
"Syah...kamu kenal gak sama mereka?, ahhh apaan sih Nis gak mungkinlah seorang Aisyah kenal sama cowok hha..." seru Nissa setelah sejoli itu tak terlihat lagi batang idungnya.
"kenalah" ucap Aisyah santai, sementara Nissa melototkan matanya lalu mengerutkan keningnya, seolah olah tak percaya.
" Ahh bohong tar kamu ngarang lagi namanya" ucap Nissa menyilangkan tangannya ke depan dada.
"Ya udah kalau gak percaya" ucap Aisyah datar.
"yaa yaa aku percaya..itu yang pake jaket hitam siapa namanya? kece bet" tanya Nissa, terlihat menyungingkan senyuman di bibirnya.
deggg..!
"Farish" jawabnya datar
"Wahhh...nama yang bagus, emm kalau aku jadi pacarnya...gak usah jauh jauh ke paris yaa jalan sama dia ditaman aja rasanya kaya di paris" ucap Nissa, membuat Aisyah geleng geleng kepala, dia ngomong apa sih pikirnya.
"Emm Syah kamu tahu dari siapa namanya?" tanya Nissa masih penasaran dengan sosok lelaki tadi.
"Ya tahulah di Kakak ku"
"What...Ahhh lu ngarang yaa, perasaan kalau aku kerumahmu gak ada penghuninya apalagi lelaki ganteng itu" ucap Nissa tak percaya dengan apa yang Aisyah katakan, Sementara Aisyah hanya diam tak memperdulikan ucapan Nissa.
"Kamu bohong yaa?" tanya Nissa kembali karena Aisyah hanya pokus menyetir mobilnya.
"dia kk angkat"
"ouhh apa? gimana ceritanya tuh?"
"Gini ceritanya, waktu dalam kandungan ma gua sekitar 7 bulan, nah mendiang bapak meninggal, kalau gak salah katanya karena penyakit usus buntu. Pas gua umur sekitar 10 tahunan ma gua meninggal juga gara gara penyakit jantung. Lu tahu itukan? nah setelah ma gua di tempatkan diperistirahatannya. Kebetulan Bunda Hasanah sama Ayah Rahmat bertetanggan, mereka gak tega liat gua sendirian dirumah orang tua gua akhirnya mereka memutuskan untuk mengangkat gua jadi anaknya. Yaa karena mereka sibuk kerja, akhirnya mereka melakukan hal yang sama seperti si Aisyah...di masukan ke pondok" cerita Farish kepada Ahmad dengan ekpresih biasa tapi hatinya sakit.
Mereka berdua beristirahat di kursi panjang di taman, setelah berlari yang lumayan jauh jaraknya. Sebelumnya Ahmad menanyakan hal yang sama seperti Nissa. hhe.. jadi authornya merekomendasikan daa sama iyeuh hhe..
"Lah kenapa gua gak tahu soal ini, ehh iya lu nya sih gak banyak cerita. Ehh tapi kenapa lo gak serumah sama mereka?" tanya Ahmad penuh misteri, sembari meneguk air mineral yang ia beli di penjual keliling tadi.
__ADS_1
"Huuh, alasan gua gak serumah sama mereka karena keinginan gua sendiri, gua malu kalau tinggal bersama mereka. Lagian gua udah gede bisa mandiri. Gua gak mau repotin mereka" jelas Farish diangguki Ahmad.
"Nah gitu ceritanya say...sedih yaa" ucap Aisyah, membuat air mata Nissa jatuh dari netranya.
" Hebat yaa Kak Farish, jadi makin kagum" gumam Nisaa tapi masih terdengar di telinga Aisyah.
'itu yang membuat diriku kagum kepadanya' batin Aisyah masih pokus menyetir mobilnya.
"Syah ngomong ngomong karakter wanita yang ia dambakan seperti apa?" tanya Nissa membuat Aisyah tersenyum tipis.
" emm entahlah aku gak tahu, soalnya jarang ngobrol" ucap Aisyah nyengir ehh lupa kan gak keliatan pikirnya terkekeh. Sementara Nissa hanya tersenyum kecut.
" emm kayanyamah wanita yang tertutup kaya kamu yaa?"ucap Nissa membuat Aisyah tersenyum lebar.
Selang beberapa menit akhirnya mereka sampai di salon langganan Hasanah. Sambutan hangat menyertai mereka, Nisaa sangat terpukau dengan keindahan dan kerapian salon tersebut, yaa memang tempat itu sangat menjaga kebersihannya sehingga membuat nyaman para pengunjung.
Salon tersebut sangat ramai banyak pengunjungnya bahkan sampai ngantri, karena Aisyah adalah putri dari Hasanah jadi ia diminta untuk duluan. Aisyah menolaknya karena gak enak sama pengunjung lain, akhirnya dua sejoli itu menunggu diruang tunggu. kaya rumah sakit hhe...
Sementara di sisi lain...
"Rish gua mau beli air minum dulu yaa, lo tunggu di sini" ucap Ahmad diangguki Farish yang tengah terpokus pada bangunan "ehh lu mau apa?" tanya Ahmad menghentikan langkahnya yang baru aja akan melangkah.
"Cemilan atau apa kek" jawab Farish masih liat ke arah bangunan.
"Elah lu biasanya juga semangat kalau soal jajan, lagi liat apa sih?" tanya Ahmad penasaran...eh dia malah ikut ikutan melirik bangunan itu. Bagunan itu mirip toileh ahh mungkin itu toilet yang tadi dimasuki oleh si Nissa.
"Ahh lu cepet malah ikut ikutan, lapar nie" ucap Farish tersadar kalau dirinya tengah di turuti. Segera Ahmad pergi meninggalkan Farish sendirian disana.
"Itukan si Aisyah, apa gua tanyain ya" gumam Farish, tersadar ada si Aisyah, lalu ia melangkahkan kakinya ke arah dimana Aisyah duduk.
"Syah..." Farish langsung duduk di sebelah Aisyah tanpa permisi.
"Farish" ucap Aisyah terkesiap melirik ke arah Farish " ihh ucapkan Assalamualikum maen duduk aj..." ucap Aisyah terpotong oleh Farish
__ADS_1
"Waalaikumussalam adik kecilku" seru Farish nyengir membuat Aisyah sebal.
"Lagi ngapain di sini?" tanya Farish mengarah kedepan tanpa melirik sedikitpun kepada Aisyah, namun tak ada jawaban sama sekali. "ehh ditanya malah diem, ehh ngomong ngomong siapa tuh yang tadi sama kamu, cantik bet" sambung Farish.
'deggg....!!' membuat hati Aisyah sakit.
"Hmm itu sahabat Aisyah namanya Nissa" jawab Aisyah datar.
"Nissa? nama yang bagus kaya orangnya haha..." gumam Farish membuat hati Aisyah semakin sakit. "emm dia udah punya pacar belom?" Farish meraih kripik singkong di tangan Aisyah tanpa permisi membuat Aisyah tergalak.
"Aris izin dulu dong" rengek Aisyah menjauhkan kripik dari Farish.
"Biarin atuh, sini tar aku ganti" tutur Farish, membuat Aisyah luluh lalu menyodorkan kripiknya kepada Farish "Gimana jawab pertanyaanya!!" sambung beliau.
"Yang mana?" tanya Aisyah santai sembari menikmati kripik
"itu si Nissa udah punya pacar belom?"
"Ouh belom, emang kenapa!! suka?" tanya Aisyah datar
"Emm kayanya, soalnya aneh hati tuh berdenyut kencang kalau melihat dia terus nie ini pikiran terus aja bertanya tanya tentang dia" tutur Farish memperagakan dari menyentuh dada hingga menyentuh kepala.
"Lebay..."
Bersambung....
**Jangan
lupa
tekan
likenya yaa**...
__ADS_1