
"Mi-um-mi hehe tatata" celoteh Hasna membuat kepala Mila terangkat, bibirnya tersunging senang melihat putrinya yang imut itu. Mungkin ini yang terakhir baginya melihat sosok malaikat kecilnya, karena kita tahu kapan kita mati apa lagi kepala pistol itu mengarah ke arahnya.
"Hasna sayang liat ummimu, ucapkan selamat jalan nak. Nanti kamu tinggal sama oma yaa oh atau kamu mau ikut bersama ummimu kesurga?" tutur pria itu mendekati Hasna namun Hasanah segera menjauh
"Kau ini siapa? berani beraninya menyentuh cucuk saya" Rahmat pun ikut membuka suara saking kesalnya
Pria itupun membuka topengnya terlihat mimik wajah yang tak asing bagi mereka "FARISH" ucap mereka kompak. Ya memang benar pria itu adalah Farish.
"A'A!! kau tega sekali pada...(Dorrr....!!)" ucapan Mila terhentikan karena Farish meluncurkan senjata apinya tepat di kepala Mila.
"MILAA"
Aisyah berlari menghampiri Mila "Aisyah jangan di sentuh" titah semua orang yang berada di belakangnya.
Aisyah melirik ke arah Farish yang tengah tersenyum penuh kemenangan, tanpa busa basi Aisyah langsung menghampirinya dan
Plakkk....!!
Elusan kasar mendarat tepat di pipi Farish membuat kepala si empunya tersungkur lumayan jauh "APA KAU SUDAH GILA HAH? DIA ISTRIMU" pekik Aisyah murka
"Ck. iya gua ini udah gila, GILA...GILA..." Farish berjalan mendekati Nissa "Hey sayang gimana seru tidak pertunjukannya? bukannya ini yang kau inginkan bukan? kau ingin istriku ma-ti? hhe kau sudah menang sayang...gimana kalau kita rayakan kemenangan ini, kita akan menikah..." sambungnya lembut
"JADI KAU..." Aisyah mendekati Nissa lalu menamparnya dengan sangat keras "KAU MAU BUNUH SAHABAT AKU HAH? aku gak habis pikir, ternyata kau datang kerumahku cuman ingin mencari kesempatan untuk membunuh sahabatku? dengan cara berpura pura lumpuh?, gila kau ini. Nissa...Nissa...dari awal aku sudah curiga kalau kau itu....arrggg. Kau membuat hatiku sakit saja NISSA...oh jangan jangan aku kehilangan bayiku karena kau 'kan? DASAR TAK TAHU TERIMAKASIH" ujar Aisyah panjang bin lebar
Nissa duduk mencondongkan badannya dan kedua tangannya menyentuh kaki Aisyah untuk memohon agar ia bisa di maafkan oleh sahabatnya itu, namun rasa kecewa itu yang membuat Aisyah mendorong keras tubuh Nissa sampai ia tersungkur jauh.
"Auuu" Nissa mengaduh kesakitan
"Gak usai lebai, itu tak sesakit apa yang aku rasakan. Kau sudah membunuh bayiku dengan cara kau membayar suruhanmu 'kan? aku bukan orang yang bodoh yang senaknya bisa kau permainkan. Kebaikanku selama ini hanya jadi bahan bakar untuk meyalakan apimu"
'Apa dia tahu semuanya?' batin Nissa heran
Sebenarnya itu hanya tebakan Aisyah ma'lumlah korban si netron dan novel jadi tahu permainan seseorang apa lagi tadi setelah menyimpulkan ucapan dari Farish jadi ia berfikir seperti itu...hello Aisyah ini dunia nyata bukan drama
"Bunda kecewa sama kamu, KECEWA pake BANGET...bunda berusaha untuk menerimamu tapi APA APA? nyatanya kau hanya mempermainkan kebaikan kami" ujar Hasanah murka
__ADS_1
"Sudahlah sayang jangan berlutut kek gitu, sangat menjijikan ayok ikutlah bersamaku...kita nikah, kita akan membangun istana yang besar dan mewah" ajak Farish membuat Nissa tergiur iapun berdiri lalu mengangguk.
Semua orang yang menatapnya hanya geleng geleng kepala. Memang benar ini jalan cerita kehidupan mereka seperti di flem flem. Sungguh menyebalkan
"Bunda...titip Hasna yaa (Farish mengecup kening Hasna), ayok sayang" ajak Farish menarik baju Nissa membawanya pergi entah kemana.
Disana terlihat Aisyah duduk lemas di lantai, Ahmad yang menyadarinya pun langsung menggendong sang istri dibawanya ke rumah sakit dan diikuti Nurul dan Hasanah.
Sementara Rahmat tengah menghubungi ambulan untuk membawa jenazah Mila.
Di sisi sana, terlihat Farish tengah mengendarai mobilnya dan Nissa yang berada di sampingnya "Gimana sayang aksinya seru tidak?" tanya Farish santai
"Kamu melakukan itu untuk apa?" tanya Nissa
"Aku melakukan itu karena aku ingin menikahimu, ingin hidup bersamamu tanpa ada yang mengganggu rumah tangga kita terutama Mila" jelas Farish tersenyum
'Baguslah kalau gitu aku tak perlu mengotori tanganku yang halus ini untuk membunuh si pecasung itu (Perebut calon suami orang) HAHA...dan bentar lagi aku akan menjadi nyonya Sihab' batin Nissa tersenyum licik
Farish melakukan hal keji ini karena selama dua bulan kebelakang Nissa selalu merayunya dengan caranya yang lemah lembut, ngaji di hadapannya juga sholat yang khusuk di hadapannya membuat Farish kembali jatuh cinta kepadanya.
Mobil berhenti di sebuah rumah kecil, Farishpun menyuruh Nissa untuk turun 'OMG katanya istana tapi apa ini hanya gubuk kecil gak salah apa?' batin Nissa jijik
"Assalamualaikum" salam Farish seraya mengetuk pintu yang terbuat dari kayu berwarna abu bercampur hijau muda
Krakkk....
"Waalaikumussalam...kau yang kemarin kesini?" tanya pria parubaya yang baru keluar dari rumah itu dengan laga seperti penghulu.
Dan mungkin memang dia itu penghulu yang kemarin di temui Farish untuk menikahkannya.
"Iya, apa sekarang kami bisa di nikahkan?"
"Silahkan masuk" titah bapak itu mempersilahkan.
.
__ADS_1
"Maaf yaa kita nikahnya secara sirih" bisik Farish ketika keduanya tengah duduk bersanding di depan pak penghulu itu.
"Iya gak papa yang penting sah"
Acarapun di mulai sampai kata 'SAH' terucap (Skip aja yaa kelamaan kalau harus dijelasin lagian authornya lagi males bahas soal nikah😑)
'Cih bodoh sekali suamiku ini, tak apa lah yang penting sekarang aku sudah resmi jadi nyonya Sihab dan aku bisa menguasai seluruh harta kekayaannya. Ck jangan harap kau akan bisa bertahan untuk jangka waktu yang lama karena aku akan mem-bu-nuh-mu sama seperti kau membunuh istrimu HAHA' batin Nissa tersenyum liciknya.
Singkat cerita Farish membawa mobilnya menuju rumah bak istana berwarna putih namun sepi, disaat masuk gerbang aja ia harus membuka pagarnya sendiri karena tak ada satpam satupun di sana.
"Ini rumah siapa?" tanya Nissa
"Kita sayang, ayok masuk" ajak Farish membukakan pintu rumah dan terlihat perabotan rumah masih di kurung kain putih juga ada sedikit debu di sana
"Kenapa rumah ini sepi?"
"Iya aku baru beli jadi gak sempet nyari asisten ataupun satpam, maaf yaa..." jelas Farish memang benar adanya
Suara handpon bergetar di saku Farish ia segera mengangkat telponnya entah dari siapa
"Siapa A'?" tanya Nissa setelah Farish selesai telponan
"Aku lupa hari ini ada mitting, aku pergi dulu ke kantor yaa..."
"Tapi 'kan..."
"Ini juga 'kan untukmu, nanti in syaa Allah akan mampir dulu ke toko perhiasan untukmu....kau mau 'kan? (Nissa mengangguk) satu lagi kalau aku pulang aku minta di sambut yaa rumah ini harus terlihat rapi" ujar Farish tergesa gesa karena mitting akan di adakan 15 menit lagi.
"Tapi 'kan ini banyak" elak Nissa
"Ya sudah berarti kau gak mau perhiasan!!"
"Ahh iya iya...liat aja nanti aku akan menyambutmu dan rumah ini akan aku rapikan sekarang juga"
"Baiklah terimakasih, kalau gitu aku pamit yaa...Assalamualaikum" ucap Farish beranjak pergi meninggalkan Nissa yang keberatan dengan syaratnya itu.
__ADS_1
"Huhhh gak papa deh yang penting nanti pulang aku di kasih perhiasan yang banyak dan mahal mahal ihh gak sabar..."