
Aisyah mulai menyungingkan senyumannya 'ternyata gak begitu serem yaa kalau udah akrab' batin Aisyah
"emm kak kenapa warga tahu yaa soal ini padahal Aisyah gak teriak?" tanya Aisyah, dalam keheningan.
"Emm aku eh saya ikutin kamu, maaf yaa sebelumnya. Karena Aku takut kalau terjadi apa apa lagi, emm sekalian juga pulang bareng hhe..., saya berfikir takut akhwat tadi membulimu lagi, pas tadi saya liat ehh ternyata bener apa yang saya pikirkan mereka mau buly kamu lagi...
_Flasback_
"Ya Allah itukan cewek tadi, tuh kan bener apa kata saya juga. Untung saya ikutin kalau engga...masya Allah itu ditangannya apa? pisau!!" Ahmad segera keluar dari mobil dan mencari bantuan ke warga sekitar, kebetulan ada warga yang melintas.
"pak, pak" panggil Ahmad kepada bapak bapak itu
"iya de, ada apa?"
"Bapak liat itu" tunjuk Ahmad ke arah gadis itu
" Masya Allah, dek kita lapor dulu ke RT dan minta bantuan ke warga lain"
Mereka berduapun mendatangi kediaman RT untungnya rumahnya dekat "Assalamualaikum"
"Waalaikumussalam warohmatullah, ada apa dek?" jawab pak RT, keluar dari rumah dengan keadaan masih ngantuk. Ya mungkin pak RT itu baru bangun tidur.
"ini pak, ada sekumpulan siswa yang akan membuli temannya, bawa pisau lagi" ucap bapak bapak
"Di mana?" tanya pak RT, terkejut. Tak jadi menguap
"Bapak ikuti saya, emm gimana kalau bapak panggil warga setempat, jadi bapak bapak tar munculnya di belakang mereka dan langsung ringkus mereka pak" ujar Ahmad
"ide bagus nak, ayok cepet takut terjadi pembunuhan" ucap pak RT tergesa gesa sembari membetulkan sarung yang hampir copot dan peci yang miring kaya si kebayan hha...
____
.... Nah jadi gitu ceritanya, kamu paham?" jelas Ahmad, dengan nada lemah lembut. Aisyah menggelengkan kepalanya, menandaka tak paham "ya sudah gak papa yang penting kamu selamat" ucap Ahmad, membuang nafas berat.
"Paham kok cuman ngetes" ucap Aisyah kemudian.
"Maksud kamu?"
" Ya aku nguji kesabaran kk doang hhe..."
__ADS_1
"Astagfirullah..."
"Hal adzimm" ucap Aisyah memotong ucapan Ahmad, terkekeh.
"hhe...Kamu nyebelin banget yaa jadi perempuan, kalau kamu istri aku udah cubit tuh idungnya, gregett" tutur Ahmad terkekeh.
"Alhamdulillah, selamattt" gumam Aisyah
"ihhh malah ngucapin hamdalah lagi, awas yaa"
"Hha nie kalau bisa" canda Aisyah. Aisyah lupa kalau ia sedang berhadapan dengan siapa...!! Aisyah... Aisyah itu bukan Aris, yang bisa seenaknya kamu bercandain, bangun weyy...bukan mahram tuh.
"Awas yaa saya akan melamarmu terus aku bisa cubit idungmu..."
"terus!!!" memotong pembicaraan Ahmad
"yaa terus...ahh gak akh"
" hfffttt...aneh" Aisyah melirikan bola matanya 'ehh Aisyah kan dia bukan Aris yang seenaknya kamu jailin, dia kan ajnabi. Astagfirullah Ya Allah maaf hamba, hamba keceplosan'. batin Aisyah menutupi mulut dengan tangannya
"emm maaf yaa, aku gak sengaja berkhalwat, Aisyah keceplosan"
"gak papa, santai aja. In syaa Allah aku akan..." Ahmad hampir aja keceplosan soal dia igin mentaaruf Aisyah.
"gak"
"aneh" Mobil itupun terasa hening kembali
'Aku seneng banget bisa bercandaan denganmu Syah, in syaa Allah aku akan segera mentaarufmu' batin Ahmad, mengungingkan senyumannya seketika.
Beberapa menit kemudian, sampailah mereka dihalaman rumah Aisyah. Di depan rumah terlihat empat paru baya tengah mengobrol ria.
Aisyah dan Ahmad turun dari mobil itu, Ahmad menghampiri pak RT terlebih dulu untuk mengucapkan terima kasih dan sedikit memberi imbalan kepada pak RT.
Aisyah buru buru menghampiri Hasanah dan langsung memeluk erat tubuh sang ibu. Hasanah terkejut, ia binggung maksud putrinya apa!! gadis itu mulai meneteskan kembali air matanya, membuat semua orang panik.
"Kenapa sayang?" tanya Hasanah, membalas kembali pelukan sang anak.
"Assalamualaikum" ucap Ahmad, mengecup punggung tangan mereka secara bergantian.
__ADS_1
"waalaikumussalam warohmatullah" jawab mereka kompak.
" Kenapa kalian pulangnya bareng?" tanya Rahmat
"Panjang ceritanya om" jawab Ahmad, duduk di samping Ustadz Usman yang mulai membaik dari sakitnya.
"Lahh kamu kenapa pake sorban, mana cadarmu. Ahmad kamu udah apain putri saya??" ucap Hasanah, menatap tajam Ahmad.
"Bun...kk itu gak ngapa ngapain aku, malahan kk itu nolongin Aisyah" Hasanah langsung minta maaf kepada Ahmad " Jadi gini ceritanya...hiks...hikss" sambung Aisyah, menangis lagi.
"Biar aku yang jelasin...jadi gini (menceritakan kejadian tadi) nak gitu ceritanya" ucap Ahmad.
"Ya Allah, kamu gak papakan gak ada yang lecet?" Hasanah melihat lihat tubuh Aisyah, ia ketakutan takut ada yang terluka di tubuh putrinya. "terimakasih yaa Ahmad, maafin tante udah nuduh kamu yang engga engga" sambung Hasanah
"Gak papa tan. Malahan aku minta maaf karena Ahmad udah memegang tangan Aisyah sama gak sengaja liat wajah Aisyah"
"Gak papa, yaa kan Syah" Aisyah hanya menganggukkan kepalanya dan menyungingkan senyuman.
"Terima kasih yaa menantu" ucap Rahmat
"apa?"
"Iya yaa kalau dilihat lihat merekatuh cocok"ucap Ustadz Usman, terkekeh.
Hha ucapan tersebut membuat gadis dan bujangan itu salting "acie cie...bener tuh Ustadz cocok pake bangett" ucap Farish tiba tiba yang baru sampai di rumah Aisyah.
"ucapin Assalamualaikum om Aris" ucap Aisyah
" Waalaikumussalam decan "
"Decan?"
"Ade Cantik" jelas Farish, tersenyum lebar.
"uhh makasih" Mereka semua terkekeh kecuali si Ahmad, hatinya mungkin terasa sakit.
'degg....!
'Ya Allah, sakit banget nie hati' batin Ahmad.
__ADS_1
Merekapun melanjutkan berbincang bincang hanya Aisyah yang permisi dulu untuk mengambil cadar.
Bersambung....