Takdir Cinta Gadis Bercadar

Takdir Cinta Gadis Bercadar
sn 2 : Oh kamu pelakunya


__ADS_3

Aisyah tengah di tangani oleh dokter di sana, raut wajah Ahmad sangat cemas ia duduk di bangku dengan tubuh di condongkan dengan kedua tangan yang menutupi wajahnya serta rambutnya ia remas.


Rasa meyesal terus saja menghantui hatinya bukan hanya rasa menyesal saja tapi juga rasa khawatir yang amat keterlaluan terus menghantui hatinya.


Renata yang melirik ke arahnya merasa iba ingin sekali menenangkan pak Ahmad namun apalah haknya takunya ia di bilang PELAKOR. Padahal ia berniat baik tapi kan setiap orang berbeda pendapat makanya ya udah dia diam saja.


Selain merasa iba kepada pak Ahmad ia juga merasa khawatir ia takut Aisyah tutup usia, kalau itu terjadi ah tidakkk semoga Aisyah masih di beri kesempatan untuk hidup pikir Renata saat ini.


Tring....tring...tring....


Suara telpon masuk segera Ahmad meraih ponsel di sakunya dan mengangkat panggilan masuk itu


📞 "Assalamualaikum"


"Waalaikumussalam warohmatullah...Ahmad Aisyah...Aisyah baik baik aja kan?" seru di sebrang sana terdengar suara wanita yang tak asing di telinganya siapa lagi kalau bukan sang mertua


"Aisyah...maafkan Ahmad bun, Ahmad ceroboh saat ini Aisyah di rawat di rumah sakit" Ahmad berusaha untuk tidak menutupi kejadian ini walaupun itu akan membuat Hasanah pingsan


"Inalillah ya Allah Aisyah...Aisyah kenapa kok bisa di rawat?" tanya Hasanah panik


"Ahmad juga gak tahu kejadiannya seperti apa, tahu tahu kening Aisyah berdarah


"*Maaf pak apa saya boleh bicara sama orang tua Aisyah?" tanya Renata yang mendengar percakapan Ahmad dan mertuanya


"Boleh" Ahmad menyodorkan handponnya*


"Maaf Bunda ini Renata teman Aisyah" kata Renata sopan


"Iya Renata kamu tahu kejadiannya seperti apa?"


Renatapun menceritakan apa yang dilihat Renata pasca kejadian. Cerita Renata membuat semua orang yang mendengarnya hancur seketika.


Ahmad yang mendengarkan penjelasan Renata merasa jesal dengan perbuatan pelaku sampai tangannya ia kepalkan rasanya ia ingin jedotin lagi kepala mereka ke tembok.


Setelah selesai menjelaskan cerita singkat dari Renata, Ahmadpun kembali mengobrol dengan mertuanya sampai pintu ruangan itu terbuka.

__ADS_1


"Bun sudah dulu yaa, Assalamualaikum" kata Ahmad langsung menutup saluran telponnya.


"Dok gimana keadaan istri saya?" tanya Ahmad menghampiri dokter yang baru saja keluar dari ruangan UGD


"Dok gimana keadaan teman saya?" tanya Renata juga


"Bapak jangan khawatir istri bapak baik baik aja cuman luka kecil di kening pasien saja...." jelas dokter menyungingkan senyumannya


"Alhamdulillah" gumam Ahmad mengusap wajahnya dengan kedua tangannya "Apa saya bisa jengung istri saya?" tanya Ahmad dan di angguki sang dokter


Ahmad dan Renatapun masuk ke dalam ruangan itu, terlihat sedikit senyuman yang Ahmad sungingkan di bibirnya saat di dapati Aisyah yang tersadar dari pingsannya.


Ahmadpun menghampiri Aisyah lalu duduk di kursi dekat ranjang seraya meraih tangan sang istri lalu mengecupnya terliaht sungingan senyuman lebar di bibir Aisyah


"A'a jangan khawatir yaa Aisyah baik baik aja" ucap Aisyah pelan


"Baik bagaimana? kening kamu berdarah kaya gini nanti A'a susah kecupnya" ucap Ahmad terkekeh


"Ihh A'a malah mentingin ego sendiri" rutu Aisyah


'Ya Tuhan mereka sangat romantis, ahhh gua jadi nyamuk lagi di sini coba aja ada si Vino ahhh apaan sih Renata malah mikirin cowok playboy itu' ngerutu Renata dalam hati.


Di sela sela obrolan mereka tiba tiba pintu di ketuk segera Renata melihat siapa yang mengetuk pintu itu. Di dapatinya 4 orang yang tengah mematung di sana.


"Mau apa?" tanya Renata ketus sekaligus kesal kepada mereka


"Apa kami boleh jenguk Aisyah?" tanya Rani dan anak buahnya


"Emm oke tapi yang ceweknya aja yang cowok skip aja....cepet masuk" titah Renata ketus lalu menutup pintunya.


"Ta..gua juga mau jenguk Aisyah" pekik Apian


"Kata gua cowok skip karena Aisyahnya gak lagi pake cadar" jawab Renata seraya menutup kembali pintu itu.


Rani dan anak buahnya meminta maaf kepada Aisyah air matanya juga terjatuh dari netranya seolah olah penyesalan menyertai mereka, namun itu tak membuat Ahmad percaya ia sangat kesal sekali sehinga tanagnnya ia kepalkan saking murkanya.

__ADS_1


Dengan sigap Aisyah tangan itu "A' sudah jangan emosi, kita sebagai manusia harus saling memaafkan. Allah aja memaafkan kita ketika kita melakukan kesalahan kepada-Nya, masa kita sebagai umatnya gak bisa memaafkan sesama (manusia). Udah A' jangan emosi seharusnya Aisyah yang marah kepada mereka" tutur Aisyah lembut


Ahmad yang tadinya emosi sekarang ia menjadi tenang kembali "Maaf A' bukannya Aisyah..." bisik Aisyah di potong Ahmad


"Gak papa neng... A'a paham A'a gak minder kok, justru A'a mau berterima kasih sama kamu karena udah ngingetin A'a juga nenangin A'a" bisik Ahmad terkekeh


"Emm Aisyah mau kan maafin kita?" Aisyah mengangguk seraya tersenyum lebar bertanda ia memaafkan mereka seketuka raut wajah mereka jadi ceria seraya memeluknya


"Terimakasih Aisyah"


Sementara di sisi lain terlihat mimik wajah kesal pak Ujang membuat Baim semakin ketakutan di buatnya, Baim merasa tak berdaya di sana juga ia harus menahan malu, selain pak Ujang di sana juga para dosen terus memperhatikan Baim dengan tatapan marah.


"Apa benar kamu yang nyebarin berita itu?" tanya pak Ujang tegas "Jawab!!" sambung pak Ujang teriak karena Baim dia saja


"Iiiyaa iya pak saya pelakunya et iya" ucap Baim latah


"Kamu ambil poto mereka dari mana?" tanya pak Ujang penasaran


"Emm jadi gini pak ceritanya....sekitar pukul 09:38 hari jum'at kemarin pak Ahmad dan Aisyah tengah duduk di sebuah resto, kebetulan pak saya baru datang. Saya igat dengan kata kata teman saya kalau pak Ahmad sering manjain Aisyah padahal mereka bukan mahram ya udah pak saya ambil poto mereka lalu di sebarkan di sosmed biar semua orang tahu kalau mereka wajib di waspadai" jelas Baim santai


"Kamu tahu apa yang mereka bicarakan?" tanya pak Ridho, Baim hanya menggelengkan kepalanya "Terus kenapa kamu menulis kata kata yang tak pantas itu?" sambung beliau


"Saya hanya menulis apa yang di katakan teman teman saya" jawab Baim sedikit santai


"Pokonya saya gak mau tahu kamu harus membuat vidio keterangan kalau berita itu hoax bilang kepada pengguna sosmed kalau pak Ahmad dan Aisyah itu suami istri" titah pak Ujang tegas


"Iya pak nanti saya akan bikin"


"Sekarang" pekik pak Ujang murka


"Iiiya pak" Baimpun meraih handpon di sakunya lalu ia merekam dirinya sendiri untuk memberikan keterangan kalau berita itu hoax


Setelah selesai Baimpun menyebarkan vidionya, untungnya vidionya cepat tersebar jadi semua orang yang tadinya menghujat kedua sejoli itu langsung meminta maaf dan menghapus apa yang telah mereka share.


"Kamu jangan sebarin berita bohong lagi, kalau kamu ingin ngeshare sesuatu harus cari kebenarannya dulu jangan asal ngeshare paham?" pekik pak Ujang tegas dan di angguki Baim

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2