Takdir Cinta Nesa

Takdir Cinta Nesa
Kelahiran Baby Triplets


__ADS_3

Surya dan Sintia datang saat Nesa baru saja dibawa ke ruang bedah. Mereka menghampiri Adam yang sedang duduk termangu di depan ruang operasi.


"Adam,dimana Nesa? Dan bagaimana dengan cucu-cucu mama?" Suara panik Sintia langsung menyambar telinga Adam


Adam pun mendongakkan wajahnya yang tertunduk dan menjawab pertanyaan Sintia.


"Nesa ada di dalam ma. Dia sedang menjalani operasi secar karena usia kehamilannya masih 8 bulan dan bayi kami harus lahir prematur"


Sintia terdengar mendesah sambil menyandarkan kepalanya di pundak Surya.


"Kita tunggu saja sampai operasinya selesai. Semoga Nesa dan bayinya selamat" Ucap Surya akhirnya


"Iya pa. Mama akan menunggu sampai cucu mama lahir. Mama ingin memastikan cucu-cucu mama lahir dengan selamat" Balas Sintia setuju


Setelah menunggu waktu kurang lebih satu jam,Widia keluar dari ruangan bedah karena sepertinya operasi Nesa sudah selesai dilakukan. Widia keluar dari ruangan itu tidak sendiri,melainkan dengan beberapa perawat yang terlihat sedang mendorong alat inkubator bayi yang terdapat bayi kembar Adam dan Nesa disana.


"Bagaimana keadaan Nesa ma?" Tanya Adam sambil beranjak dari tempat duduknya


"Nesa baik-baik saja. Operasinya berjalan dengan lancar dan sebentar lagi dia akan dipindah ke ruang perawatan" Jawab Widia


"Cucu-cucuku" Tiba-tiba saja suara Sintia mengalihkan perhatian Adam. Karena terlalu mengkhawatirkan kondisi Nesa,Adam jadi tidak sadar dengan keberadaan bayinya disana


Adam lalu mendekat dan melihat bayi kembarnya dengan mata yang berkaca-kaca.


"Anak-anak ku" Gumam Adam


"Kamu sudah menjadi seorang Ayah. Dan papa akan menjadi seorang kakek" Ucap Surya sambil menepuk bahu Adam


Adam mengangguk tanpa mengalihkan pandangannya pada bayi kembarnya yang hanya bisa dia lihat tanpa bisa dia sentuh itu.


"Mereka lahir dengan berat badan rendah,jadi untuk sementara waktu mereka harus dirawat dulu di ruang NICU" Ujar Widia kemudian


"Aku tidak bisa menyentuhnya?" Tanya Adam


"Belum bisa Adam. Mereka harus tetap berada di dalam inkubator agar suhu tubuh mereka tetap hangat dan merangsang pertumbuhannya" Jawab Widia


"Tunggulah sebentar Widia,aku masih ingin melihat cucu-cucuku" Pinta Sintia


"Baiklah. Hanya sebentar" Tegur Widia


Perasaan haru masih tergambar jelas di wajah Adam. Adam seolah masih tak percaya saat melihat bayi kembarnya lahir. Terlebih mereka berjenis kelamin yang berbeda sesuai dengan pemeriksaan yang dilakukan Widia beberapa bulan yang lalu. Satu berjenis kelamin laki-laki dan duanya berjenis kelamin perempuan.


Adam menghela nafasnya dalam-dalam. Adam sangat bahagia karena rumah tangganya bersama Nesa serasa sudah lengkap dengan kehadiran mereka. Adam mendapatkan tiga bayi sekaligus dalam satu waktu.


Surya dan Sintia juga tak henti-hentinya memandang bayi-bayi itu dengan raut wajah bahagia.

__ADS_1


"Baiklah. Sudah cukup. Mereka harus segera dibawa ke ruangan NICu" Ucap Widia tiba-tiba


Para perawat pun mendorong alat inkubatornya dengan pelan. Adam memandang bayi-bayi yang masih merah itu sekali lagi sebelum akhirnya mereka benar-benar menghilang dari pandangannya.


Sesaat setelahnya Nesa pun keluar dari ruang bedah dan dibawa ke ruang perawatan.


"Bagaimana keadaanmu?" Tanya Adam sambil mengecup kening Nesa


"Tubuhku jadi lebih ringan setelah bayi-bayi itu keluar" Jawab Nesa sambil tertawa kecil. Adam pun juga ikut tertawa mendengar gurauan Nesa


"Dimana mereka?" Tanyanya kemudian


"Mereka ada di ruang NICU. Kata mama berat badan mereka rendah jadi harus tidur di inkubator dan belum bisa dibawa ke tengah-tengah kita" Jawab Adam


"Bagaimana keadaannya? Mereka sehat kan?" Tanya Nesa lagi


"Mereka baik-baik saja sayang. Mereka semua lahir dengan selamat" Jawab Adam dengan raut wajah yang ingin menangis


"Kamu tidak bohong kan?" Nesa akhirnya dibuat curiga dengan raut wajah Adam yang kelihatan sedih


Adam menggeleng.


"Lalu kenapa kamu ingin menangis?" Tanyanya ingin memastikan


Adam mengecup kening Nesa sekali lagi dan lebih lama dari yang tadi.


"Aku sudah memenuhi harapan terbesarmu sayang. Sekarang aku yang ingin meminta sesuatu darimu" Ucap Nesa dengan kalimat yang membuat Adam sangat penasaran


"Kamu ingin minta apa dariku? Apapun yang kamu minta,akan aku penuhi" Ujar Adam yakin


"Aku ingin kamu menjadi Ayah yang baik untuk mereka"Jawab Nesa sambil tersenyum tipis


Adam agak tertegun sambil menatap Nesa dengan tatapan yang sulit dijelaskan.


"Sesederhana itukah permintaanmu?" Tanya Adam tak percaya


"Kedengarannya memang sederhana tapi tidak mudah melakukannya. Banyak laki-laki yang lalai dengan tanggung jawabnya sebagai seorang ayah. Mereka menganggap tugas mereka hanyalah mencari uang tanpa memberi kasih sayang dan waktunya untuk anak-anak mereka" Jawaban Nesa membuat Adam kembali tertegun. Nesa seolah menjelma menjadi wanita dewasa yang sudah punya pemikiran matang


"Kamu tidak mempercayaiku?" Tanya Adam lagi


"Aku percaya tapi mengingat pekerjaanmu yang sangat sibuk,sepertinya kamu akan sulit membagi waktumu antara pekerjaan dan juga keluarga" Jawab Nesa dengan sedikit menggerutu


"Aku memang tidak bisa berjanji memberi banyak waktuku untuk mereka tapi aku akan menyayangi mereka dengan segenap perasaanku" Balas Adam dengan bersungguh-sungguh


Nesa tersenyum sambil menggenggam tangan Adam.

__ADS_1


"Terimakasih" Ucapnya kemudian


"Yang lebih pantas berterimakasih itu aku sayang. Terimakasih sudah menghadirkan mereka untuk aku"


"Dan untuk kami semua" Tiba-tiba saja suara Sintia menyela begitu saja


"Mama" Ucap Adam dan Nesa bersama


Sintia dan Surya pun mendekat pada mereka sambil tersenyum lebar.


"Sekarang katakan,kamu ingin hadiah apa dari mama dan papa?" Tanya Sintia


"Iya Nesa. Kami ingin sekali memberimu hadiah atas kelahiran cucu kami" Timpal Surya


Nesa menoleh pada Surya,lalu menoleh juga pada Sintia dan tersenyum.


"Kenapa papa dan mama harus repot. Aku tidak akan meminta apapun. Mas Adam sudah memberiku segalanya" Jawab Nesa akhirnya


"Kamu serius?" Tanya Sintia lagi


"Iya ma. Jika hadiah itu hanya bersifat materi,Nesa sudah mendapatkannya. Nesa hanya ingin mas Adam selalu mencintaiku dan anak-anakku sampai akhir" Ucapnya sederhana


"Pasti sayang" Adam langsung membalasnya dengan yakin


"Papa memang tidak salah memilih kamu sebagai menantu papa" Surya memuji


Sintia pun mengangguk setuju.


Ditengah-tengah kebahagiaan mereka,Gunawan dan Widia pun ikut bergabung bersama mereka.


"Sepertinya papa menjadi orangtua terakhir yang memberikan selamat atas kelahiranmu" Ucap Gunawan sambil mendekat pada Nesa


"Papa" Nesa sangat bahagia karena orangtuanya juga ada disana


"Sekali lagi selamat ya atas kelahiran bayi kembar kalian. Kami semua sangat bahagia" Ucapnya lagi sambil menoleh pada Adam dan Nesa


"Terimakasih pa" Balas Adam


"Kalian tenang saja,mama akan terus memantau perkembangan si kembar" Widia menyela


"Terimakasih ma" Nesa menggenggam erat tangan Widia seolah rasa terimakasih saja tidak cukup untuk membalas kebaikan mamanya selama ini. Ya bisa dibilang Widia adalah orang yang paling berjasa dalam membantu Nesa mulai dari Nesa hamil sampai melahirkan


Mereka semua sangat bahagia dengan kelahiran si baby triplets. Dengan begitu mereka akan kedatangan anggota baru dalam keluarga mereka. Terlebih bagi Adam dan Nesa karena anak-anaknya tidak akan menjadi anak tunggal seperti mereka.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2