
Memasuki trimester tiga kehamilannya,masalah lain kembali muncul membuat kesehatan Nesa terlihat mengkhawatirkan.
Dan seperti sebelum-sebelumnya,Adam dilanda rasa cemas yang berlebihan. Walaupun hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Widia mengatakan jika kondisi Nesa wajar dialami oleh perempuan yang sedang hamil anak kembar.
Nesa mengalami anemia yang membuat kepalanya seringkali merasa pusing dan wajahnya menjadi pucat. Itu terjadi karena peningkatan aliran darah pada kehamilan kembar membuat kadar zat besi dalam tubuh Nesa tiba-tiba menurun. Widia sudah meresepkan supleman zat besi untuk diminum Nesa secara teratur.
Kekhawatiran Adam semakin bertambah karena akhir-akhir ini Nesa sudah tidak kuat lagi untuk berjalan jauh dan melakukan aktifitas lainnya. Nesa mengeluh sesak nafas dan sakit di punggungnya,apalagi saat malam hari dia susah untuk memejamkan matanya karena semua posisi membuat perutnya tidak nyaman.
Sore itu Adam pulang dengan membawa kurma. Karena kurma dipercaya bagus untuk meningkatkan kadar zat besi dalam tubuh. Widia juga menyarankan agar Nesa banyak makan sayur yang berdaun hijau dan buah-buahan yang kaya akan zat besi.
"Kamu bawa apa?" Tanya Nesa dengan suara yang melemah
"Aku belikan kamu kurma. Kata mama kurma sangat bagus untuk kehamilan dan kaya akan zat besi" Jawab Adam sambil mendekat pada Nesa
"Kamu mau memakannya?" Tanya Adam kemudian
Nesa mengangguk.
Adam mengambil kurmanya dan menyuapi Nesa sampai habis beberapa biji.
"Sudah cukup" Nesa mengambil air dan meminumnya
Nesa menyandarkan punggungnya di sandaran tempat tidur sambil mengatur nafas. Perutnya yang membesar membuat Nesa cepat lelah.
"Maafkan aku" Ucap Adam sambil menyentuh perut Nesa
"Kenapa minta maaf? Apa kamu berbuat kesalahan?" Tanya Nesa bingung
"Iya. Sepertinya aku sudah membuat sebuah kesalahan" Jawab Adam sambil menatap Nesa dengan wajah yang memelas
"Benarkah? Aku sedang hamil tapi kamu masih tega melakukan sebuah kesalahan padaku?" Tanya Nesa dengan wajah yang hampir menangis
"Katakan,kesalahan apa yang sudah kamu perbuat?" Tanyanya lagi sambil memukul dada Adam. Perasaannya yang kian sensitif semenjak dia hamil,membuatnya tidak bisa berpikir dengan jernih
"Sayang,ini..." Ucap Adam sambil mengelus perut Nesa
"Ya..?"
"Ini kesalahan yang sudah aku lakukan. Aku sudah membuatmu hamil" Jawab Adam akhirnya
"Hah...?" Tanya Nesa heran
"Aku sudah membuat hari-harimu begitu berat untuk dijalani. Aku terlalu egois memaksakan keinginanku tanpa memikirkan kebahagiaanmu. Aku tidak tahu kalau hamil akan seberat ini" Ujar Adam dengan perasaan yang agak bersalah
"Kamu bicara apa? Apa kamu berpikir aku tidak senang dengan kehamilanku?" Nesa menyandarkan kepalanya di bahu Adam
"Entahlah..." Adam merangkul tubuh Nesa sambil mencium pucuk kepalanya
"Sudahlah. Sebentar lagi anak kita akan lahir. Aku akan membuat kamu menjadi laki-laki yang paling bahagia di dunia ini" Ucap Nesa
"Pasti. Aku akan sangat bahagia. Pernikahan kita akan sempurna sebentar lagi" Balas Adam
"Tapi sudah cukup ya!" Seru Adam
"Sudah cukup? Maksudnya bagaimana?" Tanya Nesa tak mengerti
__ADS_1
"Sudah cukup kamu menderita karena aku. Aku tidak ingin kamu hamil lagi setelah ini" Jawab Adam yang semakin mengeratkan pelukannya pada Nesa
"Kenapa? Bukankah kamu menginginkan anak yang banyak?" Tanya Nesa lirih
"Apa kamu pikir tiga anak itu sedikit?" Omel Adam
Nesa tertawa kecil sambil mendongakkan wajahnya pada Adam.
"Sayang..."
"Ya.."
"Apa kamu serius dengan ucapanmu? Betul kamu hanya ingin tiga anak saja?" Tanya Nesa ingin menggoda Adam
"Iya. Aku serius" Jawabnya yakin
"Tapi aku masih muda sayang. Aku masih bisa memberikanmu anak lebih banyak lagi" Kelakar Nesa
"Kamu memang masih muda. Tapi saat itu aku sudah semakin tua" Balas Adam
"Jika kamu sudah tua nanti,kamu tidak akan menarik lagi sayang" Ucap Nesa sambil tertawa agak keras
"Kamu benar sayang. Mungkin aku akan mempunyai banyak keriput di wajahku dan kamu jadi tidak cinta lagi padaku" Alih-alih marah,Adam justru menanggapi perkataaan Nesa dengan santai
"Siapa bilang?" Protes Nesa
"Aku akan tetap mencintaimu sayang apapun keadaan kamu nanti. Kamu cinta pertamaku dan akan menjadi cinta terakhirku" Sambung Nesa dengan kalimat ala anak remaja
Adam dibuat geli mendengarnya. Adam harus selalu ingat jika istrinya itu memang masih muda dan mungkin masih bisa dikatakan anak remaja.
"Benarkah?"
"Kamu tidak lupa kan,mama sudah memastikan kalau satu anak kita itu berjenis kelamin laki-laki dan keduanya berjenis kelamin perempuan" Jelas Nesa
"Iya. Sepertinya dia akan lebih tampan dari papanya. Dan akan lebih cantik dari mamanya juga. Aku akan mempunyai satu jagoan dan tiga bidadari cantik" Ucapnya kemudian
"Kenapa tiga? Puteri kita dua karena yang satunya itu laki-laki" Tegur Nesa
"Tiga denganmu sayang. Istriku kan juga seorang perempuan cantik" Terang Adam
"Gombal" Nesa mencubit pinggang Adam sambil tersenyum bahagia
"Sudah kamu siapkan nama untuk mereka?" Tanya Nesa kemudian
"Sudah" Jawab Adam yakin
"Oh ya?"
"Hm..."
"Siapa namanya?" Tanya Nesa ingin tahu
"Rahasia" Jawab Adam tidak ingin memberitahu Nesa
"Ah tidak seru. Sama istri sendiri main rahasia. Aku kan ibunya" Protes Nesa sambil memanyunkan bibirnya
__ADS_1
"Aku beritahu nanti setelah anak kita lahir" Ucapnya bersikeras
Adam membaringkan kepalanya di paha Nesa dan menciumi perutnya yang sudah membesar itu. Sedangkan orang yang sedang dicium perutnya terlihat tidak bereaksi apapun. Hanya wajahnya saja yang terlihat cemberut.
"Menyingkirlah. Aku sudah lelah dan ingin tidur" Pintanya kesal
Adam agak terkejut melihat raut wajah yang Nesa tampakkan.
"Kenapa?" Tanya Adam akhirnya
Adam bangun dan menoleh pada Nesa
"Tidak apa-apa" Jawab Nesa acuh. Nesa menarik selimut dan membaringkan tubuhnya membelakangi Adam
"Kamu tidak sopan pada suamimu. Kalau suami bertanya itu dijawab dengan benar,bukan malah acuh seperti ini" Gerutu Adam
Nesa bergeming.
"Nesa sayang...." Adam mencoba melembutkan nada bicaranya
"Hm..." Jawab Nesa. Usahanya berhasil walaupun hanya dijawab dengan satu kata
"Apa kamu marah karena aku tidak memberitahumu tentang nama anak kita?" Tanya Adam
"Hm..." Masih dijawab sama tanpa bergerak sedikitpun
"Baiklah,aku akan memberitahunya sekarang tapi cium aku dulu" Goda Adam
"Tidak mau" Tolak Nesa
"Ya sudah aku tidur saja" Adam pun berbaring
Nesa membalikkan badannya dan mencium bibir Adam sekilas.
"Cium aku dengan benar" Protes Adam
Nesa mengulanginya. Nesa mencium bibir Adam dan memagutnya dalam. Adam tidak diam. Adam membalas ciuman Nesa hingga ciuman itu menjadi ciuman panas.
"Sudah cukup" Nesa manarik bibirnya dari gigitan Adam
"Sekarang katakan siapa nama anak-anak kita" Pintanya kemudian
"Kamu pintar ya. Oke baiklah. Dengarkan baik-baik" Ucap Adam sambil menarik Nesa ke dalam pelukannya
"Cepat katakan,aku sudah penasaran" Pinta Nesa tidak sabar
"Namanya Kevin,Keisa dan Keira" Adam mengeja nama-nama itu dengan pelan
Mata Nesa berbinar-binar mendengarnya. Nesa seolah tidak sabar ingin segera menyematkan nama tersebut pada anak-anak kembarnya. Nama itu terdengar lucu dan hampir mirip. Sangat cocok untuk anak kembar mereka.
"Nama yang bagus sayang. Terimakasih" Ucap Nesa dengan mata yang berkaca-kaca
"Kita tinggal tambahkan nama keluargaku saja di belakang nama mereka" Usul Adam
"Iya. Nugraha. Anak-anak kita akan menyandang nama Nugraha di belakangnya" Ucap Nesa setuju
__ADS_1
Bersambung....