Takdir Cinta Gadis Bercadar

Takdir Cinta Gadis Bercadar
sn 2 : Harus bilang apa!!


__ADS_3

"Kamu kenapa, gak ada badai gak ada angin gak ada hujan tiba tiba bilang kek gitu. Ada apa sebenarnya?" tanya Ahmad berusaha melepaskan pelukannya namun Aisyah tetap saja memeluknya dengan erat.


"Emm gak papa, ihh ayok nanti keburu adzan" elak Aisyah mengalihkan pembicaraannya seraya melepaskan pelukannya dan berjalan lebih dulu.


Sementara Ahmad hanya geleng geleng kepala dan mengikuti langkah sang istri. Merekapun kembali melanjutkan perjalanannya "Neng udah semua kan?" tanya Ahmad memastikan saat memasukan barang barang ke dalam mobilnya.


"Udah kok" jawab Aisyah santai sambil mengetik sesuatu di layar ponselnya entah dengan siapa iya chetingan


"Ya udah ayok" ajak Ahmad membukakan pintu mobil untuk sang istri tercinta.


"Makasih A'" ucap Aisyah menyungingkan senyumannya


"Sama sama sayang"


Merekapun melanjutkan perjalanannya kemudian, puluhan menit kemudian akhirnya mereka sampai di tujuan yaitu di rumah Aisyah nginepnya sih di rumah Ahmad kebetulan kan ummi sama abinya ada di rumah Hidayatullah jadi mereka mampir dulu.


"Assalamualaikum..." ucap mereka berdua seraya masuk kedalam rumah di sana terlihat ramai karena banyak sekali penghuni komplek (ibu ibu komplek) yang menengok Mila.


"Waalaikumussalam warohmatullah wabarokatuhh..."


"Arrggg putri dan menantukuuu" pekik Hasanah heboh


"Arrggg putra dan menatukuuuu" pekik Nurul heboh


"Nenek nenek mulai heboh" gumam Rahmat seraya geleng geleng kepala


"Bundaaa" pekik Aisyah memeluk erat tubuh sang bunda tercinta namun tidak dengan Ahmad yang biasa biasa aja tapi hatinya pengen cuman masa iya di hadapan umum hha...


"Emm buk kalau begitu kita pulang udah sore juga"


"Iya takut para suami nyari"


"Ehh kalau lama bisa bisa gak di kasih jatah lagi hha..."


"Neng...kamu semoga cepet di kasih momongan sama Allah" ucap salah satu ibu ibu komplek kepada Aisyah namun Aisyah hanya membalas dengan senyuman.


Setelah ibu ibu komplek itu bubar kini tinggal tiga keluarga yang tengah ngobrol di ruang keluarga. Mereka ngobrol ria di sana namun Aisyah dari tadi diam aja bahkan ia belum melihat bayi Mila sekalipun, kata kata wanita tadi sukses membuat Aisyah insecure.


Sampai lupa dengan tujuannya ke Sukabumi "kenapa Aisyah belum liat putri kita yaa apa dia gak berselera padahal keinginan dia punya ponakan perempuan!!" bisik Mila kepada suaminya.


"Hmm bener juga kayanya ada masalah" jelas Farish

__ADS_1


"Ini kapan perut kamu buncit ada dedek bayinya?" ledek Nurul mengelus elus perut datar Aisyah membuat Aisyah terkesiap.


Ahmad dan Aisyah bingung harus bilang apa? pasalnya mau ada bayi gimana mereka belum pernah bergaul sama sekali.


"Iya kapan? kami gak sabar pengen gendong bayi dari kalian" seru Hasanah berharap, lagi lagi membuat keduanya kebingungan


"Mungkin belum rezeky" ucap Ahmad berbohong iyalah masa iya mau di ceritain bisa bisa mereka marah dan memaksa mereka untuk melalukan itu, itu sih membuat Ahmad senang tapi tidak dengan Aisyah pasti ia nangis tujuh hari tujuh malam hha....


"Belum rezeky..belum rezeky, ummi kamu juga bilang gitu waktu itu, pas di cek eh ternyata isi" elak ustadz Usman terkekeh.


ustadz Usman mengucap ulang belum rezeky


"Iya bener juga, apa kamu cek aja...bun kamu ada tespek kan?" tanya Rahmat kepada Hasanah membuat kedua pasangan itu menelan silvanya dalam dalam dan berharap tak ada.


Hasanah menggelengkan kepalanya pelan bertanda gak ada dan kabar itu membuat Aisyah dan Ahmad bernapas lega


"Ummi ada" jawab Nurul kemudian


'Ya Allah gimana ini' batin Ahmad mengaduh


"Tuhkan Aisyah sampe lupa, kita bawa hadiah untuk kalian ya kan A'?" pekik Aisyah seraya mengedipkan matanya kepada sang suami bertanda ia harus berpura pura lupa akan hal itu.


"Ahh iyaa Ahmad sampai lupa, Ahmad ambil dulu yaa permisi yuu neng bantuin A'a" Ahmad dan Aisyah beranjak pergi ke mobil yang terparkir di halaman rumahnya.


"Iya padahal uangnya tabungin"


"Yee asyik" pekik Farish


Ahmad dan Aisyah hanya menyungingkan senyumannya tanpa membalas ucapan mereka dan juga membagikan barang barang untuk mereka di setiap satu kantung satu orang.


Aisyah menghampiri Mila dengan membawa dua tas kecil di tangannya "Mil ini untuk kamu dan keponakanku" ucap Aisyah menyodorkan tas itu kepada Mila.


"Assalamualaikum emm siapa namanya?" tanya Aisyah kebingungan


"Siti Hasna Sihab" jawab Mila serak


"Nama yang cantik pas untuk dedek bayinya, emm apa boleh aku ngendong keponakanku?" tanya Aisyah lembut


Mila pun memindahkan putrinya ke pangkuan Aisyah di sana terlihat bayi itu sangat nyaman sekali di pangkuan Aisyah "Lucu yaa neng..." bisik Ahmad yang duduk di samping Aisyah


"Iya lucu, nanti kalau Aisyah udah siap jadi ibu Aisyah pengen punya bayi perempuan" bisik Aisyah di telinga sang suami

__ADS_1


"Iya deh terserah kamu" ucap Ahmad datar namun tak di perdulikan Aisyah hanya pokus kepada bayi mungil kemerah merahan di pangkuannya.


"Siti Hasna...cantik deh kaya bibi Aisy..." belum Aisyah menyelesaikan ucapannya Farish malah memotongnya


"Sihabnya mana?" tanya Farish tergalak


"Males nyebutinnya" ucap Aisyah dengan ringannya


"Ngerusak nama orang" elak Farish kesal


"Bukan ngerusak itu namanya belum selesai di sebutinnya kalau ngerusak itu seperti misal nie nama Farish terus nama panggilannya itu Encun nah itu ngerusak namanya" jelas Aisyah membenarkan ucapannya dengan santainya membuat semua orang yang ada di sana tertawa lepas namun tidak dengan Farish yang mulai emosi.


"Aisyahhhh liatin aja nanti..." ancam Farish marah


"Kalau mau liatin yaa liatin aja we gak usah ngancam ngancam" elak Aisyah datar masih mengelus elus pipi mungil di pangkuannya.


"A'a sabar" ucap Mila menenangkan sang suami yang wajahnya mereha karena marah.


"Iya Aisyah kan bercanda, kamu kaya anak kecil aja" seru Hasanah terkekeh


"Arish marah?" tanya Aisyah mengangkat kepalanya dan melirik ke arah Farish "Itu wajahnya kenapa merah, panas yaa perasaan AC nyalah deh!" ledek Aisyah datar


"Neng udah" titah Ahmad kepada sang istri


"Hha...iya atuh maaf maaf Aisyah bercanda soalnya Arish jail sama Aisyah jadi Aisyah pengen balas dendam" pekik Aisyah namun Farish masih marah "Arish udah ihh maaf Aisyah bercanda" sambung Aisyah


"Arrgggg....!!" Farish mengangkat tangannya seperti ingin menampar


Plakkk....


"ahhh" pekik Aisyah memejamkan matanya


"Banyak nyamuk yaa di sini (pakkk, paakk)" Farish menepuk nepuk nyamuk boongan karena ia ingin membalas kembali kejailan Aisyah di sana Aisyah membuka matanya pelan


"Hha...gimana prank Aris?" tanya Farish mengangkat satu alisnya


"Ahhh bunda Arisnya jahat" rengek Aisyah


"Diemmm" ancam Farish


Tingkah mereka sukses membuat perut semua orang sakit karena tertawa tapi anehh banget bayi itu tak terganggu sama sekali ia malah menikmati dekapan Aisyah.

__ADS_1


................... jangan lupa like, komen dan tekan votenya yaa🤗


__ADS_2