Takdir Cinta Gadis Bercadar

Takdir Cinta Gadis Bercadar
sn 3 : Abang kagen ummi


__ADS_3

Setelah menempuh sekitar 3 jam akhirnya Nissa selesai membersihkan seluruh ruangan rumah tanpa ada yang tertinggal satu ruanganpun. Lama juga yaa pastilah lama rumah tiga lantai belum lagi 5 kamar, dapur juga halaman yang luas di belakang juga di depan. Huh pastilah sapek


"Akhirnya selesai juga, aduh capek banget sumpah. Kayanya dia mau gerjain gua deh, akh tapi masa iya. Akh udahlah Nissa yang penting nanti dapet perhiasan. Ah iya gua belum masak sebaiknya gua mandi dulu deh biar wangi..." celoteh Nissa beranjak pergi ke kamarnya


Setelah selesai mandi Nissa langsung bergegas menuju ruang makan dan langsung masak masakan kesukaan Farish juga dirinya. Untungnya dia tahu kesukaan Farish jadi ia tak repot repot untuk bertanya kepadanya.


"Tinggal pletting" gumam Nissa memasukan masakan terakhir di mangkuk lalu menaruhnya di meja makan. Menatanya dengan sangat rapi.


Lama Nissa menunggu kedatangan Farish ia tak kunjung pulang mungkin dia asyik dengan wanita yang tak jelas identitasnya itu.


Tringgg....


Suara pesan masuk di salah satu aplikasi yang ada di handpon Nissa, Nissa pun membuka pesan chat dari Farish 'Nissa hari ini aku lembur, kau makan dan tidurlah duluan' Itulah isi pesan dari Farish


Nissa tak bisa berbuat apa apa ia hanya bisa pasrah, ia memutuskan untuk pergi ke kamarnya dan mengistirahatkan tubuhnya yang pegal, linu, cape dan lain sebagainya.


Keesokan harinya....


Cekitt...


Mobil Farish parkir mulus di halaman rumah bak istana itu, terlihat dua orang parubaya berbeda jenis tengah turun dari mobil membawa sebuah koper.


Tokkk...tokkk...tokkk...


Farish mengetuk pintu itu cukup lama, kemana dia apa jangan jangan dia masih tidur? dasar istri pemalas


"Kemana sih nie orang?" gumam Farish kesal


Krakkk...


Pintupun akhirnya terbuka terlihat Nissa masih acak acakan kayanya ia baru bangun tidur "Cih kau sangat menjijikan, suami dateng itu disambut dengan baik ini apaan!! gua jadi malas pulang" rutu Farish membalikan badannya


"Maaf A' Nissa baru bangun, soalnya badan Nissa pegel" elak Nissa memang benar, sekarang juga ia masih meresa pegal


"Sudah sudah kau pergi mandi gih bau dahdir, bikin gua malu aja kau ini" titah Farish mendorong Nissa, menyuruhnya pergi ke tandas.

__ADS_1


"Kalian siap siap" bisik Farish kepada kedua parubaya itu dan di angguki kedua. Wanita parubaya itu sebenarnya pebantu di mansionya dan yang pria bodyguardnya.


Mereka kesini di tugaskan untuk membantu Nissa agar dia tak curiga dengan apa yang telah di rencanakan Farish seolah olah Farish tuh sedang mempermainkan Nissa sebelum ia menghabisi nyawanya.


Kini mereka telah berkumpul di ruangan tengah, Nissa terus memperhatikan kedua paru baya itu, ia menyelidiki keduanya yang di tatap pun hanya bisa menunduk seolah olah mereka itu orang baik dan lemah.


"Aku kasian sama kau, rumah ini sangat besar pasti kau akan kecapean jadi aku kemarin nyari pebantu sama satpam. Apa kau setuju mereka kerja di sini?" tanya Farish lembut tentunya pura pura yaa


'Sebaiknya aku terima.... capek juga kerja sendirian dirumah yang besar ini' rutu Nissa membatin


"Emm iya aku setuju kalau bisa sih tambah lagi hhe..." jawab Nissa nyengir


"Nanti kalau perusahaanku bangkit lagi" bisik Farish


'Bangkit lagi? maksudnya apa?'


"Kalian sebaiknya istirahat dulu" titah Farish di angguki keduanya


"Maksud kamu apa?"


Nissa terlihat melongo ketika medengar kabar tak menyenangkan ini, pikirannya dipenuhi dengan pertanyaan gimana dan gimana nantinya?


'Kalau perusahaan suami bodohku ini bangkut, otomatis aku tak bisa mendapatkan apa apa? mikir Nissa mikir gimana caranya supaya perusahaan suami bodohku ini sukses besar!!' batin Nissa cemas


'Ck wajahnya sudah pucat' batin Farish tersenyum dalam hatinya. Emang bisa yaa°~°


"Yaa makanya kemarin malam aku gak pulang aku sangat stres" sambung Farish sementara Nissa ia terlihat sangat pucat


Di sisi lain tepatnya di rumah Hidayatullah, hari ini mereka kembali beraktifitas seperti semula seolah olah tak ada kejadian yang terjadi kemarin. Mereka telah mengikhlaskan semuanya dan saat ini terlihat penjagaan di pondok pesantren sangat ketat.


Aisyah dan Ahmad memasang CCTV di setiap sudut ruangan karena mereka tak ingin ada kejadian yang janggal lagi, yang membuat hati mereka terluka lagi.


Terlihat Aisyah tengah asyik main bersama Hasna dan juga kakaknya Hasna (author lupa siapa namanya :'( author ganti aja deh namanya jadi Farhan yaa:)


"Teh..." tanya Farhan, Farhan kini sudah menginjak usia 7 tahun baru masuk kelas 2 SD yaa

__ADS_1


"Ya ada apa bang?" tanya balik Aisyah yang tengah menyuapi Hasna


"Emm emm aku kagen sama ummi...hiks..." jawab Farhan meneteskan air matanya, Aisyah yang tadinya menyuapi Hasna langsung menghentikannya, ia juga merasa kangen dengan sosok wanita yang selama ini selalu menyuportnya.


Aisyahpun menarik tubuh Farhan agar ia lebih dekat dengannya lalu memeluknya dengan kasih sayang "Abang jangan sedih yaa nanti disana ummi sedih lho...abang di sini kan masih ada kami yang selalu menyayangi bang Farhan juga dedek Hasna. Jika abang kagen sama ummi abang do'akan ummi yaa, abang tahu kan do'anya? (Farhan mengangguk) nanti bacanya 3× berturut turut sehabis sholat yaa sayang" tutur Aisyah menenangkan Farhan juga terlihat air mata yang jatuh membasahi pipinya.


"Teteh juga kagen sama ummi kalian (Aisyah mengecup kening Farhan) emm bang mau tahu gak amalan yang tak akan pernah putus ketika kita sudah wafat?" tanya Aisyah membuat Farhan berhenti menangis


"Apa teh?"


"Jadi yang pertama itu sodakoh jariah, abang suka sodakoh gak? (Aisyah mencolek hidung Farhan, si empunya malah nyengir) yaa abang ini gimana sih..."


"Ahaha tata ababang huuh" celoteh Hasna kecil kayanya mengejek deh dan itu sukses membuat Aisyah dan Farhan tertawa geli


"Ihh dedek ini ngejek abang yaa?" seru Farhan mencubit pipi tembem Hasna gemes


"Tata...hihihi..." celoteh Hasna senang


"Emm yang kedua apa teh?" tanya Farhan kembali


"Yang kedua itu ilmu yang bermanfaat, abang tahu maksudnya apa?" tanya Aisyah sembari menyuapi Hasna


"Emm kaya gini bukan, misalkan abang ngajarin Hasna huruf hijaiyah sampai Hasna hafal yaa teh..."


"Iya sayang selama Hasna menghafal dan mengamalkannya pahala akan terus mengalir ke abang, nah yang ketiganya itu anak sholeh seperti abang (mencolek hidung Farhan) dan sholehah seperti dedek Hasna (lagi lagi Aisyah mencolek hidung Hasna membuat si empunya tertawa)" ujar Aisyah tersenyum manis


"Caranya gimana teh?"


"Gampang, abang selalu berbuat kebaikan dan kebaikan itu hadiahkan untuk ummi dan abi"


"Abang gak mau do'ain abi, abi jahat" ujar Farhan ketus


Aisyah menghela nafas kasar "Abang gak boleh gitu, seburuk apapun orang tua kita tetap kita harus menghormatinya dan menyayanginya. Abang do'akan semoga abi menjadi pribadi yang lebih baik seperti dulu yaa sayang, abang jangan pernah membenci abi yaa"


...Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2