Takdir Cinta Gadis Bercadar

Takdir Cinta Gadis Bercadar
sn 2 : Poto pecah hati jadi resah


__ADS_3

Di saat Aisyah keluar dengan tergesa tiba tiba....


Prakkk....!! suara poto Aisyah jatuh ke lantai juga kacanya pecah


Sontak membuat Hasanah teriak kaget "Aisyahhhh....!!" pekik Hasanah menutup telinganya


Semua orang yang berada di rumahnya langsung berhamburan menuju kamar Hasanah "Astagfirullah..." pekik Rahmat terkejut di saat melihat poto Aisyah pecah.


"Bunda gak papa? bunda ada yang terluka gak?" tanya Rahmat khawatir


"Bunda gak papa, tapi Aisyahhh...ayah telpon Aisyah ayah ayokkk..." pekik Hasanah


Rahmat juga sangat khawatir dengan kondisi putrinya, segera Rahmat menghubungi Aisyah namun tak ada respon. Rahmatpun tak menyerah ia menelpon Ahmad namun tak ada juga.


"Terus ayah telpon... bunda khawatir" titah Hasanah lemas


Di waktu yang bersamaan...Bruggg....! suara benturan


"Ups sengaja" ucap Rani sinis


Kaki teman teman Aisyah di rentangkan di lantai sehingga membuat Aisyah tersandung dan terjatuh hingga kening Aisyah terbentur dengan meja yang terbuat dari kramik.


"Astagfirullah" pekik Aisyah


Renata yang baru keluar kelas terkejut dengan apa yang terjadi, Renata membantu membangunkan Aisyah namun Aisyah terlihat tak kuasa untuk berdiri.


"Haha...rasain tuh makan tembok hha...dasar sok suci di luar aja suci tapi aslinya murahan, dasar TER*R*S, NINJA juga PE-LA-KOR...byyy" ucap Rina tertawa galak berlalu pergi begitu aja tanpa ada rasa empati


"Aisyah...ya Tuhan kening kamu berdarah, Apiannn lu malah begong panggil cepet pak Ahmad" titah Renata kepada Apian yang dari tadi mematung memperhatikan mereka.


Karena Renata menyuruhnya ia segera berlari ke arah kantor untuk memberi tahukan pak Ahmad kalau sang istri tersandung dan berdarah.


Segera Ahmad berlari tanpa memikirkan orang orang di sekitarnya "Ya Allah neng..." pekik Ahmad syok saat melihat sang istri bersimpah darah di keningnya, karena terlalu banyak darah yang kelur sehingga mengenai cadar dan hijabnya.


Ahmadpun menggendong Aisyah dan di larikan kerumah sakit "Pak biar saya aja yang nyetir" ucap Renata menawarkan karena gak mungkin juga Ahmad nyetir dalam kondisi gemetar seperti itu.

__ADS_1


Di sana Aisyah terlihat pucat dan lemas tapi bibirnya terus saja menyungingkan senyumannya walaupun tipis "Neng kamu bertahan...Renata agak cepet..." titah Ahmad khwatir


Di kampus masih aja demo sampai pak Ujang ke walahan "Stooppppp" pekik pak Ujang mulai ganas membuat para siswa dan siswi juga sebagian orang tua mereka berhenti tak bersuara.


"Berita itu memang asli poto pak Ahmad dan Aisyah...."


"Berarti bener"


"Keluarkan saja si Aisyah"


"Pecat pak Ahmad tumannn"


"Diammmm, saya belum selesai gomong maen potong aja kalian sudah 3 tahun setengah di sini kami mengajarkan kalian untuk sopan santu tapi mana mana bukti kalian sekolah di sini, pake adab....kalian jangan asal percaya dengan berita cari kebenarannya dulu jangan asal share"


"Dengerin bapak....wajar dong seorang istri melayani suaminya, Aisyah siswa yang sopan santun, selalu menjaga pandangannya masa iya dia dengan mudahnya ingin jadi PELAKOR mau jadi PELAKOR bagaimana? dia istrinya pak Ahmad..."


"Seharusnya kalian ada di pihak Aisyah membantu dia untuk tidak menyebarkan berita hoax, coba kalian igat igat Aisyah pernah ngerjain kalian gak, pernah malak kalian gak? gak kan malahan dia yang selalu membantu kalian di kala kalian kesulitan coba kamu igat igat Rani dulu waktu kamu gak bekal sekolah terus kamu lapar siapa yang jajanin kamu? Aisyah kan?"


'Ya juga yaa selama ini Aisyahlah yang selalu jajanin gua ketika gua gak punya uang...ya Tuhan bodohnya diriku' batin Rani sedih


"Gak pak kami sadar kami salah maafkan kami" ucap siswa siswi hampir berbarengan


"Satu lagi tolong hapus poto itu jangan sampai tersebar lagi pokonya bapak gak mau tahu hapus secara permanen. Bapak yakin pelakunya ada di antara kalian"


"Saya pak ehh saya pak" ucap Baim latah membuat semua mata tertuju kepadanya


"Baimmmm" pekik pak Ujang murka


"Iiya pak eh iya pak?"


"Kamu ke kantor sekaranggggg, Ido...bawa dia ke kantor" titah pak Ujang kepada Ridho salah satu stap


"Iya pak, ayok cepet ke kantor" titah Ridho kepada Baim


"Jangan bawa saya ke penjara saya takut pak hiks..." rengeng Baim

__ADS_1


"Kalau gak mau ke penjara jangan lakukan ke salahan, cepett"


Baimpun menyerahkan dirinya dia tak bisa berbuat apa apa selain mengeluh sorakan pun mereka lontarkan kepadanya membuat Baim semakin malu.


"Sekarang kalian bubar jangan ada yang nyebarin lagi poto itu kalau bisa hapus secara permanen, jangan lupa juga minta maaf sama pak Ahmad dan Aisyah" titah pak Ujang sekali lagi


Merekapun bubar dengan rasa bersalah apalagi orang tua mereka yang terlihat menyesal dan murung sebagian dari mereka langsung mencari Ahmad dan Aisyah.


'Duh gimana nie kalau sampai ketahuan gua yang udah celakain Aisyah' batin Rani ketakutan


"Gimana ini Ran..." bisik anak buah Rani yang tadi ikut melakukan kejahatan


"Kita kabur" bisik Rani


Merekapun melangkahkan kakinya keluar namun tiba tiba Apian muncul dari depan sehingga langkah mereka terhentikan "Mau kemana kalian? mau kabur silahkan putar arah" seru Apian tergalak


Merekapun membalikan badannya dan langkahnya juga terhentikan karena di bagian belakang ada Vino yang berjaga sehingga mereka tak bisa ke mana mana "Mau kemana?"


"Kalian harus tanggung jawab atas apa yang kalian lakukan, ikut gua kita kerumah sakit kalian harus mempertanggung jawabkan atas apa yang kalian lakukan" ujar Apian menarik tangan Rani dan Vino menarik tangan anak buahnya masuk ke dalam mobil Apian.


Mereka terlihat tak berdaya apa lagi Rani yang merasa bersalah dengan apa yang telah ia lakukan


Renata terus menyetiri mobilnya dengan perasaan campur aduk untungnya dia sudah mahir ngendarai mobil dalam kondisi apapun biasa lah jomblo bayak pikiran apa lagi sampai saat ini ia menyimpan perasaan pada Vino, namun Vino tak peka peka malah dengan wanita lain yaa jadi terbiasalah nyetir lagi galau, nangis ataupun panik.


"Neng kamu harus kuat A'a gak kehilangan kamu..."


"A'a Aisyah gak akan ke mana mana, A'a jangan khawatir Aisyah baik baik aja" ucap Aisyah sedikit tersegal segal dengan tangan berusaha terangkat untuk meraih pipi Ahmad


Ahmad yang menyadarinya langsung meraih tangan Aisyah lalu menempelkan di pipinya, bibir Aisyah pun melebar seketika tangan itu terjatuh dan mata Aisyah tertutup.


Membuat Ahmad semakin panik untungnya Renata telah sampai di rumah sakit segera Ahmad menggendong Aisyah kedalam rumah sakit itu "susterrrr susterrr" pekik Ahmad panik


Suster yang tengah membawa hospital bed langsung menghampiri Ahmad dan merebahkan Aisyah ke atas ranjang itu lalu di bawalah Aisyah ke ruangan UGD dan suster menyuruh Ahmad dan Renata untuk menunggu.


Emm apa yaa nama ruang pasien yang kecelakaan dan berdarah maaf yaa kalau salah nama ruangannya authornya gak tahu 😅

__ADS_1


__ADS_2