
Pagi yang masih terselimuti kegelapan dengan angin spoy spoy membuat sebagian orang mengurungkan niatnya untuk beraktifitas. Di sebuah kamar cukup luas, terlihat gadis kecil yang baru saja membuka matanya lalu meraih handpon di atas nakas. Ia terkejut ketika menatap layar kacanya...
"Ya Allah udah jam lima pas aku belum sholat" gumam Nabila beranjak pergi ke tandas, setelah selesai wudhu Nabila langsung melaksanakan sholat subuh di kamar Renata.
"Huahhh" Renata menguap seraya melemaskan otot ototnya yang kaku "Nabila kau di mana?" ujar Renata karena di sampingnya tak ada Nabila
"Ini kakak" jawab Nabila membereskan alat sholatnya
Renata menghela nafas lega, ia kira pas tadi malam Nabila kabur dan mengganggu kedua sejoli yang tengah beradu cinta.
"Kak Nabila ke kamar yaa, kalau subuh subuh gini mereka udahan hhe..." tutur Nabila menggaruk kepalanya yang tak gatal
"Emm iya deh boleh, ayok kakak anter"
Renata dan Nabila pun pergi ke villa Aisyah yang tak jauh dari villanya.
"Udah sampai, emm pintunya di kunci" ucap Renata memegang daun pintu
"Tar aku telpon dulu" Nabila membuka handponnya lalu menelpon sang kakak ipar kalau ia nelpon kakaknya pasti gak bakalan di anggkat yaa karena Ahmad tak ingin di ganggu ketika mereka sedang pacaran.
📞.....
"......."
"Waalaikumussalam warohmatullah...teh buka pintunya Nabila pengen masuk"
"......."
"Iya cepet di tunggu Nabila kedinginan"
tuttt...tutt....
Panggilan terputus
Krakkk....
"Emm acie yang udah beradu cinta di balik selimut....emm pasti gak ke dinginan yaa!!" seru Renata keceplosan
"Oh berarti kamu yaa yang udah ngasih obat kuat di jus aku" ucap Aisyah mengantungkan kedua tanggannya di pinggang
'Huff ya Tuhan keceplosan lagi' batin Renata nyengir
"Makasih sahabatku kau baikkkk banget" bisik Aisyah tersenyum kecut lalu melototi Renata
"Hhe tapi kau menikmati kan?" tanya Renata nyengir
"Malu ari kamu, seolah olah aku yang paling ganas. Awas yaa kalau kau lakuin lagi aku potong tuh tanganmu" ancam Aisyah tergalak namun dalam hatinya terkekeh karena ia tak perlu repot repot rayu suaminya untuk melakukan itu hha...
Renata menelan ludah kasar dan segera beranjak pergi meninggalkan Aisyah.
__ADS_1
...****...
..._______________...
Beberapa hari telah berlalu, Ahmad tengah menyetir mobilnya menuju rumahnya di Bandung. Alangkah tidak senangnya kedua sejoli itu, terlihat dari bibirnya yang merucut seakan ada masalah yang melanda mereka.
"Kalian kenapa pada diem, lagi puasa?" tanya Ahmad sekilas melirik sang istri
"Kita belum puas liburannya" rengek Aisyah
"Apa lagi aku, kalian enak gak sia sia liburannya...lah aku hanya jadi nyamuk" ujar Nabila ketus
Ahmad menghela nafas kasar, emang iya sih selama di sana Ahmadlah yang menikmati liburannya "Ya sudah nanti kita liburan lagi, sekalian nantimah liburannya di Belanda biar puas nikmati bunga" seru Ahmad datar
"Gak mau akhhh males" jawab keduanya kompak
"Teh" Nabila menjulurkan tangannya agar sang kakak ipar menyatukan telapak tangannya (tos)
Lagi lagi Ahmad menghela nafas kasar lalu mengelus dadanya "sabar Ahmad, sabar" gumam Ahmad
Puluhan menit kemudian akhirnya mereka sampai di pondok pesantren yang terlihat sangat ramai dengan santri/wati baru ataupun yang sudah lama. Santri/wati yang lama melihat kedatangan Ahmad langsung berkumpul lalu menundukan kepalanya berjajar di pinggir jalan, itulah yang selalu di lakukan para santri/wati di sana ketika kedatangan tamu ataupun pribumi.
"Hari ini hari pendaftaran A'?" tanya Aisyah bingung padahal pendaftaran di buka dua hari lagi.
"Gak tahu A'a juga bingung"
"Bodo amat" ketus
"Kalian cek cok mulu, pusing dengernya" seru Aisyah risih
"Dia tuh yang duluan" jawab keduanya kompak seraya menunjuk ke arah tujuan
"Ihhh A'a yang duluan" Nabila menepuk bahu Ahmad seraya keluar dari mobil karena mobil sudah berhenti
Aisyah hanya geleng geleng kepala melihat adik kakak yang tak akur, kalau di pikir pikir ia juga sering ngelakuin itu sama kakak angkatnya seru sihh hha...
"Assalamualaikum..." jawab ketiganya berbarengan
"Waalaikumussalam warohmatullah...gimana liburannya seru gak?"
"BURUK BANGET, ummi tahu gak aku di sana cuman jadi nyamuk hufff....nantimah sama ummi yaa!!" jawab Nabila seraya memeluk sang ibu.
"Kamu yang mau yaa wayahya jadi nyamuk iya gak sayang!!" ujar Ahmad melingkari satu tangan di belakang perut sang istri sementara yang di peluk hanya diam
"Ihhh awas yaa A'a" seru Nabila kesal, beranjak pergi meninggalkan mereka
"emm yah, bi...itu satri/wati baru? bukannya pendaftaran bukanya dua hari lagi yaa?" tanya Aisyah masih penasaran
"Iya, bahkan kami sampai kewalahan gurusnya..."
__ADS_1
"Yang daftar kemarin aja hampir 100 orang belum sekarang harus ngedata lagi besok masih ada lagi besoknya lagi lagi dan lagi aduh sekalian sedunia mondok di sini" cerita Farish kesal
"Masya Allah, perasaan waktu di pimpin sama paman gak sampai segitunya!!" ucap Aisyah
"Eh kan yang mimpinnya ganteng, bahkan nie sebagian dari ibu ibu rempong ingin menjadikan suamimu sebagai menantunya" bisik Hasanah namun masih terdengar oleh orang lain emm bisa di bilang sih ngerayu Aisyah.
Aisyah melirik ke arah sang suami yang tengah tersenyum lalu melirik ke arah sang bunda dengan tatapan tak bisa di artikan.
"Iya lho salah satunya gadis di sana (semua mata melirik ke arah gadis berpakaian panjang tapi ketat namun tidak dengan Ahmad yang hanya ingin menatap istrinya sendiri) itu gadis yang tadi daftar sebagai calon istri dari suamimu!!" goda Rahmat tersenyum jail
"Liat dong Mad cantik bet rugi kalau...."
"LIAT" pekik Ahmad memotong ucapan sahabatnya.
"Ehh liat dulu"
"Ihh jangan bahaya" tolak Aisyah menghentikan laju kepala Ahmad yang ingin melirik ke arah depan
"Gak sanyang...males liat yang begituan mending liat kamu hhe..." tutur Ahmad seraya mengecup kening sang istri lalu menarik tangannya membawa ke dalam rumah.
"Ehhh Ahmad liat dulu rugi lho kalau...."
"LIAT" pekik Ahmad terkekeh "MILA LAKBAN TUH MATANYA BIAR GAK LIAT CEWEK murahan" pekik Ahmad dan langsung mendapat cubitan dari sang istri karena sudah menyebut kata 'murahan'
"Gak boleh ngomong gitu"
"Kenapa salahin A'a bukannya cewek itu yang memperlihatkan lekukan tubuhnya?"
"Emm"
.
"Liat dong anakku... kuat iman" ujar ustadz Usman sombong
"Abinya yang gak kuat iman" seru Nurul menepuk bahu sang suami
"Liat dikit hhe..."
"Farish kamu mau gadis itu?" tanya Rahmat serius
"Kalau di izinin boleh, auu" Mila mencubit lengan Farish sampai memerah
"Sembarangan kalau ngomong, gak sudi aku di madu. Mana ada sih seorang istri yang melerakan suaminya nikah lagi" tutur Mila tergalak
"Maaf atuh bercanda sayang" Farish mengecup pipi sang istri agar tak marah lagi hha...bisa aja kau ini Farish bikin istrimu meleleh.
'Heh liat aja apajah dia kuat iman ataukah dia akan tergoda tergoda...liat aja nanti hhah...' batin gadis berkusi roda dengan tatapan tanjamnya melirik ke arah kedua sejoli itu
Bersambung.....
__ADS_1