Takdir Cinta Gadis Bercadar

Takdir Cinta Gadis Bercadar
sn 2 : Sembarang tempat


__ADS_3

Aisyahpun pergi ke tandas untuk mengambil air wudhu di tandas. Setelahnya ia duduk di atas sejadah dengan mukena yang terpasang menutupi sekujur tubuh kecuali wajahnya sambil menunggu adzan di kumandangkan.


Beberapa menit kemudian terdengarlah suara adzan dari toa masid dekat rumahnya, suaranya sangat merdu, hati rasanya menjadi tenang "Ya Allah siapa yang adzan merdu sekali" gumam Aisyah sembari menekan dadanya terharu.


Baru subuh ini ada yang adzannya seperti itu biasanya juga kakek kakek tapi gak apa lah semangat terus pejuang adzan subuh.


"Tapi kalau di dengar dengar suaranya mirip samaa, iya aku inget...ini kan suara muadzin di pesantren aku (ini nanti ada flasbacknya). Apa iya, ya Allah pengen liat sebenarnya siapa sosok pria itu...eh tidak tidak Aisyah berhenti jangan pikirin dia lagi, kamu itu udah punya suami Astagfirullah" ucap Aisyah beradu dengan pikirannya.


Tak seperti halnya manusia yang selalu penasaran dengan siapa sebenarnya dia dan mencari tahu, namun tidak dengan Aisyah sebaiknya ia menyembunyikan hal itu dari siapapun terutama Ahmad, jika Aisyah tanya tanya soal muadzin itu takutnya A'a marah dan cemburu.


Jadi yaa udah deh sebaiknya diamdan jangan pikirkan


_Flasback on_


Aisyahpun memberanikan diri untuk melihat siapa sebenarnya muadzin misterius itu, Aisyah melahkahkan kakinya menuju hijab (pembatas antara laki laki dan perempuan). Sesampainya di sana Aisyah membuka hijab itu pelan, di dapatinya punggung Ahmad yang tengah berdiri di tempat muadzin melantunkan adzannya.


Sontak membuat Aisyah terkejut dan segera menuju tempat dimana ia duduk sebelumnya "Itu bener A'a?" tanya Aisyah sembari mengatur napasnya.


"Apa iya itu A'a, apa setelah sholat aku tanya tapiii aku takut A'a marah emm kalau gak nanya penasaran banget" gumam Aisyah beradu dengan pikirannya.


'Laa ilaa ha ilallah'


Setelah Ahmad selesai adzan Ahmadpun membaca do'a setelah adzan ".....Innakala tuh liful miiad" gumam Ahmad seraya mengusap wajahnya begitu juga dengan para jemaah.


Ahmadpun membalikan badannya ia terkejut masjid itu sangat rama dengan pengunjung. Ia terharu baru kali ini sholat lima waktu jama'ahnya sepenuh ini, biasanya kalau penuh seperti ini waktu idul pitri sama waktu idul adha.


"Masya Allah nak suaramu indah sekali"


"Kau lah jadi imamnya"


"Subhanallah siapa namamu nak"


"Tinggalah di sini"

__ADS_1


Begitulah gumaman mereka namun Ahmad hanya memberikan senyuman kepada mereka dan melaksanaka sholat sunnah sebelum sholat dzuhur (sholat sunnah qobliah).


Setelah Ahmad sholat sunnah dan iqomah Ahmad di suruh untuk menjadi imam di masjid itu. Awalnya ia ragu namun karena ini permintaan dari ustadz di sana dan juga jemaah lainnya.


Ahmadpu n menyetujuinya dan melaksanakan sholat dzhur sebagai imam. Karena ini waktunya siang dan memang waktu siang itu tak di lontar dengan nyaring yang tadinya Ahmad suka membaca surat yang panjang panjang akhirnya ia memutuskan membacakan surah pendek.


Yaa konsekkuensi, kalau mau baca yang panjang waktunya malem kan emang yaa waktu sholat malam itu imam harus melontarkan bacaannya yang nyaring dan keras.


Setelah mereka selesai melaksanakan sholat dan berdzikir, pujianpun membanjiri masjid itu mereka sangat kagum dengan sosok Ahmad, bahkan ada yang menginginkan dia jadi menantunya tapi sayangnya Ahmad sudah beristri.


"Maaf pak saya harus melanjutkan perjalan saya takut keburu malam sama istri saya kayanya udah nunggu" elak Ahmad ketika mereka masih ingin mengenal sosok Ahmad terutama sang ustadz yang tadinya akan menjadikan dia sebagai menantunya.


"Yahh" terlihat raut wajah kecewa di wajah mereka


"Ya sudah nak istrimu pasti sudah menunggumu" titah ustadznya seraya tersenyum tipis


"Mohon maaf semuanya, in syaa Allah lain kali saya mampir dulu ke sini Assalamualaikum.." ucap Ahmad menelungkupkan tangannya di dada seraya pergi keluar untuk menemui sang istri yang dari tadi duduk manis di pintu sambil memainkan handponnya.


"Waalaikumussalam"


"Udah merdu suaranya, udah tinggi, idungnya mancung kaya orang turki pokonya perpact deh"


"Emm coba aja kalau dia pribumi pasti masjid bakalan ramai seperti ini" seru penjaga masjid (marmut) kepada pak ustadz


"Iya" Begitilah gumaman mereka ketika Ahmad keluar masjid


"Assalamualaikum neng...kamu udah nunggu lama yaa" tanya Ahmad merasa khawatir Aisyah akan merajuk karena kelamaan


"Waalaikumussalam warohmatullah..." jawabnya ketus tanpa melirik ke arah sang suami ia hanya memainkan handponnya


"Neng marah?" tanya Ahmad sambil duduk di hadapan sang istri "Neng...heyy" sambung Ahmad karena tak ada balasan dari Aisyah dan lagi lagi Aisyah tak menjawab pertanyaannya.


Ahmadpun meraih handpon di tangannya namun tak ada reaksi kesal dari Aisyah ia hanya diam dan menunduka 'Hahh udahku duga dia marah, apa aku bacakan surah an-nahl ayat 29 biar dia gak merajuk lagi sekalian jailin kangen banget sama amarahnya hhe...' batin Ahmad meluncurkan kejailannya.

__ADS_1


" بسم الله الّرحمن الّرحيم، فادخلوا ابواب جهنّم خلدين فيها، فابئس مثوى المتكبّرين"


Artinya:" Maka masukilah pintu pintu neraka jahanam, kamu kekal di dalamnya. Pasti itu seburuk buruk tempat orang yangmenyombongkan diri" (QS. An-Anahl ayat 29)


Lontaran Ahmad sukses membuat sang istri meliriknya tajam setelahnya ia malah nyengir 'sukses' batin Ahmad terkekeh


"Ayok pulang" ajak Aisyyah kenudian


"Tar dulu, tadi kenapa murung gak jabawab pertanyaan A'a?" tanya Ahmad menahan sang istri karena ia akan berdiri


"Gak, udah ihh keburu sore" elak Aisyah


Tadinya Aisyah mau ngeprank ehh malah dia yang kena prank 'dasar A'a ini bisa bisanya gagalin prank Aisyah, arggg sebel deh aku haru mateng bikin rencananya biar gak di samber petir' batin Aisyah membulatkan bibirnya.


"Ehh jangan gitu, ayok jawab dulu" titah Ahmad terkekeh, karena ia kasian kepada sang istri yang tengah merajuk akhirnya ia memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya.


"Ya udah ayok, jangan marah khumairoh" rayu Ahmad mengecup kening sang istri membuat dia semakin baper juga para penonton yang memperhatikan mereka dari tadi di balik tembok.


"Ahh romantisnya"


"Emang yaa nak Ahmad pinter ngerayu sang istri"


"Ternyata istri nak Ahmad cantik dan tertutup"


"Iya mereka cocok yaa"


Begitulah pekikan mereka membuat Ahmad dan Aisyah malu dan segera pergi dari sana "Gara gara A'a kecup Aisyah kan jadi malu" bisik Aisyah tersipu


"Emm kalau begitu kami lermisi Assalamualaikum" ucap Ahmad menelungkupkan tangannya di dada begitu juga dengan Aisyah.


Mereka berjalan cepat ke parkiran karena malu, setelah mereka sampai di parkiran dan masuk kedalam mobil mereka berdua pun tertawa lepas "A'a sih gak liat tempat" ucap Aisyah sambil tertawa


"Iya neng maaf kirain A'a gak ada siapa siapa ternyata mereka merhatiin kita hha..." seru Ahmad terkekeh seraya geleng geleng kepala.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2