Takdir Cinta Gadis Bercadar

Takdir Cinta Gadis Bercadar
sn 2 : Tersipu


__ADS_3

Sementara di sisi lain, kedua sejoli itu tengah menyiapkan barang barang yang akan di bawa mereka untuk pergi ke Sukabumi, rencananya sih mereka akan nginep entah lah berapa hari yang jelas mereka akan nginep dulu.


Terlihat mereka sedang sarapan di sebuah meja dengan berbagai macam hidangan di atas meja. Tak ada suara cekcok disana cuman hanya ada suara tendingan sendok yang bersentuhan dengan piring.


"A' katanya kalau istri minum di gelas suaminya itu berkah yaa A'?" tanya Aisyah memastikan dan di angguki sang suami.


Ahmadpun meraih gelas dan meminumnya setelah gelas itu di taruh kembali Aisyahpun meraih gelas itu dan meminumnya sontak membuat Ahmad begong seraya berucap "Cari bekas bibirnya"


Karena Aisyah gak merhatikan bekas bibir Ahmad minum jadi Aisyah inisiatif memutar gelasnya ketika bibir gelas itu menyatu dengan bibirnya seraya meminum airnya sampai habis tak tersisa membuat Ahmad geleng geleng kepala.


"Alhamdulillah, A' minum lagi" titah Aisyah menyodorkan gelas lain yang berisi air guna Ahmad meminumnya.


Setelah Ahmad meminumnya Aisyahpun kembali mengulang tigkah lucunya tadi membuat Ahmad terkekeh "Kenapa di munum lagi?" tanya Ahmad


"Biar berkah A'" jawab Aisyah setelah air itu habis di minumnya.


"Ihh gemes deh" seru Ahmad gemes seraya mengelus elus kepala sang istri membuat Aisyah tersipu hha...


Setelah mereka selesai sarapan Aisyahpun mencuci piring piring kotor terlebih dahulu sebelum berangkat sementara Ahmad ia pergi ke kamar untuk bersiap siap


"Non buar bibi aja yang beresin, takutnya kesiangan ini juga udah jam 08:58" seru bi Siti mengambil alih pekerjaan yang di kerjakan Aisyah.


"Gak papa bi biar Aisyah aja sambil nunggu A'a" elak Aisyah lembut


"Neng udah belum? ayok keburu siang" pekik Ahmad yang berada di ruang keluarga


"Tuh kan den Ahmad udah siap, ini biar bibi yang beresin" titah bi Siti


"Maaf yaa bi, Aisyah gak bisa bantuin bibi" ujar Aisyah murung


"Kenapa harus minta maaf ini kan udah jadi tugas bibi sebegai pebantu" elak bi Siti lembut membuat Aisyah semakin tak enak


Aisyahpun memeluk bi Siti dan berseru "Makasih yaa bi...bi Siti udah setia merawat rumah ini..."


"Suttt...jangan bicara seperti itu justru bibi berterima kasih kepada non Aisyah sama tuan dan nyonya karena udah kasih kesempatan kepada kami untuk tinggal di sini juga dibayar lagi" elak bi Siti meneteskan air matanya.

__ADS_1


"Sama sama bi" ucap Aisyah masih memeluk erat bi Siti


"Neng ayok keburu siang" ajak Ahmad yang dari tadi memperhatikan kedua wanita yang tengah menangis terharu


"Iya cepet keburu siang" titah bi Siti melepaskan pelukannya


Aisayhpun mengangguk seraya berpamitan kepada bi Siti juga pak Budi begitu juga dengan Ahmad. Setelahnya mereka masuk kedalam mobil, seperti biasa Ahmad selalu membukakan pintu mobil untuk sang istri. Juga membantu Aisyah memakai seat beltnya.


'Ya Allah A'a bikin Aisyah waper aja eh baper aja' batin Aisyah menyungingkan senyumannya.


Ahmad mengendus mencium aroma yang tak biasa, yang menjadi sasarannya adalah bajunya sendiri. Ahmad meraih kerah bajunya guna menciumnya


"Kenapa A'?" tanya Aisyah yang dari tadi merhatikan tingkah aneh sang suami


"Neng, nyuci baju A'a gak pake pewangi yaa?" tanya Ahmad masih mencuim aroma bajunya yang wangi


"Peke, malah waktu nyetrika juga pake. Idung A'a kali yang bermasalah" elak Aisyah yang merasa ia telah memakaikan minyak wangi ke baju A'a


"Coba kamu yang cium" titah A'a menyodorkan rahang bajunya


Membuat pipi Aisyah merah merona "A'a" seru Aisyah bernada manja


"Wangi gak neng?" tanya Ahmad tersenyum lebar


"A'a nie modus" elak Aisyah mengakat kepalanya seraya memukul bahu sang suami pelan "Ihh udah cepet malah senyum senyum lagi" sambung Aisyah salting (salah tingkah)


"Haha...itu pipinya merah acie cie" ledek Ahmad tertawa lepas


"Ihh A'a cepet" elak Aisyah marah namun kemarahannya membuat Ahmad semakin meledeknya.


"Iya neng" Ahmadpun menghentikan tawanya dan menyalakan mesin mobilnya seraya melajukannya pasalya tadi pagi mesinnya telah di panaskan dan di cek takut ada yang mengganjal.


Singakat cerita jam menunjukan 11:50 Ahmadpun mengajak sang istri untuk rehat dulu dan dan melaksanakan kewajiban sebagai umat muslim yaitu melaksanakan sholat lima waktu.


"Neng kita rehat dulu ini juga mau dzuhur, kita nepi di mesjid itu" ajak Ahmad serya menunjuk sebuah masjid di depan dan di angguki Aisyah

__ADS_1


Merekapun nepi dulu di sebuah masjid yang cukup luas, Ahmad terlebih dulu memarkirkan mobilnya dan setelah itu mereka pergi ke tandas untuk mengambil air wudhu di tempat yang berbeda.


"Neng A'a kesanah dulu yaa nanti kalau udah sholat kamu tungguin A'a di sini" titah Ahmad sebelum berpisah dan di angguki Aisyah


Setelah Ahmad selesai mengambil air wudhu Ahmadpun masuk kedalam masjid itu terlihat orang orang juga mulai berdatangan. Ahmad melaksanakan sholat tahiyatul masjid terlebih dulu setelah nya berdzikir.


Di sana orang orang (pribumi dan beberapa orang yang nyimpang dulu menatap kagum kepada sosok Ahmad yang tengah berdzikir.


"Pak sebaiknya pemuda itu yang kali ini adzan" titah salah satu warga kepada pak ustadz di sana.


"Baik lah" Pak Ustadz pun mendekati Ahmad dan berkata


"Nak, kamu yang adzan yaa"


"Gak papa pak?" tanya Ahmad memastikan


"Iya sekarang udah waktunya, silahkan kamu adzan" titah pak Ustadz mempersilahkan Ahmad untuk adzan


Ahmadpun meranjak mendekati tempat di mana muazin selalu melantunkan adzannya di sana dan memulai dengan basmalah. Ahmad memulai adzanya dengan suara merdu dan lantangnya sontak membuat semua orang di sana terutama sang istri.


Terkejut karena kagum 'Masya Allah/subhanallah/indah sekali' begitu kira kira gumaman mereka.


'Ya Allah kok suaranya gak asing yaa, ini kan suara yang muazin yang selalu di lontarkan di toa masjid deket rumah. Kok bisa sama, ahh tidak gak mungkin sama...setiap orangkan punya suara khasnya masing masing walaupun sama tapi kan ada perbedaannya walaupun sedikit' batin Aisyah


_Flasback Off_


Waktu menunjukan 04:20 setelah Ahmad selesai memakai koko dan peci serta tak lupa sarungnya. Ahmadpun berpamitan untuk pergi sholat di masjid itu juga campuran titahan dari sang istri.


"Neng...A'a ke masjid dulu" ucap Ahmad menyodorkan tangannya guna sang istri mengecup punggung tangannya


"Assalamualaikum" sambung Ahmad mengecup kening sang istri


"Waalaikumussalam warohmatullah"


Bersambung dulu yaa lanjut di episode selanjutnya...

__ADS_1


__ADS_2