
_Flasback Off di Sukabumi_
Sekitar pukul 01:30 Mila merasa perutnya sakit, mungkin ia akan melahirkan.
"A'aaaa perut Mila sakittt" ucap Mila meringis kesakitan seraya menepuk nepuk bahu sang suami membuat Farish terbangun dari tidurnya.
Mimik panik terlukis di wajah Farish, ia bingung harus ngapain. Farsih segera meraih telponnya untuk menelpon Hasanah.
Tringggg....tring....
📞 "Assalamualaikum...ada apa Rish" ucap di sebrang sana
"Bunda...Mila mau melahirkan" pekik Farish panik tanpa menjawab salam.
"Apa? iya bunda ke sana"
tutt...tutt...panggilan terputus
"A'aa cepetttt, Mila udah gak kuatttt" rengek Mila kesakitan
"Ya neng bentar"
Tak lama akhirnya Rahmat dan Hasanah datang juga, terlihat mimik wajah Farish panik saat membuka pitunya dan terdengar juga ringisan kesakitan di arah kamar.
Sontak membuat Hasanah dan Rahmat semakin panik segera Mila di bawa ke rumah sakit terdekat. Setelah sampai di rumah sakit, Hasanah dan Rahmat mondar mandir gak jelas. Dan yang anehnya lagi Hasanah malah menghubungi Nurul yang tengah asyik tidur nyenyak di dekapan sang suami...
Triinggg....tringgg.....
"Emmm siapa sih yang nelpon, Ya Allah Ahmad..." ucap Nurul terperanjat dari tidurnya kaget. Ustadz Usman juga ikut kaget karena tangannya tiba tiba terlempar jauh, mungkin gara gara Nurul yang tiba tiba menghempaskan tangannya jauh.
"Ya Allah...ada apa ini" pekik ustadz Usman kaget
"Hhe...maafin Nurul A'" ucap Nurul nyengir.
"Ya Allah...emang ada apa? itu handponmu bunyi" tutur ustadz Usman, Nurulpun meraih handponnya yang berada di atas meja samping ranjang tertulis nama Hasanah di layar ponselnya.
"Alhamdulillah kirain putra kita ternyata sahabat aku, kenapa yaa?" gumam Nurul menghembuskan nafas lega
"Ya udah angkat barang kali penting" titah beliau masih mengelus dadanya karena kaget
"Iya A'"
📞 "Assalamualaikum ada apa Nah?" tanya Nurul mengawali percakapan
__ADS_1
"Ihh lama banget sih angkatnya, jangan bilang kamu lagi mesra mesraan sama suamimu hhaa..." seru di sebrang sana membuat Nurul tersipu bener sih apa yang di ucapkan Hasanah hha...
"Ihh paan sih Nah, tumben nelpon ada apa? kirain aku putraku ternyata nenek nenek hha..." cerocos Nurul terkekeh membuat di sebrang sana marah
"Nenek nenek"
"Hahaha...iya emang kan? kalau udah punya cucu itu namanya udah nenek nenek"
"Emm nanti juga kamu bakalan jadi nenek nenek, moga aja cepet yaa... aku gak sabar pengen gendong cucu dari putriku dan putramu" halu Hasanah
"Ahh iya, aku juga gak sabar"
"Heem, tapi gimana yaa kabar mereka di sana aku jadi gak bisa ngawasin mereka. Ehh kenapa kita jadi curhat gini"
"**Biasalah ema' ema' kalau udah tua bawaannya ngengosipp mulu" ledek ustadz Usman yang dari tadi nguping pembicaraan mereka berdua
" ikut ikutan aja" elak Nurul nyengir**
"Emang ada kabar apa Nah?" tanya Nurul kemudian
"Iya ini mantuku sekarang ada di rumah sakit, mau lahiran. Minta do'anya" jelas di sebrang sana
"Alhamdulillah...moga lancar persalinannya, aku kesana yaa sekalian belajar bangun jam segini biar nanti kalau Aisyah lahiran udah terbiasa hha..." cerocos Nurul entah apa itu ustadz Usman hanya geleng geleng kepala seraya terkekeh.
"Gak usah repot repot, minta do'anya aja" elak Hasanah
"Iya deh terserah kamu" Hasanah nyerah karena sahabatnya itu kalau udah mau yaa jangan di ganggu gitu.
Segera Nurul dan ustadz Usman bersiap siap untuk pergi kerumah sakit. dan setelah sampai di sana Hasanahpun mengabarkan berita ini kepada Aisyah dan Ahmad
_Flasback On_
Setelah menerima panggilan dari sang ibu tercinta, Ahmadpun kembali menaruh ponselnya terlebih dulu dan merebahkan kepalanya di kepala ranjang. Sebenarnya ia ingin merebahkan tubuhnya namun kasian kalau harus membangunkan sang istri yang tengah tertidur lelap di pangkuannya.
"A'a siapa yang nelpon?" tanya Aisyah serak, terbangun dari tidurnya karena Ahmad tak sengaja menyenggol bahunya.
"Kamu udah bangun?, tadi Ummi yang nelpon" jawabnya menarik bahu sang istri agar posisinya tak membelakangi dirinya.
"Tadi A'a nyenggol bahu Aisyah, lagi enak enak tidur malah di bangunin" rutu Aisyah manja membuat Ahmad terkekeh seraya meminta maaf
"Maaf khumairah...A'a gak sengaja" ucap Ahmad mengelus lembut pipi mulus milik Aisyah dan menekannya sehingga bibir Aisyah seperti mulut ikan (manyun)
"Maaf A'a belum di terima, A'a harus sholawat dulu" pinta Aisyah nada manja membuat Ahmad semakin gemes
__ADS_1
"Oh jadi ceritanya udah berani pake syarat syarat" seru Ahmad terkekeh "Iya Udah mau sholawat apa?" tanya Ahmad mengelus elus kepala Aisyah
'Emm apa sebaiknya di pending dulu, kasian suamiku kayanya udah ngantukk bangettt' batin Aisyah merasa iba kepada sang suami. Emang sih dari tadi Ahmad memejamkan matanya namun ia tahan demi menemani sang istri bersungut
"Besok aja deh, sebaiknya kita tidur. Kayanya A'a udah ngantuk banget" ajak Aisyah setelah terdiam
"Gak papa, A'a sholawat dulu sampai kamu tidur pulas" elak Ahmad berusaha membuka matanya lebar lebar
'Masya Allah A'a, aku jadi malu sama A'a yang selalu berusaha untuk membuka pintu hatiku. Semoga kamu masih seperti itu ketika aku berhasil mencintaimu, jangan berubah yaa A'' batin Aisyah membendung air matanya.
"Besok aja, cepet ihhh A'a sini tidur" titah Aisyah mengangkatkan kepalanya lalu merebahkan kembali di tempat aslanya (bantal)
Ahmadpun merebahkan kepalanya dan mulai memejamkan matanya, ia tak bisa menahan lagi rasa kantuknya. Sementara Aisyah ia masih menatap wajah ganteng sang suami
"A'a kalau lagi tidur gantengggg bangettt gak seperti lagi idup datarnya minta ampun sama dingin, ketus, dan satu lagi yang bikin aku kesel yaitu kejailan A'a" gumam Aisyah tanpa ia sadari kalau Ahmad sebenarnya belum tidur.
"Neng tidur jangan ngomong mulu" titah Ahmad membuat sang istri terkejut segera ia memejamkan matanya.
'Ya Allah ternyataa A'a belum tidur kirain udah. Kalau A'a belum tidur, ya Allah ucapanku tadi?' batin Aisyah malu
"A'?" panggil Aisyah kemudian
"hmmm" Ahmad hanya membalas dengan deheman
"A' tadi ummi nelpon mau apa?"
"Istrinya Farsih lahiran sekarang lagi di tangani di rumah sakit" jelas Ahmad membuat Aisyah senang
"Ahhh berarti aku bakalan punya ponakan lagi" ucap Aisyah senang
"Senang yaa mau punya ponakan, apa lagi kalau punya anak pasti senang sekali" ucap Ahmad datar membuat Asiyah diam
"Ahh besok kita ke sana yaa A'" pinta Aisyah kemudian tepatnya sih mengalihkan pembicaraan.
"Iya nanti siang kita mondok satu atau dua malam di sana" jelas Ahmad masih memejamkan matanya
"Kuliah?"
"Pending dulu"
"Iya deh"
"Udah tidur, A'a gak kuat ngantuk"
__ADS_1
"Iya"
Bersambung....