
Melihat gelagat Nesa yang tak biasa,akhirnya Dea sedikit terusik untuk bertanya.
"Apa Tuan Adam sudah menyentuhmu?" Tanya Dea sambil menyipitkan matanya
"Orang yang sedang berpacaran tentu akan saling bersentuhan Dea. Seperti berpegangan tangan,berpelukan dan..." Nesa menggantung. Nesa seolah ingin menggoda Dea dengan kalimatnya
"Dan apa?" Tanya Dea penasaran dan sangat antusias
"Aku sudah memberikan ciuman pertamaku pada mas Adam" Bisik Nesa di telinga Dea
"Maksud kamu,ciuman bibir?" Tanya Dea memperjelas. Dea menatap Nesa sambil terperangah
Dan Nesa menjawabnya dengan mengangguk sambil mengulas senyuman.
"Berapa kali Nesa?" Tanya Dea lagi dengan mata yang melebar
"Berapa ya?" Nesa terlihat sedang berpikir
"Astaga,kamu bahkan tidak bisa menghitungnya" Ujar Dea sambil menggeleng-gelengkan kepalanya
"Aku tidak bisa membayangkan saat kamu berciuman dengan Tuan Adam. Aku saja gemetaran waktu pertama kali bertatapan dengannya" Ujar Dea jengah
"Benarkah?" Nesa tertawa dengan kerasnya
"Tapi jika om Gunawan tahu,apa dia akan menerimanya?" Tanya Dea
"Entahlah,aku juga tidak tahu" Jawab Nesa gamang
"Tapi aku yakin,papamu pasti akan merestui karena Tuan Adam pasti lebih hebat dari laki-laki pilihannya" Ucap Dea dengan penuh percaya diri
"Ah sudahlah,ayo kita makan. Aku sudah lapar" Ajak Nesa kemudian
...----------------...
Keesokan harinya,Nesa berniat untuk menemui Adam dikantor. Nesa ingin memastikan ucapan Dea jika kekasihnya itu adalah bosnya. Ketika papa dan mamanya sudah berangkat kerja,Nesa pergi ke dapur untuk memasak makan siang yang akan dia bawa ke kantor Adam sebagai alasan.
Karena Nesa belum tahu makanan kesukaan Adam,akhirnya Nesa memasak menu makan sehat saja yang dia tahu. Yaitu nasi merah dengan tumisan jamur dan brokoli,sebagai proteinnya Nesa menambahkan telur orak arik yang digoreng tanpa minyak.
Setelah makanannya siap,Nesa menelfon Adam terlebih dahulu.
"Apa hari ini mas Adam sibuk?" Tanya Nesa melalui sambungan telponnya
"Tidak. Ada apa sayang?" Tanya Adam memanggil Nesa dengan sebutan sayang secara spontan
"Sayang...?" Nesa mengulanginya. Panggilan itu masih terasa asing di telinga Nesa
__ADS_1
"Boleh kan aku memanggilmu Sayang? Dan mulai hari ini kamu juga harus memanggilku dengan sebutan sayang" Pinta Adam dengan mesranya
"Baiklah mas,eh maksud aku sayang" Ralat Nesa
"Sayang,kamu bekerja dimana sih? Apa aku boleh datang ke tempat kerjamu sekarang?" Tanya Nesa pura-pura tidak tahu
"Kenapa tiba-tiba saja kamu ingin datang ke kantorku sayang?" Tanya Adam
"Aku sudah terlanjur memasak,jadi aku ingin membawakanmu makan siang kesana" Nesa beralibi
"Baiklah,kamu datang saja ke gedung Nusantata Group. Aku bekerja disana" Jawab Adam akhirnya
Nesa langsung bersiap dan berdandan secantik mungkin untuk Adam. Nesa memakai dress polos berwarna mustard dibawah lutut dan memoles wajahnya dengan make up tipis. Tak lupa Nesa memakai heels berwarna hitam kesukaannya. Setelah siap,Nesa turun kebawah mengambil makanannya yang sudah dia masukkan kedalam food bag.
Nesa diantar oleh sopirnya Alex.
"Nona mau saya antar kemana?" Tanya Alex
"Ke gedung Nusantara Group" Jawab Nesa
"Baik nona" Jawab Alex tanpa banyak bertanya. Ya semua orang juga pasti sudah tahu perusahaan hebat itu tanpa memberitahu alamatnya.
Setelah menempuh beberapa menit perjalanan,akhirnya Nesa sampai di halaman gedung megah itu. Nesa agak ragu untuk turun. Akhirnya Nesa menelfon Adam saja untuk menyuruh dia menemuinya dibawah.
"Aku sudah sampai" Jawab Nesa
"Baiklah,aku akan keluar sekarang" Balas Adam
Dengan relanya Adam keluar dari ruangannya hanya untuk menemui seorang perempuan. Sangat tidak mungkin jika melihat sikap Adam yang sebelumnya dikenal dingin pada perempuan. Tapi kenyatannya saat ini Nesa sudah menjadi bagian terpenting dalam hidup Adam. Dan sepertinya Adam sudah benar-benar diperbudak oleh cinta.
Tanpa malu Adam membawa Nesa ke dalam gedung menuju ruangannya yang berada dilantai paling atas. Semua karyawan yang melihatnya tercengang-cengang karena mereka baru pertama kali melihat bosnya menggandeng seorang perempuan. Nesa menjadi pusat perhatian dikalangan para karyawan perempuan di kantor Adam.
"Sayang,kenapa mereka memandangiku seperti itu?" Tanya Nesa setengah berbisik
"Mungkin karena kamu cantik" Jawab Adam ringan
"Sebenarnya dimana ruanganmu? Dan apa posisimu disini?" Tanya Nesa pura-pura tidak tahu lagi
"Diamlah sayang,ikuti saja aku" Jawab Adam
Setelah menaiki lift khusus,akhirnya mereka sampai dilantai paling atas. Nesa membaca tulisan yang ada dipapan keterangan diatas pintu yang betuliskan Presiden Direktur. Ternyata benar,laki-laki yang dipacarinya adalah pimpinan perusahaan ini.
"Ayo masuklah,kenapa bengong" Adam membuyarkan lamunan Nesa
"Sayang,ini benar ruanganmu? Kamu direktur disini?" Tanya Nesa masih dengan mode pura-puranya
__ADS_1
Adam hanya mengangkat kedua bahunya sambil memandang ke arah Nesa.
"Sayang apa kamu juga pemilik perusahaan ini?" Tanya Nesa lagi
"Memangnya kenapa sayang? Apa kamu tidak suka memiliki kekasih seorang direktur?" Adam mendekatkan wajahnya ke wajah Nesa. Adam gemas melihat Nesa daritadi banyak bertanya
"Tidak,bukan begitu sayang. Aku hanya sedikit surprise saja" Nesa mulai gugup karena bibir Adam sudah sangat dekat dengan bibirnya
"Sayang,kamu mau apa...?" Belum sempat Nesa menyelesaikan kalimatnya,Adam sudah membungkamnya dengan ciuman hangat
Tapi buru-buru Nesa melepasnya hingga membuat Adam tampak kesal.
" Sayang,ini kantor. Tidak bisakah kamu menahannya?" Tegur Nesa
"Memangnya kenapa? Tidak akan ada yang melihatnya juga karena tidak sembarangan orang bisa masuk ke ruanganku" Jawab Adam ketus
"Maafkan aku sayang" Ucap Nesa menyesal
"Sudahlah. Aku sudah tidak berselera" Jawab Adam sambil menekuk wajahnya dan menjauh dari Nesa. Nesa pun menyusul dan memeluk Adam dari belakang
"Aku sangat merindukanmu sayang" Rayu Nesa
Tidak mendapat respon,akhirnya Nesa membalikkan tubuh Adam dan mengalungkan tangannya dileher Adam. Nesa berjinjit karena tubuh tinggi Adam tidak bisa diraihnya. Nesa mengecup bibir kekasihnya itu dengan sangat lembut.
"Apa sudah tidak kesal lagi?" Tanya Nesa sambil merapikan simpul dasi Adam
Adam menyentuh pipi Nesa sambil menatapnya dengan tatapan penuh cinta. Setelah itu Adam memeluknya.
"Terimakasih sayang" Bisik Adam
"Sayang,kamu pasti sudah lapar kan? Aku sudah membawakanmu makan siang" Ucap Nesa sambil mengurai pelukannya
Mereka duduk di sofa dan Nesa mengambil food bag berisi makan siang yang sudah dia bawa,kemudian Adam membukanya.
"Jadi seperti ini menu makan sehat ala dokter Nesa" Seloroh Adam
"Aku hanya bisa memasak itu" Balas Nesa sambil memasang wajah polosnya
Adam pun mencicipi makanan itu.
"Rasanya enak sayang. Teruslah belajar memasak. Karena jika nanti kamu sudah jadi istriku, aku hanya akan makan masakanmu. Aku tidak mau dimasak oleh pelayan" Kalimat Adam membuat Nesa sangat tersentuh
Mata Nesa mengembun mendengar Adam menyebut kata istri.
Bersambung...
__ADS_1