Takdir Cinta Gadis Bercadar

Takdir Cinta Gadis Bercadar
sn 3 : Aisyah positif


__ADS_3

Tak menunggu waktu lama akhirnya ustadz Usman kembali dan menghampiri Aisyah yang tengah menitihkan air matanya. Sementara yang mengintip hanya bisa mematung di depan pintu.


Ustadz Usman duduk di samping Aisyah lalu menghela nafas panjang, lalu beliau menyodorkan satu batang rokok utuh, Aisyah mengangkat kepalanya perlahan sembari menyeka air matanya yang tumpah.


"Ini untuk menantu kesayangan abi" kata Usman tersenyum


Tanpa ada kata Aisyah langsung mengambilnya, di sana terlihat Ahmad ingin menegur sang istri namun Nurul menahannya "jangan, nanti abimu marah"


"Tapi mi Aisyah mau ngerokok" elak Ahmad khawatir


Aisyah langsung mencium aroma rokok katanya sih wangi terlihat dari ekhpresi wajahnya yang langsung segar "Ini bi, sudah terimakasih" ucap Aisyah menyodorkan kembali rokoknya ustadz Usman hanya geleng geleng kepala melihat tingkah konyol mantunya.


"Gak mau di isap gitu?" tawar Usman


"Aisyah gak mau ngisap rokok, cuman ingin nyium baunya aja hhe...makasih yaa abi, Aisyah pamit mau main sama Hasna Assalamualaikum" ujar Aisyah mengecup punggung tangan sang mertua lalu beranjak pergi dengan hati yang berbunga bunga.


"Waalaikumussalam warohmatullah....Ya Allah mantuku ini ada ada aja" gumam Usman menggelengkan kepalanya seraya terkekeh


"Ummi, A'a aku mau main dulu sama Hasna yaa!!" kata Aisyah sembari beranjak pergi ke kamar Hasna


Karena penasaran akhirnya Nurul dan Ahmad menghampiri ustadz Usman "Abi Aisyah kenapa?" tanya keduanya kompak


Ustadz Usmanpun menceritakan apa yang telah terjadi kepadanya, nampaknya mereka masih bingung dengan tingkah laku aneh Aisyah kenapa yaa dia?


Waktu terus berjalan, Aisyah dan Ahmad di suruh makan siang di rumah orang tuanya itu juga sebagai bukti kalau Aisyah sekarang tak ingin makan yang pedas-pedas, kini mereka telah berkumpul di sebuah ruang makan. Di sana yang terdengar hanya dentingan sendok belum ada yang membuka suara sama sekali.


Nurul, ustadz Usman dan Ahmad terus memperhatikan cara Aisyah makan dan apa saja yang ia makan. Memang benar apa yang di katakan Ahmad kepada kedua orang tuanya kalau Aisyah gak makan yang pedas malahan makan kesukaan suaminya.


"Bi tumben Aisyah makan kesukaan suaminya!!" bisik Nurul heran


"Iya abi juga heran, sambel juga gak di colek sedikitpun, biasanya mantu kita yang suka ngehabisin sambelnya"


"Aisyah kenapa sambelnya gak di sentuh?" tanya Hasanah ikut heran, semua mata tertuju pada Aisyah...yang di lirikpun menatap ke sekeliling.


'Ya Allah perutku mual' batin Aisyah membukam mulutnya dengan kedua tangannya membuat semua orang menjadi lebih bingung dua kali lipat dari orang normal hha....


Tanpa permisi Aisyah langsung berlari kecil menuju kamar alm. neneknya karena tidak tahan lagi ingin memuntahkan isi perutnya gak mungkin juga di sana kasian sama orang yang lagi enak enaknya makan.


"Aisyah kenapa?"


"Maaf aku samperin dulu" kata Hasanah beranjak pergi begitu juga dengan Nurul yang khawatir.


"Bue...bue... (anggap suara lagi mual)


"Aisyah kamu kenapa?" tanya keduanya kompak

__ADS_1


"Gak tahu, bue...bue..."


"Pusing gak?" tanya Nurul


"Aisyah mual bue..."


"Apa jangan jangan Aisyah hamil?" bisik Hasanah membuat Nurul mematung


"Gak mungkin, aku kan udah ngewanti wanti Ahmad supaya jangan bikin Aisyah hamil"


"Bawa aja Aisyah ke rumah sakit"


"AHMADD" pekik Nurul dan segera Ahmad menghampiri mereka


"Aisyah gak papa kan?" tanya Ahmad khawatir


"Bawa Aisyah ke rumah sakit terdekat, cepet Mad" titah Nurul khawatir


Tanpa banyak kata Ahmadpun membawa Aisyah kerumah sakit, mereka berdua tak ingin ikut karena mereka tidak ingin mendengar kabar yang mengejutkan ini langsung dari dokternya.


"Aisyah kenapa?"


"Paling juga hamil"


"Kita tunggu saja kabarnya" jawab Nurul lemas


Ahmadpun masuk dengan Aisyah yang ia gendong karena tadi di mobil Aisyah ketiduran biasa lah orang suka tidur dimanapun ia berada di situlah orang itu tidur.


"Aisyah pingsan?"


"Entahlah tadi sih dia bilang mau tidur" jawab Ahmad seraya merebahkan tubuh sang istri di atas ranjang.


Karena tak percaya Nurulpun ngecek berusaha membangunkan mantunya namun tak ada reaksi dari Aisyah ia tak bangun bangun "Fiks Aisyah pingsan" Seketika raut wajah mereka jadi lesu dan khawatir.


"Apa kata dokter?" Ahmad langsung memberikan sebuah amplop, kemudian mereka mengeluarkan isi amplop seraya di baca terlihat mata mereka membulat.


"Ini pasti salah" ucap mereka tak percaya


"Itu udah yang kedua kalinya, dan hasilnya sama positif" jelas Ahmad meneteskan air matanya.


"Kamu Ahmad ummi wanti wanti, jadi kan seperti ini"


"Terus kalau sudah sepeti ini kita karus ngapain?"


"Kita minta Aisyah gugurin kandungannya sebelum masuk empat bulan"

__ADS_1


"Pasti Aisyah gak mau"


"Tadi dokter juga sudah memberi penjelasan semuanya dan itu membuat Aisyah syok makanya dia seperti ini, dokter juga nyaranin untuk gugurin kandungannya tapi Aisyah kekeh pengen mempertahankan" jelas Ahmad sesuai apa yang di katakan dokter.


"Terus"


"Tapi kata dokter lagi gak papa di pertahankan tapi jangan sampai kecapean, makan yang sehat sehat, istirahat yang cukup"


"Kalau misalkan waktu lahiran gimana?"


"Kata dokter sih bisa jadi keduanya selamat tapi tergantung kekuatan yang dimiliki Aisyah, do'akan saja"


"Ya Allah...mudah mudah nanti keduanya selamat"


"Kamu sih ceroboh"


"Hahai benerkan kata gua apa, si Aisyah hamil...gak percaya sih, mana mungkin lah seorang suami gak bisa nahan hawa nafsunya" ledek Farish terkekeh


"Ya emang sih, tapi aneh perasaan nafsu laki gak besar tapi kenapa laki yang gak bisa tahan?"


"Biarinlah ini sudah terjadi di luar dugaan kita, kita do'ain aja mudah mudahan Aisyah dan calon bayinya baik baik aja sampai nanti lahiran"


'Hahh istriku yang ganas, aku yang kena ejekan. Nasib deh' batin Ahmad pasrah


"Emm maaf semuanya, sebenarnya yang salah itu aku...." kata Nabila yang dari tadi mendengar perbincangan mereka di balik pintu


"Maksudnya apa?"


"Waktu di pantai aku sama kak Renata....yang yang nga-ngasih..." Nabila menggantung ucapannya karena Ahmad mengisyaratkan agar tutup mulut


"Tapi kak aku cuman ingin membenarkan saja" ucap Nabila menghampiri Ahmad


"Gak papa Bila, A'a ikhlas" bisik Ahmad lembut


"Tapi kan, itu gak benar...Nabila gak tahu kalau teh Aisyah gak bisa mempertahankan kandungannya. Kalau tahu Nabila akan cegah kak Renata untuk tidak ngelakuin itu"


"Renata? maksud kamu apa?"


"Iya ummi, sebenarnya..."


"Jangan Nabila" titah Ahmad


"Gak papa A', Jadi waktu di pantai kak Renata ngasih obat kuat di jus teh Aisyah. Dan mungkin teh Aisyah minum jus itu jadi ke bablasan..." jelas Nabila membuat semua orang terkejut


"Ya Allah kami lupa gak beritahu kalian"

__ADS_1


"Hmmm gak papa kami gak nyalahin kalian berdua, ini salah kami...kami lupa memberi tahu kalian, biarlah ini sudah terjadi. Yang terpenting kita harus jaga Aisyah jangan sampai dia kapean jangan sampai terjadi apa apa sama dia. Ummi sayang kamu" tutur Nurul seraya mengecup kening sang menantu.


Bersambung....


__ADS_2