
...Siapkan mental kalian dulu sebelum membaca😂😁...
...________________...
"Nak maaf kamu siapa?" tanya Nurul bingung begitu juga yang lainnya
Yang merasa di panggilpun menoleh ke belakang "Aku hiks..sahabatnya Aisyah waktu kuliah hiks..." jawab Reneta dalam isaknya
"Aisyah kenapa bisa sampai begini?" tanya Renata berusaha menghentikan isaknya.
Merekapun menceritakan kejadian dari awal sampai Aisyah di bawa ke rumah sakit, air mata kembali keluar. Renata melirik ke arah Aisyah lalu memeluk tubuh sahabatnya walaupun kesulitan.
"Aisyah...hiks...bangun Aisyah andai kau ikut bersamaku tinggal di Jakarta kau pasti aman Aisyah, hiks...kenapa ini semua terjadi padamu aku tak habis pikir kenapa kamu selalu masuk rumah sakit padahal kamu gak demam hikss...bangun Aisyah..." lirih Renata dalam dekapan sahabatnya.
"Abi dia kayanya bukan agama islam deh" bisik Nurul kepada sang suami
"Iya ummi, gak papa bebaskan kita mau berteman sama siapa yang penting kita nyaman dan tak saling mengejek ataupun memaksa untuk masuk ke dalam agamanya" jelas ustadz Usman
"Emm ini sudah malam sebaiknya kalian pulang dan istirahat, biarkan aku yang temani istriku di sini" titah Ahmad
Bukannya ingin pulang mereka malah ingin tetap di sini menemani Aisyah yang tak sadar sadar.
"Kalian pasti lelah, besok kalian boleh ke sini lagi"
Merekapun menggangguk lalu meninggalkan ruangan itu setelah mengecup kening Aisyah bergantian "Renata sebaiknya kau ikut mereka, kau tinggal dulu di sana. Nanti besok kau ke sini lagi" titah Ahmad di angguki Renata
Sebenarnya ia ingin menjaga Aisyah namun apa lah dayanya, tubuhnya sangat lelah pikirannya ke mana mana juga Renata sedikit takut kepada Ahmad kalau sampai ia tak menuruti ke iginannya bisa bisa ia di kasih hukuman seperti waktu kuliah.
Ah tapi kan kuliah sudah berakhir kenapa harus takut? emm tapi tetap saja lelaki itu sangat menyeramkan.
"Ayok Renata ikut kami" ajak Nurul dan Hasanah dengan senang hati
...****...
...----(beberapa hari kemudian)----...
Seorang wanita tengah berjalan menuju ruangan bawah tanah dengan membawa pisau di tangannya, ia sangat murka kepada anak buahnya yang ceroboh, kenapa harus salah alamat!! dasar tak berguna.
Krakkk....
Suara pintu terbuka, ruangan kosong tanpa ada barang apapun kecuali rantai yang membelit tubuh dua pria gendut dan ramping. Dinding berwarna entah lah itu warnanya apa yang terlihat sangat kotor di penuhi debu dan sarang laba laba juga di bawah lantai terlihat darah kering sehingga ruangan itu sangat bau amis.
__ADS_1
Byurrrr
Satu ember air tumpah ke tubuh dua pria yang tak berdaya penuh dengan darah karena anak buah X telah membasminya tanpa ampun, suara mengerikan membuat bulu punduk merinding mulai terdengar jelas di telinga mereka.
X meraih dagu salah satu dari pria itu yang berbadan gemuk lalu menekannya dengan sangat keras membuat si empunya ke sakitan "Sudah ku bilang jangan sakiti wanita bercadarku, sekarang liatlah dia tergeletak di rumah sakit tak berdaya sampai ia mengalami koma. INI SEMUA GARA GARA KALIAN" X menghempas wajah pria itu kasar sampai terdengar petikan tulang di lehernya.
"Nyonya muda maafkan kami, tujuan kami itu membunuh pria itu tapi..."
"KAU JUGA MAU BUNUH SUAMINYA HA?" pekik X, pria itu langsung menunduk ketakutan
"SAYA MENYURUH KALIAN UNTUK BUNUH WANITA ITU, ARRRGGGG....KALIAN HARUS MERASAKAN APA YANG WANITA BECADAR ITU RASAKANNNN"
Sukkk...
Tusukan mendarat tepat di perut pria bertubuh gemuk membuat pria itu kesakitan "ARRRGGGGGKKKKHHH"
"Haha...gimana rasanya sayang? sakit? uluh kasian...INI BELUM SEBERAPA" X menampar pipi pria itu sampai bibirnya robek karena sebelumnya ia mendapatkan siksaan yang teramat menyakitkan oleh anak buah X yang lain.
"Uhukk uhukk maafkan saya nyonya" ucap pria itu tersengal sengal, darah di mulutnya pun keluar sangat deras.
Bukannya memaafkan, X malah menggerakan pisau itu ke bawah perutnya membuat semua isinya terlihat jelas "AAARRRRGGGG" pekik pria itu kembali
"KAU JUGA HARUS MERASAKAN APA YANG DIA RASAKANNN" pekik X kepada pria bertubuh ramping sembari meletakan pisau yang berdarah ke arah perut pria ramping itu.
"Nyonya maafkan saya, kalau saya mati gimana dengan anak dan istri saya ARRRGGGGGKKHHH" tusukan mendarat tepat di perutnya membuat isi perut terlihat walau berlumuran darah
"INI LAH AKIBATNYA JIKA KALIAN BERANI MENYENTUH BAHKAN MENYAKITI WANITA BERCADARKU" pekik X kepada kedua pria yang sudah tak bernyawa di hadapannya.
"Beresin semuanya" titah X kepada Y (sekretarisnya) sembari menaiki anak tangga dan masuk ke ruangannya untuk membersihkan dirinya yang sudah di lumuri darah.
Keesokan harinya setelah kejadian mengerikan berlangsung di tengah malam, kini hanya tersisa namanya saja yang terlukis di dunia ini walau tak begitu indah.
Ahmad sedari tadi tiduran di samping sang istri tak memperdulikan orang orang yang tengah menanti kesadara Aisyah dari komanya.
Terlihat telunjuk Aisyah bergerak membuat semua orang heboh "tangan Aisyah gerak!!"
"Ahh iya cepat panggilkan dokter, panggilkan dokter CEPAT IH PANGGILKAN DOKTER" titah Nurul dan Hasanah heboh
Hasanah beranjak pergi untuk mencari dokter keluar namun langkahnya di hentikan "Apa?" tanya Hasanah kesal karena di ganggu
"Mau kemana?"
__ADS_1
"Nyari kucing, yaa masa nyari kucing, nyari dokterlah" jawab Hasanah membuat semua orang terkekeh
"Emang tombol ini gunanya untuk apa ha? kenapa harus pusing nyari dokter" ketus Rahmat
Hasanah menepuk jidatnya bertanda kalau ia lupa, sontak tawapun kembali terdengar "Ma'lum lagi panik hhe..." tersipu
"em em istri siuman ini malah enak enakan tidur, HEY BANGUNNN" ucap Nurul menepuk bahu sang anak kesal namun Ahmad tak kunjung bangun.
"Ummi biarin Ahad pasti capek"
Terlihat Aisyah membuka matanya perlahan membuat semua orang semakin senang namun anehnya dokter tak kunjung datang datang, ah mungkin dokternya nyasar eh sibuk kali.
"Alhamdulillah ya Allah..."
"Dokternya mana kok belum dateng?"
"Astagfirullah belnya belum di pencet" jawab Rahmat yang ada di samping tombol itu
"ASTAGFIRULLAH" ucap semua kompak
"Dasar aki aki"
Belum Rahmat menekan tombolnya Aisyah sudah mengatakan sesuatu "Aku di mana?" tanya Aisyah pelan
"Kamu ada di rumah sakit sayang" jawab Hasanah to the poin
Aisyah melihat ke sekeliling sembari memegang kepalanya yang terasa pusing, tatapannya berhenti ketika melirik ke samping. Ia terkejut karena ada seorang lelaki yang tiduran di sampingnya.
"ASTAGFIRULLAH" pekik Aisyah, orang di sekitarnya mulai bingung
"Tolong jauhi aku, kau siapa...HEY BANGUNNN" ucap Aisyah dengan suara seraknya.
"Mad bangun" titah Nurul bengong
Ahmadpun bangun dari tidurnya, ia terkejut ketika sang istri sudah siuman "Alhamdulillah kamu sudah siuman sayang...ya Allah A'a kangen" kata Ahmad mendekatkan bibirnya ke kening Aisyah namun Aisyah malah berteriak.
"KAU MAU APA, JANGAN MACAM MACAM...auu sakitt" pekik Aisyah membuat semua orang semakin begong
"Neng ini A'a, suamimu..."
"Suami? aku belum nikah, belum punya suami, kau jangan ngaku ngaku"
__ADS_1