Takdir Cinta Gadis Bercadar

Takdir Cinta Gadis Bercadar
Canda cireng


__ADS_3

"Selamat datang non, aden" sambut Siti dan Budi (pembantu dan satpam Rahmat) di teras rumah


"Iya terima kasih" ucap Aisyah tersenyum ramah begitu juga dengan kedua pengantin baru itu.


"Ini siapa?" tanya Siti melirik ke arah Mila yang tengah mematung di samping Farish "Istrimu?" sambungnya ketika melirik ke arah tangan mereka, berpegangan. pasti istri nya lah kalau mereka bergandengan gitu pikirnya.


"Ahh iya bi, mang ini istri Farish"


"Masya Allah, cantik yaa" puji kedua paru baya itu membuat Mila tersipu


"Iya dong cantik, kan Aisyah yang pilihnya" tutur Aisyah memainkan alisnya ke atas dan kebawah seketika bahunya di dorong oleh Farish pelan namun Aisyah terdorong karena ia belum siap.


"Tidur mulu tuh sampai lupa makan jadinya loyo" ledek Farish datar karena yaa memang sepanjang jalan Aisyah hanya tidur ataupun main handpon. Di suruh makan malah nolak jadi mereka berdua makan tanpa Aisyah.


"Hmmm" Aisyah tak ingin debat karena kayanya ia masih ngantuk sekaligus cacing yang berada di dalam perutnya lagi demo bertanda dia lapar hha...


"Lanjutin ngobrolnya di dalam" titah Siti di angguki mereka bertiga.


"Arish tolong bawa koper Aisyah ke kamar Aisyah" titah Aisyah datar sementara Farish dia membuka mulutnya tak percaya akan Aisyah yang berani menyuruhnya.


"Heyyy bawa sendiri, punya adik gak sopan banget. Maen nyuruh nyuruh, yang ada Aris yang harus nyuruh kamu" seru Farsih tergalak


Farish melirik ke arah Mila yang tengah melotot, bertanda Mila berada di pihak Aisyah dan mengelus elus bahu sang suami seraya terkekeh kemudian.


"Haha gak bisa apa apa kan?" seru Aisyah karena Farish terlihat mengalah lalu meraih koper pink miliknya "ayok cepet bawa ke kamar Aisyah..." titah Aisyah beranjak pergi ke dalam rumah.


"Udah den biar mamang aja yang bawa" seru Budi meraih koper pink di samping Farish


"Gak usah mang" Farish meraih kembali koper pink itu namun di cegah oleh Budi.


"Udah gak papa, biar mamang aja. Aden pasti capek sudah perjalanan jauh"


"Iya kalian istirahat aja" seru Siti mempersilahkan mereka untuk ke dalam rumah

__ADS_1


Karena mereka gak mau debat akhirnya kedua sejoli itu masuk ke dalam rumah. Sementara Aisyah keluar lagi untuk mengambil kopernya itu yang baru saja di raih Budi.


"Mang sini Aisyah aja yang bawa, tadi Aisyah hanya bercanda. Soalnya tadi Aisyah di kerjain Aris jadi Aisyah pengen balas dendam hhe...." tutur Aisyah meraih koper itu lalu di bawanya ke dalam kamarnya.


"Ya Allah kirain mamang non Aisyah berubah jadi harimau...ternyata hanya cireng toh" gumam Budi mengelus dadanya seraya mengucap syukur.


"Ngaprank meren" seru Siti menepuk bahu sang suami membuatnya terkesiap "bukan cireng, cireng mah atuh makanan" sambungnya terkekeh


"Ahh pokonamah eta we....ngacireng ehh ngaprank"


singkat cerita...


Di dalam kamar yamg cukup luas dengan warna cat putih dan ranjang berukuran muat lah untuk dua orang juga satu lemari pintu dua. Ruangan itu tak ada tandas sama sekali, lantas di mana tandasnya?


Tandas berada di dekat dapur, emang kamar itu tak di beri tandas karena itu kamar tamu, mungkin hanya kamar Aisyah saja yang ada tandasnya.


Kedua sejoli itu tengah mengobrol ria di sana. Farish begitu manja sehingga ia merebahkan kepalanya di pangkuan Mila, tangan Mila terus memutar mutarkan rambut pendek milik Farish membuat pria itu semakin manja.


Di sana mereka ngobrol tentang mereka berencana akan mondok satu malam di sini sebab jika mereka pulang sekarang takutnya terjadi apa apa kalau sampai Farish ngantuk.


Sontak membuat gadis berniqob itu menangis terharu di sana juga ada mainan yang masih tersusun rapi membuat air mata yang keluar dari netranya semakin deras.


"Masya Allah semuanya masih utuh, kayanya Ayah tegaskan sama Bi Siti untuk merawat ini semua" gumam Aisyah menyungingkan senyumnya.


Aisyah di sana memainkan semua mainan yang dulu sering ia mainkan yaa walaupun ada satu mainan yang rusak "Ini kan mainan yang waktu dulu Aisyah banting karena kesal tak bisa memainkannya hha ya Allah Aisyah masih ingat" gumam Aisyah terkekeh.


Singkat cerita malampun berlalu....


Di ruang makan yang cukup luas dengan kursi tersusun sekitar enam buah kursi. Di sana terlihat ada Aisyah, Mila, Farish, Bidi, Siti dan putri Siti yang bernama Aida yang berusia sekitar tujuh tahun.


Di meja itu terdapat berbagai macam lauk, mereka sangat menikmati masakan yang di buat Siti di bantu juga oleh Mila "Masya Allah, ini siapa yang masak enak banget" puji Budi saat memasukkan sesendok nasi dan lauknya


"Non Mila" seru Siti, melirik ke arah Mila seraya tersenyum

__ADS_1


"Ahh gak, ini buatan bi Siti" elak Mila tersipu


"Masya Allah istriku, emang pinter masak" puji Farish mengelus kepala Mila membuatnya tersipu


"Mulai deh gak tahu apa ada jomblo di sini" ngerutu Aisyah yang dari tadi nyimak


"Makanya cepet nikah" seru Farish tertawa meledek


"Ya Allah iya yaa ada jomblo di sini" seru Siti dan Budi


"Ahh gak kan ada Aida yaa kan Aida" elak Aisyah melirik ke arah Aida seraya tersenyum


"Gak Aidamah sama Rafli" elak Aida menyodorkan boneka barbynya (berjenis kelamin laki laki) ke atas meja membuat semua orang tertawa meledek.


"Bocil aja punya pasangan masa ini haha jomblo" ledek Farish melirik ke arah Aisyah di dapatinya Aisyah tengah membulatkan matanya.


"A' udah liat dia udah marah gitu" seru Mila memegang tangan Farish


"Ahh gak papa, teng aja. Aisyah mau beli boneka barby yang cowoknya, biar gak ada yang ejek lagi"


"Emm mending minta sama si Ahmad untuk menta'arufmu"


"Apa? jangan bawa bawa kakak kulkas itu dong"


"Lah kenapa?"


"Ya gak suka aja gitu sama orang yang dingin kaya gitu. Coba bayangin nie kalau Aisyah nikah sama dia, yang ada Aisyah semakin bosan" cerocos Aisyah membuat semua orang mengerutkan keningnya.


"Ehh jangan gitu, kita kan gak tahu sifat asli seseorang. Mungkin aja dia aslinya suka ngelawak, cuman dia mencari tempat yang tepat gitu" seru Budi


"Udah jangan ngobrol terus ini lauk pauknya keburu dingin" titah Siti di angguki mereka.


Setelah cek cok saling ledek cukup lama dan makan pagi Farish beserta istrinya pamit untuk pulang ke Sukabumi.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2