Takdir Cinta Gadis Bercadar

Takdir Cinta Gadis Bercadar
sn 3 : Adsyah Rahmatu Usmanul Hasanatun Nabila Nurul Hidayatullah


__ADS_3

"Haha lucu sekali kau ini, ouh mungkin Aisyah ngidam rokok itu karena bayinya laki laki hhai unik sekali" sahut Hasanah tertawa lepas


"Hadeh saya mau bilang itu pake keduluan segala..." rengek Usman menepuk jidatnya


Suasana seketika menjadi ramai karena mereka saling mengingatkan waktu Aisyah lagi ngidam. Di tengah tengah gelak tawa tiba tiba saja pintu terbuka diiringi pekikan seorang gadis yang diduga itu adalah Nabila.


"TEH AISYAHHHH" pekik Nabila seraya memeluk tubuh Aisyah erat


"Heyy kalau masuk itu ucapin salam bukan TEH AISYAHHHH" ledek Ahmad sembari menarik telinga yang terhalang hijabnya


"Ikhh A'a lepasin (menepis tangan Ahmad) waalikumussalam warohmatullah...puas hah?" sahut Nabila ketus


"Astagfirullah...sabarkeun manah abi Ya Allah (sabarkanlah hatiku Ya Allah)" gumam Ahmad sembari mengelus elus dadanya


"Haha A'a kalah dan Nabila yanf Nabila menang, jadi satu kosong yaa" sahut Nabila tertawa lepas


"Ih awas liatin aja nanti" elak Ahmad tak mau kalah


"Ahh udah Nabila cepe debat sama A'a, mending Nabila debat sama kamu yaa dek...sama abimu itu gak asyik suka bawa bawa partai, teteh gak suka" bisik Nabila kepada bayi mungil di pangkuan Aisyah sembari mencubit pipinya gemas.


"Ya ya ya terserah kamu deh mau bilang apa juga terserah" pasrah Ahmad, cepek juga debat dengan adik kesayangannya itu pasalnya diantara mereka tak ada yang ingin mengalah yaa sebelas dua belaslah.


"Bila sudah beres ujiannya?, sama siapa kesini?" tanya Usman, yaa jadi hari ini itu adalah jadwal dimana seluruh siswa/siswi pompes Hidayatullah sedang diadakan ujian, meskipun tanpa mereka ujian tetap terlaksanakan. Kan masih banyak guru guru dan pengurus di sana jadi santailah.


"Iya udah kok, aku sendiri kesini" jawab Nabila santai


"Gak ada kendala?"


"Alhamdulillah lancar, cowok yaa teh?" tanya Nabila terus mencubit pipinya gemas


"Iya iyalah liatlah mirip dengan abinya" sahut Ahmad sombong


Nabila melirik ke arah Ahmad menatapnya menyelidik lalu beralih pandangan pada bayi mungil itu terus berulang hingga empat balikan sementara yang lain hanya bengong sekaligus tertawa kecil melihat tingkah laku Nabila yang super kocak pasalnya Nabila begitu serius meneliti wajah dari kedua laleki itu dengan ekspresi yang membuat semua orang tertawa lepas.

__ADS_1


"Kamu lagi ngapain sih?" tanya Ahmad bingung


"Emm yaa yaa mirip sekali...tapi tampanan bayinya, emm BTW siapa namanya?" tanya Nabila membuat semua orang berhenti tertawa lalu berfikir namanya apa terutama Ahmad yang belum menyiapkan nama bayinya biasalah sibuk dengan urusannya juga tak kepikiriran sampai kesitu yang dipikirkan Ahmad waktu itu hanya keselamatan Aisyah.


"Ya Allah kenapa pada bengong, bukannya sebelum lahiran biasanya abinya suka nyiapin nama?" ujar Nabila meledek


"Hehe...lupa"


"Huh dasar gimana sih, abi macam apa kau ini A'"


"Heyy kamu ngeledek A'a...awas yaa nanti A'..."


"Iya emang kenapa mau potong uang saku Bila? silahkan Bilakan masih ada teh Aisyah, A' Farish, ummi, abi, bunda, ayah, teh Mila yang masih mau ngasih uang malahan lebih dari yang A'a kasih. Mereka gak pelit kaya A'a, masa iya Bila dikasih jatah lima ribu perhari belum lagi jika Bila melakukan kesalahan dipotong dua ribu. Ikh sebel deh, punya kakak pelit pelit amat" rutu Nabila membuat semua orang terkekeh kecuali Ahmad yang nampaknya menunjukan ekspresi datarnya


"Masih syukur dikasih uang, liatlah diluar sana banyak anak anak yang tak jajan bahkan makan aja gak kesampean lah ini kamu masih bisa makan, masih bisa jajan gak bersyukur banget" nasehat Ahmad membuat Nabila terdiam


"Bersyukurlah Bila, adikku tercinta...gak usah banding bandingin A'a sama yang lain. A'a ngasih kamu lima ribu perhari itu biar kamu merih merasakan bagaimana rasanya menjadi orang susah dan selalu mensyukuri apa yang diberikan Allah. Jika A'a ngasih kamu banyak sampai puluhan ribu yang ada kamu akan menjadi anak yang boros, suka shopiing meli ini beli itu dan itu yang tidak diinginkan A'a" sambung Ahmad membuat Nabila semakin menunduk terutama semua orang yang terdiam tak terpikirkan sampai situ.


Benar juga apa yang dikatakan Ahmad, kita jangan menjadi orang yang boros, selalu mensyukuri apa yang telah diberikan Allah kepada kita. Masih banyak orang orang diluar sana yang lebih susah dari pada kita bersyukurlah.


Nabilapun mengangkat kepalanya seraya memeluk sang kakak "Makasih sudah jadi kakak yang baik untuk Nabila, Nabila bersyukur punya kakak kaya A'a yang selalu mengingatkan Nabila dalam kebaikan terimakasih" ucap Nabila dalam dekapnnya, Ahmadpun tersenyum seraya mengecup kepala sang adik tulus, tingkah mereka sukses membuat semua mata berair terharu.


"Emm jadi siapa nie namanya?" seru Aisyah


"Emm aku tahu nama depannya apa" sahut Nabila tersenyum ceria


"Apa coba?"


"Adsyah gimana bagus gak?"


"Adsyah?"


"Heeh Adsyah itu singkatan dari Ahmad Aisyah gimana bagus 'kan?" sambung Nabila berharap jawabannya bagus

__ADS_1


"Emm Adsyah? ah abi tahu kepanjangannya apa!!" sahut Usman tersenyum jail


"Apa?"


"Muhamad Adsyah Usman Adillah, bagus 'kan?"


"Ahh tidak tidak yang bagus itu Adsyah Hasanah Abdillah" sahut Nurul


"Eh yang bagus itu Adsyah Nurul Abdillah" sahut Nurul nyengir


"Ehh yang bagus itu Adsyah Rahmatullah"


"Not gak bagus yang bagus itu Adsyah Farishi Assihab" sahut Farish membuat semua orang bengong terutama Ahmad


"Heyy kau bukan bapaknya jadi diamlah" sahut Rahmat tak terima


"Yaa 'kan itu saran, tapi bagus 'kan?"


"Sudah sudah...sekalian semuanya sebutin biar adil emm macam gini Adsyah Rahmatu Usmanul Hasanatun Nabila Nurul Hidayatullah. Nah seru 'kan adil juga, gak akan ada yang berebutan semuanya tersebutkan...gimana pak kepala rumah tangga?" tanya Nabila kepada Ahmad yang tengah berpikir keras


"Hmm terlalu rame, emm abi namain kamu M. Syauqi Adsya Abdillah aja yaa bagus gak sayang?" tanya Ahmad kepada Aisyah


"Emm M. Syauqi Adsya Abdillah jika diartikan Rindu sama kita (Ahmad Aisyah) yaa haha...emm bagus juga Aisyah suka hhe..." sahut Aisyah terkekeh


"Sekalian namanya itu si kecil yang tak dirindukan bahkan tak diinginkan" ejek Farish datar


"Ehh loe kalau ngomongtuh suka bener, sorry tapi itu kemarin kemarin sekarang mah engga aku mulai mencintainya hhe iya gak sayang?" elak Ahmad menepuk bahu Farish seraya mengecup pipi mungil di pangkuan sang istri


"Dede Adsya.." panggil Nabila lembut


'Ya Allah maafkan aku, aku telah menci menantuku ini...yaa jika dipikir memang menantuku ini sangatlah baik bahkan baik sekali. Semoga pernikahan mereka sakinah mawadah warohmah sampai ajal menjemput dan janganlah masukan orang ketiga dalam keluarga kecil mereka jika ada tolong kuatkanlah hati hamba agar tak tergoda dengan tipu dayanya' batin Nurul seketika air mengalir membasahi pipinya


Sontak membuat Aisyah heran yang dari tadi menatapnya "Ummi kenapa nangis?" tanya Aisyah membuat semua orang beralih pandangan kepada sosok wanita parubaya itu

__ADS_1


"Ah gak papa ummi cuman terharu aja liat kamu senyum bahagia gak seperti tadi pucat bangettt hhe..." sahut Nurul cemgengesan


__ADS_2