
Diwaktu yang sama....
Seorang wanita bercadar yang mengenakan baju syar'i serba putih tengah berjalan ditaman yang sangat luas, dikelilingi bunga bunga yang mengeluarkan aroma harum dengan angin spoy spoy yang membuat hidung tak ingin berpaling padanya.
Wanita itu terus berjalan hingga ia mendengar suara tangisan bayi, wanita itupun mencari sumber suara...berjalan dengan cepat mencari keberadaan bayi itu. Sampai langkahnya terhentikan melihat sebuah ranjang kecil pas untuk bayi yang masih kemerah merahan.
Wanita itupun membuka tutup ranjang itu hingga nampaklah seorang bayi laki-laki yang nampaknya baru lahir, visualnya sangat mirip dengan Ahmad, hidung mancung, alis tebal dan bulu mata lurus mirip sekali. Berhentilah bayi mungilnya menangis ketika wanita itu menggendong dirinya, ia memberikan dekapan yang sangat hangat membuat si empunya kenyamanan.
"Masya Allah bayi ini mirip sekali dengan suamiku, apa kau putraku? akh tidak...mana mungkin kau putraku sedangkan aku tahu bahwa putraku itu hidup" gumam wanita itu yang ternyata Aisyah di alam sana
"Itu putramu" ucap seorang pria jangkung yang mengenakan jubah putih dan tak menampakan wajahnya
Aisyah sangat terkejut dengan kehadirannya, Aisyahpun memutuskan untuk membalikan tubuhnya melirik pria itu "Ka..kau...orang yang pernah mendatangi mimpiku bukan?" tanya Aisyah mengeryitkan keningnya pasalnya pria itu mirip sekali dengan pria yang pernah mendatangi dirinya di mimpinya beberapa tahun lalu sebelum ia menikah dengan Ahmad, suaranya saja percis baget.
"Iya aku orang yang sama yang pernah berjumpa denganmu di mimpimu itu" sahut pria itu santai
"Emm maksud kau tadi apa? bayi ini bayiku?" tanya Aisyah bingung
"Iya, lihatlah bayimu mirip sekali dengan abinya...mirip 'kan?"
"Ta..ta..pi..kenapa dia ada disini? bukannya dia selamat? kenapa kau matikan dia juga?"
"Karena dia merindukanmu dan menginginkan hidup bersamamu, makanya aku..." ucap pria itu terpotong karena Aisyah memotong ucapannya oleh tangisannya yang mulai histeris
"Hiks...kenapa kau..."
"Sutttt jangan dibahas waktuku singkat, sekarang kau ikutilah apa yang di perintahkanku"
"Aku harus menuruti perintahmu?"
"Iya kau harus mengikuti keinginanku"
"Emm oke aku akan mengikuti keinginan dirimu tapi jangan yang aneh aneh, awas kalau yang aneh aneh aku gak mau" sahut Aisyah mengancam
"Astagfirullah...gak bakalan Aisyah, ikuti saja..." titah pria itu santai
__ADS_1
"Awas kalau macen macam, apa keinginanmu?" ancam Aisyah
"Kau harus tutup mata"
"APA?" pekik Aisyah terkejut hingga mulutnya membulat
"Biasa aja kali gak usah terkejut gitu"
"Yaa maaf titahmu itu sangat menganehkan..."
"Cepet Aisyah waktuku gak banyak" potong pria itu
"Ya udah tapi awas kalau macam macam, aku hanya milik suamiku...gak akan ada lagi yang bisa menyentuhku" ancam Aisyah membuat dia tersenyum
"Ayolah Aisyah waktuku gak banyak, aku jamin gak bakalan aneh aneh" sahut pria itu tersenyum geli
"Awas" sekali lagi Aisyah mengancamnya
"Iya" dengan tabahnya pria itu menyungingkan senyumannya lagi, entahlah ia juga sangat suka dengan sosok gadis bercadar itu. Beda dari yang lain, tingkah lakunya suka berubah ubah kadang keibuan kadang keanak anakan. Yaa pokonya lucu gitu...
Tanpa ada pilihan lain Aisyahpun mengikuti keinginan pria itu (Ini karangan dari authornya yaa, entahlah yang aslinya gimana hhe...:)
Mila terkejut nan panik yang dari tadi memerhatikan Aisyah dan bayi di pelukannya ketika jari jemari Aisyah bergerak "Aisyah...jari Aisyah bergerak, bunda..ayah...jari Aisyah bergerak" seru Mila panik
Sontak saja membuat semua orang memandang jari jemari Aisyah memang benar salah satu jari jemari Aisyah bergerak, mu'jijat yang tak di sangka sangka.
"Cepat panggil dokter, CEPAT" titah Hasanah panik, Farishpun segera menekan tombol di atas ranjang guna memanggil dokternya
"Neng" ucap Ahmad sembari menghampiri Aisyah lalu meraih bayi munggil itu dan di serahkan kepada Hasanah seketika itu juga Ahmad meneteskan air mata terharu bibirnya tersungingkan, berbeda dengan Nurul yang hanya menyimak tanpa berekspresi apapun
'Eh pake idup segala lagi, syukur syukur dia mati' rutu Nurul dalam hatinya kesal
Sedikit demi sedikit mata Aisyah terbuka sontak membuat semua orang terkejut dokter yang baru sampaipun segera melakukan tidakan memasangkan alat di hidingnya.
Aisyah melirik ke sekeliling menatap mereka satu persatu bingung "Aku ada di mana?" tanya Aisyah serak
__ADS_1
" ALHAMDULILLAH YAA ALLAH" pekik semua orang senang
"Terimakasih yaa Allah kau telah memberi kesempatan untuk Aisyah...terimakasih"
Aisyah terlihat tengah mengangkat tangannya, menyentuh dadanya ia sadar bahwa bayi mungil nan kemerah merahan itu tak ada di dekapannya "Bayi itu kemana bukannya tadi dia ada di dekapanku?" tanya Aisyah panik
"Dia bisa merasakan itu?" bisik Rahmat heran kepada Usman
"Subhanallah ini mu'jijat dari Allah"
"Ah iya ini cucuk oma" ujar Hasanah, memindahkan bayi itu di pangkuan Aisyah. Rasa khawatir itu seketika hilang, Aisyah nampaknya menyungingkan senyumannya sangat indah sekali membuat semua orang sejuk melihatnya
"Emm aku ini ada di dunia?" tanya Aisyah bingung
"Ck liatlah tubuhmu berbaring di atas ranjang idung di pasang alat yaa berarti kau sedang ada di dunia tepatnya dirumah sakit" ujar Farish terkekeh geli
"Di dunia? bukannya aku ada di syurga bersama putraku, lalu pria itu sekarang kemana?" tanya Aisyah membuat suasana menjadi ramai karena gelak tawa mereka dan si empunya malah mengeryitkan keningnya bingung.
"Aduh Aisyah...lucu banget pertanyaan dirimu ini, di mana..." seru Farish terpotong oleh teguran dari sang ayah
"Udah kamu jangan pikirin itu lagi, emm kayanya kamu mati suri deh...yaa yang intinya kamu masih hudup dan bisa berkumpul bersama kami, seperti dulu lagii!!" sahut Rahmat tersenyum senang
"Iya sayang jangan pikirin itu lagi yaa, aku bersyukur baget kau masih dikasih kesempatan untuk berkumpul bersama kami dan kita akan merawat bayi kita sama sama seperti keinginan kau waktu itu" sahut Ahmad tersenyum riang
Aisyahpun menepis semua pikiran pertanyaan pertanyaan yang menurut Farish konyol, terlihat bola matanya kini tertuju pada sosok wanita paru baya yang tengah meliriknya sinis dan iapun memanggil namanya "ummi.." panggilnya lirih bak lembut
Seketika hati Nurul tersentuh entahlah kenapa bisa tersentuh seperti ini, padahal ia hanya memanggil namanya. Namun Nurul masih aja berpura pura tak mendengar ucapannya "Ummi...mantumu memanggil namamu, jangan marah Aisyah benar benar tulus mencintai dirimu...jangan kau membencinya, jika kau terlarut dalam egomu suatu saat kau akan menyesal...apa kau ingin menyesal dikemudian hari karena kau telah menyia nyiakan menantu sebaik dan setulus Aisyah?" bisik Usman menakut nakuti
"Diam Abi, gak usah nakut nakutin ummi, ummi itu tahu kalau si Aisyah itu cuman caper...padahal aslinya dia itu munafik" elak Nurul beranjak pergi
Degggg....!!
"UMMI" pekik Aisyah namun Nurul tetap melanjutkan langkahnya "hiks...kenapa ummi berkata seperti itu?" tanya Aisyah dalam isaknya
"Emm...gak papa, mungkin ummi lagi cape...kamu gak usah dengerin ucapan ummimu yaa"
__ADS_1
"Tapikan.."
"Suttt sudah mantuku, kau jangan pikirkan ummi yaa!! in Sya Allah nanti ummimu bakal seperti dulu lagi. Percayalah" sahut Usman