Takdir Cinta Gadis Bercadar

Takdir Cinta Gadis Bercadar
sn 2 : Gagal (A&A)


__ADS_3

Malam semakin larut, Keluarga Abdillah sebelumnya telah berpamita untuk pulang ke kediamannya. Di perjalanan menuju rumahnya Nurul dan ustadz Usman berjalan lebih dulu, mereka sengaja karena ingin kedua pengantin baru itu bisa bisa berinteraksi.


Ahmad dan Aisyah berjalan sangat keduanya terlihat canggung hingga sampai di dalam rumah segera Nurul menutup pintu itu "Ahmad ajak istrimu ke kamar" titah Nurul terkekeh dalam hati. Tak ada kata yang terucap Ahmadpun meraih tangan Aisyah walaupun hatinya terus ingin menjerit, di bawalah Aisyah ke kamarnya.


Sesampainya di kamar Ahmad segera melepaskan pegangannya dan pergi ke tandas karena ia malu harus menampakkan wajah yang kemerah merahan itu gara gara memegang erat tangan sang istri, sementara sang istri ia berjalan menuju ranjang dan duduk di bibir ranjangnya, melirik kesekeliling sudut kamar barunya.


Hati terasa tenang dan juga udaranya sejuk dengan wewangian yang pas untuk di cium oleh hidung. Aisyah sangat kagum rasanya bakalan betah deh tinggal di kamar ini tapi mungkin bakalan sulit untuk menerima Ahmad di hatinya.


Tapi entahlah gimana nanti aja mungkin Ahmad bisa meluluhkan hatinya dalam waktu yang singkat mungkin!! dan bisa membuka pintu hatinya untuk Ahmad. Semoga aja....


Krakkk...!!! suara pintu tandas


Ahmad keluar dari tandas dan pergi menghampiri sang istri dengan mimik wajah datar "Kamu punya wudhu gak?" tanya Ahmad seraya duduk di sampingnya. Aisyah menggelengkan kepalanya pelan bertanda ia tak punya wudhu "Kamu wudhu dulu gih, kita sholat sunnah" titahnya dan diangguki sang istri.


Aisyahpun pergi ke tandas sementara Ahmad menyiapkan alat sholat untuk Aisyah dan dirinya. Singkat cerita, Aisyah keluar dari tandas ia terkejut di dapatinya alat sholat telah siap tinggal ia mengenakan mukenanya.


Aisyahpun berjalan menuju tempat sholat itu gemeteran dan setelah sampai di atas sajdah iapun memakai mukenanya. Ketika mengaitkan tali mukena Aisyah merasa kesulitan dengan sigap Ahmad membantunya hingga ke empat mata itu saling bertatap tatapan.


"Emm" dehem Aisyah membuat Ahmad menjauhkan wajahnya


Merekapun sholat sunnah, Aisyah merasa canggung nan aneh karena ini pertama kalinya ia merasakan sholat berjamaah hanya berdua biasanya ia selalu sholat sendiri atau enggak sholat satu rt bahkan bisa sampai dua rt sekaligus di masjid.


Setelah selesai melaksanakan sholat, dzikir yang waktunya sangat lama banget sampai sampai bagian bawah dan atas kelopak mata Aisyah saling menyatu.

__ADS_1


Ahmad membalikan badannya sehingga membuat Aisyah terkesiap dengan tangan yang masih di depan wajahnya yaa dari tadi tangannya ia kipas kipaskan karena ia merasakan panas lagi di bagian wajahnya, mungkin krim tadi sudah ilang karena ir jadi terasa lagi panasnya.


Ahmadpun heran dengan apa yang sedang istrinya lakukan, dilihatnya merah di bagian kening sang istri sontak membuat Ahmad terkejut "Ya Allah, kening kamu kenapa merah?" tanya Ahmad dengan posisi tangan yang terangkat.


Awalnya Ahmad akan meraih wajahnya dan menariknya ke hadapannya namun niatnya ia urungkan karena masih merasa canggung dan takut. Ma'lum lah baru kali ini saling berhadapan dengan lawan jenis di tempat sepi (biliknya).


"Emmm"


Belum Aisyah menjawab pertanyaannya malah Ahmad mendahului ucapan sang istri ia berkata "apa boleh saya liat wajah kamu?" pekik Ahmad memejamkan matanya.


"Emm emm bo..bo..boleh tapi jangan terkejut yaa" ujar Aisyah gugup. Pasalnya ia belum siap menampakan wajahnya di hadapan lelaki kecuali bapaknya.


Ahmadpun mengangguk dan mulai melepaskan mukena yang masih tertempel di kepalanya, setelah selesai iapun menghela napas panjang dan mengucapkan bismilah terlebih dahulu. Kemudian Ahmad membuka ikatan tali (cadar) yang berada di luar tudungnya.


Tokkkk....tokk....tokk.....


"Maaf Ahmad Ummi ganggu bentar" pekik Nurul di balik pintu membuat keduanya menoleh ke arah pintu segera Ahmad menghampiri sang ibu dan membuka pintunya kemudian.


'Alhamdulillah kayanya belum mulai deh' batin Nurul bernapas lega seraya terkekeh.


"Ahh Ahmad kamu sudah tahu Aisyah wajahnya merah?" tanya Nurul ragu dan di angguki sang anak "Alhamdulillah kalau begitu kamu bantu olesi wajahnya dengan krim ini soalnya Ummi gak bisa udah ngantuk banget ini juga terpaksa karena Ummi kasian sama menantu Ummi hhe..." ucap Nurul menyodorkan wadah kecil.


"Aisyah kenapa wajahnya mi?" tanya Ahmad meraih wadah kecil itu.

__ADS_1


"Tanya aja yaa sama istrimu ummi gak kuat ngantuk" ujar Nurul pergi berlalu ke kamarnya semetara Ahmad hanya geleng geleng kepala serya menutup pintu kamar dan menghampiri sang istri yang tengah mengipas ngipasi wajahnya dengan kedua tangannya.


Dengan sigap Ahmad mengoleskan krim itu ke wajah sang istri penuh dengan kelembutan sehingga membuat Aisyah tak begitu ketakutan lagi"Sini aku bantu tiup wajah kamu biar gak ke panasan" seru Ahmad, meniup niup wajah sang istri.


'Ya Allah ternyata benar apa yang di katakan Ummi tadi, memang kk kulkas ini sangat mencintaiku...semoga masih sama di saat aku berhasil membuka hatiku untuk dirinya' batin Aisyah masih memejamkan matanya ia masih belum berani menatap wajah sang suami.


"Masih panas gak?" tanya Ahmad meniup niupi wajah sang istri. Aisyahpun membuka matanya perlahan didapatinya senyuman indah "Emmm kalau boleh tahu wajah kamu kenapa?"


"Emmm aku kayanya alergi make up" jawab Aisyah membuat Ahmad terkekeh "ngeledek?" tanya Aisyah membulatkan matanya.


"Hhe...aneh banget baru kali ini saya denger wanita anti make up, emang gak pernah di make up?" Aisyah menggelengkan kepalanya pelan "Di bedak pernah?" tanya Ahmad lagi dan lagi lagi Aisyah menggelengkan kepalanya.


'Masya Allah, pantesan wajahnya bercahaya. Kayanyamah sering wudhu' batin Ahmad menyungingkan senyumannya dan beranjak dari duduknya seraya melepaskan baju kokoknya membuat gadis itu terkejut dan menutupi matanya dengan kedua tangannya.


"Hhfffttt...kamu kenapa? saya pake baju" seru Ahmad terkekeh, Aisyahpun melepaskan tangannya untuk memastikan "Pake kan?, kenapa harus menghindar sihhh saya kan suamimu jadi gak apa kan saya buka baju di hadapanmu?" tanya Ahmad duduk di atas ranjang dengan posisi kepala di rebahkan di kepala ranjang.


Sementara Aisyah dia hanya diam "iiyaa ma...maaf, a..aku belum siap" ucap Aisyah menundukkan kepalanya.


Ahmad menyuruh Aisyah untuk duduk di sampingnya, segera Aisyah menghampirinya tanpa ada kata kata yang terlontar di mulutnya. Sebenarnya gadis itu belum siap tapi mau gimana lagi dia harus menuruti kemauan sang suami.


'Hahh...setelah ini dia mau apain aku yaa?' batin Aisyah merebahkan kepalanya di kepala ranjang.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2