Takdir Cinta Gadis Bercadar

Takdir Cinta Gadis Bercadar
sn 2 : masa kecil A'a


__ADS_3

Malam semakin larut angin sepoy sepoy mulai menusuk tubuh membuat tubuh kedinginan dan keinginannya hanya satu cuman ingin tidur dengan selimut yang tebal menyelimuti tubuh.


Terlihat Aisyah yang baru membuka matanya segera di raihnya ponsel untuk mengecek jam berapa sekarang "Ya Allah udah jam setengah empat" gumam Aisyah meletakkan hanponnya lagi dan berajak dari tempat tidurnya.


Aisyah pergi ketandas untuk mengambil wudhu, setelah selesai berwudhu ia melirik ke sebuah kamar yang ternyata kamar yang tadinya akan ia tempati. Aisyahpun menghampiri kamar itu, sekaligus membangunkan sang suami untuk sholat tahajud bersama.


"Assalamualiakum, A' bangun...A' bangun kita sholat tahajud. Ini udah jam setengah empat" ucap Aisyah menggoyang goyangkan bahu sang suami


"Iya neng...ini juga udah" ucap Ahmad serak


"Udah tapi masih merem"


"Iya ini nie udah liat" elak Ahmad membualatkan matanya membuat Aisyah terkekeh


Ahmadpun beranjak pergi untuk mengambil air wudhu, sementara Aisyah ia menyiapkan alat untuk sholat an memakai mukenanya.


Setelah beberapa menit menunggu akhirnya Ahmad kembali kedalam kamar dan segera memakai koko, sarung serta peci. Singkat cerita mereka berdua telah usai melaksanakan sholat, dzikir dan juga membaca ayat A-Qur'an walaupun cuman beberapa ayat.


Ahmadpun meletakan kembali Al-Qur'an ketempat asalnya, kemudia dia mendekati sang istri lalu mengecup keningnya cukup lama membuat Aisyah terkesiap sekaligus tersipu. Setelah beberapa menit Ahmadpun melepaskan kecupannya dan menatap ke arah bibir pink Aisyah, rasanya gugup, canggung, takut itu yang dirasakan Aisyahbketika bola matanya menatap wajah sang suami.


Ahmad mendekatkan wajahnya namun Aisyah memalingkan wajahnya seolah olah iya paham apa yang akan di lakukan sang suami "A' maaf Aisyah belum siap" seru Aisyah menundukan kepalanya.


Rasa kecewa tertanam dalam hati Ahmad namun ia berusaha mengerti apa yang di maksud Aisyah. Iya Aisyah belum siap untuk melayaninya karena ia masih takut, mungkin juga karena Aisyah masih kuliah takut kalau dia hamil sebelum lulus kuliah.


Di sana Ahmad hanya diam dengan bibir tersenyum tipis "Ya A'a ngerti, A'a akan nunggu sampai kamu siap, tapi jangan terlalu lama...A'a pengen punya bayi hhe..." ujar Ahmad terkekeh yaa walaupun hatinya sangat kecewa.


'Bukan pengen punya bayi tapi pengen itu' batin Aisyah datar


"Tapi neng A'a cuman pengen cium itu boleh gak, please" pinta Ahmad menunjuk ke arah bibir pink itu. Aisyah berpikir dulu sejenak setelah nya ia pun mengizinkan sontak membuat Ahmad bahagia dan kecuplah bibir linknya itu.


"Makasih" ucap Ahmad melepaskan kecupannya

__ADS_1


"Sama sama"


"Emm neng, gimana pastadi malam. Ema' nanya nanya tentang kamu gak pake bahasa sunda?" ledek Ahmad


"Iya, tapi Aisyah bicara jujur kalau Aisyah gak paham jadinya ema' bicaranya pake bahasa indonesia hhe..." elak Aisyah nyengir.


"Emm dasa, untungnya ema' bisa bahasa indo coba kalau engga, kasian ema' di anggurin sama kamu hha..." ledek Ahmad lagi seraya merebahkan kepalanya di pangkuan sang sitri membuatnya terkesiap "Emang ema' nanya apa kalau boleh tahu?" tanya Ahmad mengerutkan keningnya.


"Kepo kaya dora" jawab Aisyah terkekeh sembari menyatukan rambut pendek Ahmad untuk mengikatnya.


"Ihh neng serius, kalau A'a nanya tuh jawabnya yang bener"


"Iya A', banyak yang di tanyakan ema'. Eh katanya A'a waktu kecil suka manjat pohon, terus pernah tuh jatoh. Yang lucunya menurut Aisyah jatohnya itu ke selokan yang kotor bau lagi, terus A'a..."


'Duh ema' pake di bangkar segala lagi, jadi malu kan' batin Ahmad tersipu


"...di bawa ke tandas umum, yang lucunya lagi di bawanya itu kaya kucing yang biasa ibu kucing bawa anaknya hha..." sambung Aisyah terkekeh membuat Ahmad semakin malu.


"Ihhh A'a lepasin, lucu tahu malalu A'. A'a kayanya masih ingat yaa soalnya pipinya merah gitu, kalau merah gitu biasanya inget sama masalalunya" tutur Aisyah dalam tawanya.


"Neng udah rahasiain, jangan sampai ada yang tahu lagi apalagi ngingetin ema' atau Abi sama Ummi" titah Ahmad tergalak


"Emang kenapa?"


"Ihh bahaya bisa bisa masa lalu A'a terbongkar lagi, udah jangan pancing pancing emosi"


"Gak seru ahhh kalau gak tahu mah" elak Aisyah memutarkan bola matanya dengan tangan menyilang di dada.


"Jangan yaa sayang" bujuk Ahmad mencolek hidung mancung Aisyah. Kata 'sayang' membuat Aisyah geer seraya tersenyum


"Iya deh, terserah" ucap Aisyah datar "tapi kalau tiba tiba ummi atau abi ataupun ema' menceritakan masa lalu A'a tanpa Aisyah inget inget, A'a jangan marah" sambung Aisyah melirik sinis

__ADS_1


"Iyaa"


"Neng kita pulangnya pake taxi online yaa, katanya ummi sama abi mau di sini dulu untuk beberapa hari lagi. Kalau kita pake mobilnya tar ummi sama abi naek apa" tanya Ahmad memastikan karena emang mereka hari ini akan pulang untuk siap siap besok ke Jakarta karena masa libur Aisyah telah abis.


"Iya gak papa, A'a teh udah beres kuliahnya?" tanya Aisyah karena kemaren gak sempat nanya


"Iya neng udah beres, tinggal nunggu panggilan dimana A'a ngajar nanti" jawab Ahmad melirik ke arah langit langit yang terbuat dari bilik (bambu).


"Emm semoga Allah mudahkan urusan A'a amiin...emm seandainya nie A'a pengen ngajar di mana?"


"Di kampus tempat kamu belajar sekalian jadi dosen kamu di kelas" ujar Ahmad nyengir membuat mata Aisyah membulat


"Emang kenapa?"


"Iyaa jadi kita bisa berangkat bareng sekaligus A'a bisa awasi kamu, maksudnya jagain kamu dari segala macam pitnah" jawab Ahmad memejamkan matanya karena merasa masih perih.


"Iya deh Aisyah do'ain semoga A'a di terima di kampus Aisyah tapi Aisyah gak harap A'a ngajar di kelas Aisyah" gumam Aisyah pelan


"Hah apa? kamu tadi bilang apa?" tanya Ahmad membuka matanya lebar.


"Emm ahh gak itu anu ahh gak ngomong apa apa kok, udah tidur lagi" seru Aisyah mengelus elus kepala sang suami halus membuat Ahmad semakin ngantuk berat.


'Ahh untung bisa di jinakin kalau gak bisa ahh gak tahu nasibku mungkin udah di amuk harimau' batin Aisyah membuang nafas lega...


Baru Ahmad memejamkan matanya beberapa menit tiba tiba adzan berkumandang di toa toa masjid segera Aisyah membangunkan sang suami dan menyuruhnya untuk sholat berjamaah di masjid.


"Iya, A'a ke mesjid dulu yaa" ucap Ahmad menyodorkan tangannya kepada sang istri diraihlah dan di kecup punggung tangannya itu oleh sang istri.


Ahmadpun pergi ke masjid bersama abah dan abinya sementara Aisyah pergi ke tandas untuk mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat bersama ema' dan juga ummi.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2