
"Siapa yang masih SMP??" tanya Ustadz Usman, kembali. Dan duduk di bibir ranjang, memandangi sang anak penuh dengan misteri.
"Emm emm enggak Bi" jawab Ahmad, gugup.
"Jujur, Abi gak suka kalau kamu bohong. Abi sangat tahu mana yang bohong dan mana yang jujur. Udah cerita aja sama Abi, mumpung gak ada Ummi, kan kita sama sama lelaki jadi enak kalau curhat hhe.." Ahmad sangat terkejut ketika Ustadz Usman menepuk pundaknya saat mengatakan 'jujur'.
Tepukan itu, membuat Ahmad semakin gugup dan mengeluarkan keringat dingin di sertai badan yang kaku. Ahmad bimbang antara mau jujur atau menyembunyikan rasa penasarannya itu.
"Emmm" belum Ahmad bicara ia langsung di
'bluk'
Ahmad di tepuk kembali oleh Ustadz Usman, dan lagi lagi mengejutkan Ahmad, sampai sampai Ahmad ngomongnya kebablasan "ukhty tadi...ups" Ahmad langsung mengangkat kedua tangannya guna menutupi mulutnya yang kebablasan itu.
Ucapan Ahmad membuat Ustadz Usman terkekeh geli " tuhh kan, bener tebakan Abi" ucap Ustad Usman, masih terkekeh.
"Kapan Abi bicara?" tanya Ahmad, binggung.
"Dalam hati...hha" ucap Abi tertawa lepas. Baru kai ini Ustadz Usman ketawa lepas, padahal ia belum tertawa selepas ini. Mungkin ini gara gara Ahmad yang baru pertama kali, kepo soal cewek. Sedangkan Ahmad hanya bengong dan merasa canggung.
"Jadi kamu ngira kalau Aisyah masih SMP?" Ahmad hanya menggukkan kepalanya. "Hha..kamu salah besar, dengerin Abi yang kecil belum tentu kecil" sambung Ustadz Usman, terkekeh.
"Maksud Abi?"
__ADS_1
"Yaa kamu ngira yang badannya kecil itu masih SMP? gak juga kali, contohnya Ummimu, tubuhnya kecil tapi udah umuran. Tapi lucu loh punya istri badannya kecil, seru. Tingkahnya kekanak kanakan. Ahh Abi jadi kangen sama Ummimu. Kalau kamu mau tahu soal Aisyah cari tahu aja sendiri " ucap Ustadz Usman,
menepuk nepuk pundak sang anak. Lalu pergi begitu aja, tanpa permisi sama sekali. Bujangan itu hanya bengong, dengan mulut terbuka dan mata melotot.
" ihh Abi kenapa ngomongnya gitu!! Abi kenapa sih gak ngasih tahu kan Ahmad jadi penasaran" gumam Ahmad, merebahkan badannya.
Malam setelah sholat magrib....
Santri/wati tengah belajar, kebetulan yang mengajar adalah Aisyah. Aisyah di anggkat jadi guru honor oleh Ustadz Usman (emm semua yang ngaji di madrasah Ar-Rahman usianya masih dini), Ustadz Usman mempercayai Aisyah untuk mengajar karena ia telah berpengalaman ngajar di pesantren, dan Ustadz Usman juga tahu akan kecerdasan gadis berniqob itu.
Ahmad sedang mengawasi anak anak belajar, karena malam ini Ustadz Usman sedang tidak enak badan. Jadi tanggung jawabnya di alihkan kepada putranya, cuman sementara. ketika ia akan mengawasi kelas yang di ujung (kelas 1), ia gak sengaja melihat Aisyah sedang mengajar begitu serius.
'Itukan gadis yang tadi!! ouhh dia ngajar disini?' batin Ahmad, tersenyum lebar. Mungkin ini kesempatan dia untuk mencari tahu tentang gadis itu, yaa walaupun mungkin nanyanya kepada anak didiknya.
'Aduhh aku pengen pipis, tapi ini anak anak gimana?' batin Aisyah, melihat sekitar kelas itu 'Ahhh itukan kk kulkas, yang waktu tadi sore'batin Aisyah, mengangguk nganggukkan kepalanya.
Segera Aisyah menghampiri Ahmad yang tengah mematung di balik pintu (membelakangi pintu). Aisyah berdiri di belakang Ahmad, saat ia akan mengucapkan salam, tiba tiba Ahmad membalikkan badannya, tak sengaja keempat bola mata itu saling bertatap tatapan. Entah berapa detik mereka bertatap tatapan, segera Aisyah dan Ahmad menundukkan kepalanya satu sama lain.
Aisyah sukses membuat Ahmad canggung, deg degan, tubuhnya kaku, dan juga keluar keringat dingin di keningnya. Tapi Ahmad berusaha untuk tidak bertingkah canggung, ia berusaha menjadi Ahmad yang dingin, namun tetep rasa canggung itu gak ilang ilang. Sedangkan gadis itu hanya beristigfar dalam hatinya, tanpa ada perasaan apapun.
"Kk boleh gak Aisyah titip dulu anak anak, Aisyah mau ke belakang dulu. Terimakasih kak, permisi Assalamualikum" ucap Aisyah, tergesa gesa. lalu pergi begitu aja. Sedangkan Ahmad masih bengong lalu mengganggukkan kepalanya setelah gadis berniqob itu pergi agak jauh.
Bujangan itu langsung menghampuri anak anak yang tengah menatap kepadanya " anak anak... kakak Aisyahnya kebelakang dulu, emm kakak akan menggantikkan Kk Aisyah dulu" ucap Ahmad, di angguki anak didik Aisyah.
__ADS_1
******
Setelah gadis berniqob itu keluar dari tandas dan berwudhu, segera Aisyah kembali ke kelasnya. Dilihatnya Ahmad sedang menanyakan sesuatu kepada anak didiknya
"Dekk...kk mau tanya, kalau kak Aisyah umurnya berapa yaa?"
" Gak tahu tapi kak Aisyah kelas dua SMA"
Aisyah masuk ke kelasnya diiringi dengan salam. Ahmad yang tengah bertanyapun terkejut dan langsung bersikap dingin, Aisyah terkekeh geli dengan ucapan Ahmad tadi. Ahmad langsung pergi keluar, dengan wajah kemerah merahan. Mungkin dia malu hha...
'duhh pasti si Aisyah denger pertanyaan gua, ihh kenapa gua bisa ceroboh, kan jadi malu'batin Ahmad.
Aisyahpun langsung melanjutkan mengjarnya sampai adzan isya berkumandang. Setelah selesai sholat isya semua orang keluar berhamburan. Terlihat gadis berniqob itu tengah berdiri di parkiran, sambil memainkan handponnya. Ahmad ingin sekali mendekati gadis itu, namun saat dia akan melangkahkan kakinya tiba tiba Farish menepuk pundaknya.
"Heyyy...lu pulang naik apa?" tanya Farish
"Naik sepeda motor, lu naik sepeda motor?" tanya Ahmad kembali
" Yo'i, ayo kita ke parkiran. besok kita jooging yu" ujar Farish, mereka berdua berjalan menuju keparkiran, sambil saling rangkul, itu kebiasaan mereka ketika berjalan.
"oke boleh juga"
Bersambung.....
__ADS_1