
Saat mereka sampai di parkiran tepatnya di belakang Aisyah yang tengah memainkan gawainya, Farishpun memanggil namanya.
"Ihh Aris lama banget...Bunda dari tadi nelpon terus" ucap Aisyah tanpa menengok sama sekali. Kemudian Aisyah meraih pergelangan tangan Ahamd dihalangi dengan tissu lalu dibawa pergi begitu aja. Ahmad yang ditarikpun hanya bengong menatap punggung gadis berniqob itu.
Mungkin gadis berniqob itu mengira kalau tangan yang ia pengangi adalah tangan Farish!! karena sudah jadi kebiasaannya ketika pulang mengajar. Yaa Aisyah suka pulang bareng sama Farish. Farishpun hanya bengong dan mulai terkekeh karena tingkah lucu Aisyah.
"Syah" panggil Farish dari belakang, ketika langakah gadis berniqob itu agak jauh darinya.
Aisyah langsung menghentikan langkahnya dan bergumam "Aris kan ada disamping Aisyah!! kenapa suara Aris ada dibelakang?, terus yang Aisyah bawa ini siapa ?".
Ingin rasanya nengok kebelakang, tapi takut. Kalau aku gak nengok, penasaran. Pikir gadis berniqob itu. Sedangkan yang dibelakangnya sedang tersenyum lebar, ditambah jantung berdenyut kencang, keringat yang mulai keluar dari keningnya, membuat ia salting.
'Ya Allah, ini mimpi atau bukan? kok jantungku rasanya ingin copot'batin Ahmad, menekan dadanya dengan satu tangannya yang lain.
Ahmad tak bicara sama sekali, mungkin dia menikmati kejadian langka, seperti ini. Kan kapan lagi coba, kejadian seperti ini terjadi hhaa..
Ketawa lepaspun mulai keluar dari mulut seseorang diujung sana, tawaan itu membuat gadis itu semakin canggung. Aisyah berusa untuk menengok kebelakang guna memastikan itu Farish atau bukan?.
'Duhh aku takut dia bukan Aris, tapi semoga aja yang aku pengangi saat ini adalah Aris'batin Aisyah, memejamkan matanya.
Saat Aisyah bembalikkan badannya, perlahan. Dilihatlah wajah Ahmad, iapun terkejut dan segera melepaskan pegangannya itu. Lalu menundukkan kepalanya kemudian.
"Hhaa, Aisyah...Aisyah makanya liat dulu, kan jadi maluuu" teriak Farish, meledek. Pipi kedua orang itu mulai merah, mungkin mereka malu. Yang satu malu karena salah alamat, yang satunya lagi malu karena dipegang. Tapi lagi lagi bujangan itu bersikap dingin, yaa walaupun hatinya dag dig dug serr.
"emm maafin Aisyah, Aisyah kira Aris, sekali lagi Aisyah minta maaf, permisi" Aisyahpun langsung lari kecil ke sepeda motor milik Farish.
__ADS_1
"Aris ayok pulang" teriak Aisyah kepada Farish. Farishpun langsung pergi menghampiri Aisyah dan menyempatkan waktu sebentar untuk pamita sama si Ahmad.
"Bro duluan yaa" seru Farish, menepuk nepuk bahu Ahmad. Ahmadpun hanya tersenyum. Mungkin ia berharap akan terjadi lagi adegan seperti tadi hhaa...
"Ehh Bro..." teriak Ahmad, ketika Farish melajukan sepeda motornya. "Yaa udah pergi lagi, saya penasaran kenapa mereka bisa akrab seperti itu, emm mungkin mereka ada hubungan darah kali" gumam Ahmad. Ahmadpun langsung menghampiri sepeda motornya. Lalu meninggalkan parkiran itu.
Di jalan....
"Ciee...Aisyah, salting nie ceritanya" ucap Farish, sambil mengendarai sepeda motornya, memecah keheningan.
"Paan sih, Aris sih yang gak bilang kalau itu bukan Aris" Aisyah mulai tergalak.
"Kenapa nyalahin Aris?, situ yang salah. Ahh cie... ituteh biasanamah tandanya jodoh" seru Farish, terkekeh.
"Paan sih, emang Kk itu umurnya berapa sih? sama kaya Aris yaa?"
" apa? ihh Aisyah gak mau"
" kenapa? santri lho, terus yaa diatuh jadi guru di pesantrennya"
"Ihh Aisyah takut sama wajahnya, seremm, terus yaa keliatannya dingin. Tar Aisyah kalau sedih malah makin ingin sedih gitu"
" Istigfar Syah, gak boleh ngomong gitu" Aisyahpun langsung beristigfar. "Jangan liat dari wajahnya, liatlah dari imannya. Ahh andaikan kamu tahu kalau si Ahmadtuh gak kaya seperti itu, dia bersikap seperti kalau dihadapan Akhwat, kalau udah akrab behhh pokonya kamu bakalan betah deh gak mau lepas dari dia" sambung Farish.
"Ahh masa"
__ADS_1
"ihh nie anak, tar rasain aja sendiri"
Taklama kemudian merekapun sampai dirumah Aisyah, Aisyah langsung turun dan pergi setelah mengucapkan terima kasih kepada Farish. Ketika Aisyah membuka pintu, ia terkejut karena Bunda tengah mematung dibalik pintu. Kedua tangannya dikaitkan dipinggang sontak membuat Aisyah takut kena marah.
"Kamu dari mana aja, tumben pulangnya telat, abis ngapain?" tanya Hasanah.
"Emm sebaiknya Bunda tanya aja sama Aris, Bun Aisyah mau ketandas pengen pipis" Aisyah langsung pergi kekamarnya setelah mengecup punggung tangan Hasanah.
Setelah mematikan sepeda motornya Farishpun menghampiri Hasanah yang tengan geleng geleng kepala.
"Assalamualikum Bun..." Ucap Farish, mengecup punggung tangan Hasanah.
" Waalaikumussalam, Farish kenapa kamu telat ada masalah?"
"Iyaa Bun...tahu gak Bun!! emm Bun besok aja yaa Farish ceritain, Farish capek pengen rehat. Farish pamit pulang yaa Bun, janji deh besok Farish ceritain kejadian tadi"
" yaa udah, awas kalau lupa, kamu udah janji. Ehh yaa kamu udah makan belum?" Farish menggelengkan kepalanya " yaudah tunggu...Bunda mau ambil dulu nasinya"
" Gak usah Bun, ngerepotin"
" udah gak papa, tadi Bunda udah siapin" Hasanahpun langsung pergi kedalam, dan Farish menunggu di kursi (diteras).
Di kamar Aisyah....
"Ya Allah....kenapa aku bisa salah alamat, kan jadi malu. Aku ngira itu Aris, terus ahhh...Bunda...kenapa bisa terjadi sama Aisyahhhh" gumam Aisyah, merebahkan badannya di ranjang setelah dari tandas. Gadis itu terus menatap keatas langit langit yang dihiasi bintang bintang, tangan yang terus ia gosok dengan tissu basah. Entahlah apa yang sedang ia pikirkan saat ini yang jelas ia merasa malu banget dengen kejadian tadi. Mungkin ini peringatan untuknya, agar hati hati ketika melakukan pekerjaan apapun.
__ADS_1
Tak lama gadis berniqob itu tertidur dengan lelap, emang yaa kalau tukang tidurtuh gampang untuk tidur, dengan hitungan detikpun ia mampu untuk tidur dengan lelap. Hebat, coba aja ada lomba tidur pasti gadis berniqob itu juara umum hha...
Bersambung....