
Aisyah berjalan pelan menuju rumahnya, di sepanjang jalan ia menyapa semua orang yang ia lalui. Saat di pertengahan jalan, tiba tiba ada mobil avanza berwarna hitam berhenti di sampingnya.
"Assalamualikum Aisyah, kenapa kamu jalan kaki?" ucap Ustadz Usman, menurunkan kaca mobilnya.
'Subhanallah' batin Ahmad. Matanya melirik sekejap, dan langsung melirik ke arah depan lagi. Entahlah sekarang dia sedang memikirkan apa, yang jelas dia merasa kagum kepada gadis berniqob itu.
"waalaikumussalam warohmatullah, emm..." belum Aisyah menjawab pertanyaannya, Ustadz Usman langsung memotong ucapan gadis itu.
"Kamu bareng kami aja, ini masih jauh"
"Tapi Bi...Gak papa kok Aisyah jalan kaki aja" ucap Aisyah, menundukan kepalanya, kemudian. Aisyah merasa gak enak dan agak kurang nyaman karena ada Ahmad.
"Udah masuk, gak baik nolak" Ucap Ahmad, datar. tanpa menoleh sedikitpun. Sebenarnya Ahmad merasa senang kalau gadis itu pulang bersamanya.
" Iyaa...gak baik lho, kalau nolak"
Karena Aisyah gak ada pilihan lain, jadi ia ikut bersama mereka berdua. Dari awal ia masuk mobil, Gadis itu hanya menundukan kepalanya, tanpa menoleh kesana kemari terutama pada Ahmad.
"Syah kenapa kamu jalan kaki, Ayahmu kemana?" tanya Ustadz Usman, dalam keheningan.
"Kayanya Ayah lagi sibuk, jadi Aisyah memutuskan jalan kaki" ucap Aisyah, mengangkatkan kepalanya ketika berbicara, matanya tertuju pada Ustadz Usman tanpa melirik ke arah lain.
" Gak capek?...ini kayanya pertama kalinya yaa?"
"iyya Bi, gak papa kok. Aisyah ikhlas jalaninnya"
__ADS_1
'Subhanallah, kok saya makin kagum yaa sama nie cewek, udah cantik...kayanya. Baik, sabar lagi...ihhh saya ngomong apaan sih' batin Ahmad, masih bersikap cool dan dingin.
Setelah itu, keheningan mulai terasa lagi, hanya suara mobil yang terdengar jelas di telinga mereka.
"heh...Ninja Hatori" gumam Ahmad, ketawa meledek. Meramaikan suasana...ehhh bukan deh, kayanya memanaskan suasana.
'Dia ngeledek aku, kayanya' batin Aisyah mengangkat kepalanya, melirik ke arah Ahmad, dengan mata yang mulai melebar. Ahmad terkekeh melihat ekpresi Aisyah lewat kaca mobil yang menggantung di langit langit mobil.
"Ahmad kamu ngomong apa tadi?" tanya Ustad Usman, melotot.
"itu Bi di belakang ada ninja" ucap Ahmad, santai. Kaya gak punya dosa, kayanya sengaja deh. Abipun langsung menoleh ke belakang, dan tersenyum malu.
"Kamu gak boleh gitu....hhe Aisyah maafkan anak Abi yaa"
"ituu putra Abi...manggil kamu ninja"
"gak papa Bi, mungkin Kakak itu bukan ke Aisyah, tujuannya. " ucap Aisyah lemah lembut diiringi dengan senyuman.
Ahmad hanya diam dengan sikap dinginnya 'ahhh kirain teh bakal di bales' batin Ahmad, kecewa. Emang yaa cowok, kalau suka sama seseorang itu suka bersikap jail, tapi mukanya itu lho datarnya minta ampunnn.
'Dasar ikhwan, baru kali ini ada ikhwan yang kaya gini, jail banget. sabar...sabar Aisyah...sabar' batin Aisyah, tangannya mengelus gelus dada. Dan lagi itu membuat Ahmad terkekeh dalam hatinya.
Seketika mobil itu terasa hening kembali, tak ada suara apapun kecuali suara mobil itu. Tak berapa lama, sampailah mobil itu di depan gerbang rumah gadis berniqob itu.
"Stop Mad" titah Ustdz Usman. Ahmad pun langsung menghentikan lajunya, agak kelebihan sih...soalnya Ustadz Usman telat memberi tahu.
__ADS_1
'ini kan rumah tante Hasanah, apa dia putri dari tante Hasanah!!' batin Ahmad menghentikan laju mobilnya.
" Emm...Abi, Kak, terima kasih atas tumpangannya. Aisyah duluan, sekali lagi terima kasih...Assalamualikum" Aisyah langsung keluar dari mobil itu, karena ia gak merasa nyaman.
"Sama sama, Waalaikumussalam warohmatullah" ucap keduanya, kompak.
Ahmadpun langsung melajukan kembali mobilnya " ehemm...Aisyah cantik dan anggun yaa, kamu suka gak?. Akhhh gak mugkinlah...Abi ini ngomong apa" canda Abi, tertawa lepas.
Yaa Abi ngerasa kalau Ahmadtuh gak mungkin jatuh cinta begitu aja. Padahal hati Ahmad kayanya suka sama Aisyah deh...Tak lama mobil itu sampai di halaman rumah.
Terlihat anak kecil yang berlari ke arah Ahmad, ketika ia keluar dari mobilnya. Anak kecil itu langsung memeluk erat sang kakak " Aa Nabila kangennn banget " ucap Nabila, dengan nada yang menggemaskan.
" Kangen yaa?, sini Aa gendong " ucap Ahmad, lemah lembut. Sebenarnya Ahmadtuh lemah lembut, itupun kalau di hadapan orang yang ia sayang. Kalau di hadapan Akhwat ia bersikap seolah olah tak peduli.
Ahmad pun menggendong sang adik tercinta dan menghampiri Nurul untuk mengecup punggung tangan Nurul ( cipika cipiki ). Yaa itu yang selalu ia lakukan kepada kedua orang tuanya.
" Assalamualikum Ummi, Ummi makin cantik aja...gimana kabar Ummi?" tanya Ahmad, menggendong Nabila, kembali.
"Hhe...waalaikumussalam warohmatullah, Alhamdulillah Ummi baik baik aja. Gimana keadaanmu?" tanya Ummi kembali.
" Alhamdulillah baik "
" Maafin Ummi yaa Ummi gak bisa jemput kamu, Ummi cuman bisa menyambutmu, yuu kita masuk ke dalam ummi udah masak kesukaanmu" ucap Ummi, memegangi pipi sang anak. Dan membawa mereka masuk ke dalam rumahnya.
Bersambung....
__ADS_1