
Di saat di pertengahan jalan di sana terlihat rumah berwarna biru langit satu lantai terbengkalai di bagian atas terlihat tanaman merambat di atas kenting juga di halaman depan di penuhi dengan dedaunan kering juga lantai yang kotor tak terurus.
Ahmad yang melirik ke arah itu sangat aneh padahal dulu rumah itu bersih dan berpenghuni, lah sekarang kemana penghuninya? pikir Ahmad yang mulai bermunculan di benak pikirannya.
"Itu rumah siapa neng?" tanya Ahmad yang masih terpokus melirik rumah itu.
"Itu rumah alm. Dafit"
"Emm Alm. Dafit? oh iya pacarnya Nissa bukan?, A'a igat kan mereka gagal nikah karena Nissa di itu yaa sama dia!" seru Ahmad teringat dengan curhatan Farish di telpon, iya jadi Pasca menikah satu hari Farish cerita semua kejadiannya dari A sampai Z kepada Ahmad.
"Iya A', A'a udah tahu cerita alm. Dafit meninggal karena apa?" Ahmad menggelengkan kepalanya "Alm. Dafit meninggalnya tragis, dia meninggal karena di bunuh sampai saat ini belum tahu siapa pembunuhnya. Tapi waktu itu semua bukti mengarah sama Mila" jelas Aisyah sedikit berbinar
"Kenapa sama Mila apa hubungannya?" tanya Ahmad mengeryitkan keningnya
"Jadi gini ceritanya.....
_Flasback Off_
Jakarta...
Terlihat gadis di sebuah ruangan luas yang tengah merebahkan badannya di atas ranjang dengan handpon di tangannya, di saat ia membolak balikan branda di aplikasi entah apa itu.
Tiba tiba ada panggilan masuk di atas layar ponselnya di sana tertulis 'Bunda💜' segera Aisyah mengangkat telpon dari ibunda tercinta dengan wajah senang.
📞: "Assalamualaikum bunda...Aisyah kangen bangettt sama bundaa..." ucap Aisyah senang
"Waalaikumussalam nak Mila di tahan di penjara" pekik Hasanah panik
"Astagfirullah..." seketika senyuman Aisyah pudar
"Aisyah kamu bisa kan ke sini sekarang juga" titah Hasanah panik
"Iyaa bun Aisyah segera kesana" ucap Aisyah tanpa berpikir panjang, ia sangat panik ketika sahabat baiknya masuk penjara. Padahal Mila orangnya baik, apa salah dia sampai dia di penjara?
Aisyahpun menancap gas ke Sukabumi dengan mengendarai mobilnya sendiri tanpa di supir. Beberapa jam kemudian akhirnya Aisyah sampai juga di polsek Sukabumi karena Hasanah menyuruhnya untuk langsung ke sana.
__ADS_1
"Assalamualaikum..." ucap Aisyah panik
"Waalaikumussalam warohmatullah" jawab semua orang, mata Aisyah mengara kepada Mila yang tengah murung di sana.
"Ya Allah Mila kamu kenapa kok bisa seperti ini sih...kamu melakukan apa?" tanya Aisyah memeluk Mila erat
"Aku tak melakukan itu Aisyah...aku di tuduh membunuh Dafit" jelas Mila sedikit membingungkan
"Ya Allah Astagfirullah...." Aisyah melepaskan pelukannya "Gimana ceritanya?" tanya Aisyah meneteskan air matanya
"Waktu itu aku baru pulang dari rumah mmh karena A'a juga lagi sibuk jadi aku pulang sendiri, di saat aku melintasi rumah Dafit aku liat Dafit tergeletak di halaman rumahnya bersimpah darah di perutnya juga di lantai, aku berhenti dong...tadinya niat aku mau nolongin"
"Bodohnya aku malah meraih pisau di samping dia yaa di saat itu juga ada warga yang lewat dan mengira kalau aku pelakunya, aku gak punya bukti apa apa untuk membela diriku, yaa jadi begini. Aku juga gak tahu siapa pelakunya"
"Aisyah tolongin aku, bantu aku cari pelaku yang sebenarnya, aku takut" jelas Mila panjang lebar dengan air terus mengalir yang keluar dari netranya.
"In Syaa Allah, aku akan berusaha mencari buktinya. Aku sekarang akan menembus agar kamu bisa bebas dari tahanan" ucap Aisyah namun Mila tak begitu memperdulikan
"Aku menghargai itu, tapi Aisyah namaku sudah tercemar di masyarakat..." ucap Mila murung
"Iya A'a juga percaya kalau kamu bukan pelakunya, sekarang kita pulang soalnya A'a udah tembus...A'a sogok polisinya hha..." ucap Farish berusaha menenangkan sang istri
"Tapi A'a gimana dengan keluarga Dafit apa mereka tahu?" tanya Mila teringat dengan keluarga Dafit
"Itumah jangan di khawatiri, sekarang kita pulang yuu" ajak Farish terkekeh
_Flasback On_
.....Nah gitu ceritanya A' sedih yaa" ucap Aisyah dengan mata berbinar
"Pantesan ibu ibu komplek kaya gak suka sama Mila itu sih dua tahun yang lalu tapi sekarang A'a liat ibu ibu komplek udah mulai baik sama Mila. Apa pelakunya udah ketemu?" tanya Ahmad masih terpokus nyetir
"Ihh A'a gak denger apa tadi Aisyah bilang sampai saat ini belum tahu siapa pembunuhnya..." ucap Aisyah murka
"Oh iya maaf neng A'a lupa, emm terus kenapa ibu ibu komplek sekarang pada baek?" tanya Ahmad nyengir
__ADS_1
"Aku sogok supaya Mila gak minder lagi" jawab Aisyah datar
"Astagfirullah nenggg...ari kamu nanaonannn (Kamu apa apaan)" pekik Ahmad tergalak seraya mencubit hidung sang istri
"Kenbiar yang penting Mila gak minder hha...yaa gak lah masa aku maen gitu gituan, aku juga sih gak tahu kenapa ibu ibu komplek jadi baik sama Mila. Tapii itu bagus jadi aku gak harus ngomong sama mereka untuk percaya sama Mila" ucap Aisyah ketus
Titttt....suara klakson mobil karena Ahmad baru saja memarkirkan mobilnya di halaman rumah Hidayatullah.
Mereka berdua pun turun dari mobilnya seraya mengucap salam lalu masuk ke dalam rumah terlihat di sana keempat keluarga itu tengah berbincang bincang di ruang keluarga.
Aisyah menghampiri Mila yang tengah menggendong bayinya karena nangis, segera Aisyah izin untuk menggendong bayinya seketika bayi kemerah merahan itu berhenti dari tangisannya.
"Bobo yaa jangan nagis" ucap Aisyah lembut seraya mengecup pangkal kepalanya
"Hebat putri ayah baru di gendong aja udah diam hha...pake mantra apa?" pekik Rahmat terkekeh
"Wah udah pantes nie jadi seorang ibu" pekik Nurul dan Hasanah berbarengan seraya terkekeh
"Wah Syah mau gak jadi ibunya bayi Aris?" pekik Farish dalam keheningan sontak membuat semua mata melirik ke arahnya terutama Ahmad dan Mila meliriknya dengan tatapan murka.
"Ogah mending jadi ibu dari anak A' Ahmad" elak Aisyah tanpa ia sadari sembari mengecup pipi mungil bayi yang ia gendong juga memainkan tangan mungilnya.
Seketika nafas lega pun mereka keluarkan dari mulutnya "Somprang kalau ngomong, untung Aisyah gak mau" ucap Rahmat menepuk bahu Farish seketika Farishpun tertawa
"Haha kok salah gartikan, maksud Farish itu..."
"Udah lah diam jangan di lanjutin nanti dedek Hasnanya bangun" ucap Aisyah memotong ucapan Farish
"Ihh A'a bete deh" seru Mila murung
"Maksud aku bukan gitu, jangan marah yaa sayang" elak Farish mengecup kening Mila membuat Mila luluh
Merekapun mengobrol kembali dengan canda tawa mereka yang terdengar begitu jelas, Aisyah masih anteng dengan mainan barunya di sana tanpa mendengar pembicaraan mereka.
Bersambung.....
__ADS_1