
Aisyahpun melajukan mobilnya. Ahmad masih mematung disana, melirik ke arah mobil Aisyah yang akan melaju.
"emm apa sebaiknya saya pulang bareng sama si Aisyah, takutnya mereka gak puas terus ngelabrak dia lagi" gumam Ahmad
Ahmad melangkahkan kakinya ke mobil buru buru, lalu menyalakan mesin mobilnya dan melaju mengikuti gadis bersorban itu.....!! Haha iya kan sekarang Aisyah pake sorban bukan cadar jadi di panggilah gadis bersorban.
"Aisyah maaf yaa saya ngikutin kamu dari belakang takut kamu dibuly lagi" gumam Ahmad, terpokus hanya pada satu titik yaitu mobil milik Aisyah.
****
"Ya Allah Kakak itu kenapa ngikutin aku, aku jadi takut deh...Astagfirullah Aisyah gak boleh so'udzon. Kamu tahu kan kalau diatuh tetanggamu, ihh kenapa sih pikiranku jorok, gak mungkinlah katanya dia lelaki idaman. Tapi akh masa...ehh iya juga kayanya soalnya tadi juga kaya khawatir gitu. Ihh engap kalau pake sorban, rasanya pengen di lepas. Tapi gak papa deh bentar lagi nyampe. Emm wangi juga yaa sorbannya, kk itu siapa sih namanya...? aneh banget yaa padahal tetangga tapi aku tak pernah liat, emm mungkin aku kali yang jarang keluar rumah jadi gak tahu"ucap Aisyah bersungut.
Ketika ia akan berbelok ke gang kompleknya tiba tiba sekumpulan cewek sok jagoan tadi berjajar kembali seperti mau dibagi sembako. Mereka kayanya belom kapok deh...Ahhh untung ada si Ahmad yang mengikuti gadis bersorban itu. Aisyahpun menghentikan laju mobilnya untuk ke dua kalinya.
"Ya Allah, kenapa sih mereka demen banget ngebuli Aisyah, ya allah kak Sindi bawa pisau lagi...Ya Allah lindungi hambamu ini" gumam Aisyah berdo'a
Aisyah membuka pintu mobil dan keluar " kalian mau apa lagi"
"Ouhhh sekarang udah jadi ******* sorban yaa" seru Sindi, tangan kiri dikaitkan di pinggangnya dan tangan kanannya memegangi pisau kecil namun tajam.
"Ahahaha huuuhhh" sorak anak buah Sindi
Sindi melangkahkan kakinya perlahan, dengan tawa mengerikan, mata sinis serta senyuman jahat terlihat di wajahnya, mungkin cewek itu ingin mempringati gadis bersorban itu.
"Kakak kamu mau ngapain, kamu sadar gak sih itu bahaya, kak Sindi istigfar, kak" ujar Aisyah, mulai ketakutan, melangkah mundur selangkah demi selangkah.
"Aisyah...kamu harus meninggalkan dunia ini, untuk selama lamanya. Agar aku jadi satu satunya cewek terpopuler di sekolah" seru Sindi, terus mendekati Aisyah.
Saat keduanya berdekatan. Sindi mengangkat pisau ke atas, seolah olah ia akan membunuh gadis bersorban itu.
__ADS_1
"Apa ada kata kata terakhir untuk di sampaikan?"
"Kamu jangan bunuh aku. Aku akan keluar dari sekolah itu, supaya kamu jadi perempuan terpopuler di sekolahsatu, asalkan kamu jangan bunuh aku. Aku mohon" ucap Aisyah, menekukkan kakinya sehingga berposisi lutut menekuk di aspal dengan telapak tangan yang disatukan dan diletakkan di dada, Air mata yang mulai mengalir membasahi sorban itu.
"Engak, kamu harus mat....." ucap Sindi terpotong dan menghentikan laju pisau yang ia akan di arahkan kebagian kepala gadis itu.
"Berhentiiiiii" ucap RT setempat dan warga warga di sana.
Aisyah yang tengah menundukkan kepalanya (pasrah) di angkatkan ke atas untuk melihat sekelilingnya. Ketika Sindi mengarah ke Rt tersebut yang berposisi di belakanya, tiba tiba pundak Aisyah di pegang dan di berdirikan oleh seorang lelaki keker, yaa siapa lagi kalau bukan si Ahmad.
Aisyah terkejut ketika pundaknya di pegang, karena Aisyah ketakutan jadi ia mengikuti ajakan bujangan itu.
"Ayo berdiri" bisik Ahmad, dan membawanya ke belakang, agak jauh dari posisi tadi. Dan langsung melepaskan pegangannya "maaf" sambung Ahmad. Gadis itu hanya menyungingkan senyumannya.
____
"Istigfar kamu" ucap Pak RT itu
Sindi mulai melangkahkan kakinya namun diringkus warga setempat dan di bawa ke kantor polisi untuk di mintai keterangan, atau mungkin setelah ini dia akan di bawa kerumah sakit jiwa.
Ouhhh iya teman temannya kemana...? Saat Sindi melangkahkan kakinya tadi pas awal, warga itu langsung membekam mulut teman temannya dan membawanya jauh dari tempat itu. Sehingga anak buannya tak tahu apa yang sedang dilakukkan Sindi.
****
"Emmm kamu gak papakan?" tanya pak RT tersebut, menghampiri mereka berdua.
Aisyah terlihat gemetar ketakutan dan hanya diam
"Alhamdulillah pak, sebelumnya terima kasih atas bantuannya" jawab Ahmad, karena Aisyah hanya diam.
__ADS_1
"Sama sama, kamu tenang aja yaa gadis itu sudah kami bawa ke kantor polisi" ucap pak RT. Aisyah hanya bengong, dan lagi lagi Ahmad yang harus membuka suara.
"Alhamdulillah...emm bapak bisa ngendarai mobil?" tanya Ahmad
"bisa" ucap pak RT
" Saya boleh minta bantuan, bapak bawa mobil yang itu kerumah Aisyah, soalnya Aisyah akan pulang bersama saya, bp tenang aja dia saudara saya" Ahmad terkekeh
'Gak papa lah aku pulang sama kk ini, aku bener bener takut. Aneh deh kenapa warga pada tateng padahal aku gak teriak'batin Aisyah.
"iya boleh dek, saya liat juga adeknya gemeteran gak mungkin juga untuk ngendarai mobil, takut nambrak sesuatu gitu hhe...."
Merekapun menyetujui, Aisyah hanya mengangguk anggukan kepalanya. Haha...ini kesempatan untuk lebih deket sama gadis bersorban itu, pikirnya.
Di mobil...
"Emm Syah, maaf yaa tadi saya pengang tangan kamu" seru Ahmad, memecah keheningan. Tapi gadis itu tak menjawab dia hanya bengong sekaligus gemeteran 'Ya Allah saya kasian banget sama Aisyah, emm gimana yaa caranya agar dia melupakan kejadian tadi dan gak menjadi trauma'batin Ahmad, melirik sedikit ke arah Aisyah.
"Emm sebenarnya mereka itu siapa?" tanya Ahmad, canggung.
"Kk kelas"jawab Aisyah, singkat jelas padat
"Ouh...udah dong jangan nangis, mata kamu nanti sipit lho"
"emm iyaa, aku cuman takut hikss"
"Jangan takut yaa, kamu harus jadi wanita kuat. Jangan terlihat lemah dihadapan orang. Semangattt"
"iyaa makasih"
__ADS_1
Bersambung....