
_S**atu tahun kemudian**_
Kita skip aja, dua hari sebelum kelulusan sekolah SMA Al-Azhar Sukabumi
Malam hari dengan Angin spoy spoy yang menusuk ke tubuh membuat sebagian orang merasa kedinginan, malam penuh keheningan dimana semua orang sibuk mempersiapkan otak dan tubuhnya untuk esok hari. Tapi tidak dengan keluarga Hidayatullah
Di tempat yang berbeda penuh dengan ketegangan serta kecanggungan. Farish malam ini tengah mengkhitbah pujaan hatinya yaitu Nissa sahabat Aisyah, Farish di temeni orang tua angkatnya tapi tidak dengan Aisyah ia memilih untuk dirumah bersama Mila dengan alasan malas pakai cadar.
Tak ada angin tak ada badai pertemanan mereka hancur berkeping keping semenjak 10 bulan yang lalu entah apa yang merasuki Nissa sampai sampai ia membenci gadis berniqob itu.
Aisyah takut terjadi keributan di sana makanya ia memilih tuk diam di rumah, Aisyah tak benci kepadanya namun karena ia menghargai keputusan sahabat nya itu untuk putus jadi yaa dia ikut ikutan kaya seorang yang bisu ketika bertemu dengannya.
Pasti nya sedih lah di tinggal pas lagi sayang sayang nya, apa lagi dia harus merelakan Farish untuk nya pasti terluka banget....!!!
"Aisyah sabar yaa, kamu harus kuat" seru Mila, mengelus ngelus bahu Aisyah yang tengah membolak balikan layar branda Facebook nya dengan tatapan kosong. Mila tahu akan hal ini yaa karena Aisyah yang terang terangan curhat kepada nya sebelum Farish mengenal Nissa, pas tiga hari setelah mereka berteman.
Yaa,, Aisyah hanya mempercayai Mila ketimbang Nissa untuk menjaga rahasia nya soal nya, Nissa orang nya ceplas ceplos takut nya nke rahasia nya itu tersebar tapi tidak dengan Mila dia orang nya jarang bicara jadi aman pikirnya.
"Aku gak papa, kamu kali yang kenapa napa. Aku tahu kamu cemburu Farish mengkhitbah Nissa" di sisi lain Mila juga mengagumi Farish namun ia sembunyikan perasaan nya itu dari siapapun terutama Aisyah. Siapa sangka seorang Aisyah tahu tentang itu!. Yaa lah tahu soal nya beda dari mata nya ketika bertemu dengan orang yang ia kagumi.
"Ihh gak" elak Mila membalikkan badannya sehingga berposisi membelakangi Aisyah, membuat Aisyah curiga aja...
"Kamu jangan bohong aku tahu, sepandai apapun kamu berbohong semakin aku tahu isi hatimu" seru Aisyah dengan nada sedikit tinggi namun terkekeh membuat Mila semakin canggung dan takut.
"Hha jangan tegang gitu dong, udah jujur aja. Aku mah udah gak ada perasaan apapun lagi sama dia, aku cuman anggap dia seperti kk kandung ku. Hanya saja aku...sebenarnya gak setuju Aris sama Nissa"
"Emang kenapa?" tanya Mila kaget
__ADS_1
"Ya gimana yaa, sifat Nissa akhir akhir ini beda banget. Tahu gak?" Mila menggeleng "waktu kita pulang sekolah aku liat Nissa sama laki laki,, mesraa banget, aku gak tahu itu laki lakinya siapa soal nya bagian kepala nya di tutupi jadi gak liat" sambung Aisyah
"terus terus" seru Mila mulai tertarik
"Aku aduin lah ke Aris coba apa yang terjadi? aku yang malah kena marah, di situ lah aku gak mau lagi berurusan sama hubungan mereka. Aku biarin aja deh Aris mau gimana gimana terserah bodo amat" sambung Aisyah menyilangkan tangannya di dada dengan senyum kecut.
"Iya bener kata kamu aku juga liat, aku tahu kok siapa orangnya"
"Apa? siapa?"
"Dafit" jawabnya singkat
"Apa si cowok bandel itu? Astagfirullah gak nyangka. Ngekhianatin Aris!"
"Maaf yaa Nissa kita gibah,, iya si cowok bandel itu, mereka tuh sebenarnya pacaran" jelas Mita membuat Aisyah semakin tak percaya dan kasihan kepada Farish yang telah di tipu mantan sahabat nya itu.
"Kamu tahu di mana?" tanya Aisyah gigit telunjuk ia sangat khawatir
"Ya Allah, aku harus kasih tahu soal ini" Aisyah hendak meraih ponselnya namun Mila menahannya.
"jangan" seru Mila menggelengkan kepala nya "percuma Syah, A Farish bakalan gak percaya, pasti dia bakalan semakin benci kepadamu, udah biarin...sedalam apapun bangkai di kubur kelama lamaan akan tercium bau nya juga tenang aja" nasehat Mila.
Mila takut Nissa berbuat macem macem terhadap sahabat nya itu sebenar nya dia tahu segala nya tentang kebusukan Nissa, maka nya Mila tak ingin sahabat nya itu terkena fitnah mantan sahabat nya itu.
Kita beralih ke rumah Nissa
2 keluarga kecil telah bersatu, berkumpul di suatu ruangan yang di sebut ruang tamu. Semua orang merasakan canggung apa lagi Farish yang sedari tadi menundukkan kepalanya dengan hati cenat cenut dan keringat dingin terus ke luar dari kening nya itu.
__ADS_1
"Jadi kedatangan kami kesini untuk mengkhitbah putri kalian yang bernama Nissa untuk putra kami Farish" ucap Rahmat memulai pembicaraan dalam keheningan.
"Ahh iya kami setuju setuju aja tapi keputusan ada di tangan Nissa" seru Mamah Nissa terlihat sungingan senyuman di bibirnya.
"Gimana Nis?" tanya Hasanah
Nissa sedikit ketakutan ia bingung mau bilang apa hatinya bilang iya tapi pikiran nya bilang tidak. Kenapa dia? yaa dia ketakutan karena lima hari yang lalu setelah selesai ujian kelulusan, Nissa pulang sekolah sendirian mengendarai sepeda motornya karena pada saat itu tak ada satupun temannya yang ingin pulang berdamanya.
Ia menelusuri jalan mulus, di saat pertengahan jalan tiba tiba Dafit memanggil namanya seketika lajunya berhenti, Nissa memakirkan terlebih dulu sepeda motornya lalu di hampirilah Dafit yang tengah duduk di teras rumahnya.
"Iya apa...kamu kenapa gak sekolah?" tanya Nissa manja
"Emm ada yang kangen kayanya" seru Dafit mencolek hidung Nissa membuat Nissa semakin manja, pasalnya Nissa pacaran sama dia tanpa ada yang mengetahui terutama Farish inti nya diatuh mendua.
"Eh sayang minum dulu" Nissa meraih gelas yang di sodorkan Dafit tanpa ia sadari itu adalah minuman mabuk (khamar) Nissa terajur meminumnya seketika Nissa merasa pusing di situlah hasrat Dafit muncul.
Dafit mengajak Nissa untuk berhubungan badan, dalam keadaan seperti itu Nissa malah mengganguk menyetuinya. Dibawalah Nissa kedalam kamarnya dan melakukan Zina Yadin.
Setelah melakukan zina, Nissa meminta untuk memper tangung jawabkan atas perbuatannya namun Dafit malah kabur sampai detik ini Dafit tak pernah memunculkan batang idungnya.
'Duh gimana nie, apa aku terima aja untuk menutupi aibku sebelum aku tercap hamil' batin Nissa
"Gimana nduk, kok malah bengong?" ucap Hasanah memecahkan lamunan Nissa.
"Ah iya in syaa Allah aku siap jadi istri Aris" jawab Nissa menyungingkan senyumannya kemudian.
"Alhamdulillah"
__ADS_1
Merekapun melanjutkan pembicaraannya mengenai kapan ijab kobulnya di mana dan seterusnya.
Bersambung....