Takdir Cinta Gadis Bercadar

Takdir Cinta Gadis Bercadar
sn 2 : Semoga aja


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 01:07 siang dimana gadis berniqob itu tengah menghirup udara yang keluar dari sebuah ac yaa kini Aisyah berada di sebuah pusat perbelanjaan (mall) bersama Mila dan Farish. Terlihat mimik wajah berseri walaupun matanya sedikit kemerah merahan akibat seharian menangis.


Aisyah terus berjalan melirik kesekeliling mall guna mencari barang yang ia sukai, namun gara gara matanya melirik ke sana kemari akhirnya ia menabrak seorang pria yang tengah menelpon dengan tatapan ke bawah sehingga mereka saling bertabrakan.


Akibat dari tabrakan itu sebuah tas yang terbuat dari kertas terjatuh ke lantai sehingga isi yang di dalamnya keluar. Aisyah meraih tas itu di dapatinya sebuah gaun putih 'Masya Allah gaun ini...gaun yang selama ini aku inginkan' gumam Aisyah dalam hati.


"Mbak maaf saya udah nabrak mbak" seru pria itu kepada Aisyah yang tengah memasukkan gaun kedalam tasnya setelah terbangun dari lamunannya.


"Ini mas, maaf yaa saya udah menabrak masnya sampai jatuh lagi tasnya hhe..." ucap Aisyah menyodorkan tas kepada pria itu tanpa meliriknya.


"Mbak..ini mbak yang mobilnya mogok pas di jakarta?" tanya pria itu terkekeh membuat Aisyah mengangkatkan kepalanya.


"Masya Allah mas yang waktu itu bantuin saya" seru Aisyah terkekeh seraya menundukkan kepalanya lagi, Aisyah kenal kepada pria itu karena mengenakan masker dan topi yang sama waktu ia kenakan di jakarta.


"Iya Ya Allah gak nyangka yaa kita bisa berjumpa lagi"


'Mungkin jodoh hhe...' batin Aisyah nyengir tanpa ia sadari melontarkan kata itu.


"Hehe...emm maaf mas itu gaun untuk siapa?" tanya Aisyah gugup, tangannyapun ia remas remas serta keluar keringat dingin di keningnya.


"Emm ini gaun untuk calon istri saya"


Deggg....!!


'Ya Allah sakit banget dengernya, ternyata dia udah punya calon. Padahal kemarin aku berharap banget untuk bisa jadi istrinya' batin Aisyah merasa kecewa.


"Emm selamat yaa mas semoga di lancarkan dalam segalanya, emm emang kapan nikahnya?" tanya Aisyah terkekeh berusaha untuk tegar.

__ADS_1


"In syaa Allah besok malam"


"Apa?" Aisyah terkejut karena kok bisa gitu sama dengan hari pernikahannya "Emm maaf maksudnya anu itu tadi saya liat ada cadarnya, emang calon istri mas pake cadar yaa?" tanya Aisyah mengalihkan karena emang tadi dia melihat ada sebuah cadar yang keluar dari tas itu.


"Hhe iya mbak, makanya waktu di jakarta mbak itu mengingatkan kepada calon istri saya. Suaranyapun hampir sama hhe..." jelas Ahmad di angguki Aisyah yang penuh dengan tanda tanya di pikirannya.


"Emm maaf yaa mbak saya permisi soalnya ada barang yang belum saya beli keburu sore...Assalamualikum" ujar Ahmad mengayunkan kakinya entah kemana.


"Waalaikumussalam" jawabnya pelan menangkis semua pertanyaan pertanyaan yang bermunculan dikepalanya "Aris, Mila ayok lanjut lagi jalan jalannya" Aisyah menoleh ke belakang ia sangat malu karena orang yang berada di belakangnya orang lain bukan Aris dan Mila.


Aisyah membalikkan badannya kembali karena ia merasa malu lalu pergi mencari dua sejoli itu dengan cara menelponnya, pas saat di telpon ada pemberitahuan 'Maaf pulsa kamu tidak mencukupi untuk menerima panggilan' karena tak ada pilihan lain Aisyah memutuskan untuk pergi mencarinya.


Lantas ke mana dua sejoli itu? padahal tadi ada dibelakang nya!!


_Flacback_


Karena ia takut kalau keduanya saling kenal cuman gara gara Ada dirinya, yaa bisa bisa gagal dong rencana pernikahannya cuman gara gara Aisyah tak menerimanya.


Ini juga sebagian amanah dari Rahmat agar merahasiakan siapa yang telah mengkhitbahnya. Sampai detik ini Aisyah tak mengetahui siapa calon suaminya.


"A' mau kemana?" tanya Mila mengerutkan keningnya


"A'a pengen makan, kitake resto yuu" ajak Farish mengalihkan karena Mila belum tahu apa yang di amanahkan Rahmat, tapi bukan berarti Mila gak tahu kalau sahabatnya itu akan nikah.


"Itu Aisyah" elak Mila khawatir


"Gak papa nanti kita telpon, udah A'a gak bisa tahan pengen makan" elak Farish di angguki Mila, Mila sangat takut Aisyah tersesat dan mencari mereka berdua.

__ADS_1


Tapi mau gimana lagi, masa ia tolak permintaan suaminya 'A'a kenapa sih? apa A'a mau ngeprank Aisyah!!' batin Mila sembari duduk di bangku yang di tata di resto yang ada di dalam mall itu.


'Semoga aja mereka gak saling kenal, bahaya kalau sampai mereka saling kenal' batin Farish terus memperhatikan mereka.


Waktu terus berjalan kini mereka memutuskan untuk pulang setelah Aisyah menemukan mereka yang tengah asyik pacaran di resto itu.


Seperti sedia kala Aisyah yang duduk di belakang sendiri di mobil, kali ini Aisyah tak tidur sabab hatinya masih sakit akibat goresan ucapan pria misterius (sebutan Aisyah kepada Ahmad).


Singkat cerita malam pun tiba, gadis itu tengah membaca buku sekaligus mengerjakan tugas yang belum ia kerjakan. Masih sempat sempatnya ia belajar dalam situasi seperti ini. Entahlah rasanya gadis itu sekarang tak memikirkan apa apa, menurutnya ya udah gimana nanti aja, kuliah? bisa dibujuk yaudah tenang aja.


Tokkk..tokkk...tok...suara ketukan pintu dari luar kamar, segera Aisyah menunda pekerjaannya lalu pergi ke arah pintu untuk membuka pintunya, didapatinya mpok Lilis yang tengah mematung di sana.


"Non ini ada kiriman dari calon suami non" tutur Mpok Lilis menyodorkan sebuah tas yang terbuat dari kertas dan di raihlah tas itu oleh Aisyah seraya mengucap terima kasih.


"Sama sama non kalau gitu mpok permisi" ucap Mpok Lilis tergesa gesa karena ia takut Aisyah menanyakan siapa calon suaminya.


"Aneh, emm kayanya dia takut deh aku tanya tanya soal siapa calon suamiku. Padahal mah tenang aja, akunya udah gak peduli" seru Aisyah datar sembari menutup pintu kamarnya dan duduk di atas ranjang.


"Tas ini kaya aku kenal" gumam Aisyah mengingat ingat "Ini kan" seru Aisyah mengeluarkan isi di dalam tas itu "Ini kan gaun yang mas misterius itu beli!! ini cadarnya juga percis banget. Emmm jangan jangan mas misterius itu adalah calon imam aku 'Ahhhhhh'" teriak Aisyah membuat seisi rumah heboh


"Ada apa sayang/non/Aisyah" pekik semua orang yang berada di rumahnya panik.


"Enggak ada apa apa" ucap Aisyah melongo ia terkejut dengan kedatangan mereka. Karena tak ada apa apa yang terjadi pada Aisyah jadi mereka memutuskan untuk kembali ke tempat asalnya masing masing.


"Hhe..mungkin akibat teriakanku hhe...atuh da seneng banget, moga aja bener lelaki itu yang tadi kerumah, ahh gak sabar pengen cepet cepet liat bener apa gak. Semoga gak mengecewakan" gumam Aisyah sembari memeluk gaun yang Ahmad berikan kepadanya.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2