Takdir Cinta Gadis Bercadar

Takdir Cinta Gadis Bercadar
sn 2 : Misteri terpecahkan


__ADS_3

"Ini yang terakhir untuk siapa nie..." seru Ahmad terkekeh seraya menyodok nasi terakhir di piring dan di sodorkan ke mulut Aisyah.


Namun ia menolahnya dan menyuruh A'a yang makan. Ahmadpun memasukan sesendok nasi kedalam mulutnya, sementara Aisyah meraih gelas di atas meja dan di sodorkan kepada Ahmad.


Kode Ahmad harus minum duluan "Kalau haus minum aja jangan nunggu A'a minum" elak Ahmad terkekeh


"Ihh A'a mah gak paham, biar berkah A'" ujar Aisyah memutarkan bola matanya membuat Ahmad tertawa dan memunum air yang disodorkan sang istri setelahnya Aisyah meminum di bibir gelas bekas Ahmad minum.


"Alhamdulillah, A'a simpen ini dulu yaa" kata Ahmad beranjak dari duduknya namun Aisyah menghentikan langkahnya seharusnya ia yang membawa piring itu bukan Ahmad.


"Gak papa biar A'a aja, kamutuh ratu A'a" ujar Ahmad nyengir


"Itu keinginan A'a yaa Aisyah gak nyuruh" seru Aisyah tergalak. Ahmadpun kembali melangkahkan kakinya menuju dapur setelah mengangguk seraya tersenyum.


'Hmmm apa sebaiknya aku menerima nafkah batin dari A'a sekarang?, tak apa lah sebelum lulus aku hamil itukan gak jadi masalah yang terpenting aku bisa bahagiain A'a sama keempat orang tuaku. Hmm tapi gimana caranya, kalau langsung minta ahh tidak tidak nanti kena ejek lagi...ihh males' batin Aisyah beradu dengan pikirannya


Sementara di sisi lain, Ahmad menuruni satu persatu anak tangga yang terbuat dari kramik. Di saat masuk ke dapur semua mata melirik ke arahnya seraya tersenyum.


"Gimana Aisyah mau makan?" tanya Nurul memasukan sesendok nasi ke dalam mulutnya


"Alhamulillah mau" jawab Ahmad menaruh nampan berisi piring kotor di wastapel


"Keren bisa naklukin si Aisyah yang super susah di ajak kompromi" pekik Farish terkekeh


"Bisa dong"


"Caranya?"


"Ngebujuknya pake hati bukan pake emosi" sindir Ahmad datar pasalnya Farish kalau ngebujuk Aisyah yang tengah sedih itu pake prank atau gak pake emosi makanya Aisyah susah di luluhin hatinya.


"Emm maaf semuanya Ahmad mau ke kamar lagi" kata Ahmad melangkahkan kakinya ke arah tangga.


"Jangan lupa bikin dedek bayi yang super imut" pekik Nurul dan Hasanah kompak, mereka berharap Aisyah bisa menerima Ahmad seutuhnya malam ini.


Ahmad hanya membalas dengan senyuman seraya melanjutkan kembali langkahnya


"Oh jadi Aisyah cemberut gara gara kalian?" bisik Rahmat kepada Hasanah yang tahu akan hal ini. Rahmat juga berpikiran seperti itu dimana Aisyah yang dari awal tak ingin nikah pasti dia bikin cara apapun untuk menghindari itu.


"Hhe iya..." ucap Hasanah nyengir

__ADS_1


"Kerja bagus kalian nanti aku kasih hadiah" ujar Rahmat membuat sang istri semangat


Sesampainya Ahmad di kamar di sana Aisyah tengah memainkan ponselnya entah itu dia lagi ngapain, Ahmad menyungingkan senyumannya seraya duduk di dekat Aisyah.


"Gak papa, emm A' aku mau minta sesuatu boleh gak?" tanya Aisyah memecahkan keheningan


"Apa?"


"Jawab dulu boleh apa gak?"


"Emm Boleh, emang apa?"


Aisyah tiba tiba mendekatkan kepalanya ke wajah Ahmad dengan mata tertutup dan bibir sedikit monyong sontak membuat Ahmad dag dig dug ser seraya memejamkan matanya.


'Otakku mulai travelling' batin Ahmad


"Coba A'a adzan" bisik Aisyah sedikit terkekeh lalu menjauhkan kembali kepalanya "A'a kok tutup mata sih?" sambung Aisyah


'Ya Allah kirain teh mau apa ternyata pengen denger suara adzan dariku' batin Ahmad tersipu


"Oke oke A'a mulai yaa, dengerin baik baik" Ahmad memulai adzannya dengan suara merdunya membuat Aisyah semakin yakin kalau muazin itu adalah suaminya.


"Ternyata A'a muazin di pondok paman" pekik Aisyah meneteskan air matanya terharu.


"Maksud kamu?" tanya Ahmad masih kebingungan


"A'a kan yang selalu adzan hari senin, kami dan jum'at di waktu subuh?" tanya Aisyah di angguki Ahmad


"Ya Allah" pekik Aisyah mempererat pelukannya sementara Ahmad masih kebingungan apa yang di katakan Aisyah


"Ada apa nie neng, A'a jadi bingung"


"A'a mau denger ceritanya?, tapi jangan ngeledek" ucap Aisyah melepaskan dekapannya di angguki Ahmad kemudian


"Jadi gini ceritanya......


_Flasback Off_


15 tahun yang lalu....

__ADS_1


Di sebuah ruangan lumayan luas terlihat Aisyah dan neneknya tengah menunggu adzan subuh sebelum melaksanakan sholat subuh.


Bebeberapa menit kemudian adzanpun terdengar di toa masjid namun suaranya tak biasa seperti biasanya, suara ini membuat nenek dan Aisyah terkejut sekaligus terharu.


"Masya Allah ini suara siapa nak Aisyah?" tanya nenek Aisyah dengan nada agak lambat ma'lumlah beliau udah sepuh


"Gak tahu nek" jawab Aisyah lembut


"Kamu kayanya suka yaa, nenek yakin banget nak ini orangnya baik, pinter dan sholeh seperti dirimu. Nenek yakin dia kelak akan menjadi jodohmu" ucap nenek yakin


Sementara Aisyah hanya tersenyum, ia juga berharap seperti apa yang di katakan neneknya.


"Nenek apaan sih" elak Aisyah tersipu


"Nenek akan terus berdo'a semoga kelak dia menjadi suamimu dan menerimamu apa adanya tanpa melihat kekurangan dan kelebihan darimu" jelas nenek mengelus elus kepala Aisyah.


Ucapan nenek sangat meyakinkan seolah olah beliau itu para normal yang bisa menerawang masa depan seseorang tapi beliau tidak seperti itu beliau berucap sesuai dengan isi hatinya.


'Ya Allah baru dengar suaranya aku udah suka apalagi kalau tahu oranganya pasti aku...ihh Astagfirullah Aisyah apaan sih' batin Aisyah berusaha menangkis pikirannya


Setelah mendengar suara adzan itu membuat Aisyah semangat untuk bangun awal cuman ingin mendengar suara adzan pria itu.


Aisyah menunggu namun di saat itu juga senyumannya pudar berubah drastis menjadi kecewa pasalnya bukan pria itu yang adzan.


Tapi entah kenapa hatinya menjadi penasaran dan ingin tahu siapa dia itu namun apa daya rasa ngengsinya mengalahkan niatnya.


Setelah satu minggu meneliti kapan dia adzan ia pun menyimpulkan kalau pria yang ia sukai selalu adzan di hari senin, kamis dan jum'at


_Flasback on_


.....nah gitu ceritanya, ihh kok nangis" ucap Aisyah menghapus air mata yang mengalir di pipi suaminya.


"Ternyata dulu kamu juga suka sama A'a?, emm tapi kenapa sekarang kaya gak gitu?" ledek Ahmad kenyataan


"Hha...gak tahu deh, tapi itumah waktu kita saling kenal sekarang setelah A'a jadi suami Aisyah, kayanya Aisyah bogoh (suka) sama A'a deh" tutur Aisyah tanpa ia sadari membuat Ahmad terkekeh


Ahmad bertanya apakan bener sang istri telah membuka hatinya untuk dirinya? pertanyaan itu membuat Aisyah menutup kedua mulutnya dan bergumam dalam hati 'Ya Allah keceplosan lagi'


"Ah apa sih aku gak ngomong apa apa" elak Aisyah gugup

__ADS_1


....................


__ADS_2