Takdir Cinta Nesa

Takdir Cinta Nesa
Tanggal Pernikahan


__ADS_3

Pagi ini Surya bangun dari tidurnya dengan wajah yang lebih cerah. Sepertinya kabar yang dibawa oleh Sekretaris Bian semalam memberinya semangat baru. Sedikit lagi impiannya akan segera terwujud,dia akan menyaksikan putera kebanggannya bersanding dengan wanita pilihannya.


Surya tersenyum bahagia,tapi sejurus kemudian senyum yang tadinya mengembang dibibirnya tiba-tiba saja memudar. Dia lupa memberitahu Gunawan tentang kabar baik ini.


Surya mengambil ponselnya dan mendial nomor kontak Gunawan. Panggilan tersambung. Selang beberapa detik Gunawan menjawab panggilan tersebut.


"Hallo Gunawan" Surya menyapa


"Iya mas Surya,ada apa menelfonku sepagi ini?" Tanya Gunawan


"Maaf sudah mengganggumu,tapi aku membawa berita bahagia untukmu" Jawab Surya sambil tertawa kecil


"Benarkah? Kabar bahagia apa?" Tanya Gunawan lagi


"Sebentar lagi kita akan menjadi besan" Surya menjawab yakin tanpa bertanya terlebih dulu tentang keputusan Nesa


Gunawan bergeming,mulutnya membisu tak mampu berkata apa-apa. Harusnya dia juga bahagia seperti Surya tapi kenyataannya dia belum memberitahu Nesa perihal perjodohan ini.


"Gunawan,apa kamu masih mendengarku?" Suara Surya membuyarkan lamunan Gunawan


"Iya mas Surya,sungguh ini berita yang sangat menggembirakan. Aku turut bahagia" Jawab Gunawan dengan nada yang dibuat senang. Gunawan ingin berkata jujur pada Surya jika Nesa belum diberitahu tentang perjodohan ini


"Tapi mas Surya..." Gunawan tidak langsung melanjutkan kalimatnya,dia ragu


"Nesa juga bersedia menikah dengan Adam kan?" Surya terdengar menginterupsi


Gunawan tercekat. Baru saja dia ingin berkata jujur pada Surya tapi mendengar Surya sangat bahagia,akhirnya Gunawan mengurungkan niatnya. Dia tidak ingin merusak suasana hati sahabatnya itu.


"Tentu saja Nesa menerimanya" Bohong Gunawan


"Baguslah" Balas Surya sambil tertawa dengan renyahnya


"Kalau begitu pernikahannya akan dilaksanakan tanggal 10 minggu depan" Surya asal saja menentukan tanggal pernikahannya tanpa berunding dulu dengan Gunawan. Surya ingin acaranya dilaksanakan secepat mungkin karena dia khawatir Adam akan berubah pikiran.


Gunawan yang mendengarnya semakin kaget bukan kepalang. Tanggal 10 minggu depan itu berarti pernikahan akan dilaksanakan 7 hari lagi dimulai dari sekarang.


"Tujuh hari lagi mas Surya?" Gunawan memperjelas


"Iya tunggu apalagi,apa kamu setuju?" Surya terdengar sedang meminta pendapatnya tapi dengan ditentukannya tanggal pernikahan,itu sudah jelas jika Surya ingin gunawan menyetujuinya

__ADS_1


"Bagaimana mungkin kita bisa menyiapkan acara dalam waktu sesingkat itu?" Gunawan terdengar keberatan


"Kamu tenang saja. Biar orangku yang akan mengatur semuanya. Kita laksanakan akadnya saja dulu" Jawab Surya dengan entengnya


"Baiklah mas Surya" Gunawan pasrah dan tidak bisa menolak


Gunawan memutus sambungan terfonnya. Wajahnya menjadi pucat pasi. Yang ada dipikirannya saat ini adalah segera membujuk Nesa agar mau menikah dengan Adam.


Sedangkan Surya terlihat semakin bahagia. Kebahagiaannya tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Tak lama lagi impiannya akan benar-benar terwujud.


Setelah menyegarkan diri di kamar mandi,Surya memilih bersantai dulu di kamar sambil menunggu jam makan siang. Baru setelah itu dia akan menemui Adam di kantor.


Semenjak Surya menyerahkan segala urusan perusahaan pada Adam,Surya memang lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah. Surya juga sudah mengalihkan kepemilikan harta kekayaannya pada Adam.


Matahari semakin meninggi,pertanda hari sudah mulai siang. Setelah berpakaian rapi Surya pergi kekantor Adam diantar oleh sopir pribadinya.


Setelah beberapa saat mobil tiba di pelataran gedung. Sopir membukakan pintu dan Surya masuk ke dalam gedung. Semua karyawan terlihat membungkukkan badan memberi hormat pada sang pendiri Nusantara Group.


Surya masuk ke ruangan Adam yang juga bekas ruangannya dulu tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Spontan saja Adam dan Sekretaris Bian dibuat terkejut dan menoleh secara bersamaan.


"Apa aku mengganggu waktumu?" Tanya Surya menghampiri Adam


"Bian kau boleh pergi" Pinta Adam seakan ingin memberi kebebasan pada Surya untuk berbicara empat mata dengannya


"Baik Tuan" Sekretaris Bian akhirnya keluar dari ruangan Adam


Lalu Adam berpindah tempat duduk di sofa samping meja kerjanya,diikuti oleh Surya kemudian.


"Ada apa papa repot-repot datang kesini? bukankah semalam Bian sudah menyampaikan pesanku?" Tanya Adam bernada sinis


"Apa papa tidak boleh datang ke kantor papa sendiri?" Surya bertanya balik. Pertanyaannya seperti sebuah pertanyaan basa basi


"Terlepas dari itu pasti ada hal lain yang ingin papa bicarakan bukan?" Sindir Adam


"Iya" Surya menghela nafas sambil menatap wajah puteranya yang terlihat tidak senang itu. Surya tahu,Adam terpaksa menerima perjodohan ini tapi Surya tidak akan merubah keputusannya. Adam tetap akan menikah dengan gadis pilihannya karena Surya yakin suatu saat nanti Adam akan bahagia bersamanya


"Katakanlah,Waktuku tidak banyak. Setelah ini aku ada janji dengan klien penting diluar kantor" Pinta Adam dengan tegas


"Baiklah kamu tidak usah khawatir. Papa tidak akan lama" Ucap Surya dengan nada yang merendah

__ADS_1


"Papa sudah menetapkan tanggal pernikahanmu" Ucapnya kemudian


"Bukankah aku juga sudah bilang jika aku siap menikah kapan saja. Papa tinggal beritahu Bian kapan dan dimana tempatnya,aku pasti datang" Balas Adam ketus


"Baiklah kalau memang seperti itu maumu. Tapi apa kamu tidak ingin berkenalan dulu dengan calon istrimu? Papa bisa atur pertemuannya. Atau mungkin hanya sekedar ingin melihat fotonya?" Tanya Surya sambil memberi penawaran pada Adam


"Tidak perlu. Tempo hari papa sudah katakan padaku jika gadis itu adalah gadis yang baik,cantik dan juga pintar. Aku rasa itu sudah cukup" Jawab Adam sedikit acuh


"Tapi aku mempunyai satu permintaan" Ucap Adam sambil menatap Surya


"Katakanlah" Balas Surya


"Aku mau pernikahan itu hanya disaksikan oleh kedua belah pihak keluarga saja" Pinta Adam akhirnya


"Baiklah,tidak masalah" Surya menyanggupi


"Itu artinya tidak akan ada acara resepsi" Tambah Adam


"Iya. Kalian hanya akan menikah di depan penghulu dan keluarga inti saja" Surya kembali menyanggupi permintaan Adam


"Kalau sudah tidak ada lagi yang ingin papa bicarakan,aku pergi dulu" Ucap Adam meminta izin


"Silahkan" Balas Surya akhirnya


Setelah Adam keluar dari ruangannya,Surya masih tidak beranjak dari tempat duduknya. Kemudian Surya mengambil ponsel disaku celananya dan menulis sebuah pesan. Surya mengirim pesan tersebut pada seseorang.


Didalam mobil,Sekretaris Bian mengambil ponselnya yang berdering. Sekretaris Bian membuka sebuah pesan yang ternyata pesan tersebut berasal dari Surya. Sekretaris Bian menatap Adam sebelum membaca pesan itu.


"Ada apa Bian" Tanya Adam


"Tuan Surya mengirim sebuah pesan" Jawab Sekretaris Bian


"Apa isi pesannya?" Tanya Adam lagi


"Bacalah" Pinta Adam


"Pernikahan akan dilaksanakan tujuh hari lagi" Sekretaris Bian membaca pesan itu dengan pelan


Adam tersenyum ironi. Adam menganggap pernikahannya hanyalah sebuah pernikahan yang terpaksa.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2