
Udara malam ini sangat dingin, padahal itu hanya angin sepoy sepoy yang menusuk tubuh. Pasangan yang baru saja sah menjadi suami istri itu telah sampai di rumahnya.
Mila terlihat canggung, pasalnya Mila baru kali ini ia masuk ke sebuah ruangan bersama lelaki.
Mila melirik ke seluruh sudut rumah kagum, karena ia tak percaya akan tinggal di tempat yang nyaman serta luas namun tidak dengan Farish yang sedikit takut kalau Mila tidak nyaman "Maaf yaa rumahnya sempit" seru Farish yang tengah memperhatikan Mila.
"Aku aja nyaman di rumah yang sempit apa lagi ini rumahnya luas" tutur Mila menyungingkan senyumannya dengan mata meririk ke sekeliling ruangan itu.
Di kamar yang cukup luas dengan peralatan yang tersusun rapi, terlihat di dingding banyak sekali poto poto Nissa membuat keduanya terkejut, segera Farish meraih poto itu dengan ekpresi kesal. Di bawalah poto itu keluar rumah dengan korek api yang ia genggam di tanganya, semua poto itu akan ia bakar juga barang barang yang pernah menjadi saksi antara Nissa dan Farish.
Mila hanya duduk di kursi yang di letakkan di teras seraya menyaksikan sang suami membakar poto masa lalunya, sedikit tergores sih hatinya tapi ia tetap terlihat tegar. Farish telah puas melihat poto Nissa terbakar, Farishpun melirik ke arah Mila yang tengah menatapnya, tersenyum tipis.
"Neng maafin A'a yaa, A'a gak bermaksud untuk menyakiti hatimu"ucap Farish meraih tangan mungil itu dan mengecupnya membuat gadis itu terkesiap sekaligus tersipu.
Mila hanya tersenyum menandakan ia tak apa apa.
Singkat cerita mereka kembali ke kamar setelah keduanya menyaksikan api di malam hari.
Farish keluar dari tandas dan ketika ia akan menghampiri Mila yang tengah duduk sila di atas ranjang dengan handpon yang ia genggam ditangannya.
Farish menghentikan lajunya menatap sedu foto yang tergantung di tembok membuat pria itu meneteskan air matanya kemudian "A'a kenapa?" tanya Mila yang peka akan sang suami yang tengah menangis.
Milapun meletakkan handponnya di atas meja kecil di samping ranjang lalu mendekati sang suami "Kamu kenapa nangis?" tanya Mila berusaha memberanikan diri untuk menghapus air mata yang mengalir di pipi sang suami.
Farish menatap wajah yang kemerah merahan itu dengan tangan yang mulai menyentuh tangan mungil milik Mila sehingga ke empat mata saling bertatap tatapan.
Beberapa detik berlalu Farish melepaskan pengangannya lalu terpokus pada satu bingkai poto yang berada di hadapannya "Ummi, Abi..kenalin ini istri Farish, cantik yaa" ucap Farish terkekeh begitu juga dengan Mila yang tersipu "semoga Ummi dan Abi merestui hubungan kami yaa. Kalian tahu gak? kami nikahnya dadakan lho...tapi bukan berarti Farish nikahi kamu terpaksa" sambung Farish mengecup panggal rambut Mila.
__ADS_1
Itu pipi apa cabe kok merah yaa!!, udah deh Farish jangan membuat pipinya semakin merah
singakt cerita mereka duduk di bibir ranjang dengan kaki yang mengayun ke bawah, hening sesaat mungkin efek dari kecupan tadi hhe...
"Kamu punya wudhu gak?" tanya Farish memecahkan keheningan, gadis itupun menggeleng pelan "Ya udah kamu ambil air wudhu gih, kita sholat sunnah" sambung Farish menyungingkan senyumnya.
Tanpa ada kata kata Mila langsung beranjak pergi menuju tandas untuk mengambil air wudhu sesuai apa yang di perintahkan sang suami.
**Mila menyungingkan senyumnya ketika bola matanya melirik ke arah Farish yang tengah menyiapkan mukena untuknya. Gadis itu sangat terharu, baru kali ini ia mendapatkan perlakuan seperti ratu di ruamh barunya.
"Neng udah?" tanya Farish yang tersadar istrinya menatap ke arahnya. Gadis itupun menghampiri Farish yang tengah berdiri dengan tangan di kebelakangkan.
Selain menyiapkan tempat sholat Farish juga membantunya untuk memakai mukena, terlihat senyuman yang begitu manis untuk pertama kalinya setelah sekian banyaknya sesenyuman kecut yang ia sungingkan di bibirnya.
Setelah sholat, zikir dan berdoa selesai Farish membalikkan badanya seraya tersenyum di dapatinya Mila yang tengah melipat mukena.
Farishpun membuka jilbab yang di kenakan Mila perlahan di dapatinya rambut yang lurus nan berkilau kira kira berukuran sepundak membuat gadis itu semakin terlihat kecantikannya.
"Emm kita duduk di ranjang" ajak Farish beranjak dari duduknya dan beralih duduk di bibir ranjang di ikuti oleh sang istri dengan sikap saling berhadapan.
Kirain bakalan ada kata kata yang ia lontarkan eh ternyata hanya menatap diriku saja, emangnya apa sih yang ia inginkan? pikir Mila menundukkan kepalanya.
"Emm A'a beneran mencintai diriku?" tanya Mila memecah lamunan Farish yang sedari tadi menatap dalam.
"Iya dong, A'a baru sadar bahwa di hati A'a hanya ada kamu neng. Sebenarnya entah kenapa A'a selalu deg degan saat di dekatmu rasanya A'a tak ingin jauh darimu.." tutur Farish mengungkapkan isi hatinya
"Lah kenapa setiap kita ketemu A'a selalu mancing mancing emosi?" tanya Mila tergalak
__ADS_1
"Kamu aja yang gak peka" Farish mencolek idung mancung Mila gemes sementara Mila mengerutkan keningnya "itu teh cara A'a untuk bisa berkomunikasi sama kamu. Yaa kamunya aja yang gak peka" sambung Farish terkekeh
"Terus kenapa mau nikahi Nissa?" tanya Mila menyilangkan tangannya di dada dengan bibir membulat.
"Iya waktu itu A'a sudah janji sama Nissa akan menikahinya...ihh udah deh jangan bahas itu, A'a gak suka" ucap Farish mengecup kening Mila membuat gadis itu terkesiap seraya tersipu.
Hening sesaat karena keduanya merasa malu "Neng" Mila melirik ke arahnya "emmm apa kamu siap menerima nafkah batin dari A'a?" tanya Farish sebelum melakukan itu, melakukan apa...?
"Emmm"
"Kalau belum siap gak papa, A'a..."
"Iya aku siap" ucap Mila menyungingkan senyumannya
"Kamu ikhlas?" tanya Farish memastikan seraya tersenyum senang
"Kalau aku gak ikhlas aku gak bakalan mengiyakan" seru Mila membuat keduanya terkekeh.
Farish mulai mengelus pipi halus Mila seraya mengecup keningnya cukup lama selang beberapa detik Farishpun melepaskan kecupannya itu dan menatap wajah gadis itu yang tengah memejamkan matanya dengan bibir yang tersunging senyum indah membuat Farish semakin tak terkendalikan kemudian mengecupnya.
Setelahnya Farish merebahkan tubuh munggil Mila dan mereka melakukan ibadah itu sebagaimana suami istri pada umumnya. Jangan intip yaa takutnya jadi saiton, Syaiton aja menjauh (mereka telah membaca doa dulu yaa sebelum melakukannya) masa kita mau intip hhe...😂
'Maka Nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan' Malam yang lenuh dengan kenikmatan bagi sebagian orang😂
Gimana yaa kabar jomblo apa dia baik baik saja? yuu kita intip para jomblo di episode selanjutnya😅🤗 jangan lupa like dan votenya yaa. Bantu dukung ceritaku
Bersambung...
__ADS_1