Takdir Cinta Gadis Bercadar

Takdir Cinta Gadis Bercadar
Kembalinya sorban kepada pemiliknya


__ADS_3

Senja mulai memunculkan batang idungnya, tak sedikit orang orang mengaguminya. Warna orange kebiru biruan membuat mata tak henti untuk memandangi nya, sungguh luar biasa ciptaan-Mu. Dalam surah Al-Mulk ayat 3-4 Allah SWt berfirman


.....ماترى في حلق الرّحمن من تفوت، فارحع البصر هل ترمن فطور . ثمّ ارجع البصر كرّتين ينقلب اليك البصر خا سئاوّ هو حسر


Yang artinya:" Tidak akan kamu lihat sesuatu yang seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu lihat sesuatu yang cacat?. Kamu ulangi pandangan (mu) sekali lagi (dan) sekali lagi, niscaya pandanganmu akan kembali kepadamu tanpa menemukan cacat dan ia (pandangamu) dalam keadaan letih".


Maka sepantasnya kita sebagai manusia harus bersyukur atas apa yang telah Allah titipkan kepada kita, jaga sebaik baiknya.


Terlihat gadis berniqob itu baru terbangun dari tidurnya, kedua tangannya dilentangkan ke atas seraya menguap dengan mata agak sedikit bengkak, kayanya itu bekas nangis deh....? yaa emang itu bekas nangis....


Jadi waktu pulang dari taman Aisyah menangis sejadi jadinya dikamar, untungnya dirumah tak ada siapa siapa jadi ia bebas nangis sepuasnya sampai tertidur pulas. ia hanya bangun ketika adzan berkumandang setelahnya ia tertidur kembali.


Gadis itupun meraih handpon di atas bantalnya bekas tadi tak sempat ia menaruhnya di meja. Ia terkejut kalau matanya bengkak, segera ia pergi ke tandas untuk mencuci wajahnya. Besa bengkak itu tak kan hilang oleh air, tapi untungnya ia bisa menutupinya dengar cadar.


Gadis itupun pergi ke balkon untuk mencari udara segar, seketika tangannya terangkat kembali seraya menghirup angin sepoy sepoy. Hhe.. seharusnya angin ngagelebug (angin kencang) yaa biar puas menghirupnya😁


"Huhhh udaranya enak yaa, baru bangun tidur udah di suguhi senja yang begitu memukau, emm sungguh indah ciptaan-mu" gumam Aisyah.


"Assalamualaikum teh Aisyah..." sapa anak didiknya (Lulu) di bawah sana yang tengah melintas rumah Aisyah. sehingga membuat Aisyah terkesiap, nyengir.


"Waalaikumussalam warohmatullah, Lulu udah abis dari mana?" tanya Aisyah, melambaikan tangannya karena Lulu duluan yang melambaikan tangannya.


"Lulu habis dari warung, teteh lagi ngapain?"

__ADS_1


"Emm lagi melihat senja yang mulai muncul...tu liat bagus yaa!!"


"iya teh, teh Lulu duluan yaa mau siap siap berangkat ngaji. Dah teh see you" seru Lulu, pergi begitu aja tanpa mengucapkan salam. Aisyah hanya tersenyum sembari mengucap salam "Ahh iya teh maaf waalaikumussalam warohmatullah" tutur Lulu, berhenti sejenak lalu melanjutkan kembali perjalannya.


'Sabar Aisyah sabar...'batin Aisyah mengelus ngelus dadanya seraya menggeleng geleng kepala.


Emm ma'lum lah Lulu anak didiknya yang paling centil dari semua muridnya tapi ia ramah kepada siapapun. Yaa bisa dibilang mudah akrab.


'Dasar bocil' batin Ahmad, geleng geleng kepala...yang tengah memperhatikan percakapan antara Aisyah dan Lulu, namun mereka tak sadar akan kehadirannya.


Aisyah kembali menikmati waktu senja dengan tangan yang di sandarkan ke pagar balkon begitu juga dengan Ahmad yang melirik ke arah lagit juga ke arah Aisyah "Hah...sekaligus dua pemandanagan indah di sere kali ini" gumam Ahmad terkekeh.


"Assalamualikum...acie cie teh Aisyah lagi apel nie sama a'..." teriak Zahra dan Zihan (anak didiknya) yang tengah lewat untuk pergi ke madrasah Ar-Rahman.


"Hffttt..." Ahmad menahan tawanya dan berusaha bersikap dingin


"Appèl itu seperti orang yang sedang pacaran, jadi berduaan" Seru Ahmad, terkekeh geli.


Ucapan Ahmad membuat Aisyah terkejut, seketika ia melirik 90° ke arah Ahmad "Astagfirullah, da..da..dari tadi kk itu di sini merhatiin aku?" gumam Aisyah langsung membalikan badannya kembali ke depan.


"Ahh Zihan, Zahra kk duluan yaa" ucap Aisyah tersenyum. Segera ia masuk kedalam kamarnya, 'blugg' pintu itu ia buru buru di tutup kembali dan gadis itu berdiri bersanda ke pintu itu dengan tangan dibelakang masih memegang daun pintu.


"Ahh...Ya Allah aku jadi malu kalau ketemu dia, kenapa sih aku bisa ceroboh pasti kk itu merhatiin dari awal aku keluar ahhh tidakkkkk" gumam Aisyah, panik serta engos engosan kaya udah di kejar setan aja.

__ADS_1


Sementara yang di sebrang sana...tengah tertawa geli melihat ekspresi tadi si Aisyah "Lucu yaa kalau dia kaget seperti itu hha..." gumam Ahmad tertawa lepas.


Aisyah berjalan ke ranjangnya dengan tubuh gemetar, ia tak menyangka sikapnya bisa kepergok ajnabi. Lalu gadis itu melirik ke meja dekat ranjangnya ia mendapati sorban milik Ahmad yang ia pinjamkan kepadanya waktu itu.


"Ya Allah aku lupa belum membalikan sorban kk itu, kalau sekarang aku kembalikan!! tapi malu, pasti beliau sekarang lagi tertawa karena puas dengan tingkah laku Aisyah yang konyol" gumam Aisyah meraih sorban itu dengan satu tangan. Giginya menggigit kuku tangan sebelahnya lagi


"ahh tapi gimanapun tetep sorban ini harus aku kembalikan, karena kan ini bukan punya aku...huhhh tenang Aisyah...santai aja, jangan panik" Aisyah berusaha bersikap biasa biasa.


Aisyahpun segera keluar rumah guna menemui Ahmad untuk mengembalikan sorbannya itu "Aisyah mau kemana? ahh itukan sorban saya, ouh mungkin dia mau mengembalikan sorban" gumam Ahmad yang memperhatikan Aisyah yang tengah berjalan menuju rumahnya, iapun segera bergegas turun ke bawah untuk menemuinya.


"Assalamualikum" ucap Aisyah, megetuk ngetuk pintu rumah Ahmad.


"waalaikumussalam warohmatullah..."jawab Ahmad, membuka pintunya lalu keluar menemui Aisyah yang tengah mematung di depan teras menghadap ke arah jalan. Aisyah membalikan badannya ketika mendapatkan jawaban dari salamnya.


"Ahh kak ini sorbannya terimakasih udah menolong Aisyah, maaf baru Aisyah kembalikan sekarang" ucap Aisyah, menyodorkan sorban berwarna hijau dengan plat merah kehitam hitaman di ujung sorban tersebut.


Diraihlah sorban itu oleh pemiliknya, sembari menyungingkan senyumannya. "emm kalau begitu Aisyah pamit, Assalamualikum" tutur Aisyah, kemudian ia pergi dengan wajah pucat, yaa karena ia malu bertemu dengan Ahmad karena kejadian tadi.


"Waalaikumussalam, nuhun Syah" jawab Ahmad, ramah. Membuat Aisyah menghentikan lajunya 'Beliau bicara apa yaa?'batin Aisyah bingung. Tanpa membalas ucapan Ahamd kerena binggung akhirnya Aisyah melanjutkan lajunya.


Ahmad hanya tersenyum ia tahu kalau Aisyah tak faham bahasa sunda. "emm Masya Allah wangi sorbannya, kaya orangnya hha..." gumam Ahmad mencium sorban yang ia dekatkan ke idungnya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2