Takdir Cinta Nesa

Takdir Cinta Nesa
Menyampaikan Pesan


__ADS_3

Sekretaris Bian sudah berada dirumah Surya untuk menyampaikan pesan penting dari Adam.


"Selamat malam Sekretaris Bian" Pak Ngah yang menyadari kedatangan Sekretaris Bian akhirnya menyapa


"Selamat malam Pak Ngah" Sekretaris Bian membalas sambil tersenyum pada Pak Ngah


"Apa Tuan Surya ada dirumah?" Tanya Sekretaris Bian sambil melihat ke sekeliling ruangan


"Tuan Surya sedang beristirahat di kamar" Jawab Pak Ngah


"Jika saya bertemu sekarang,apa akan mengganggu istirahat Tuan Surya?" Sekretaris Bian bertanya lagi


"Sepertinya tidak,karena Tuan baru saja masuk ke kamar setelah menyelesaikan makan malamnya" Ujar Pak Ngah


"Tolong sampaikan pada Tuan Surya kalau saya ingin bertemu. Ada pesan penting dari Tuan Adam yang harus saya sampaikan" Pinta Sekretaris Bian


"Baik Sekretaris Bian. Silahkan duduk dulu" Pak Ngah mempersilahkan Sekretaris Bian untuk menunggu


Pak Ngah mengetuk pintu kamar Surya. Tak selang berapa lama pintu dibuka oleh Sintia yang tak lain adalah mamanya Adam.


"Ada apa Pak Ngah?" Tanya Sintia


"Maaf saya sudah mengganggu istirahat Nyonya" Pak Ngah terlihat sungkan pada Sintia


"Tidak,saya belum tidur" Jawab Sintia


"Apa Tuan Surya ada didalam,Nyonya?" Tanya Pak Ngah


"Iya ada. Apa sedang ada tamu diluar yang mencari mas Surya?" Sintia menjawab sambil bertanya lagi pada Pak Ngah


Tiba-tiba kemunculan Surya dari dalam kamar menghentikan pembicaraan mereka.


"Maaf Tuan saya menganggu" Pak Ngah kembali meminta maaf pada Surya


"Ada apa Pak Ngah?" Tanya Surya akhirnya


"Dibawah ada Sekretaris Bian ingin bertemu dengan anda" Ujar Pak Ngah


"Apa Sekretaris Bian datang bersama Adam?" Tanya Surya lagi

__ADS_1


"Tidak Tuan. Sekretaris Bian datang seorang diri" Jawab Pak Ngah


"Sekretaris Bian ingin menyampaikan pesan penting dari Tuan Adam. Begitu yang saya dengar tadi" Sambung Pak Ngah menjelaskan maksud kedatangan Sekretaris Bian


Surya mengerutkan keningnya dengan raut wajah penuh tanda tanya. Ada apa Sekretaris Bian datang menemuinya malam-malam? Pesan penting apa yang ingin Adam sampaikan hingga dia mengutus Sekretarisnya untuk menyampaikannya? Dan kenapa Adam tidak pulang ke rumah malam ini?. Banyak pertanyaan yang bermunculan dibenak Surya.


"Suruh dia ke ruang kerjaku" Pinta Surya akhirnya


"Baik Tuan" Pak Ngah pun berlalu


Di ruang kerja Surya.


"Ada pesan penting apa yang membawamu datang menemuiku malam-malam begini Sekretaris Bian?" Tanya Surya dengan rasa penasaran yang sudah memuncak tanpa mempersilahkan Sekretaris Bian untuk duduk


"Saya ingin menyampaikan pesan penting dari Tuan Muda" Jawab Sekretaris Bian


"Benarkah?" Tanyanya lagi semakin penasaran


"Katakan,apa yang ingin Adam sampaikan padaku melaluimu Sekretaris Bian?" Surya mempersilahkan Sekretaris Bian untuk mengutarakan pesan puteranya


"Tuan Adam menerima permintaan anda. Tuan Adam setuju untuk menikah dengan gadis pilihan anda" Ucap Sekretaris Bian akhirnya


"Benarkah yang aku dengar ini Sekretaris Bian?" Tanya surya lagi ingin memastikan kabar gembira yang baru saja dia dengar


"Tentu saja Tuan. Bahkan Tuan Adam meminta anda untuk mengatur sendiri tanggal pernikahannya. Tuan Adam ingin menurut saja,begitu katanya" Jawab sekretaris Bian melanjutkan pesan Adam


Kali ini bukan lagi senyuman yang tampak diwajah Surya tapi dia tertawa kecil. Dia tidak menyangka jika puteranya akan secepat ini mengambil keputusan. Bahkan Adam memintanya untuk menentukan tanggal pernikahan,itu berarti Adam sudah siap kapan saja untuk melangsungkan pernikahan.


Saat ini Surya hanya perlu menunggu kabar baik dari sahabatnya Gunawan. Dia berharap Nesa juga akan menerima perjodohan ini agar pernikahan bisa segera dilaksanakan.


"Lalu dimana sekarang Adam berada?" Setelah beberapa saat terdiam akhirnya Surya bertanya lagi


"Untuk sementara Tuan Adam akan tinggal di Apartemennya" Jawab Sekretaris Bian kemudian


"Baiklah Sekretaris Bian,kau boleh pergi sekarang. Aku akan menemui puteraku besok untuk membicarakannya lebih lanjut" Surya mempersilahkan Sekretaris Bian untuk pulang


"Baik Tuan Surya,saya permisi dulu" Sekretaris Bian pun pamit undur diri sambil membungkukkan badannya


Surya hanya mengangguk tanpa melihat pada Sekretaris Bian yang berlalu meninggalkan ruang kerjanya. Bibirnya masih menyungging sebuah senyum kemenangan.

__ADS_1


Surya akhirnya kembali lagi ke kamar. Dia jadi tidak sabar ingin memberitahu Sintia tentang kabar gembira ini.


"Kabar gembira apa yang dibawa Sekretaris Bian sampai membuat papa senyum-senyum sendiri seperti itu?" Sintia yang melihat gelagat Surya yang tidak biasa akhirnya penasaran untuk bertanya


"Adam akan segera menikah ma" Jawab Surya dengan sangat antusias


"Maksud papa,Adam akan menikah dengan Nesa puteri Gunawan?" Tanya Sintia memastikan


"Iya ma siapa lagi" Jawab Surya ringan


"Itu berarti Adam menerima perjodohan yang sudah papa rencanakan?" Tanya Sintia lagi


Surya mengangguk pelan sambil tersenyum cerah.


"Seperti apa wajah Nesa sekarang pa? terakhir mama bertemu saat dia masih kecil. Setelah itu hanya papa saja yang sering berkunjung ke rumahnya" Sintia kembali mengingat-ingat wajah Nesa yang manis


"Sekarang usia Nesa sudah 21 tahun ma. Dia tumbuh menjadi gadis yang semakin cantik. Papa yakin Adam akan menyukainya" Jawab Surya


"Apa dia sungguh pantas mendampingi putera kita Adam?" Tanya Sintia ragu


Melihat ada keraguan diwajah Sintia, akhirnya Surya mengingatkan Sintia dengan kejadian beberapa tahun silam.


"Mama tidak lupa kan saat Widia menyelamatkan Adam beberapa tahun yang lalu? Sampai-sampai dia mengorbankan dirinya sendiri?" Surya menatap Sintia lekat


Sintia diam termangu. Wajahnya menjadi sendu.


"Apa ini semacam pernikahan karena balas budi?" Komentar Sintia


"Papa merasa bersalah saja sampai detik ini. Terlepas dari balas budi atau tidak,papa melihat Nesa tumbuh menjadi gadis yang baik. dia juga gadis yang pintar. Disaat usianya masih 20 tahun dia sudah disumpah menjadi seorang dokter" Surya tidak bisa menyembunyikan kekagumannya pada Nesa


"Mama juga tahu sendiri kan bagaimana latar belakang keluarga Gunawan? Apa selama ini mama pernah mendengar hal-hal yang buruk tentang mereka?" Tanya Surya


Sintia menggelengkan kepalanya.


"Mungkin mama memang tidak begitu mengenal Nesa tapi papa tahu betul bagaimana Nesa. Selama ini papa diam-diam menyuruh orang kepercayaan papa untuk mengawasi kehidupannya. Nesa gadis baik-baik yang belum tersentuh laki-laki ma karena itulah papa yakin Nesa sangat pantas menjadi menantu kita" Ujar Surya kembali meyakinkan Sintia


"Jika saja wanita lain yang menjadi istri Adam,papa tidak bisa menjamin wanita itu adalah wanita yang baik dan masih suci" Tambah Surya


"Iya. Mama percaya sama papa" Sintia menghela nafasnya sambil tersenyum pada Surya. Dia akan berusaha menepis segala keraguannya pada Nesa. Sintia sangat menyayangi Adam,itulah sebabnya Sintia ingin Adam mendapatkan istri yang benar-benar bisa mengurusnya,sama seperti dia mengurusnya selama ini.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2