
Sementara di sisi lain, Ahmad dan Aisyah telah sampai di klinik terdekat. Terlihat Aisyah tengah di tangani bidan di sana, terlihat senyuman yang mengembang di bibir sang bidan kemudian.
"Selamat pak istri bapak hamil sudah masuk dua bulan" ucap bidan pro
"Jadi benar istri saya hamil?, Alhamdulillah...tapi dok kenapa istri saya sakit perut?" tanya Ahmad heran
"Mungkin istri bapak tadi makan pedas!! jadi sakit perut" jawab dokter bingung
"Tuh neng tadi sih kamu pake masukin sambal segala jadi sakit perut kan?" seru Ahmad kepada sang istri polos membuat Aisyah tertawa geli
Aisyahpun menatap kembali kepada sang dokter "Maaf dok maksudnya tadi kenapa perut saya sakit, apa itu penyakit?"
"Oh maaf, bukan penyakit, itu hanya kram awal kehamilan. Ibu sama bapak gak usah khawatir" jelas dokter itu
"Tuh kan Aisyah gak papa, A'a sih lebai" bisik Aisyah kesal
"Namanya juga panik, wajar neng.." bisik Ahmad nyengir
"Pak, istri bapak jangan sampai kecapean, asupan makannya juga di jaga harus yang sehat sehat..." saran bidan
Setelah di beri penjelasan oleh bidan Aisyah dan Ahmadpun pulang, sesampainya mereka di rumah Ahmad akan menggendong Aisyah namun Aisyah menolaknya "A'a Aisyah bisa sendiri" ucap Aisyah berlalu meninggalkan Ahmad
"Ehh non Aisyah gimana ke adaan non apa kata dokter?" tanya bi Siti kepada Aisyah yang akan menaiki tangga
"Alhamdulillah gak ada riwayat penyakit apa-apa, Aisyah cuman kram awal kehamilan "
"Alhamdulillah selamat yaa non...terus non gimana dengan pranknya?" bisik bi Siti karena takut Ahmad mendengar ucapan bi Siti.
"Sukses bi hhe..." Aisyah mengangkat jempolnya kepada bi Siti "Aisyah ke kamar dulu yaa" sambung Aisyah melanjutkan langkahnya.
"Aden selamat yaa, bentar lagi akan jadi seorang ayah hhe.." ucap bi Siti kepada Ahmad yang akan menaiki tangga
"Iya bi hhe...maaf yaa bi Ahmad ke kamar dulu" pamit Ahmad berlalu
Ahmad pun sampai di kamarnya ia langsung merebahkan kepalanya di pangkuan Aisyah yang tengah memainkan handponnya lalu mengusap usap perut datar Aisyah sesekali mengecupnya membuat Aisyah gemas "Cepet keluar yaa abi gak sabar pengen gendong kamu" kata Ahmad terkekeh
__ADS_1
"Semoga dedek bayinya perempuan, tapi idungnya mirip abinya yaa mancung gini, bibirnya kecil kaya abinya, alisnya jangan tebel tebel gila liatnya kaya ulet bulu, matanya jangan kaya abi gak ada bulu matanya hee.... Iya yaa kenapa A'a gak ada bulu matanya?, padahal bulu mata Aisyah panjang tebel lentik lagi. Ahh gak papa deh pokonya jangan kaya abi matanya" cerocos Aisyah membuat Ahmad geleng geleng kepala seraya terkekeh.
"Kalau laki laki gimana?"
"Emm gak papa sih gak jadi masalah tapi Aisyah pengennya perempuan, perempuan yaa de" terekekeh
'Hahhh ngalah dehh' batin Ahmad
"Neng kamu udah ngantuk belum?" tanya Ahmad masih mengelus elus perut Aisyah gemas
"Gak"
"Tidur yuu kata dokter juga harus istirahat yang cukup" rayu Ahmad
"Bilang aja A'a udah ngantuk" ucap Aisyah ketus seraya mengikat rambut Ahmad dengan karet gelang yang telah ia siapkan di atas meja
"Au neng jangan di bedot peres" ucap Ahmad mengeduh karena Aisyah terlalu kencang mengikatnya.
"Maaf A'a"
"Ehh iya skripsi udah belum?" tanya Ahmad melirik ke arah wajah Aisyah yang tengah serius melirik ke arah rambut Ahmad seraya mengangguk.
"Iya"
Aisyahpun merebahkan tubuhnya dengan sikap miring berhadapan dengan sang suami, terlihat tangan Ahmad terus saja mengelus elus perut Aisyah.
Rasanya ingin menyingkirkan tangannya karena Aisyah merasa geli namun biarkan lah nanti juga bakal berhenti kalau udah tidur nyenyak hha...
Keesokan harinya Aisyah membuka matanya pelan ia melirik ke arah tempat tidur Ahmad seketika ia terkejut karena Ahmad tak ada di sampingnya.
Terdengar suara benturan air ke lantai seketika nafas legapun keluar, entah kenapa akhir akhir ini Aisyah tak ingin jauh dari Ahmad.
Aisyah melirik ke arah jam dinding masih jam 04:03 Aisyahpun merebahkan kembali tubuhnya karena masih ngantuk. Sekitar lima menit kemudian 'klakk....' suara pintu tandas terbuka.
Ahmad menghampiri Aisyah yang tengah tertidur pulas "neng...bangun sayang bentar lagi udah mau adzan subuh" titah Ahmad menggiyang goyangkan bahunya pelan.
__ADS_1
"Masih ngantuk"
"Ouh mau di gendong yaa!!" rayu Ahmad tergalak membuat Aisyah terbangun dari tidurnya dan langsung beranjak pergi menuju tandas
"Ehh buka pintunya" pekik Ahmad menghentikan kegiatan Aisyah yang tengah menutup pintu tandas "bareng mandinya" sambung Ahmad nyengir
"Bukannya udah mandi?"
"Belum"
"Terus tadi ngapain heboh di kamar mandi?"
"Tadi nyuci lantai biar nanti kamu gak kepelet gara gara lantai licin" jelas Ahmad nyengir
'Segitunya, aneh banget nie A'a' batin Aisyah mengeryitkan keningnya
"Makasih A' tumben perhatian biasanya juga nanti kalau udah satu minggu" ledek Aisyah, ya emang Ahmad selalu nyikat lantainya satu minggu sekali tapi ini kan baru di gosok kemarin masa sekarang di gosok lagi kan aneh?
"A'a cuman gak mau kamu kepleset nanti bayi kita gimana!"
"Bayi bayi bayi...ibunya gak di perduliin" gumam Aisyah kesal
"Kamu bicara apa sih kok gemes" seru Ahmad terkekeh lalu menutup pintu tandas ketika mereka sudah masuk ke dalam.
Setelah selesai mandi dan memakai baju, seperti biasa Ahmad pergi ke masjid untuk melaksanakan sholat berjamaan sedangkan Aisyah ia sholat di rumah lalu pergi ke dapur.
"Emm mau masak apa yaa?" gumam Aisyah membuka lemari es dan di dapatinya buah mangga sisa kemarin membuat Aisyah tergiur sampai air silivanya hampir ke luar.
Aisyahpun meraih buah mangga itu lalu memakannya tanpa ada ekspresi apa apa.
Klakkk...Ahmad masuk ke dalam rumah "Assalamualaikum..." ucap Ahmad namun tak ada yang nongol biasanya ketika pintu itu terbuka Aisyah sudah ada di balik pintu tapi kali ini gak ada.
Ahmadpun melangkahkan kakinya menuju kamar namun langkahnya terhentikan ketika menghirup aroma masam dari buah mangga yang di makan sang istri.
Ahmadpun menoleh ke arah dapur lalu mendekat "Ya sallam neng gak masem? gigi A'a linu liatnya" seru Ahmad duduk di kursi sebelahnya
__ADS_1
"Gak, A'a cobain deh manis lho kaya aku hhe..." Aisyah menyodorkan potongan mangga ke mulut Ahmad namun Ahmad memalingkan wajahnya agar terhindar dari buah itu
prakk... suara garpu jatuh ke lantai keras membuat Ahmad diam. Aisyah terlihat sangat marah matanya melotot lalu duduk di kursi "mau di gituin gak? di banting?" tanya Aisyah marah