya terkekeh geli, ia gak menyangka istrinya akan berdo'a seperti itu "Amiin terimakasih neng do'a nya semoga Allah kabulin do'a kamu" seru Ahmad mengelus kepala Aisyah.
Sepanjang jalan Aisyah terus merhatiin wajah sang suami tanpa henti kecuali ketika Ahmad meliriknya ia langsung pura pura main handpon atau gak mainin kuku kukunya.
"Neng gak usah pura pura mainin handpon atau kuku" ledek Ahmad terkekeh membuat Aisyah semakin tersipu.
'Kayanya dia peka deh, aduh kenapa sih ini mata tadi mulut sekarang mata nanti apa?' batin Aisyah kikuk
Sampailah mobil itu di depan gerbang yang begitu tinggi seperti gerbang di rumah Aisyah namun tak begitu menarik jika di pandang.
Sebelum Aisyah keluar dari mobil, ia mengecup punggung tangan Ahmad setelahnya Ahmad yang mengecup kening Aisyah.
Deg...degg...deg...itulah bunyi detak jatung Aisyah saat ini. Tak seperti biasanya jantun berdetak kencang dua kali lipat dari sebelumnya. Apa ini yang dinamakan adanya cinta? entahlah yang jelas itu hatinya gak bisa di kontrol.
"Hemmm" deheman Aisyah membuat Ahmad melepaskan kecupannya.
Aisyahpun segera keluar dari mobil dan mematung sejenak guna menunggu A'a melajukan mobilnya. Setelah mobil itu tak terlihat dari pandangannya, Aisyahpun beranjak pergi ke dalam kampus. Seperti biasa ia menghela napas dahulu setelahnya ia menunduk lalu berjalan guna menghindar memandang yang bukan mahramnya.
Kebanyakan dari mereka yang membencinya yaa pantas lah sebagian siswa membencinya karena ia selalu bersikap cuek, dingin sekaligus selalu menghindar ketika ada lelaki yang mendekatinya baik itu hanya melintas atau sengaja mendekat.
__ADS_1
Sementara di sisi lain Ahmad baru saja sampai di rumahnya. Baru saja ia duduk di sofa tiba tiba handponnya berbunyi Tringg...tring....tring....segera Ahmad meraih handpon di saku jaketnya.
Ahmad mengerutkan keningnya ketika di dapatinya nomor tanpa nama di layar ponselnya. Karena takut info penting akhirnya Ahmad memutuskan untuk menerima panggilan itu.
📞....
"Assalamualikum warohmatullah..." salam Ahmad sopan takunya orang penting/terhormat.
"Waalaikumussalam warohmatullah wabarokatuh...benar ini dengan ananda Ahmad Muhammad Abdillah" ucap di sebrang sana.
Terdengar suara lelaki paru baya sekitar usia 51 tahun membuat Ahmad semakin binging dan bertanya tanya ini siapa dan mau apa?
"Iya benar" jawab Ahmad singkat
"Maaf kalau boleh tahu ada keperluan apa?, dan maaf ini dengan siapa?" sambung Ahmad sopan
"Ahh iya saya lupa....perkenalkan nama saya Adelard Sidiq Laelani bisa dipanggil Ujang. Saya rektor UIN Jakarta" jelas di sebrang sana membuat Ahmad terkekeh.
'Nama keren di panggil ujang, eh apa tadi rektor UIN Jakarta? 'Aku kuliah di UIN Jakarta' itukan kampus Aisyah. Ah mungkin aku di terima kerja di sana amiin' batin Ahmad berharap
"Maksud bapak saya di terima di kampus bapak untuk ngajar?" tanya Ahmad memastikan dan di iyakan rektor tersebut.
Ahmad sangat senang sekali dengan kabar gembira tersebut, Ahmad buru buru bersiap siap dan langsung menancap gas ke kampus Aisyah.
Ketika Ahmad menginjakan kakinya di kampus itu semua para siswa dan siswi beralih pandangan kepadanya. Ahmad berpakaian kemeja namun terhalang jaket dan juga celana jeans menamba kesal cool dalam dirinya, tapi penampilan itulah yang membuat para siswa siswi salah mengartikan.
"Ahh itu siapa? pasti siswa baru"
"Ganteng bangettt"
"Heyy berkencanlah denganku"
"Jadi pacarku mau gak? aku rela tinggalin pacarku demi kamu" pekik siswi yang tengah pacaran
__ADS_1
"Liat yang bening dikit, centilnya kumat lagi" pekik salah satu siswa tepatnya menyinggung kaum hawa.
Itulah pekikan semua siswa siswi di sanah. Namun Ahmad tak memperdulikan teriakan mereka hanya menganggap angin lalu, ia tetap berjalan menuju kantor dengan wajah dinginnya juga jangan tinggalkan kesan datar di wajah Ahmad.
Brugg...!! suara tabrakan antara Abian dan Ahmad, mungkin Abian sengaja deh karena ia ingin melabrak Ahmad.
_Flasback Off_
Di saat Ahmad melintasi halaman sekolah menuju kantor terlihat di sana tiga orang lelaki yang tengah meperhatikan langkah Ahmad salah satu di antara meraka adalah siswa yang terpopuler di kampus itu.
Namanya Abian lelaki sekitar umur 26 tahun berparas tampan dan cool, selain memiliki wajah tanpan ia juga orang terkaya di kampusnya.
Siapa sih yang gak tahu Abian, pasti kalau di tanya satu persatu parasiswi di sana pasti kenal dengan sosok Abian. Abian juga orangnya murah senyum, baik cuman satu yang kebanyakan perempuan gak suka? dia playboy.
"Bos ada saingan baru" bisik baim salah satu anak buahnya
"Gua tahu kali, kayanya dia siswa baru" seru Abian
"Ahh bos gimana kalau dia ternyata satu kelas sama kita, bahaya bos si Aisyah bisa bisa di pepet" ujar Vino menakut nakuti Abian.
Yaa jadi Abian itu suka sama si Aisyah tapi entah kenapa ia sulit untuk mengutarakan hatinya kepada Aisyah padahal kepada cewek lain gampangnya kaya metik mangga di pohon orang.
"Gak boleh terjadi, si Aisyah milik gua" elak Apian kesal
"Makanya bos tembak si Aisyah cepet cepet biasanya juga nembak gitu aja tanpa jeda"
"Gak segampang itu to'i" Abian menepuk bahu Baim membuat Baim mengaduh kesakitan karena pukulannya cukup keras "gua takut kalau si Aisyah nolak gua, boro boro itu di tanya aja dinginya minta ampun...tapi gua tetep suka karena akhlaknya" jelas Apian menyungingkan senyumnya.
"Bos gimana kalau bos labrak dia, cepet bos dia mau menuju kantor" titah Vino dan Baim
_Flasback on_
"Eh lo siswa baru yaa di sini?, awas yaa lo kalau satu kelas sama gua...dan suka sama cewek gua" ancam Apian mengangkat telunjuknya kedepan wajah Ahmad.
__ADS_1
Bersambung....