Takdir Cinta Gadis Bercadar

Takdir Cinta Gadis Bercadar
Season 3


__ADS_3

Di pagi hari terlihat Aisyah baru saja keluar dari tandas dengan pakaian syar'inya, ia pun mendekati sebuah kalender yang di letakkan di atas meja.


Aisyah meletakan tangannya seakan akan ia akan menghitung tabggal. Sontang membuat ia mengerutkan keningnya. Ia pun meraih handponnya entahlah ia mau melihat apa!!


"Aneh banget padahal ini udah mau masuk bulan baru tapi kenapa aku belum haid?? emm mungkin esok atau nanti malam hhe..." gumam Aisyah berlalu menuju dapur


"Bi A'a kemana?" tanya Aisyah heran


"Den Ahmad lagi cuci mobil"


Aisyah hanya menganggung lalu mengayunkan kakinya ke dapur di saat ia membuka kulkas Aisyah melihat buah mangga muda dan itu sukses membuat Aisyah tergiur. Tak seperti biasanya Aisyah igin buah mangga tapi yang aneh lagi kenapa ada buah mangga muda di dalam kulkas, siapa yang beli?


Perasaan dia tak pernah membelinya ataupun bi Siti, ah sudah lah tak apa yang penting aku bisa memakan buah itu pikir Aisyah.


Aisyahpun mengupas kulit buah itu lalu di makannya tak ada reaksi apa apa padahal itu mangganya sangat masam, bi Siti yang baru saja masuk ke dalam dapur langsung linu melihat Aisyah makan buah dengan lahapnya.


"Non ihh gigi bibi linu liatnya"


"Eh iya bi ini buah siapa?" tanya Aisyah heran


"Oh itu buah di pohon belakang"


"Oh iya yaa Ayah dulu pernah nanam buah mangga emm masya Allah udah berbuah aja"


"Iya non, emm ngomong ngomong itu buah mangganya manis atau masam?"


"Manis ihh bi enak lho, Aisyah baru tahu rasa buah mangga muda seperti ini hhe..." terkekeh


Karena penasaran akhirnya bi Siti mencicipi potongan buah itu terlihat matanya ia pejamkan juga badannya seperti yang kena struk. Segera bi Siti meraih air dan meminumnya.


"Ih ya Allah non masam gini di bilang manis...sejak kapan non makan buah masam?" tanya bi Siti heran


"Sejak tadi" jawabnya santai


"Sejak tadi? apa non Aisyah gidam? dulu aku juga gitu suka buah yang masam waktu hamil" gumam bi Siti bingung


"Non apa non sudah datang bulan?" tanya bi Siti


"Belum bi...iya kenapa yaa ini udah dua bulan gak dateng dateng"


"Fiks..." pekik bi Siti mengagetkan Aisyah "Jangan jangan non hamil" sambung bi Siti senang


"Emm masa bi?"


"Iya waktu dulu bibi ngidam juga sama, yang pertama nie bibi gak haid, yang ke dua bibi suka makan buah mangga muda, yang ketiga bibi mual mual...non coba aja cek pake tespek"


"Emm tapi Aisyah gak ngerasa mual sama sekali"

__ADS_1


"Belum non, udah non ajak den Ahmad untuk beli tespek di apotik" titah bi Siti heboh


"Suttt bi jangan bilang ke siapa siapa, kalau benar Aisyah meu ngaprank dulu A'a" bisik Aisyah


"Oke non" bi Siti mempragakan menutup mulutnya seperti resleting lalu menghempaskan tangannya seperti membuang sesuatu haha mungkin itu gembongnya hha...


Aisyahpun menghampiri Ahmad yang tengah menggosok punggung mobil sampai mengkilat juga di tangannya selang yang mengeluarkan air sangat deras


"A'a" pekik Aisyah mengagetkan Ahmad sampai air itu menyirami wajah Aisyah "A'a basahhhh" rengek Aisyah mengusap wajahnya


"Ya Allah neng maaf A'a gak sengaja" seru Ahmad membantu mengelap wajah Aisyah yang basa dengan handuk kecil yang tadi ia kaitkan di pundaknya.


"A'a kok bau handuknya?"


"Astagfirullah ini handuk mobil" Ahmad segera melepaskan handuk itu terlihat mata Aisyah melotot sepertinya dia marah


Aisyah membalikan badannya merajuk "neng jangan marah maafin A'a"


"Aisyah mau ganti baju" ucap Aisyah ketus seraya mengayunkan kakinya


"Neng bareng" ajak Ahmad terkekeh


"Cepet" ketus dan duduk di bibir teras


Sementara Ahmad ia menyelesaikan pekerjaannya, singkat cerita Ahmad telah usai mencuci mobil lalu menghampiri Aisyah yang tengah manyun di sana.


"Ayok neng" ajak Ahmad meraih tanganya lalu membawanya ke dalam rumah untuk melaksanakan salah satu sunnah yang di contohkan baginda Nabi Muhammad saw yaitu mandi bareng.


Terlihat Ahmad tengah menyisir rambutnya sementara Aisyah dia tengah memainkan handponnya karena ia telah usai memakai baju.


"A' kita jalan jalan yu, bosen di rumah mulu" rengek Aisyah menghampiri Ahmad lalu melingkari perutnya dengan kedua tanagnnya.


"Kemana?"


"Ya namanya jalan jalan yaa kemana aja, kalau diem di resto namanya makan haha..."


"Ya udah ayok, pake hijab sama cadarnya" titah Ahmad


Aisyahpun memakai jilbab panjangnya juga noqobnya yang di pakaikan oleh Ahmad, setelah keduanya selesai dandan mereka langsung bergegas ke luar. Ahmad mengajak Aisyah naik motor matic karena mobilnya baru saja ia cuci.


"Alesan bilang aja supaya nanti kalau ada polisi tidur Aisyah langsung meluk A'a atau gak A'a sengaja ngebut biar Aisyah peluk A'a" cerocos Aisyah


"Haha...tahu aja, udah ayok keburu panas" ajak Ahmad menyalakan mesin motornya kemudian.


Mereka jalan jalan keliling komplek juga mampir ke pasar kecil hanya ada tukang makanan yang tersedia di sana. Aisyah sangat senang sampai-sampai ia lupa dengan tujuan utamanya yaitu membeli tespak


"A'a anter ke apotek"

__ADS_1


"Mau apa?" tanya Ahmad heran


'Aduh gimana nie emm apa yaa' batin Aisyah bingung


"Mau beli pembalut soalnya udah abis"


"Di warung juga banyak" elak Ahmad


"Gak ih sekalian mau beli obat obatan kayanya obat obatan di P3K udah abis"


"Oh ya udah ayok"


Merekapun pergi ke apotek terdekat di sana Aisayah nyuruh Ahmad untuk menunggudi motor dengan alasan kalau motor di tinggakan takutnya ada yang nyuri hha...untungnya Ahmad tak curiga kalau Aisyah merencanakan sesuatu jadi aman lah.


"Udah neng?" tanya Ahmad


"Udah ini" Aisyah memperlihatkan isi dalam kantung pelastik ia gumpetin tespeknya sehingga tak terlihat oleh Ahmad jadi aman hhe....


"Emm sekarang mau ke mana lagi?"


"Udah ah Aisyah capek pengen bobo"


"Emm masih pagi mau bobo lagi" Ahmad terkekeh seraya mencolek hidung Aisyah yang tertutup cadar


"Udah nyoleknya? ayok ih Aisyah cape banget nanti de..." ucap Aisyah hampir saja mengucapkan dedek bayi untung remnya gak blong.


"Nanti de nya apa?" tanya Ahmad heran membuat Aisyah bingung


"Emm ayok ihh A'a..."rengek Aisyah


"Oke tapi ada syaratnya" kata Ahmad tergalak


"Apa A'?"


"Emm nanti ah di rumah"


"Ya udah ayok cepet panas ihh"


Ahmadpun menyalakan mesin motornya dan berlalau dari apotik itu. Sesampainya di rumah Ahmad memarkirkan dulu motornya sementara Aisyah ia lagsung masuk ke dalam rumahnya.


"Non udah?" bisik bi Siti pasalnya ia takut ada orang selain mereka berdua


"Udah bi, do'ain aja moga positif"


"Siap non, semoga non Aisyah positif hamil semoga non Aisyahnya sehat selalu amiin"


"Amiin makasih bi"

__ADS_1


"Sama sama non"


...Bersambung.......


__ADS_2